8 Kebiasaan Warga Spanyol yang Mungkin Terasa Aneh buat Orang RI

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol, sebuah negara yang kaya akan budaya dan gaya hidup di Semenanjung Iberia, menawarkan berbagai kebiasaan yang mungkin terasa asing bagi masyarakat Indonesia. Perbedaan budaya ini mencakup aspek-aspek fundamental, mulai dari jadwal makan hingga interaksi sosial, yang telah dibentuk oleh sejarah panjang, iklim, serta nilai-nilai masyarakat setempat. Memahami kebiasaan warga Spanyol yang mungkin terasa aneh ini bukan sekadar mengenali perbedaan, melainkan juga mengapresiasi keragaman budaya dunia.

Gaya hidup di Spanyol seringkali menyoroti prioritas pada interaksi sosial, waktu luang, dan ikatan kekeluargaan yang erat. Hal ini mungkin kontras dengan ritme kehidupan yang lebih cepat di Indonesia.

Perbedaan budaya ini memberikan wawasan mendalam tentang cara masyarakat Spanyol menjalani hidup. Penekanan pada momen kebersamaan dan apresiasi terhadap waktu luang membentuk identitas Spanyol yang unik, dari jam makan yang tidak biasa hingga cara mereka berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa kebiasaan warga spanyol yang mungkin terasa aneh buat orang RI yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (22/7/2026).

1. Makan Malam Sangat Larut

Masyarakat Spanyol memiliki kebiasaan makan malam yang jauh lebih larut dibandingkan dengan banyak negara lain, termasuk Indonesia. Umumnya, waktu makan malam di Spanyol dimulai sekitar pukul 21.00 atau bahkan lebih malam. Banyak restoran baru mulai beroperasi pada pukul 20.00.

Jadwal makan malam yang larut ini dipengaruhi oleh pola makan harian yang panjang, di mana warga Spanyol sudah melewati beberapa waktu makan sebelumnya. Makan malam di Spanyol cenderung lebih ringan, seringkali terdiri dari hidangan seperti ikan bakar, tortilla, salad, atau berbagai hidangan sayuran.

2. Waktu Makan Siang yang Panjang

Makan siang, atau la comida, adalah hidangan utama dan terpenting dalam sehari bagi masyarakat Spanyol. Waktu makan siang ini biasanya berlangsung antara pukul 14.00 hingga 15.30, dan dapat menjadi acara sosial yang panjang, terutama pada akhir pekan. Restoran seringkali sepi pada jam 12 siang karena orang Spanyol belum memasuki waktu makan siang mereka.

Makan siang di Spanyol bukan sekadar mengisi perut, melainkan momen untuk berkumpul bersama keluarga atau teman, menikmati hidangan berlimpah, dan memperpanjang percakapan. Setelah makan siang yang mengenyangkan, tidak mengherankan jika orang Spanyol tidak merasa lapar lagi hingga larut malam.

3. Tradisi Siesta yang Berevolusi

Tradisi siesta, yaitu istirahat singkat di siang hari, memiliki akar sejarah yang dalam di Spanyol, terutama sebagai respons terhadap iklim panas. Meskipun citra siesta seringkali dikaitkan dengan tidur siang yang panjang, praktiknya telah banyak berubah di Spanyol modern. Di kota-kota besar seperti Madrid dan Barcelona, tidur siang tradisional di siang hari sebagian besar telah ditinggalkan oleh para profesional yang bekerja.

Namun, jeda makan siang yang panjang masih menjadi norma budaya, dan banyak toko serta bisnis kecil masih tutup antara pukul 14.00 hingga 17.00. Waktu istirahat ini sering digunakan untuk makan siang bersama keluarga, beristirahat, atau menyelesaikan urusan pribadi, bukan selalu untuk tidur.

4. Sapaan dengan Kecupan Pipi

Masyarakat Spanyol memiliki kebiasaan sapaan fisik yang lebih akrab dibandingkan dengan budaya lain, termasuk Indonesia. Saat bertemu atau berpisah, terutama antara wanita dengan wanita atau pria dengan wanita, mereka seringkali memberikan dua kecupan di pipi. Kecupan ini biasanya dimulai dengan pipi kanan, lalu dilanjutkan ke pipi kiri, seringkali hanya berupa sentuhan pipi dengan suara kecupan.

Untuk pria, sapaan umum adalah jabat tangan, kecuali jika mereka adalah kerabat dekat. Tingkat keakraban fisik ini menunjukkan kehangatan dan keramahan dalam interaksi sosial di Spanyol.

5. Berbicara dengan Suara Keras

Di restoran, pasar, atau acara keluarga, percakapan sering berlangsung cukup keras. Bukan berarti mereka sedang marah, melainkan memang gaya komunikasi yang ekspresif.

6. Festival Unik

Spanyol juga dikenal dengan berbagai festival tradisional yang mungkin terasa ekstrem bagi sebagian orang Indonesia. Misalnya, La Tomatina yang mengajak ribuan orang saling melempar tomat hingga jalanan berubah merah, San Fermín yang identik dengan tradisi berlari bersama banteng di jalanan Pamplona, serta Las Fallas di Valencia yang ditutup dengan pembakaran patung-patung raksasa hasil karya seniman lokal.

Meski terlihat tidak biasa, bagi masyarakat Spanyol festival-festival tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol identitas serta kebersamaan komunitas setempat.    

7. Banyak toko tutup pada hari Minggu

Di Indonesia, akhir pekan justru waktu paling ramai untuk belanja. Sebaliknya, di banyak wilayah Spanyol, toko kecil memilih tutup pada hari Minggu sehingga aktivitas belanja lebih terbatas.

8. Roti hampir selalu ada di meja

Roti merupakan makanan pokok yang hampir selalu hadir di meja makan warga Spanyol. Tidak hanya disantap saat sarapan, roti juga menjadi pelengkap makan siang maupun makan malam untuk dinikmati bersama sup, daging, keju, atau saus. Bagi sebagian orang Indonesia, kebiasaan ini mungkin terasa mirip dengan peran nasi yang hampir selalu menemani setiap hidangan utama, hanya saja di Spanyol roti menjadi pilihan utamanya.    

Pertanyaan Umum Seputar Kebiasaan Warga Spanyol

Mengapa orang Spanyol makan malam sangat larut?

Orang Spanyol makan malam larut karena jadwal makan siang mereka yang panjang dan merupakan hidangan utama, serta karena faktor sejarah, iklim, dan budaya sosial yang menghargai interaksi malam hari.

Apakah tradisi siesta masih dilakukan di Spanyol?

Tradisi siesta masih ada, tetapi praktiknya telah berevolusi. Di kota-kota besar, tidur siang jarang dilakukan, namun jeda makan siang yang panjang untuk makan dan istirahat masih umum.

Bagaimana cara orang Spanyol menyapa satu sama lain?

Orang Spanyol sering menyapa dengan dua kecupan di pipi (antara wanita atau pria dan wanita) atau jabat tangan (antar pria), menunjukkan keakraban fisik.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |