:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309397/original/002385800_1785226530-f6a041fa-fbea-4530-9130-73555e3a8690.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Cara membasmi ulat kipat menjadi informasi yang banyak dicari oleh pemilik pohon alpukat karena hama ini mampu menghabiskan daun dalam waktu singkat apabila populasinya tidak segera dikendalikan. Serangan ulat kipat umumnya diawali dari daun muda yang memiliki tekstur lebih lunak sehingga mudah dimakan, kemudian perlahan menyebar ke seluruh tajuk pohon hingga mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman.
Selain membuat tampilan pohon menjadi kurang sehat, serangan ulat kipat juga berpotensi menurunkan produktivitas pohon alpukat karena tanaman harus mengalihkan energinya untuk menumbuhkan daun baru dibandingkan membentuk bunga maupun buah. Oleh karena itu, cara membasmi ulat kipat sebaiknya dilakukan sejak gejala awal terlihat agar kerusakan tidak semakin parah dan pengendalian menjadi lebih mudah.
1. Petik Ulat dan Musnahkan Telurnya Secara Manual
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309398/original/041435300_1785226541-watermarked_img_6716015077475176059.jpg)
Perbesar
Apabila populasi ulat masih sedikit, cara membasmi ulat kipat yang paling mudah dilakukan adalah mengambil ulat secara langsung menggunakan sarung tangan atau penjepit, kemudian memasukkannya ke dalam wadah berisi air sabun agar tidak dapat kembali menyerang tanaman.
Langkah sederhana ini akan jauh lebih efektif apabila disertai pemeriksaan menyeluruh pada bagian bawah daun karena di sanalah induk ngengat biasanya meletakkan telur dalam jumlah banyak yang nantinya akan menetas hampir bersamaan dan menyebabkan ledakan populasi ulat.
Agar hasilnya maksimal, lakukan pemeriksaan pada pagi atau sore hari ketika ulat cenderung kurang aktif bergerak, lalu ulangi setiap beberapa hari sekali sampai tidak ditemukan lagi telur maupun ulat baru sehingga perkembangan hama benar-benar dapat dihentikan sejak awal.
2. Pangkas Daun yang Mengalami Serangan Berat
Pemangkasan merupakan salah satu langkah penting ketika terdapat daun atau ranting yang sudah dipenuhi ulat maupun kumpulan telur dalam jumlah besar sehingga sulit dibersihkan satu per satu. Cara ini membantu menghentikan penyebaran hama ke bagian pohon yang masih sehat.
Setelah dipotong, seluruh daun yang terserang sebaiknya segera dikumpulkan dan dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur cukup dalam sehingga ulat tidak sempat berubah menjadi ngengat dewasa yang akan bertelur kembali pada pohon alpukat maupun tanaman lain di sekitarnya.
Pemangkasan juga memberikan manfaat tambahan berupa sirkulasi udara yang lebih baik di dalam tajuk pohon sehingga kondisi lingkungan menjadi kurang ideal bagi perkembangan berbagai jenis hama dan penyakit yang sering muncul pada tanaman alpukat.
3. Semprotkan Pestisida Nabati Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309425/original/001460200_1785226978-b687caea-791a-4040-b3ef-9af915bc7845.jpg)
Perbesar
Selain pengendalian manual, cara membasmi ulat kipat juga dapat dilakukan menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan relatif aman digunakan pada tanaman buah di pekarangan rumah.
Beberapa bahan alami yang sering dimanfaatkan antara lain:
- Daun mimba
- Bawang putih
- Cabai rawit
- Serai wangi
- Daun sirsak
Seluruh bahan dapat dihaluskan, direndam selama beberapa jam, kemudian disaring sebelum dicampurkan sedikit sabun cair sebagai perekat. Larutan tersebut disemprotkan ke seluruh permukaan daun, terutama bagian bawah daun tempat ulat dan telur sering bersembunyi, lalu diulangi setiap 5–7 hari agar hasil pengendalian lebih optimal.
4. Gunakan Bacillus thuringiensis (Bt) sebagai Bioinsektisida
Bioinsektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis atau Bt menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan karena bekerja secara spesifik terhadap ulat pemakan daun tanpa memberikan dampak besar terhadap serangga bermanfaat seperti lebah penyerbuk maupun kepik predator.
Cara kerjanya cukup unik karena bakteri ini akan masuk ke saluran pencernaan ulat ketika daun yang telah disemprot dimakan, kemudian mengganggu sistem pencernaannya hingga ulat berhenti makan dan akhirnya mati dalam beberapa hari setelah aplikasi dilakukan.
Untuk memperoleh hasil terbaik, penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari ketika sinar matahari mulai berkurang karena paparan sinar ultraviolet yang terlalu tinggi dapat menurunkan efektivitas bakteri sehingga kemampuan pengendaliannya menjadi tidak maksimal.
5. Gunakan Insektisida Kimia Jika Serangan Sudah Parah
Apabila hampir seluruh tajuk pohon dipenuhi ulat dan metode alami belum mampu mengendalikan populasinya, maka cara membasmi ulat kipat dapat dilakukan menggunakan insektisida kimia sebagai langkah terakhir dengan tetap mengikuti dosis yang tercantum pada label produk.
Pemakaian insektisida sebaiknya dilakukan secara bijaksana dan tidak terlalu sering karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan hama menjadi lebih kebal sekaligus mengurangi populasi musuh alami yang sebenarnya membantu menekan perkembangan ulat di kebun.
Selain itu, hindari penyemprotan ketika pohon sedang berbunga karena bahan kimia tertentu berpotensi mengganggu aktivitas lebah dan serangga penyerbuk lainnya yang berperan penting dalam proses pembentukan buah alpukat.
6. Pelihara Musuh Alami agar Populasi Ulat Tetap Terkendali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647312/original/090604300_1699898621-merpati.jpg)
Perbesar
Menjaga keseimbangan ekosistem kebun merupakan bagian penting dalam cara membasmi ulat kipat karena berbagai predator alami sebenarnya mampu memangsa telur maupun larva ulat sehingga populasinya tidak berkembang secara berlebihan.
Beberapa musuh alami yang sering ditemukan antara lain burung pemakan serangga, laba-laba, kepik predator, serta tawon parasitoid yang memanfaatkan tubuh ulat sebagai tempat berkembang biak sehingga mampu mengurangi jumlah hama secara alami tanpa campur tangan bahan kimia.
Agar keberadaan predator tersebut tetap terjaga, usahakan mengurangi penyemprotan insektisida yang tidak diperlukan, menyediakan lingkungan yang bersih tetapi tetap alami, serta menanam berbagai jenis tanaman pendukung yang dapat menjadi habitat bagi serangga bermanfaat.
7. Jaga Kebersihan Area di Sekitar Pohon Alpukat
Kondisi kebun yang bersih dapat mengurangi peluang ulat berkembang biak karena daun gugur, gulma, dan ranting yang menumpuk sering kali menjadi tempat berlindung berbagai jenis hama sebelum kembali menyerang tanaman utama.
Membersihkan area sekitar pohon secara rutin juga membantu memperlancar sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan berlebih yang sering mendukung perkembangan berbagai organisme pengganggu tanaman, termasuk ulat kipat pada fase tertentu dalam siklus hidupnya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, lakukan pemeriksaan daun minimal satu kali setiap minggu, berikan pemupukan yang seimbang agar tanaman tetap kuat, serta ulangi cara membasmi ulat kipat sejak tanda-tanda awal serangan muncul sehingga populasi hama tidak sempat berkembang menjadi lebih besar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membasmi Ulat Kipat
1. Apa penyebab ulat kipat menyerang pohon alpukat?
Biasanya karena adanya ngengat yang meletakkan telur pada daun muda serta kondisi kebun yang lembap dan jarang diperiksa.
2. Apakah pestisida alami cukup efektif mengatasi ulat kipat?
Ya, pestisida nabati cukup efektif untuk serangan ringan hingga sedang apabila digunakan secara rutin.
3. Kapan waktu terbaik menyemprot pohon alpukat?
Pagi atau sore hari agar larutan tidak cepat menguap dan bekerja lebih optimal.
4. Apakah Bacillus thuringiensis aman untuk tanaman buah?
Ya, bioinsektisida ini relatif aman digunakan sesuai petunjuk dan bekerja khusus terhadap ulat.
5. Berapa kali pemeriksaan pohon alpukat sebaiknya dilakukan?
Minimal satu kali setiap minggu agar telur atau ulat dapat segera ditemukan sebelum populasinya meningkat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9301150/original/094409300_1784440557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309331/original/046597200_1785225006-Screenshot_2026-07-28_144314.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309196/original/047640000_1785220740-e96b5b43-b5e3-418d-824b-a36651b90110.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306242/original/040603200_1784869122-a33479f2-b2bc-458e-bf35-e4e039b9b40b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4667493/original/014528400_1701240616-Ilustrasi_diri_sendiri__sisi_gelap__berjuang__sendirian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309087/original/092335900_1785218628-ca3521c0-3bcb-4a35-90ab-638663ca1077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309063/original/059032100_1785218010-pexels-prathsnap-13220059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309301/original/011119200_1785224616-pexels-julio-lopez-75309646-29502353.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309300/original/080125900_1785224525-3a91fba6-7d33-4e2f-b253-51d372103fc4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309190/original/076406600_1785220577-Screenshot_2026-07-28_133500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1664236/original/009277500_1501494869-Pajak6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5195249/original/095060800_1745333291-friends_23-2148168152.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309168/original/057444300_1785220202-Tumpek_Krulut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423479/original/045396700_1764063975-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308981/original/006531300_1785213582-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309014/original/097077300_1785215054-65e388d6-68ba-428d-bf63-26bc02a98118.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308900/original/044120500_1785208928-7849d3dc-0ef8-4d6a-9906-bbee5b77772c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309061/original/007112500_1785217927-kalender_islam_bulan_Agustus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308980/original/033036400_1785213581-4fa389f1-4512-4add-b474-128c0f83557b.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4789531/original/047657400_1711842914-20240331-Malam_Paskah-AFP_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541835/original/099746700_1774921684-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541806/original/020142900_1774918571-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542101/original/053321400_1774933354-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5541755/original/022614200_1774891755-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545506/original/095111700_1775196399-Gemini_Generated_Image_qunmakqunmakqunm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560536/original/020239000_1776672350-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449723/original/039403000_1766112570-Advertorial-Aplikasi_Alpha_Inv_Des25-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541296/original/058179000_1774858088-c44cf3d7-d077-4b05-9674-769fab1081ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542211/original/004703900_1774936638-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547853/original/042614700_1775473865-dpr1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550117/original/093812400_1775637545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559831/original/019905700_1776645721-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520996/original/003480100_1772675440-unnamed__57_.jpg)