:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329520/original/064143800_1787284010-95365944-471f-40ad-8675-614f9fd7bd5f.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Serangga seperti kecoa, semut, dan tawon kerap muncul tiba-tiba di dalam rumah, padahal pintu dan jendela selalu tertutup rapat sepanjang hari. Fenomena ini ternyata bukan kebetulan, sebab ada sejumlah titik tempat yang mudah dimasuki serangga tanpa pernah disadari penghuni rumah. Celah sekecil apa pun cukup dijadikan jalan masuk oleh hewan-hewan kecil tersebut.
Berbeda dari manusia yang butuh pintu terbuka lebar untuk lewat, serangga hanya memerlukan retakan tipis, sela di bingkai, atau lubang bekas pipa yang tidak tertutup sempurna. Semakin lama celah itu dibiarkan, semakin besar peluang koloni kecil berkembang biak di dalam rumah tanpa ketahuan.
Berikut ini adalah beberapa titik tempat yang mudah dimasuki serangga yang harus Anda waspadai yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (21/8/2026). Ini akan membantu Anda mencegah hama masuk dan membanjiri rumah Anda. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
1. Celah di Sekitar Daun Pintu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329521/original/035900700_1787284012-Celah_Bawah_Pintu.jpg)
Perbesar
Pintu rumah kerap dianggap sudah aman selama dalam keadaan tertutup, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Engsel yang mulai kendur atau bingkai yang sedikit melengkung dapat menciptakan celah tipis di bagian bawah maupun samping daun pintu, tempat cahaya luar bisa menerobos masuk ke dalam ruangan.
Celah semacam itu menjadi jalur favorit semut, kecoa, laba-laba, hingga kumbang kecil untuk menyelinap tanpa harus menunggu pintu dibuka. Pintu garasi yang menyatu dengan rumah juga rawan menjadi pintu belakang bagi hama, sebab jarang diperiksa serapat pintu utama.
Pemeriksaan sederhana bisa dilakukan dengan mematikan lampu ruangan pada siang hari, lalu memperhatikan apakah ada garis cahaya yang menembus dari luar. Jika ditemukan, pemasangan door sweep baru dan penyegelan bingkai dengan sealant menjadi solusi paling praktis.
2. Retakan pada Dinding Luar dan Fondasi
Bagian luar rumah yang jarang diperhatikan justru sering menjadi gerbang utama bagi serangga tanah seperti semut dan kelabang. Retakan halus pada dinding eksterior maupun fondasi rumah dapat melebar seiring waktu akibat perubahan suhu dan kelembapan tanah di sekitarnya.
Begitu serangga berhasil masuk ke rongga dinding atau ruang merambat di bawah lantai, mereka punya jalur tersembunyi menuju bagian dalam rumah tanpa harus melewati pintu maupun jendela sama sekali. Genangan air di sekitar fondasi turut memperbesar risiko ini karena menjadi sumber kelembapan yang disukai hama.
Penyegelan retakan dengan bahan tahan cuaca serta perbaikan sistem drainase di sekitar rumah dapat memutus jalur ini sejak dini. Menjaga area taman tidak terlalu rapat dengan dinding rumah juga membantu mengurangi kelembapan yang memicu retakan baru.
3. Bingkai Jendela dan Kasa yang Sobek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329522/original/052484300_1787284012-30300__1_.jpg)
Perbesar
Jendela memiliki risiko serupa dengan pintu, sebab sambungan antara bingkai dan tembok dapat merenggang setelah bertahun-tahun terpapar panas dan hujan. Celah pada sambungan tersebut cukup lebar bagi serangga terbang berukuran kecil untuk menyusup ke dalam ruangan.
Selain bingkai, kasa jendela yang berfungsi sebagai penyaring udara justru sering terlewat dari pemeriksaan rutin penghuni rumah. Robekan sekecil ujung jarum pun sudah cukup dilalui nyamuk maupun lalat, apalagi jika sobekan itu dibiarkan melebar tanpa penanganan.
Pengecekan kasa secara berkala serta penggantian bagian yang sudah rapuh menjadi langkah pencegahan paling murah dan mudah dilakukan sendiri. Untuk celah pada bingkai, weather stripping atau sealant dapat menutup rongga tanpa mengganggu fungsi buka-tutup jendela sehari-hari.
4. Sambungan Soffit, Fascia, dan Ventilasi Atap
Area pertemuan antara dinding dan atap sering luput dari perhatian karena letaknya yang tinggi dan jarang terlihat langsung dari dalam rumah. Padahal, celah pada soffit maupun fascia di titik ini kerap menjadi lokasi favorit tawon membangun sarang baru setiap musim.
Jika retakan pada bagian tersebut dibiarkan, serangga dapat menembus hingga ke ruang loteng, lalu perlahan bergerak turun menuju ruang tinggal di bawahnya. Ventilasi atap yang seharusnya hanya mengalirkan udara pun bisa berubah fungsi menjadi pintu masuk apabila kasa pelindungnya sudah using.
Pemeriksaan berkala dari luar rumah, terutama menjelang musim hujan, membantu mendeteksi retakan sejak masih berukuran kecil. Penyegelan segera pada titik pertemuan dinding dan atap mencegah sarang tawon terbentuk sebelum sempat berkembang lebih besar dan sulit dijangkau.
5. Kebocoran dan Celah di Saluran Pipa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329523/original/071065700_1787284012-27146.jpg)
Perbesar
Serangga tidak hanya mencari tempat berlindung, tetapi juga sumber air, dan pipa air di kamar mandi maupun dapur kerap menjadi jawabannya. Kebocoran kecil yang dibiarkan berlama-lama menciptakan genangan tersembunyi yang mengundang kecoa dan kelabang untuk menetap.
Selain kebocoran itu sendiri, titik keluar pipa dari dinding menuju bak cuci maupun mesin cuci sering meninggalkan rongga yang tidak tertutup sempurna oleh material bangunan. Rongga inilah yang kemudian dimanfaatkan hama sebagai jalur singkat antara dinding dan ruangan.
Menutup rongga di sekitar pipa dengan sealant tahan air serta memperbaiki kebocoran secepatnya dapat memutus dua kebutuhan dasar serangga sekaligus, yaitu air dan jalur masuk. Membersihkan saluran pembuangan secara rutin turut mengurangi bau yang biasa menarik perhatian hama.
6. Bukaan di Sekitar Instalasi Listrik
Kabel listrik, saluran televisi kabel, hingga jaringan internet yang masuk ke dalam rumah biasanya melewati lubang kecil pada dinding yang tidak selalu tertutup rapat. Rongga di sekitar lempeng stopkontak atau saklar dapat menjadi celah tersembunyi bagi semut maupun serangga berukuran mini.
Bukaan semacam ini sering luput dari perhatian karena letaknya menyatu dengan dinding dan terlihat rapi dari luar. Padahal, di baliknya bisa terdapat rongga yang langsung terhubung ke rongga dinding tempat hama bersarang dan berkembang biak tanpa terdeteksi.
Mengencangkan kembali lempeng stopkontak yang mulai longgar serta menambahkan sealant di sekitar tepinya menjadi cara efektif menutup celah ini. Pemeriksaan rutin pada titik masuk kabel dari luar rumah juga membantu mencegah masalah serupa muncul kembali.
7. Barang Bawaan dari Luar Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329524/original/080927600_1787284012-69652.jpg)
Perbesar
Tidak semua serangga masuk lewat celah bangunan, sebagian justru terbawa tanpa disadari lewat barang-barang yang dibawa dari luar. Koper bekas perjalanan berpotensi membawa kutu busuk yang bersembunyi di lipatan kain, sementara kayu bakar maupun tanaman pot sering menjadi tempat persembunyian laba-laba.
Kotak paket dari gudang penyimpanan juga tidak luput dari risiko ini, sebab kecoa kerap bersembunyi di sela-sela kardus sebelum akhirnya terbawa masuk ke dalam rumah. Kebiasaan langsung meletakkan barang bawaan di ruang tamu tanpa pemeriksaan turut memperbesar peluang hama ikut menyelinap.
Membuka kardus dan koper di area luar rumah sebelum barang dibawa masuk dapat mengurangi risiko ini secara signifikan. Kayu bakar sebaiknya digunakan segera atau disimpan berjarak dari dinding rumah agar tidak menjadi sarang serangga dalam jangka panjang.
Tips Mencegah Serangga Masuk ke Rumah
Selain menutup titik tempat yang mudah dimasuki serangga satu per satu, kebiasaan harian penghuni rumah turut menentukan seberapa efektif upaya pencegahan tersebut bertahan lama. Berikut sejumlah tips tambahan yang dapat diterapkan bersamaan dengan penyegelan celah di atas.
- Rutin Memeriksa Bangunan Setiap Musim: Perubahan cuaca dari kemarau ke hujan kerap memicu retakan baru pada dinding maupun bingkai pintu dan jendela. Pemeriksaan berkala setiap pergantian musim membantu menemukan celah sejak masih kecil, sebelum sempat dimanfaatkan hama untuk masuk ke rumah.
- Menjaga Kebersihan Dapur dan Tempat Sampah: Sisa makanan yang tertinggal di wastafel maupun tempat sampah terbuka menjadi daya tarik utama bagi kecoa dan semut. Menutup tempat sampah rapat serta membersihkan dapur setiap malam mengurangi alasan serangga untuk mendekat ke rumah.
- Mengatur Pencahayaan Luar Rumah: Lampu teras yang terlalu terang dapat memancing serangga terbang berkumpul di dekat pintu maupun jendela pada malam hari. Mengganti lampu kuning yang lebih redup atau menjauhkan sumber cahaya dari titik masuk rumah membantu mengurangi kerumunan tersebut.
- Memangkas Tanaman di Sekitar Dinding: Dahan pohon maupun semak yang menyentuh dinding rumah kerap menjadi jembatan alami bagi serangga menuju celah bangunan. Memberi jarak antara tanaman dan dinding membuat hama lebih sulit menjangkau titik masuk yang tersembunyi.
- Menyimpan Bahan Makanan dalam Wadah Tertutup: Kemasan makanan yang dibiarkan terbuka di dapur maupun gudang penyimpanan mengundang semut dan kutu makanan berdatangan. Memindahkan bahan pokok ke wadah kedap udara memutus akses hama terhadap sumber makanan di dalam rumah.
Pertanyaan Seputar Titik Tempat yang Mudah Dimasuki Serangga
Bagian rumah mana yang paling sering jadi jalan masuk serangga? Celah di sekitar pintu dan jendela umumnya menjadi titik paling sering ditemukan sebagai jalan masuk, sebab kedua area ini paling banyak mengalami pergerakan dan gesekan setiap hari sehingga bingkainya lebih cepat merenggang dibanding bagian rumah lain.
Apakah rumah bertingkat tetap berisiko kemasukan serangga dari atap? Ya, sebab tawon dan serangga terbang lain dapat menjangkau ketinggian atap dengan mudah. Celah pada soffit, fascia, atau ventilasi atap tetap berisiko meski rumah berada di lantai atas sekalipun.
Bagaimana cara mengetahui ada celah tersembunyi pada dinding rumah? Tanda paling umum adalah munculnya serangga di dalam ruangan tanpa sumber yang jelas, jejak tanah halus di dekat dinding, atau suara gesekan kecil dari balik tembok yang menandakan ada aktivitas hama di rongga dinding.
Apakah menutup semua celah sudah cukup tanpa perlu pestisida? Penyegelan celah efektif mencegah serangga baru masuk, namun untuk koloni yang sudah lebih dulu bersarang di dalam rumah, biasanya tetap dibutuhkan penanganan tambahan seperti perangkap atau jasa pengendalian hama profesional.
Kapan sebaiknya memanggil jasa pest control dibanding menangani sendiri? Infestasi berskala besar seperti serangan kutu busuk, kutu, atau sarang serangga penyengat sebaiknya diserahkan kepada jasa pest control berlisensi, sebab penanganan mandiri berisiko tidak tuntas dan berpotensi memicu koloni kembali berkembang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330041/original/093139400_1787309774-Screenshot_2026-08-21_175235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329948/original/099254600_1787305588-15487683599215513962.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329997/original/048397800_1787308431-Screenshot_2026-08-21_173055.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557713/original/016804300_1776387508-Budikdamber_Patin_dan_Genjer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330049/original/035896300_1787310362-818f4a54-8b90-4556-9c75-2dc77e0bf65d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330014/original/007111400_1787309023-wudu_skylight_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329895/original/064284000_1787301567-Rumput_tidak_tumbuh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329854/original/044654900_1787299533-a7d712c1-1643-4ca1-b9f5-b27241a31037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329880/original/043863400_1787301166-HL_Rak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321789/original/050130800_1786504175-KA_Sri_Lelawangsa_Medan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327633/original/051396300_1787117162-Jogja_-_Yogyakarta_International_Airport_Rail_Link__2025__-_img_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325004/original/018500400_1786783843-pakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329819/original/053528600_1787297247-noda_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329796/original/088283600_1787296544-2147695761.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329759/original/095686800_1787294256-8d7734b0-0102-47e3-b54f-08a5145f8701.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8264237/original/085368200_1782100907-hujan_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4538810/original/027507300_1692093916-Museum-Perumusan-Naskah-Proklamasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4698287/original/024801100_1703579564-KAI_Daop_9_Jember_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5117018/original/024823900_1738380215-1738376385390_tujuan-konferensi-meja-bundar.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)