- Berapa rata-rata harga rumah di Jogja?
- Apakah biaya hidup di Jogja murah?
- Bagaimana perkembangan properti di Jogja saat ini?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Memiliki rumah di Yogyakarta menjadi impian banyak orang. Kota ini dikenal dekat dengan berbagai kampus besar, mudah diakses ke lokasi wisata alam dan budaya, serta menawarkan suasana hidup yang lebih tenang. Kondisi tersebut membuat Yogyakarta sering dipilih sebagai tempat tinggal jangka panjang.
Namun, harga properti di Yogyakarta terus meningkat dan tidak selalu mudah dijangkau. Banyak calon pembeli perlu mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan untuk membeli rumah agar tidak salah langkah.
Karena itu, diperlukan cara yang tepat dalam mencari dan membeli rumah di Yogyakarta. Sebagai pedoman bagi calon konsumen yang mendambakan tinggal di Jogja, berikut Liputan6 hadirkan 8 tips yang bisa dipraktikkan. Simak informasi selengkapnya, kami rangkum, Selasa (28/4).
Pastikan Aksesnya Mudah Dijangkau
Memilih lokasi rumah dengan aksesibilitas yang baik merupakan faktor penting untuk kenyamanan hidup sehari-hari. Rumah yang berada di dalam gang sempit, sulit dijangkau kendaraan roda empat, atau terletak di atas bukit dengan kondisi jalan rusak dapat menimbulkan berbagai kendala. Akses yang mudah akan mempermudah mobilitas penghuni, baik untuk bekerja, sekolah, maupun memenuhi kebutuhan lainnya.
Salah satu perantau asal Cilacap, Jawa Tengah, Aziz (35), menjadi salah satu orang yang memilih menetap di Yogyakarta. Menurutnya, paling pertama yang ia lakukan saat akan mencari rumah adalah aksesnya.
Ketersediaan akses jalan yang memadai sangat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Itulah mengapa, memiliki rumah di dekat pusat perekonomian seperti pasar, layanan kesehatan sampai jalan utama menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.
"Jadi memang harus dipilih yang strategis. Artinya, akses ke kota lebih dekat, air gampang dan ke pusat kota Jogja-nya juga terjangkau pakai kendaraan," ucap pria yang kini menetap di Jalan Besi, Jangkang, Ngaglik, Kabupaten Sleman, saat ditemui Liputan6, beberapa waktu lalu.
Pilih di Pinggir Kota Tetapi Masih Dekat dengan Keramaian
Mencari rumah di pinggir kota Yogyakarta dapat menjadi pilihan strategis untuk mendapatkan harga properti yang lebih terjangkau dibandingkan pusat kota. Harga rata-rata rumah di Yogyakarta berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 3 miliar, dengan harga di pusat kota cenderung lebih tinggi. Wilayah pinggiran seperti Sleman atau Bantul menawarkan harga yang lebih kompetitif dengan potensi pertumbuhan nilai properti yang baik.
Meskipun berada di pinggir kota, penting untuk memastikan lokasi tersebut masih memiliki kedekatan dengan pusat keramaian atau fasilitas umum. Kedekatan dengan fasilitas seperti pasar, sekolah, rumah sakit, atau pusat perbelanjaan akan menunjang kebutuhan sehari-hari penghuni. Beberapa area pinggiran kota Yogyakarta, seperti Moyudan dan Seyegan di Sleman, masih memiliki kantong-kantong pengembangan perumahan yang dapat dipertimbangkan.
Pertimbangkan juga rencana pengembangan infrastruktur di area pinggir kota yang dipilih. Pembangunan jalan tol atau fasilitas umum lainnya dapat meningkatkan aksesibilitas dan nilai properti di masa depan. Dengan demikian, memilih lokasi di pinggir kota yang memiliki potensi perkembangan dan tetap terhubung dengan keramaian dapat memberikan keuntungan ganda, yaitu harga awal yang lebih rendah dan potensi peningkatan nilai investasi.
Jangan Salah Pilih Developer atau Bank
Pemilihan developer properti dan bank penyedia Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan langkah krusial dalam proses pembelian rumah. Developer yang terpercaya akan memastikan kualitas bangunan dan legalitas dokumen properti, sehingga calon pembeli terhindar dari masalah di kemudian hari. Kredibilitas developer dapat ditelusuri melalui rekam jejak proyek sebelumnya dan testimoni dari pembeli lain.
Aziz pun demikian, dirinya ketika mulai mencari-cari rumah sejak 2022 lalu, juga betul-betul hati-hati. Dirinya lantas memilih bank syariah untuk rumahnya yang akan dicicil selama 20 tahun, karena skema pencicilannya lebih jelas dan transparah sampai lunas.
"Waktu itu, aku pilih salah satu bank syariah, karena cicilan pertamanya itu Rp2 juta, karena syariah itu secara hitungan matematika memang lebih besar dari konvensional, tapi kalau konvensional kita gatau bayar berapa, nah jadi syariah itu ngasih tau berapa jumlah yang harus kita bayar selama 20 tahun," kata pria yang kini usaha katering rumahan itu.
Setiap bank memang memiliki produk KPR dengan tenor dan bunga yang berbeda. Dirinya kemudian merasa penting untuk membandingkan suku bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating), serta memilih yang paling sesuai dengan kondisi keuangan jangka panjang.
"Dulu pas awal aku nyicil 2 tahun pertama Rp2,5 juta, tahun berikutnya Rp2,7 juta, tahun keempat Rp2,8 sampai tahun ke tujuh Rp3,5 juta. Nah setelah itu, flat sampai 20 tahun Rp3,7 terus, dan berarti aku sampai 2042 kalau 20 tahun, ini kan kita merasa lebih ringan, dan ada gambarannya sampai lunas," tambahnya.
Pastikan Ada Uang Darurat untuk Back Up Hal yang Tidak Diinginkan
Kepemilikan dana darurat merupakan aspek penting dalam perencanaan keuangan, terutama setelah mengambil komitmen besar seperti membeli rumah. Dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendesak, atau perbaikan rumah yang tidak direncanakan. Tanpa cadangan dana ini, masalah finansial dapat muncul dan mengganggu pembayaran cicilan rumah.
Jumlah dana darurat yang disarankan adalah minimal tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin bulanan. Untuk pemilik rumah, disarankan juga memiliki dana darurat khusus properti yang berkisar 1-3% dari nilai properti per tahun, atau setara 3-6 bulan estimasi biaya perawatan tahunan. Dana ini dapat digunakan untuk perbaikan mendadak seperti atap bocor atau kerusakan instalasi listrik.
Penyimpanan dana darurat sebaiknya dilakukan di instrumen keuangan yang likuid, seperti rekening tabungan terpisah atau reksa dana pasar uang, agar mudah diakses saat dibutuhkan. Memiliki dana darurat yang memadai akan memberikan rasa tenang dan aman, karena ada perlindungan finansial saat menghadapi kejadian yang tidak diinginkan, sehingga cicilan rumah tetap dapat berjalan lancar.
Punya Privilege Orang Tua Akan Sangat Membantu
Aziz melengapi bahwa, dukungan dari orang tua dapat menjadi faktor penentu dalam mewujudkan kepemilikan rumah, terutama bagi pasangan muda atau individu yang masih memiliki gaji pas-pasan. Bantuan finansial, seperti pembayaran uang muka (DP) atau talangan cicilan awal, dapat meringankan beban finansial yang besar di awal proses pembelian rumah. Riset menunjukkan bahwa sebagian milenial mendapatkan bantuan finansial dari orang tua mereka untuk membeli rumah.
Meskipun ada bantuan, penting untuk tetap menunjukkan usaha dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan. Bantuan orang tua dapat berupa pinjaman tanpa bunga untuk DP, yang kemudian dapat dilunasi secara bertahap oleh anak. Hal ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab dalam mengelola utang.
"Iya bener dapet bantuan, aku. Tapi orang tua waktu itu cuma bantu awal aja untuk DP lah, Rp50 juta, sedangkan full angsurannya aku. Jadi, kalau menurutku, kalau kamu nggak dibantu orang tua, walaupun sekedar DP kaya aku, itu kamu enggak bakal bisa beli rumah di sini," tambah Aziz.
Memilih Rumah Subsidi yang Ramah di Kantong Lebih Baik
Rumah subsidi merupakan program pemerintah yang dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki hunian layak dengan harga terjangkau. Program ini menjadi solusi bagi mereka yang kesulitan membeli rumah komersial karena harganya yang terus meningkat. Di Yogyakarta, program rumah subsidi menawarkan pilihan hunian dengan harga yang lebih murah dibandingkan hunian konvensional.
Senada dengan ini, Dosen Analisis Keuangan Digital Program Sarjana Terapan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Aidha Trisanti.,SE.,MM, menyebut jika keunggulan utama rumah subsidi adalah harganya yang lebih terjangkau, cicilan ringan, dan suku bunga tetap (fixed rate). Ini sangat mungkin dimiliki di Jogja, dengan skema harga pasar rumah umum di luar subsidi yang bersaing ketat.
Meskipun harganya murah, calon pembeli perlu memperhatikan lokasi perumahan subsidi yang biasanya berada di area pinggiran kota. Pastikan lokasi tersebut memiliki akses yang memadai dan tidak terlalu jauh dari fasilitas umum. Pengecekan kualitas bangunan juga penting, karena biaya pembangunan yang rendah dapat berpengaruh pada kualitas material.
"Fasilitas rumah subsidi yang diberikan pemerintah bisa sangat dimanfaatkan untuk bisa memiliki rumah di Yogyakarta. Nah, cuma, PR-nya, pemerintah memang harus didorong untuk menyediakan rumah subsidi yang layak, seperti akses yang perlu diperhatikan, jangan sampai masuk-masuk jalur sempit atau malah naik ke gunung, jalannya susah, airnya susah. Jadi fasilitas pendukung itu harus diperhatikan dan tidak mengabaikan aspek lainnya," ucap mantan praktisi salah satu Bank syariah itu ketika ditemui Liputan6.
Pastikan Suami Istri Bekerja
Memiliki dua sumber penghasilan dari suami dan istri dapat memberikan stabilitas finansial yang lebih kuat dalam menghadapi komitmen pembelian rumah, terutama melalui skema KPR. Penghasilan gabungan ini dapat meningkatkan kemampuan untuk membayar uang muka (DP) dan cicilan bulanan, sehingga memperbesar peluang persetujuan KPR dari bank.
Dua penghasilan juga memberikan fleksibilitas lebih dalam mengelola keuangan rumah tangga. Jika salah satu pihak mengalami perubahan kondisi pekerjaan atau pendapatan, sumber penghasilan lainnya dapat menjadi penopang. Hal ini mengurangi risiko gagal bayar cicilan KPR dan menjaga stabilitas keuangan keluarga secara keseluruhan.
Selain itu, dengan dua penghasilan, alokasi dana untuk kebutuhan lain seperti tabungan, investasi, dan dana darurat dapat lebih mudah dilakukan. Kondisi finansial yang sehat ini akan menciptakan rasa tenang dan aman, karena rumah yang dibeli tidak menjadi beban finansial yang berlebihan, melainkan aset yang mendukung kesejahteraan keluarga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Berapa rata-rata harga rumah di Jogja?
A: Rata-rata harga rumah di Jogja berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 3 miliar.
Q: Apakah biaya hidup di Jogja murah?
A: Biaya hidup di Jogja relatif bersahabat dibandingkan kota besar lainnya.
Q: Bagaimana perkembangan properti di Jogja saat ini?
A: Pasar properti di Jogja menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan kenaikan harga rata-rata.
Q: Apa saja syarat umum untuk mengajukan KPR di Jogja?
A: Syarat umum pengajuan KPR di Jogja meliputi fotokopi KTP dan KK serta bukti penghasilan.
Q: Mengapa penting memiliki dana darurat sebelum membeli rumah?
A: Dana darurat penting untuk melindungi keuangan dari situasi tak terduga.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560324/original/060301600_1776664957-unnamed__97_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562979/original/003840900_1776844031-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4796571/original/011106700_1712411739-Ilustrasi_orang_tua_dan_anak__minta_maaf__berpelukan__dukungan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557531/original/072163800_1776333869-pohon_sawo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568606/original/026147700_1777364387-360bcfe2-a705-4dc6-98a6-04bd3be56f8f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568490/original/086888300_1777360952-bagus_buat_cover_selada.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557225/original/080781600_1776322454-pakcoyy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568549/original/016894900_1777362781-Rumah_Dinding_Roster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504371/original/076333900_1771233675-model_teras_rumah_2x2_dengan_kolam_ikan_mini_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568665/original/019688800_1777367974-mushola_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568652/original/001378300_1777367417-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568483/original/013944600_1777360870-1777360797.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568422/original/007267700_1777358352-Kebun_Hidroponik_Komunitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568580/original/098008400_1777363165-Model_Baju_Lurik_Ikat_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567967/original/028360700_1777346694-Rumah_Kecil_di_Desa_Tapi_Terasa_Adem_dan_Nyaman_yang_Bikin_Betah_Model_Dapur_Terbuka_ke_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5174043/original/063583900_1742895657-pexels-nurseryart-367273.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568282/original/065165800_1777353777-Jenis_Pohon_Buah_yang_Cocok_Ditanam_di_Tanah_Berpasir.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568543/original/053601800_1777362207-photo_6302915063400042147_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4405859/original/073630400_1682409407-8629412.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)