Liputan6.com, Jakarta - Tanaman produktif yang cocok dipadukan dengan ternak rumahan skala kecil semakin diminati oleh masyarakat yang ingin memaksimalkan potensi lahan di sekitar rumah. Konsep integrasi pertanian dan peternakan ini memungkinkan limbah ternak dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara beberapa jenis tanaman dapat menjadi sumber pakan tambahan bagi hewan ternak.
Di tengah meningkatnya biaya produksi pertanian dan peternakan, sistem terpadu menjadi pilihan yang dinilai lebih efisien. Selain mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, pola usaha ini juga mampu menciptakan siklus ekonomi yang lebih sehat bagi petani dan peternak skala kecil.
Tidak hanya memberikan keuntungan finansial, kombinasi tanaman dan ternak juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, memilih tanaman produktif yang cocok dipadukan dengan ternak rumahan skala kecil menjadi langkah penting untuk membangun usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (11/6/2026).
1. Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott)
Rumput Odot, dikenal juga sebagai Dwarf Napier atau Rumput Gajah Mini, adalah varietas rumput gajah yang sangat populer di kalangan peternak ruminansia di Indonesia. Tanaman ini memiliki batang yang pendek dan tidak terlalu keras, serta daun yang lembut dan tidak berbulu, sehingga sangat disukai oleh ternak seperti sapi dan kambing.
Rumput Odot dikenal karena produktivitasnya yang tinggi, mampu mencapai lebih dari 60 ton per hektar per tahun. Pemanenan pertama dapat dilakukan pada usia sekitar 3-4 bulan, dengan pemanenan selanjutnya setiap 50-60 hari.
Kandungan protein kasar Rumput Odot berkisar antara 10-15% tergantung umur panen, dengan serat kasar yang rendah. Rumput ini juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lahan kritis dan tidak memerlukan perawatan khusus.
2. Indigofera (Indigofera zollingeriana)
Indigofera adalah legum pohon yang sangat direkomendasikan sebagai pakan ternak karena kandungan protein kasarnya yang tinggi, mencapai 24-31%. Tanaman ini kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalsium, menjadikannya sumber hijauan berkualitas tinggi, terutama sebagai suplemen protein dan energi untuk ternak dalam status produksi tinggi, seperti saat laktasi.
Keunggulan Indigofera juga terletak pada toleransinya terhadap musim kering, genangan air, dan salinitas tinggi. Kondisi ini menjadikannya cocok dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi ketersediaan hijauan saat kemarau.
Produksi bahan kering total Indigofera zollingeriana dapat mencapai 21 ton/ha/tahun, dengan produksi bahan kering daun total 5 ton/ha/tahun. Keunggulan lainnya adalah kandungan tanin yang sangat rendah, yakni 0,6-1,4 ppm, jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat antinutrisi, sehingga berdampak positif pada palatabilitasnya.
3. Kaliandra (Calliandra calothyrsus)
Kaliandra adalah legum pohon yang cepat tumbuh dan dapat digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk ruminansia. Tanaman ini dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan lahan marginal dan tahan terhadap kekeringan.
Daun kaliandra memiliki kandungan protein kasar yang tinggi, berkisar antara 20-24%. Selain sebagai pakan, kaliandra juga berfungsi sebagai tanaman konservasi tanah dan sumber kayu bakar.
Karakteristiknya yang multifungsi menjadikan Kaliandra pilihan yang efisien untuk peternakan rumahan skala kecil, mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menyediakan pakan bergizi.
4. Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Lamtoro, atau petai cina, adalah tanaman polong-polongan yang mudah ditemukan di Indonesia dan memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai pakan hijauan untuk ternak. Daun lamtoro memiliki kandungan protein kasar yang sangat tinggi, yaitu sekitar 22-34% dari bahan kering.
Selain protein, Lamtoro juga mengandung serat, vitamin, mineral, karoten, flavonoid, dan tanin. Kandungan nutrisi yang tinggi ini sangat baik untuk pertumbuhan ternak, membantu meningkatkan bobot badan, dan mendukung kualitas produksi daging maupun susu.
Meskipun demikian, lamtoro mengandung zat antinutrisi berupa mimosin yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, pemberian lamtoro sebaiknya dikombinasikan dengan hijauan lain atau diolah terlebih dahulu, misalnya dikeringkan atau difermentasi, untuk mengurangi kadar mimosin. Lamtoro juga ramah lingkungan karena dapat menurunkan produksi gas metan di dalam rumen dan menyuburkan tanah dengan mengikat nitrogen atmosfer.
5. Gamal (Gliricidia sepium)
Gamal adalah tanaman legum yang mudah didapat dan tumbuh di sekitar area peternakan, serta memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan hewan ternak seperti sapi dan kambing. Daun gamal mengandung protein yang sangat tinggi dan mudah dicerna, dengan protein kasar berkisar 20-30%.
Tanaman ini juga mengandung mineral penting dan tumbuh cepat, menjadikannya pakan tambahan yang cocok saat musim kemarau. Potensi daun gamal sangat tinggi untuk dijadikan pakan ternak kambing potong karena tingginya protein kasar tersebut.
Meskipun demikian, daun gamal mengandung zat antinutrisi ringan seperti kumarin dan asam sianida. Oleh karena itu, disarankan untuk mengolahnya, misalnya melalui silase, untuk mengurangi kadar serat dan zat antinutrisi agar aman dikonsumsi ternak. Pemberiannya tidak boleh melebihi 30% dari total pakan.
6. Singkong (Manihot esculenta) - Daun dan Limbahnya
Singkong adalah tanaman serbaguna yang tidak hanya umbinya dapat dimanfaatkan sebagai pangan, tetapi daun dan limbahnya juga sangat produktif sebagai pakan ternak rumahan skala kecil. Daun singkong merupakan sumber protein yang baik, dengan kandungan protein kasar mencapai 20-30% dari bahan kering.
Selain itu, daun singkong juga mengandung lemak, serat, dan BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) yang memenuhi kebutuhan nutrisi hewan ternak. Kandungan nutrisi yang ada dalam daun singkong terdiri dari 75% kadar air, 25% bahan kering, 25% protein kasar, 9% lemak kasar, 18% serat kasar, dan 39% BETN.
Limbah singkong lainnya seperti kulit, pongkol, dan ampas juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan serat. Penting untuk mengolah daun dan limbah singkong terlebih dahulu, misalnya dengan pengeringan, pelayuan, perendaman, atau perebusan, untuk mengurangi kadar asam sianida (HCN) yang berpotensi racun.
7. Jagung (Zea mays) - Silase atau Daunnya
Jagung adalah salah satu tanaman serealia utama yang bijinya sering digunakan sebagai pakan konsentrat, namun daun dan batangnya juga sangat produktif sebagai hijauan pakan ternak, terutama dalam bentuk silase. Silase jagung merupakan pakan berkualitas tinggi yang kaya energi dan mudah dicerna, cocok untuk berbagai jenis ternak, termasuk sapi perah dan sapi potong.
Pemanfaatan seluruh bagian tanaman jagung (whole-plant silage) memaksimalkan produktivitas lahan dan menyediakan pakan yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Ini menjadi solusi efisien untuk memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun.
Dengan demikian, jagung tidak hanya menyediakan biji untuk konsentrat tetapi juga biomassa yang berharga untuk kebutuhan hijauan ternak, menjadikannya komponen penting dalam sistem pakan mandiri.
8. Sorgum (Sorghum bicolor)
Sorgum, atau cantel, adalah tanaman serealia multiguna yang sangat adaptif terhadap lahan kering dan lingkungan tropis, menjadikannya pilihan ideal untuk daerah dengan curah hujan rendah. Tanaman sorgum mempunyai nilai nutrisi yang tinggi, seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, dan fosfor.
Biji sorgum dapat digunakan sebagai pengganti jagung dalam ransum pakan, sementara daun dan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak, terutama dalam bentuk silase. Sorgum mampu berkembang biak dengan baik di lahan kering dan dapat menggantikan sumber pakan lainnya karena komposisi kimia, vitamin, mineral, serta kandungan energi yang cukup tinggi.
Produktivitas biomassa sorgum dapat mencapai 13 ton/ha/tahun di lahan suboptimal. Penting untuk diketahui bahwa daun sorgum perlu dilayukan selama 2-3 jam sebelum diberikan kepada ternak karena daun yang masih basah mengandung asam prusik yang bersifat racun. Pengolahan menjadi silase dapat meningkatkan kualitas nutrisi dan memperpanjang masa simpan pakan.
Pertanyaan Seputar Tanaman Produktif untuk Ternak Rumahan Skala Kecil
1. Mengapa integrasi tanaman produktif dengan ternak rumahan skala kecil penting?
Integrasi ini penting untuk kemandirian pakan, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas ternak secara berkelanjutan.
2. Tanaman apa yang dikenal memiliki kandungan protein sangat tinggi dan toleran kekeringan?
Indigofera (Indigofera zollingeriana) dikenal memiliki kandungan protein kasar tinggi (24-31%) dan toleran terhadap kekeringan.
3. Bagian tanaman singkong apa saja yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak?
Daun, kulit, pongkol, dan ampas singkong dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
4. Apa keunggulan Rumput Odot dibandingkan rumput gajah biasa?
Rumput Odot memiliki batang yang lebih pendek dan tidak keras, daun lembut, tidak berbulu, serta hampir semua bagiannya bisa dimakan ternak, berbeda dengan rumput gajah biasa yang hanya sekitar 60-70%.
5. Bagaimana cara mengurangi zat antinutrisi pada Lamtoro dan Singkong sebelum diberikan ke ternak?
Zat antinutrisi pada Lamtoro (mimosin) dan Singkong (asam sianida) dapat dikurangi dengan pengeringan, pelayuan, perendaman, perebusan, atau fermentasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7511074/original/006328500_1780283405-Model_Rumah_Kecil_dengan_Koneksi_Indoor_dan_Outdoor_yang_Harmonis_Model_Pintu_Lipat_Menuju_Halaman_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7754409/original/041956400_1780563218-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_15.50.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256807/original/071159300_1781170365-umbaran_jaring_paralon_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256790/original/069161700_1781169578-Rumah_Tradisional_dengan_Kebun_Buah_di_Sudut_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256829/original/021042800_1781171538-Gemini_Generated_Image_58o27h58o27h58o2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256735/original/001921000_1781166872-11140949535035799386.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256520/original/056222700_1781160592-Pohon_buah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483652/original/099806000_1769400098-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8207954/original/054550700_1781066749-37215204105535690.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7083141/original/042110800_1779863896-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256710/original/076296600_1781165295-2231112552879179413.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554045/original/038078000_1776058203-komunal_perumahan_subsidi_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256660/original/028513800_1781163671-Screenshot_2026-06-11_143928.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8083508/original/083238200_1780929845-4545C94F-DBA3-4E9C-920D-227B0E2A806E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3200260/original/036462100_1596658442-claudio-guglieri-K2RH1QZdLF4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7755054/original/060141300_1780563915-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256581/original/044411300_1781161938-anggur2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142320/original/018464400_1780994748-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_14.51.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256637/original/076200800_1781162944-tanaman_pagar_yang_tidak_disukai_anjing_dan_kucing_liar__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256622/original/054479400_1781162681-HL_dapur.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931642/original/069846400_1644592691-pexels-alleksana-6478943_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502437/original/033356900_1770980242-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501131/original/045808700_1770887809-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500984/original/066237900_1770884136-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501597/original/032319400_1770949888-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502590/original/024712000_1770989836-1.jpg)