7 Ide Usaha Ternak Ayam dan Ikan Terpadu Satu Lahan, Modal Hemat Untung Berlipat

3 days ago 6
  • Apa keuntungan utama sistem ini?
  • Apakah kotoran ayam aman untuk ikan?
  • Jenis ikan apa yang paling cocok?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan lahan secara maksimal melalui ide usaha ternak ayam dan ikan terpadu satu lahan adalah strategi cerdas untuk melipatgandakan pendapatan sekaligus menekan biaya operasional. Konsep yang sering disebut sistem "Longyam" (Balong Ayam) ini mengintegrasikan dua komoditas dalam satu ekosistem produksi yang saling menguntungkan.

Dengan menempatkan kandang ayam panggung tepat di atas kolam ikan, Anda menciptakan siklus nutrisi alami di mana kotoran ayam dan sisa pakan langsung dimanfaatkan oleh ikan sebagai pakan tambahan atau pupuk air. Hal ini tidak hanya meminimalisir limbah, tetapi juga secara signifikan mengurangi pengeluaran untuk pakan ikan pabrikan yang kian mahal.

Keuntungan ganda dari panen ayam (daging atau telur) serta ikan (nila, lele, atau gurami) menjadikan model bisnis ini sangat stabil menghadapi fluktuasi harga pasar. Berikut adalah riset mendalam mengenai tujuh strategi implementasi yang paling menjanjikan.

1. Ayam Petelur dan Ikan Lele Intensif

Konsep ide usaha ternak ayam dan ikan terpadu satu lahan ini menggabungkan produksi telur harian dengan budidaya lele yang cepat panen. Lele dikenal sebagai ikan yang sangat rakus dan mampu mencerna kotoran ayam segar dengan sangat baik tanpa mengganggu kualitas air secara drastis jika dikelola dengan sistem sirkulasi yang tepat.

Bisnis ini sangat menguntungkan karena memberikan aliran kas harian dari penjualan telur, sementara panen lele setiap 2,5-3 bulan memberikan keuntungan besar secara berkala. Sistem terintegrasi ini mampu menekan biaya pakan ikan hingga 50% lebih rendah dibanding metode konvensional.

Penataan dilakukan dengan membangun kandang baterai ayam petelur di atas kolam terpal atau semen. Jarak dasar kandang ke permukaan air idealnya 1-1,5 meter untuk memastikan amonia tidak langsung meracuni ayam, namun kotoran tetap jatuh tepat ke dalam area jangkauan makan lele.

2. Ayam Broiler dan Ikan Nila (Mina Ayam)

Ayam broiler atau pedaging memiliki siklus hidup sangat singkat (35-40 hari), yang selaras dengan kebutuhan nutrisi tinggi untuk ikan nila. Sisa pakan protein tinggi dari ayam yang terjatuh ke air akan memicu pertumbuhan plankton di kolam sebagai pakan alami nila.

Keuntungan sistem ini terletak pada percepatan pertumbuhan kedua hewan tersebut. Kotoran ayam yang larut menjadi pupuk organik bagi algae, sehingga Anda bisa menghemat pakan nila secara signifikan sembari mendapatkan daging ayam yang berkualitas tinggi.

Sistem penataannya menggunakan kandang panggung dengan lantai celah (bambu atau kawat). Kolam nila di bawahnya harus memiliki saluran pembuangan air yang baik untuk menjaga kejernihan air, karena nila membutuhkan kadar oksigen yang lebih tinggi dibandingkan lele.

3. Ayam Kampung KUB dan Ikan Gurami

Ide usaha ternak ayam dan ikan terpadu satu lahan yang menggunakan Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) menawarkan ketahanan penyakit yang lebih kuat. Dikombinasikan dengan gurami yang memiliki harga jual premium, bisnis ini menyasar pasar menengah ke atas yang mencari kualitas pangan organik.

Meskipun gurami tumbuh lebih lambat, kotoran ayam membantu menciptakan ekosistem kolam yang kaya akan jasad renik. Peternak bisa mendapatkan keuntungan stabil dari ayam kampung setiap 2 bulan, sementara gurami menjadi tabungan besar di akhir tahun.

Kandang panggung dibangun di sisi atas kolam dengan area umbaran terbatas di pinggiran lahan. Sistem ini membutuhkan manajemen air yang lebih teliti karena gurami sensitif terhadap penumpukan amonia yang berlebihan dari kotoran ayam.

4. Integrasi Ayam, Maggot BSF, dan Ikan

Ini adalah level lanjutan dari peternakan terpadu di mana kotoran ayam tidak langsung diberikan ke ikan, melainkan diolah oleh larva Maggot BSF. Maggot tersebut kemudian dipanen untuk menjadi pakan ikan berkualitas tinggi dengan kandungan protein hingga 40%.

Konsep ini sangat menguntungkan karena menghilangkan masalah bau kotoran ayam secara total dan menghasilkan pakan ikan yang jauh lebih bergizi daripada kotoran langsung. Hasilnya, ikan tumbuh lebih cepat dan biaya operasional pakan bisa berkurang hingga 80%.

Penataannya melibatkan rak biopon maggot di bawah kandang ayam, lalu maggot yang sudah dewasa dijatuhkan atau diberikan secara manual ke kolam ikan yang terletak berdampingan atau di bawah area tersebut.

5. Ayam Hias dan Ikan Hias (Lahan Sempit)

Dalam ide usaha ternak ayam dan ikan terpadu satu lahan berbasis hobi, fokus utamanya adalah nilai estetika dan kelangkaan bibit. Memelihara ayam serama atau ayam kate di atas kolam ikan koi atau maskoki menciptakan pemandangan yang indah sekaligus peluang bisnis yang menggiurkan.

Keuntungannya bukan pada volume produksi, melainkan pada harga per ekor yang tinggi. Satu ekor ayam hias atau ikan koi berkualitas bisa terjual jutaan rupiah, jauh melampaui harga konsumsi biasa.

Penataan didesain dengan kandang minimalis bergaya taman (garden coops) di atas kolam kaca atau semen yang jernih. Sistem filter air harus sangat kuat untuk menjaga kesehatan ikan hias yang biasanya lebih sensitif dibanding ikan konsumsi.

6. Ayam Ras dan Ikan Patin di Lahan Rawa

Memanfaatkan ide usaha ternak ayam dan ikan terpadu satu lahan di area pasang surut atau rawa sangat cocok dengan karakter ikan patin yang tahan terhadap kondisi air ekstrem. Ayam ras pedaging ditempatkan di atas sebagai komoditas utama yang perputarannya cepat.

Sistem ini sangat menguntungkan di daerah luar Jawa yang memiliki lahan rawa luas. Patin akan memakan kotoran ayam dan sisa pakan, sehingga bobotnya bertambah secara efisien tanpa perlu banyak input eksternal di lahan yang sulit dikelola.

Konsep penataannya menggunakan pondasi kayu yang kuat di lahan basah untuk menopang kandang ayam, dengan jaring pagar di sekeliling kolam untuk mencegah ikan patin lepas saat air pasang terjadi.

7. Eco-Farming: Ayam, Ikan, dan Sayuran (Aquaponics)

Strategi ide usaha ternak ayam dan ikan terpadu satu lahan yang paling lengkap adalah menambahkan unsur tanaman. Air kolam yang mengandung kotoran ayam dipompa ke media tanam sayuran seperti kangkung atau sawi, di mana akar tanaman menyaring nutrisi dan mengembalikan air bersih ke kolam.

Anda mendapatkan tiga sumber pendapatan sekaligus: telur/daging ayam, ikan segar, dan sayuran organik. Keuntungan bisnis ini berasal dari efisiensi sirkulasi tertutup yang meminimalkan penggunaan air dan menghilangkan kebutuhan pupuk kimia untuk sayuran.

Penataannya menggunakan sistem bertingkat: ayam di posisi paling atas, kolam ikan di bawahnya, dan instalasi pipa hidroponik/aquaponics di sekeliling atau di samping kolam untuk menangkap nutrisi dari air.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa keuntungan utama sistem ini?

Efisiensi biaya pakan ikan karena memanfaatkan kotoran ayam dan penghematan lahan produksi.

Apakah kotoran ayam aman untuk ikan?

Aman selama jumlah ayam dan luas kolam seimbang untuk mencegah kelebihan amonia.

Jenis ikan apa yang paling cocok?

Ikan lele, nila, dan patin karena memiliki daya tahan tinggi terhadap limbah organik.

Bagaimana cara mengatasi bau kandang?

Gunakan probiotik pada pakan ayam dan pastikan sirkulasi udara di atas kolam berjalan lancar.

Berapa modal awal minimal?

Sangat variatif, mulai dari 5-10 juta rupiah untuk skala kecil dengan kolam terpal dan kandang panggung sederhana.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |