12 Jenis Tanaman Pemurni Udara yang Cocok untuk Kantor Ber-AC, Minim Perawatan

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja di kantor ber-AC membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang terbatas. Kondisi ini sering kali menyebabkan udara terasa lebih kering, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kurang nyaman apabila tidak didukung dengan penataan ruang yang baik.

Salah satu cara untuk menghadirkan suasana kerja yang lebih segar adalah menempatkan tanaman indoor di berbagai sudut kantor. Selain mempercantik ruangan, beberapa jenis tanaman diketahui dapat membantu menyerap senyawa polutan tertentu dalam kondisi laboratorium, sekaligus meningkatkan kelembapan udara melalui proses transpirasi. Meski demikian, tanaman tetap berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti ventilasi maupun sistem penyaring udara.

1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua menjadi salah satu tanaman indoor yang paling populer untuk kantor ber-AC karena mampu bertahan pada kondisi cahaya rendah hingga sedang. Daunnya yang tegak dengan corak hijau khas juga memberikan kesan modern sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior kantor.

Tanaman ini sering dikaitkan dengan kemampuannya membantu menyerap beberapa senyawa organik volatil (VOC) seperti formaldehida, benzena, xilena, dan trikloroetilena. Oleh karena itu, lidah mertua banyak dipilih sebagai pelengkap ruang kerja yang nyaman.

Perawatannya sangat sederhana karena tanaman ini tidak memerlukan penyiraman terlalu sering. Siram hanya ketika media tanam benar-benar kering dan gunakan pot dengan drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk.

2. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily dikenal berkat bunga putihnya yang elegan sehingga sering dijadikan dekorasi di ruang kerja maupun area resepsionis. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada pencahayaan tidak langsung dan suhu ruangan yang stabil.

Beberapa penelitian menunjukkan peace lily dapat membantu menyerap polutan seperti amonia, benzena, formaldehida, dan trikloroetilena dalam kondisi tertentu. Daunnya yang lebar juga membuat ruangan terasa lebih segar secara visual.

Agar tumbuh optimal, jaga media tanam tetap lembap tetapi tidak tergenang air. Bersihkan daun secara berkala agar debu tidak menumpuk sehingga proses fotosintesis tetap berjalan baik.

3. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading merupakan tanaman merambat yang mudah tumbuh dan memiliki daun berbentuk hati dengan warna hijau berpadu kuning. Tanaman ini cocok ditempatkan pada rak, meja kerja, maupun pot gantung.

Kemampuannya beradaptasi dengan pencahayaan rendah membuat sirih gading menjadi pilihan favorit untuk kantor ber-AC. Tanaman ini juga dikenal mampu membantu menyerap beberapa senyawa organik volatil yang berasal dari cat, furnitur, maupun bahan pembersih.

Perawatannya tidak rumit karena penyiraman cukup dilakukan saat media tanam mulai mengering. Pangkas batang yang terlalu panjang agar tanaman tetap rapi dan menghasilkan daun baru.

4. Palem Kuning (Areca Palm)

Palem kuning menghadirkan nuansa tropis yang menenangkan melalui daun-daunnya yang melengkung dan rimbun. Tanaman ini cocok ditempatkan di lobi, ruang tunggu, atau sudut kantor yang memiliki ruang cukup luas.

Selain berfungsi sebagai elemen dekoratif, palem kuning membantu meningkatkan kelembapan udara melalui proses transpirasi. Hal tersebut dapat membuat ruangan ber-AC terasa lebih nyaman, terutama jika udara di dalam kantor cenderung kering.

Tanaman ini membutuhkan cahaya terang tidak langsung dan penyiraman secara teratur. Pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang.

5. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Spider plant atau lili paris memiliki daun panjang berwarna hijau dengan garis putih yang menarik. Bentuknya yang menjuntai membuat tanaman ini cocok dijadikan tanaman gantung maupun penghias meja.

Tanaman ini terkenal mudah beradaptasi dengan lingkungan indoor dan sering disebut dalam penelitian mengenai kemampuan menyerap beberapa polutan udara. Selain itu, spider plant juga mudah diperbanyak melalui anakan yang tumbuh di ujung batang.

Penyiramannya cukup dilakukan saat permukaan media tanam mulai mengering. Berikan pupuk secukupnya setiap beberapa bulan agar pertumbuhan daun tetap optimal.

6. Aglaonema

Aglaonema memiliki variasi warna daun yang sangat beragam, mulai dari hijau, merah muda, hingga merah. Keindahan warna daunnya membuat tanaman ini mampu memberikan aksen dekoratif tanpa memerlukan bunga.

Tanaman ini sangat cocok untuk kantor karena mampu tumbuh baik pada pencahayaan rendah. Aglaonema juga sering direkomendasikan sebagai tanaman indoor yang dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan dalam ruangan.

Gunakan media tanam yang gembur dan tidak terlalu basah. Hindari penyiraman berlebihan agar akar tetap sehat dan tanaman tidak mudah terserang penyakit.

7. Karet Kebo (Ficus elastica)

Karet kebo memiliki daun besar yang mengilap sehingga memberikan kesan elegan pada interior kantor. Ukurannya yang cukup besar membuat tanaman ini ideal sebagai titik fokus di ruang rapat atau area lobi.

Tanaman ini dikenal mampu membantu menyerap beberapa polutan udara di dalam ruangan sekaligus memberikan nuansa hijau yang menenangkan. Daunnya yang lebar juga mudah dibersihkan sehingga tampilannya selalu menarik.

Tempatkan tanaman pada area yang mendapatkan cahaya terang tidak langsung. Bersihkan daun menggunakan kain lembap agar debu tidak menghambat proses fotosintesis.

8. ZZ Plant (Zamioculcas zamiifolia)

ZZ plant menjadi favorit di perkantoran modern karena tampilannya yang minimalis dengan daun hijau mengilap. Tanaman ini mampu bertahan pada pencahayaan rendah dan jarang memerlukan penyiraman.

Rimpang yang dimilikinya berfungsi menyimpan cadangan air sehingga tanaman tetap tumbuh baik meskipun sesekali terlambat disiram. Karakter ini membuat ZZ plant cocok bagi pekerja dengan aktivitas padat.

Siram tanaman ketika media tanam benar-benar kering. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan akar membusuk.

9. Boston Fern (Nephrolepis exaltata)

Boston fern memiliki daun yang rimbun dengan tekstur lembut sehingga mampu memberikan kesan alami pada ruang kerja. Tanaman ini sangat cocok ditempatkan di rak tinggi atau pot gantung.

Selain dikenal sebagai tanaman indoor, Boston fern juga membantu meningkatkan kelembapan udara melalui proses transpirasi. Kehadirannya dapat membuat ruangan ber-AC terasa lebih nyaman, terutama jika udara terlalu kering.

Tanaman ini menyukai media tanam yang sedikit lembap dan cahaya terang tidak langsung. Hindari membiarkan media tanam benar-benar kering dalam waktu lama.

10. Dracaena Marginata

Dracaena marginata memiliki bentuk ramping dengan daun panjang bertepi kemerahan yang memberikan tampilan modern. Tanaman ini cocok menghiasi ruang kerja bergaya minimalis.

Dracaena mampu tumbuh baik di bawah pencahayaan sedang hingga rendah dan sering dikaitkan dengan kemampuan membantu menyerap beberapa senyawa organik volatil dalam ruangan.

Perawatannya relatif mudah karena tidak membutuhkan banyak air. Penyiraman dilakukan ketika lapisan atas media tanam mulai mengering.

11. Parlor Palm (Chamaedorea elegans)

Parlor palm merupakan palem berukuran kecil yang telah lama digunakan sebagai tanaman indoor. Daunnya yang lembut memberikan kesan sejuk tanpa memerlukan ruang yang terlalu luas.

Tanaman ini mampu beradaptasi dengan kondisi kantor ber-AC dan pencahayaan minim. Pertumbuhannya yang lambat juga membuatnya tidak memerlukan pemangkasan terlalu sering.

Siram secukupnya agar media tanam tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang air. Berikan pupuk ringan setiap beberapa bulan untuk menjaga kesuburan tanaman.

12. Pakis Sarang Burung (Asplenium nidus)

Pakis sarang burung memiliki daun lebar bergelombang dengan warna hijau cerah yang memberikan kesan segar pada ruangan. Bentuknya yang unik menjadikannya pilihan menarik untuk mempercantik interior kantor.

Tanaman ini tumbuh baik pada cahaya tidak langsung dan kelembapan sedang. Melalui proses transpirasi, pakis sarang burung juga dapat membantu meningkatkan kelembapan udara di ruangan ber-AC.

Jaga media tanam tetap lembap dan hindari menyiram tepat ke bagian tengah roset daun. Bersihkan daun secara berkala agar tetap mengilap dan bebas debu.

Tips Memilih Tanaman untuk Kantor Ber-AC

Tidak semua tanaman dapat bertahan di lingkungan ber-AC. Pilihlah tanaman yang toleran terhadap kelembapan rendah, tidak membutuhkan sinar matahari langsung, dan mampu tumbuh baik di bawah pencahayaan lampu maupun cahaya alami yang terbatas.

Sesuaikan ukuran tanaman dengan luas ruangan. Tanaman kecil seperti ZZ plant, aglaonema, dan spider plant cocok untuk meja kerja, sedangkan palem kuning, karet kebo, atau parlor palm lebih sesuai ditempatkan di sudut ruangan, lobi, atau ruang tunggu.

Lakukan perawatan dasar secara rutin, seperti membersihkan daun dari debu, menyiram sesuai kebutuhan masing-masing tanaman, mengganti media tanam bila sudah padat, serta memberikan pupuk secara berkala. Dengan perawatan yang tepat, tanaman akan tetap sehat sekaligus mempercantik lingkungan kerja.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Tanaman Pemurni Udara yang Cocok untuk Kantor Ber-AC

Apakah tanaman benar-benar dapat memurnikan udara di kantor?

Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa tanaman mampu membantu menyerap polutan udara tertentu. Namun, dalam kondisi kantor sehari-hari, efek tersebut umumnya tidak cukup besar untuk menggantikan ventilasi atau sistem penyaring udara. Tanaman sebaiknya dipandang sebagai pelengkap yang dapat meningkatkan kenyamanan, estetika, dan sedikit kelembapan udara.

Tanaman mana yang paling mudah dirawat di kantor ber-AC?

Lidah mertua, ZZ plant, sirih gading, dracaena marginata, dan aglaonema termasuk tanaman yang paling mudah dirawat karena tahan terhadap pencahayaan rendah dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering.

Apakah semua tanaman indoor membutuhkan sinar matahari langsung?

Tidak. Sebagian besar tanaman yang direkomendasikan untuk kantor justru lebih menyukai cahaya terang tidak langsung atau pencahayaan sedang. Sinar matahari langsung yang terlalu terik dapat menyebabkan daun menguning atau terbakar pada beberapa jenis tanaman.

Seberapa sering tanaman di kantor perlu disiram?

Frekuensi penyiraman bergantung pada jenis tanaman, ukuran pot, media tanam, serta suhu ruangan. Sebaiknya periksa kelembapan media tanam terlebih dahulu dan siram hanya ketika lapisan atas tanah mulai mengering atau sesuai kebutuhan masing-masing tanaman.

Bagaimana cara menjaga tanaman tetap sehat di ruangan ber-AC?

Hindari meletakkan tanaman tepat di bawah embusan AC karena dapat membuat daun cepat kering. Bersihkan debu pada daun secara rutin, gunakan media tanam dengan drainase yang baik, serta berikan pupuk ringan setiap dua hingga tiga bulan agar tanaman tetap tumbuh optimal.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |