8 Jenis Hewan Kecil yang Bisa Diternak Tanpa Bau Menyengat, Peluang Cuan di Rumah

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Beternak hewan kecil di lingkungan rumah kini semakin diminati, baik sebagai hobi yang menyenangkan maupun peluang usaha sampingan yang menjanjikan. Namun, kekhawatiran akan bau menyengat seringkali menjadi penghalang utama bagi banyak orang. Untungnya, ada beragam jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat, memungkinkan siapa saja untuk menikmati manfaat beternak tanpa mengganggu kenyamanan.

Memilih jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat adalah langkah krusial, terutama bagi peternak rumahan di area padat penduduk. Dengan pilihan hewan yang tepat dan penerapan praktik budidaya yang baik, masalah bau dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini membuka kesempatan bagi banyak individu untuk memulai usaha atau hobi beternak dengan tenang.

Mari kita selami lebih dalam pilihan-pilihan hewan serta strategi perawatannya agar ternak tetap bersih dan nyaman, dalam rangkuman yang telah Liputan6.com susun berikut ini.

1. Jangkrik

Ternak jangkrik dikenal sebagai salah satu opsi yang minim bau dan tidak menghasilkan limbah yang menyengat. Kotoran jangkrik cenderung kering dan tidak menumpuk dalam jumlah besar, sehingga tidak menimbulkan masalah bau. Pakan jangkrik umumnya berupa dedaunan, sayuran, atau pakan pabrikan yang tidak mudah membusuk. Perawatannya relatif sederhana, tidak membutuhkan banyak air, dan dapat dibudidayakan dalam kotak di ruangan tertutup. Kandang yang bersih dan sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk menjaga lingkungan budidaya tetap segar, menjadikannya salah satu jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat yang ideal.

2. Maggot BSF (Black Soldier Fly)

Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sangat ramah lingkungan dan hampir tidak menimbulkan bau. Maggot BSF sangat efektif dalam mengurai limbah organik dengan cepat sebelum sempat membusuk, berfungsi sebagai pemakan sampah organik yang efisien. Mereka mengubah sisa makanan dan sayuran menjadi kompos berkualitas tinggi. Jika menggunakan teknik yang benar, seperti fermentasi bahan organik, bau busuk dapat dihindari. Budidaya maggot BSF bahkan cenderung mengurangi bau sampah organik secara keseluruhan, menjadikannya pilihan utama di antara jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat.

3. Cacing Tanah

Ternak cacing tanah umumnya tidak berbau selama media tumbuh tetap lembap dan tidak jenuh air. Cacing tanah mengonsumsi sampah organik dan menghasilkan vermikompos, yaitu pupuk organik berkualitas tinggi yang tidak berbau. Kemampuannya mengurai zat organik dalam kotoran ternak dengan cepat menjadikan pemeliharaan cacing tanah di sekitar kandang dapat membuat kandang menjadi tidak bau dan lebih bersih. Cacing tanah memiliki kelebihan tidak berbau, bisa berkembang biak dengan cepat, dan mudah beradaptasi, menjadikannya salah satu jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat yang menjanjikan.

4. Burung Kicau/Hias (Kenari/Lovebird)

Burung kicau seperti kenari atau lovebird sangat populer untuk diternak di teras rumah. Burung-burung ini tidak menimbulkan bau yang mengganggu, bahkan suara merdunya bisa menjadi hiburan tersendiri. Kandang burung yang dibersihkan secara rutin tidak akan menimbulkan bau. Burung kicau tidak membutuhkan lahan yang luas, dan sangkarnya dapat digantung di teras depan atau area transisi lainnya di rumah, menjadikannya pilihan menarik di antara jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat.

5. Burung Puyuh

Beternak burung puyuh dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan dapat dilakukan di rumah, termasuk di atap dak, karena perawatannya relatif mudah. Meskipun kotorannya berpotensi bau, jika dibersihkan secara rutin dan diberikan pakan berkualitas yang mengandung probiotik, baunya bisa diminimalisir. Kunci untuk menjaga agar ternak puyuh tidak bau adalah dengan persiapan kandang yang baik, termasuk sanitasi dan kebersihan yang teratur. Pembersihan harian kandang sangat penting, termasuk membuang kotoran secara teratur.

6. Iguana & Kura-kura

Reptil seperti iguana dan kura-kura umumnya memiliki bau tubuh yang minimal dan tidak menyengat. Mereka hidup di kandang atau terrarium yang bersih. Kunci untuk menjaga agar reptil ini tidak berbau adalah dengan menjaga kebersihan kandang secara teratur dan memastikan kondisi lingkungan yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, reptil ini bisa menjadi jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat yang menarik.

7. Lebah Trigona (Lebah Madu Lanceng)

Lebah Trigona, atau lebah madu lanceng, adalah jenis lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu, propolis, dan bee pollen. Kotorannya tidak berbau dan mereka tidak memerlukan lahan luas, cukup diletakkan di sudut halaman. Budidaya lebah trigona tidak berbahaya untuk masyarakat, terutama anak kecil, karena tidak menyengat. Lokasi budidaya sebaiknya di sekitar sumber pakan berupa tanaman berbunga, menjadikannya salah satu jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat yang ramah lingkungan.

8. Kelinci

Kelinci dikenal sebagai hewan yang relatif bersih dan menjadi pilihan populer di antara jenis hewan kecil yang bisa diternak tanpa bau menyengat. Bau menyengat pada kelinci biasanya berasal dari urin dan kotorannya. Dengan menjaga kandang tetap kering dan rutin membersihkan kotoran, bau bisa dikendalikan. Penggunaan serbuk kayu sebagai alas kandang sangat efektif dalam menyerap bau. Suplemen dan vitamin yang tepat untuk kelinci juga dapat mengurangi bau pada kotoran dan air seni yang dihasilkan, menjaga lingkungan tetap nyaman.

Tips Agar Ternak Tidak Bau

Untuk memastikan usaha peternakan hewan kecil tetap bersih dan bebas bau, beberapa praktik manajemen penting perlu diterapkan:

  • Manajemen Kebersihan: Membersihkan kandang secara rutin (setiap hari atau dua hari sekali) sangat krusial untuk mencegah penumpukan kotoran dan bau. Kandang yang bersih akan meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar, kesehatan ternak, dan produktivitas peternakan.
  • Ventilasi: Pastikan sirkulasi udara di area kandang lancar. Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan di dalam kandang, sehingga kotoran tidak cepat membusuk dan gas amonia dapat dikeluarkan. Kelembapan tinggi merupakan pemicu utama pertumbuhan jamur, bakteri, dan peningkatan kadar gas amonia.
  • Pakan Probiotik: Penggunaan probiotik pada pakan atau air minum dapat mereduksi bau amonia dari kotoran. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang membantu melancarkan sistem pencernaan hewan ternak, sehingga penyerapan nutrisi lebih baik dan kotoran yang dihasilkan tidak terlalu busuk.
  • Kandang Kering: Pastikan alas kandang tidak lembap. Alas kandang yang kering mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau dan mengurangi kelembapan. Penggunaan bahan alas kandang seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau pasir dengan ketebalan yang cukup dapat menyerap kotoran dan kelembapan.

QnA: Hewan Kecil yang Bisa Diternak Tanpa Bau Menyengat

1. Apa saja contoh hewan kecil yang tidak berbau menyengat untuk diternak?

Beberapa pilihan yang populer antara lain jangkrik, kroto (semut rangrang), ulat hongkong, cacing tanah, dan ikan hias seperti cupang atau guppy. Hewan-hewan ini relatif tidak menghasilkan bau menyengat jika dirawat dengan benar.

2. Kenapa ada ternak yang tidak menimbulkan bau?

Bau biasanya berasal dari kotoran yang menumpuk atau sisa pakan yang membusuk. Hewan kecil seperti serangga dan cacing cenderung menghasilkan limbah yang minim dan mudah dikelola, sehingga tidak memicu bau jika kebersihan kandang dijaga.

3. Apakah benar jangkrik tidak berbau?

Ya, ternak jangkrik dikenal tidak berbau menyengat. Bau hanya muncul jika kandang jarang dibersihkan atau pakan dibiarkan membusuk. Dengan perawatan rutin, kandang tetap aman dan tidak mengganggu.

4. Bagaimana cara menjaga ternak kecil tetap tidak bau?

Kuncinya adalah menjaga kebersihan kandang, rutin mengganti pakan, memastikan sirkulasi udara baik, dan tidak menumpuk kotoran terlalu lama. Kelembapan juga perlu dijaga agar tidak terlalu tinggi.

5. Ternak mana yang paling cocok untuk pemula dan minim bau?

Untuk pemula, jangkrik dan ulat hongkong adalah pilihan terbaik. Selain mudah dirawat, keduanya tidak membutuhkan tempat luas dan tidak menghasilkan bau menyengat jika dikelola dengan baik.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |