15 Barang yang Sebaiknya Disingkirkan dari Teras Rumah agar Tampak Lebih Elegan

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Teras rumah seringkali menjadi area pertama yang menyambut tamu dan penghuni, berfungsi sebagai representasi utama hunian yang memancarkan karakter pemiliknya. Penataan teras yang baik tidak hanya meningkatkan daya tarik eksterior, tetapi juga menciptakan sambutan visual yang menyenangkan. Untuk mencapai tampilan yang rapi dan berkelas, penting untuk mengidentifikasi Barang yang Sebaiknya Disingkirkan dari Teras Rumah agar Tampak Lebih Elegan.

Area teras memiliki peran penting sebagai penghubung antara ruang luar dan dalam. Fungsi ini membantu menjaga kebersihan interior dengan menahan debu atau kotoran dari luar. Teras juga berfungsi sebagai area relaksasi, tempat bersantai menikmati udara segar, atau bahkan sebagai ruang tunggu bagi tamu.

Dengan beragam fungsi tersebut, teras memerlukan perhatian khusus dalam penataannya. Membiarkan teras dipenuhi barang-barang tidak terpakai atau tidak sesuai dapat mengurangi daya tarik visual dan kenyamanan. Berikut ulasan lengkap yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (22/7/2026).

Perabot Usang dan Rusak Mengganggu Estetika Teras

Keberadaan perabot yang sudah tidak layak pakai dapat mengurangi keindahan teras dan memberikan kesan kurang terawat.

1. Furnitur Lapuk atau Patah

Furnitur yang lapuk, patah, atau berkarat sebaiknya tidak lagi diletakkan di teras. Kondisi ini tidak hanya merusak tampilan, tetapi juga dapat membahayakan penghuni rumah.

Penggantian furnitur rusak dengan perabot fungsional dan desain simpel dapat membuat teras terlihat lebih rapi. Pemilihan material yang tahan terhadap kondisi luar ruangan juga penting untuk menjaga daya tahan furnitur.

2. Peralatan Taman Berkarat

Peralatan berkebun yang berserakan atau mulai berkarat di teras dapat memberi kesan kumuh. Barang-barang ini menunjukkan kurangnya kerapian dan perawatan pada area luar rumah.

Jika peralatan masih layak pakai, sebaiknya simpan di gudang atau rak khusus agar tidak membuat teras terlihat sumpek. Penempatan yang teratur membantu menjaga tampilan teras tetap bersih dan terorganisir.

3. Bantal dan Kain Pelapis Usang

Furnitur berlapis kain umumnya lebih cocok ditempatkan di dalam ruangan atau area tertutup. Paparan sinar matahari dan kelembapan dapat mempercepat kerusakan material, memicu pertumbuhan jamur, serta membuat warna kain cepat memudar.

Jika ingin menempatkan furnitur dengan bantal di teras, pilihlah jenis yang dirancang untuk penggunaan luar ruangan dengan bantalan yang dapat dilepas. Tekstil dengan peringkat kinerja luar ruangan yang tahan terhadap jamur dan pudar direkomendasikan.

Tumpukan Benda Tak Berguna Membuat Teras Berantakan

Tumpukan barang yang tidak memiliki fungsi jelas dapat membuat teras terlihat berantakan dan sesak.

4. Tumpukan Barang Bekas

Menyimpan sampah atau barang bekas di teras bisa membuat tampilan rumah menjadi tidak rapi dan mengundang hama. Teras atau balkon yang dipenuhi barang-barang tidak terpakai seperti kardus atau pot yang pecah akan membuat tampilan depan rumah kurang terawat.

Ketika area luar yang seharusnya berfungsi sebagai tempat bersantai berubah menjadi lokasi penyimpanan, penampilan rumah akan terlihat berantakan. Barang-barang yang terus menumpuk tanpa penyortiran hanya akan membuat area luar terlihat sesak dan tidak sedap dipandang.

5. Mainan Anak yang Terbengkalai

Mainan anak yang berserakan di teras dapat menciptakan kekacauan visual. Meskipun merupakan bagian dari kehidupan keluarga, mainan yang tidak disimpan pada tempatnya mengurangi kesan rapi.

Mengembalikan mainan ke tempat penyimpanan setelah digunakan adalah kebiasaan yang membantu menjaga kerapian teras. Hal ini juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keteraturan.

6. Pot Tanaman Kosong atau Pecah

Pot tanaman kosong atau yang sudah pecah tidak memberikan nilai estetika dan justru menambah kesan kumuh. Keberadaan pot-pot ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail.

Sebaiknya singkirkan pot yang tidak terpakai atau perbaiki pot yang pecah. Menggantinya dengan pot yang berisi tanaman segar atau mendaur ulang pot bekas menjadi dekorasi lain dapat meningkatkan tampilan teras.

Dekorasi Berlebihan dan Tidak Selaras Mengurangi Keindahan

Dekorasi yang terlalu banyak atau tidak sesuai dengan gaya teras dapat menciptakan kesan semrawut.

7. Hiasan Dinding yang Terlalu Banyak

Terlalu banyak hiasan luar ruangan, seperti bantal bermotif ramai atau ornamen kecil yang tidak lagi relevan, justru akan menciptakan kesan semrawut. Dekorasi yang berlebihan dapat mengalihkan perhatian dari elemen utama teras.

Fokus pada elemen yang fungsional dan memiliki nilai estetika tinggi. Pemilihan dekorasi yang sederhana dan proporsional akan membuat teras terlihat lebih rapi dan berkelas.

8. Lilin dan Penerangan Tidak Sesuai

Lilin memang bisa menambah kesan hangat saat digunakan, tetapi jika dibiarkan terus-menerus di luar, lilin mudah kotor atau meleleh karena panas. Penerangan yang membosankan atau kurang tepat juga dapat membuat teras tampak suram.

Simpan lilin di dalam rumah dan keluarkan hanya saat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan dan visual teras tetap rapi. Gunakan pencahayaan eksterior yang tepat, seperti lampu dinding atau lampu gantung, untuk meningkatkan tampilan teras.

9. Dekorasi Musiman yang Tidak Relevan

Dekorasi musiman yang tidak lagi relevan dengan waktu saat ini dapat membuat teras terlihat ketinggalan zaman atau tidak terurus. Misalnya, hiasan Natal yang masih terpajang di bulan Juli.

Pastikan dekorasi yang ada di teras selalu sesuai dengan musim atau acara yang sedang berlangsung. Menyimpan dekorasi musiman setelah selesai digunakan membantu menjaga tampilan teras tetap segar dan relevan.

Peralatan yang Tidak Pada Tempatnya Mengganggu Fungsi Teras

Menyimpan peralatan yang tidak seharusnya berada di teras dapat mengganggu fungsi dan estetika area tersebut.

10. Peralatan Olahraga

Teras bukanlah tempat ideal untuk menyimpan bola, skateboard, ataupun sepeda. Barang-barang ini tidak hanya membuat teras terlihat berantakan, tetapi juga dapat menghalangi jalur gerak.

Sebaiknya simpan peralatan olahraga di tempat penyimpanan khusus seperti gudang atau garasi. Penempatan yang tepat akan menjaga teras tetap lapang dan terorganisir.

11. Jemuran Pakaian

Menjemur pakaian di teras depan dapat mengurangi estetika rumah dan memberikan kesan kurang rapi. Pemandangan jemuran pakaian dapat mengganggu kesan pertama yang ingin ditampilkan.

Gunakan area khusus untuk menjemur pakaian, seperti halaman belakang atau area servis yang tidak terlihat langsung dari depan rumah. Hal ini membantu menjaga tampilan teras tetap bersih dan menarik.

12. Barang Elektronik Tidak Tahan Cuaca

Barang elektronik yang tidak dirancang untuk digunakan di luar ruangan bisa rusak jika terkena elemen cuaca seperti hujan atau sinar matahari langsung. Paparan elemen ini juga dapat menimbulkan risiko keamanan.

Sebaiknya hindari menyimpan barang elektronik seperti televisi atau perangkat audio yang tidak khusus untuk penggunaan luar ruangan di teras. Jika memang diperlukan, gunakan penutup pelindung atau simpan di dalam saat tidak digunakan.

Tanaman yang Tidak Terawat Memberi Kesan Kumuh

Tanaman yang tidak terawat dapat memberikan kesan kumuh dan mengurangi kesegaran teras.

13. Tanaman Kering atau Mati

Tanaman kering yang tak lagi hidup hanya akan memberi kesan kumuh pada teras. Tanaman yang layu atau mati menunjukkan kurangnya perawatan dan perhatian.

Singkirkan tanaman yang sudah tidak bisa diselamatkan atau ganti dengan tanaman baru yang segar. Memilih tanaman yang mudah dirawat dan sesuai dengan iklim setempat dapat membantu menjaga teras tetap asri.

14. Pot Tanaman Berlebihan

Menanam tanaman di teras dapat memberikan kesan hijau dan asri, namun terlalu banyak tanaman juga tidak disarankan karena menciptakan suasana kumuh dan terasa seperti di hutan. Penumpukan pot dapat membuat teras terlihat sesak.

Sebaiknya pilih tanaman hias yang tidak terlalu lebat dan punya bunga yang cantik. Tata letak tanaman hias juga perlu diperhatikan, hindari meletakkan tanaman secara bertumpuk atau saling berdekatan.

15. Tanaman yang Tidak Sesuai Iklim

Memilih tanaman yang tidak cocok dengan kondisi iklim atau pencahayaan di teras akan membuatnya sulit tumbuh dan cepat layu. Hal ini dapat menyebabkan teras terlihat tidak terawat.

Pilih tanaman yang tahan terhadap kondisi teras, seperti paparan sinar matahari langsung atau kelembapan. Beberapa pilihan tanaman yang cocok untuk teras antara lain kaktus, peace lily, sirih gading, monstera, atau lavender.

Tanya Jawab Seputar Penataan Teras Rumah

Mengapa Penataan Teras Rumah Penting?

Teras adalah area pertama yang dilihat tamu dan penghuni, mencerminkan karakter pemilik rumah. Penataan yang baik meningkatkan daya tarik eksterior dan menciptakan sambutan visual menyenangkan.

Apa Kesalahan Umum Dekorasi Teras?

Kesalahan umum meliputi penggunaan terlalu banyak warna putih, pencahayaan membosankan, mengabaikan pot tanaman, ketidakselarasan desain interior dan eksterior, serta penataan furnitur yang tidak sesuai. Terlalu banyak furnitur juga membuat teras terasa sesak.

Bagaimana Cara Membuat Teras Kecil Terlihat Lebih Luas?

Untuk teras kecil, tambahkan tirai, gantung cermin untuk memantulkan cahaya, atau pilih furnitur ramping dan proporsional. Penggunaan palet warna netral juga menciptakan kesan bersih dan modern.

Jenis Tanaman Apa yang Cocok untuk Teras?

Tanaman yang cocok antara lain tanaman gantung seperti sirih gading, tanaman berdaun indah seperti monstera atau calathea, serta tanaman berbunga seperti bougainvillea atau lavender. Cemara Norfolk juga bisa menjadi pilihan.

Bagaimana Menjaga Kebersihan Teras Secara Rutin?

Jaga kebersihan teras dengan menyapu dan mengepel rutin, membersihkan daun atau kotoran, serta memastikan tidak ada sisa makanan. Mengembalikan barang ke tempat semula juga penting untuk kerapian.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |