8 Dekorasi Dapur yang Sudah Ketinggalan Zaman, Ini Jenis yang Banyak Dipilih Keluarga Modern

17 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Dapur rumah dengan desain lawas tidak selalu cocok dengan kebutuhan rumah saat ini. Rak terbuka yang dipenuhi barang, dekorasi yang terlalu banyak, atau perabot yang sulit dibersihkan bisa membuat dapur terasa penuh dan kurang praktis.

Kondisi tersebut membuat beberapa dekorasi dan cara menata dapur yang dulu banyak digunakan mulai ditinggalkan. Penataan kini lebih mengarah pada desain yang minimalis sehingga mudah dibersihkan dan mampu mendukung aktivitas memasak secara efisien.

Lantas, dekorasi dapur kuno apa saja yang sebaiknya mulai ditinggalkan dan apa yang bisa menggantikannya? Untuk mengetahuinya, simak informasinya berikut ini, dihadirkan Liputan6, Senin (21/9).

1. Rak Terbuka yang Memenuhi Dinding

Rak terbuka pernah banyak digunakan untuk menampilkan piring, gelas, dan peralatan makan. Masalahnya muncul ketika semua benda harus selalu terlihat. Debu, minyak, dan barang yang tidak tersusun bisa membuat area kerja terasa penuh.

Keluarga kini banyak memilih lemari dengan pintu untuk barang yang jarang digunakan. Rak terbuka tetap bisa dipakai pada satu bagian dinding untuk benda yang memang sering diambil.

Cara ini membuat penyimpanan tetap mudah dijangkau tanpa membuat seluruh isi dapur terlihat. Pemilik rumah juga lebih leluasa menyimpan barang berdasarkan kebutuhan harian.

2. Lemari Kaca dengan Banyak Pajangan

Lemari kaca memberi tempat untuk menampilkan koleksi piring, gelas, atau wadah makanan. Namun, ketika terlalu banyak benda diletakkan di dalamnya, perhatian mudah tertuju pada isi lemari.

Pilihan yang banyak digunakan sekarang adalah pintu lemari tertutup dengan sebagian ruang terbuka untuk barang yang memang ingin ditampilkan. Penataan seperti ini membuat fungsi penyimpanan tetap menjadi bagian utama.

Jika lemari kaca sudah terpasang, pemilik rumah tidak perlu menggantinya. Cukup kurangi pajangan dan sisakan benda yang digunakan atau memiliki nilai bagi keluarga.

3. Backsplash dengan Motif yang Terlalu Ramai

Motif pada dinding belakang area memasak pernah menjadi cara untuk memberi perhatian pada satu bagian dapur. Namun, pola yang terlalu banyak bisa membuat ruang sulit dipadukan dengan perabot lain.

Pilihan yang banyak digunakan mengarah pada permukaan dengan pola sederhana atau warna yang mudah disatukan dengan lemari dan meja. Area tersebut tetap bisa menjadi bagian dari dekorasi tanpa mendominasi ruang.

Perubahan tidak harus dilakukan dengan membongkar keramik. Pemilik rumah bisa mengatur benda di sekitarnya agar tampilan dinding tidak bertabrakan dengan warna perabot.

4. Dapur Serba Putih dari Atas hingga Bawah

Dapur dengan warna putih pada hampir seluruh bagian pernah menjadi pilihan banyak rumah. Kini, sebagian keluarga mulai memasukkan warna kayu, cokelat, krem, atau warna lain agar ruang tidak terlihat seragam.

Perubahan dapat dilakukan pada bagian kecil seperti kursi, rak, wadah penyimpanan, atau kain dapur. Tidak semua permukaan perlu dicat ulang.

Dengan cara tersebut, pemilik rumah bisa mengubah suasana tanpa mengeluarkan biaya untuk mengganti seluruh perabot. Warna lama tetap dipertahankan, tetapi mendapat tambahan dari benda yang digunakan sehari-hari.

5. Lampu Gantung yang Terlalu Banyak

Beberapa dapur menggunakan dua atau tiga lampu gantung sekaligus di atas meja atau area memasak. Susunan tersebut bisa membuat langit-langit terlihat penuh, terutama pada dapur dengan ruang terbatas.

Sebagai pilihan, satu lampu pada area tertentu atau lampu yang menyatu dengan bagian atas lemari bisa digunakan. Penempatan perlu mengikuti kegiatan yang membutuhkan penerangan.

Pemilik rumah juga bisa memanfaatkan lampu yang sudah ada. Mengurangi jumlah benda yang menggantung sering kali cukup untuk membuat pandangan menuju bagian atas ruang menjadi lebih lapang.

6. Peralatan Dapur yang Sengaja Dipajang Semua

Memajang banyak peralatan masak membuat dapur terlihat seperti ruang kerja yang selalu aktif. Panci, wajan, gelas, dan alat kecil yang berada di meja juga bisa mengurangi tempat untuk menyiapkan makanan.

Keluarga kini cenderung menyimpan sebagian peralatan di dalam lemari dan menyisakan barang yang paling sering digunakan. Cara tersebut membuat meja dapat dipakai sesuai kebutuhan.

Tidak semua barang perlu disingkirkan dari pandangan. Prinsipnya adalah menentukan barang yang memang digunakan setiap hari dan menyimpan sisanya agar ruang tetap mudah digunakan.

7. Kombinasi Warna Lemari yang Terlalu Kontras

Lemari atas, lemari bawah, dan meja dengan warna yang berbeda pernah menjadi cara untuk membuat dapur memiliki beberapa pusat perhatian. Jika perbedaannya terlalu jauh, ruang dapat terlihat terpecah.

Pilihan yang banyak digunakan mengarah pada warna yang saling berhubungan. Perbedaan tetap bisa dibuat melalui bahan, pegangan, kursi, atau benda kecil yang mudah diganti.

Bagi pemilik rumah yang belum ingin mengganti lemari, perubahan dapat dimulai dari aksesori. Cara ini memberi kesempatan untuk melihat hasil penataan sebelum melakukan perubahan yang lebih besar.

8. Hiasan yang Tidak Berkaitan dengan Fungsi Dapur

Hiasan seperti tulisan, pajangan, atau benda dekorasi pernah memenuhi bagian atas lemari dan meja. Ketika jumlahnya terlalu banyak, ruang penyimpanan dan area kerja justru ikut berkurang.

Keluarga kini banyak memilih benda yang memiliki fungsi sekaligus menjadi bagian dari penataan, seperti wadah bumbu, tempat buah, talenan, atau tanaman yang sesuai dengan kondisi ruang.

Pilihan tersebut membuat dekorasi dapur tetap memiliki unsur personal tanpa mengorbankan tempat untuk kegiatan utama. Dengan begitu, penataan mengikuti kebiasaan penghuni, bukan sekadar mengikuti perubahan tren.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Dekorasi Dapur yang Sudah Ketinggalan Zaman

1. Apa yang membuat dekorasi dapur terlihat ketinggalan zaman?

Biasanya berkaitan dengan penataan yang terlalu penuh, penggunaan motif berlebihan, atau pilihan benda yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan ruang.

2. Bagaimana cara membuat dapur terlihat modern tanpa renovasi?

Kurangi barang yang terlihat, rapikan penyimpanan, ubah beberapa aksesori, dan gunakan warna yang saling terhubung.

3. Apakah rak terbuka masih cocok untuk dapur?

Masih bisa digunakan, terutama untuk barang yang sering dipakai. Jumlahnya perlu disesuaikan dengan ukuran ruang dan kebutuhan penyimpanan.

4. Warna apa yang banyak digunakan untuk dapur saat ini?

Pilihan mulai bergeser dari satu warna penuh menuju perpaduan warna yang saling terhubung, termasuk warna kayu dan warna bumi.

5. Apakah dapur lama harus direnovasi agar terlihat modern?

Tidak. Perubahan kecil pada penyimpanan, pencahayaan, aksesori, dan benda yang terlihat bisa mengubah cara ruang digunakan tanpa membongkar seluruh dapur.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |