- Apa itu rumah ramah lansia?
- Mengapa rumah satu lantai ideal untuk lansia dengan diabetes?
- Fitur apa saja yang membuat kamar mandi aman bagi lansia?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Memasuki usia senja, kebutuhan akan hunian yang tidak hanya nyaman tetapi juga aman menjadi prioritas utama bagi para lansia, terutama bagi mereka yang mengelola kondisi kesehatan seperti diabetes. Desain rumah yang ramah lansia (age-friendly housing) kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan aktivitas sehari-hari tetap dapat dilakukan secara mandiri dan nyaman.
Kondisi diabetes pada lansia seringkali membatasi mobilitas dan meningkatkan risiko komplikasi seperti neuropati perifer yang memengaruhi keseimbangan, sehingga risiko jatuh menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, rumah perlu dirancang secara khusus untuk mendukung kehidupan orang lanjut usia secara aman, mandiri, dan nyaman seiring bertambahnya usia, dengan mempertimbangkan keterbatasan mobilitas dan kebutuhan fisik mereka.
Penerapan desain ini tidak hanya mengurangi risiko jatuh dan cedera, tetapi juga mempermudah pergerakan, menjaga kemandirian, dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup di hari tua. Lantas apa saja desain rumah untuk lansia 65 tahun dengan diabetes agar lebih aman dan nyaman? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (16/5/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Desain Rumah Satu Lantai dengan Aksesibilitas Tanpa Hambatan
Desain rumah satu lantai merupakan pilihan ideal bagi lansia, khususnya mereka yang berusia 65 tahun dengan diabetes, karena secara signifikan menghilangkan kebutuhan untuk naik turun tangga. Tangga merupakan salah satu penyebab utama risiko jatuh pada usia lanjut, dan bagi penderita diabetes, risiko ini diperparah oleh komplikasi seperti neuropati perifer yang memengaruhi keseimbangan dan sensasi kaki. Penghapusan tangga secara langsung mengurangi risiko jatuh dan memudahkan mobilitas sehari-hari, memastikan lansia dapat bergerak mandiri dan nyaman di seluruh area rumah.
Model rumah ini juga mengusung konsep tata ruang terbuka (open space) tanpa banyak sekat, di mana ruang tamu, ruang makan, dan dapur dibuat menyatu. Desain ini sangat cocok untuk lansia karena tidak ada hambatan seperti pintu atau pembatas tinggi yang menyulitkan mobilitas. Konsep terbuka juga membantu sirkulasi udara lebih lancar dan membuat ruangan terlihat lebih luas, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan mudah diakses.
Setiap ruang sebaiknya bebas hambatan, menghindari perbedaan tinggi lantai atau karpet tebal yang dapat menyebabkan tersandung. Penggunaan pintu geser atau pintu lebar sangat dianjurkan untuk memudahkan pergerakan, terutama bila pengguna memakai alat bantu jalan. Pintu yang cukup lebar juga penting untuk memudahkan akses kursi roda jika diperlukan, dengan ruang sirkulasi minimal 90 cm sangat dianjurkan untuk mobilitas yang lebih aman dan leluasa. Tata letak furnitur juga harus diperhatikan agar jalur berjalan tetap lebar dan bebas hambatan, memastikan tidak ada perabot yang menghalangi pergerakan, terutama bagi lansia yang menggunakan alat bantu jalan.
2. Lantai Anti-Slip dan Material yang Aman
Pemilihan material lantai yang tepat sangat krusial untuk mencegah terpeleset dan jatuh, yang merupakan masalah serius bagi lansia, terutama penderita diabetes yang mungkin memiliki penyembuhan luka yang lebih lambat. Lantai yang dipilih harus aman, tidak licin, dan nyaman saat dipijak, karena lansia biasanya sudah mengalami penurunan keseimbangan dan kekuatan tubuh. Pencegahan jatuh melalui modifikasi rumah seperti lantai anti-selip terbukti menurunkan risiko jatuh.
Berbagai jenis material lantai direkomendasikan untuk rumah lansia. Lantai vinyl bertekstur memiliki permukaan yang tidak terlalu licin dan terasa lebih empuk dibanding lantai keras seperti keramik. Keramik anti-slip dengan permukaan doff atau tidak mengkilap sangat cocok untuk area yang sering basah seperti kamar mandi atau dapur. Lantai kayu laminasi anti-slip memberikan tampilan hangat seperti kayu asli namun dilengkapi lapisan anti-slip, sementara lantai gabus (cork) terasa empuk saat diinjak, mengurangi dampak jika terjadi jatuh.
Pilihan lainnya termasuk lantai karpet low-pile dengan serat pendek yang tidak mudah membuat kaki tersangkut, namun perlu alas anti-slip agar tidak bergeser. Lantai karet (rubber flooring) menjadi salah satu pilihan terbaik karena memiliki permukaan anti-selip bahkan saat terkena air, serta mampu menyerap benturan. Material bambu juga menawarkan tekstur alami yang tidak terlalu licin. Penting untuk memasang lantai anti-selip, terutama di area seperti kamar mandi atau koridor, dan menghindari karpet yang licin dengan memilih alas karpet anti-selip.
3. Kamar Mandi Aman dan Nyaman
Kamar mandi adalah area paling rawan kecelakaan bagi lansia karena lantai yang licin dan kebutuhan untuk berpindah posisi. Oleh karena itu, desain yang cermat sangat penting untuk mengurangi risiko ini secara signifikan. Pemasangan pegangan tangan (grab bars) di beberapa titik rawan seperti di dekat toilet, wastafel, dan di dalam area shower akan membantu lansia menjaga keseimbangan saat berpindah posisi atau ketika bangun dari duduk.
Pastikan lantai kamar mandi menggunakan bahan anti-slip atau tambahkan karpet anti-slip untuk mengurangi risiko terpeleset. Pertimbangkan memasang toilet dengan ketinggian yang lebih tinggi (toilet duduk tinggi) agar lebih mudah digunakan oleh lansia, atau tambahkan penopang dudukan toilet. Toilet yang lebih tinggi membantu mengurangi tekanan pada sendi, lutut, dan pinggul saat duduk dan bangun. Gantikan bak mandi dengan shower, idealnya walk-in shower atau shower tanpa ambang batas, untuk memudahkan akses dan mengurangi risiko tersandung. Kursi mandi juga sangat membantu untuk mengurangi kelelahan dan tekanan pada tubuh saat mandi.
Pintu kamar mandi sebaiknya mudah dibuka tutup, seperti pintu geser, untuk kemudahan penggunaan dan evakuasi darurat. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan seperti tersandung, sebaiknya hilangkan perbedaan tinggi lantai di kamar mandi, termasuk di bagian shower yang seringkali lebih rendah daripada lantai di bagian toilet. Pancuran genggam juga memungkinkan lansia untuk mengarahkan air langsung ke bagian tubuh yang ingin mereka bersihkan, sehingga memudahkan proses mandi secara mandiri.
4. Pencahayaan Optimal dan Kontras Warna
Penglihatan lansia cenderung menurun, dan penderita diabetes mungkin mengalami retinopati diabetik yang memengaruhi penglihatan. Oleh karena itu, pencahayaan yang memadai dan kontras warna yang baik sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan di dalam rumah. Pencahayaan yang cukup di dalam rumah sangat penting untuk membantu lansia melihat dengan jelas dan menghindari bahaya tersembunyi, karena penglihatan yang mulai menurun seiring bertambahnya usia membuat lansia memerlukan pencahayaan yang lebih terang.
Pastikan setiap ruangan memiliki pencahayaan yang cukup, baik dari sumber cahaya alami maupun lampu. Disarankan untuk memasang lampu tambahan di area gelap seperti lorong dan tangga serta menggunakan lampu malam di kamar tidur dan kamar mandi. Pencahayaan harus sejuk dan terang, dengan cahaya putih lebih disukai daripada lampu kuning. Penting juga untuk menghindari efek silau pada mata dan perubahan intensitas cahaya yang terlalu kontras, yang dapat mengganggu penglihatan hingga menyebabkan jatuh. Penggunaan tirai tipis atau blind berwarna terang dapat membantu cahaya masuk tanpa menyilaukan, dan hindari lampu dengan berbagai warna yang dapat menimbulkan area berbayang.
Kontras warna juga berperan penting untuk orientasi lansia. Gunakan warna cat yang kontras antara dinding dan lantai, serta pastikan saklar lampu memiliki warna yang kontras dengan dinding di sekitarnya. Kontras warna medium dan kecil antara dinding dan furnitur memudahkan lansia mengenali elemen ruangan dengan cepat. Palet warna hangat seperti krem, beige, atau pastel lembut menciptakan suasana tenang, sementara warna hijau memberikan kesan harmonis dan rileks. Warna abu-abu dapat memberikan kesan hangat, ketenangan, dan kestabilan, sedangkan biru pastel sering dikaitkan dengan ketenangan.
5. Dapur Ergonomis dan Aman
Dapur adalah area penting di mana lansia sering menghabiskan waktu, dan desain yang ergonomis dapat mengurangi kelelahan serta risiko cedera, terutama bagi penderita diabetes yang perlu mengelola pola makan mereka. Konsep “dapur duduk” atau area memasak yang memungkinkan pengguna untuk duduk saat menyiapkan makanan adalah salah satu solusi utama untuk mengurangi kelelahan dan ketegangan fisik. Pengadaan tempat duduk untuk mencuci dan memasak adalah salah satu rancangan dapur yang nyaman bagi lansia.
Aksesibilitas penyimpanan juga krusial; kabinet bawah sebaiknya diganti dengan laci tarik penuh (full extension drawers) yang memungkinkan seluruh isi laci terlihat dan diakses tanpa perlu membungkuk dalam. Rak tarik atau rak tarik-turun di kabinet dan dapur memungkinkan lansia untuk mengakses barang dengan sedikit membungkuk atau menjangkau. Pastikan ada ruang yang cukup untuk bermanuver dengan alat bantu gerak, terutama jika lansia menggunakan kursi roda atau walker, dengan lebar ideal jalur sirkulasi minimal 120 cm. Pilih material lantai yang tidak licin, seperti keramik dengan tekstur kasar atau vinyl anti slip, dan pastikan tidak ada perbedaan tinggi lantai atau ambang pintu yang dapat membuat lansia tersandung.
Keamanan peralatan memasak juga harus diperhatikan. Pilih kompor yang meminimalkan risiko kebakaran dan luka bakar dengan tidak adanya api terbuka dan permukaan yang dingin. Kontrol suhu yang presisi memudahkan lansia untuk mengatur suhu memasak dengan akurat, dan pemasangan alarm pada kompor dapat meningkatkan keamanan. Sirkulasi udara dari ruangan dapur juga harus dirancang dengan sangat baik sehingga tetap aman bagi lansia, dengan pemasangan exhaust yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara.
6. Teknologi Smart Home untuk Keamanan dan Kenyamanan
Teknologi rumah pintar dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan diabetes, memberikan keamanan, kenyamanan, dan kemandirian, serta ketenangan pikiran bagi keluarga. Sensor gerak untuk keamanan mobilitas lansia sangat berguna untuk memastikan bahwa lansia tidak mengalami kecelakaan atau terjatuh. Sensor gerak dapat menyalakan lampu secara otomatis di area gelap, mencegah jatuh di malam hari, dan juga dapat memberi notifikasi kepada keluarga jika ada gerakan yang tidak biasa atau jika lansia tidak bergerak dalam waktu yang cukup lama. Jika sistem mendeteksi gerakan yang mengindikasikan jatuh dan tidak ada pergerakan selama periode tertentu, sistem dapat secara otomatis menghubungi layanan darurat dan keluarga terdekat.
Kontrol suhu otomatis sangat penting untuk kesejahteraan lansia, karena mereka lebih sensitif terhadap perubahan suhu, sehingga termostat pintar dapat mengatur suhu secara otomatis. Lampu pintar memungkinkan lansia mengontrol pencahayaan dengan mudah, termasuk pengaturan otomatis atau berdasarkan sensor gerak. Sistem keamanan pintar dengan kamera CCTV, bel pintu dengan video, dan kunci pintu otomatis meningkatkan keamanan rumah, memungkinkan pemantauan jarak jauh dan deteksi gerakan mencurigakan.
Asisten virtual yang diaktifkan dengan suara memungkinkan lansia mengontrol berbagai perangkat tanpa perlu bergerak atau menekan tombol. Sistem panggilan darurat (panic button) adalah alat darurat yang membantu seseorang mendapatkan bantuan segera dalam situasi kecelakaan, medis, atau ancaman keamanan. Tombol darurat ini akan mengirimkan pesan kepada kerabat maupun caregiver untuk segera melakukan pengecekan kondisi lansia tersebut, memberikan rasa aman bagi lansia dan ketenangan pikiran bagi keluarga. Beberapa sistem rumah pintar juga dapat menyertakan sistem pelacak waktu dan kualitas tidur yang merekam detak jantung dan napas lansia, berguna untuk monitoring kesehatan.
7. Area Luar Ruangan dan Furnitur Ergonomis
Area luar ruangan yang dirancang dengan baik dapat mendorong aktivitas fisik ringan yang penting untuk pengelolaan diabetes, sementara furnitur ergonomis di dalam rumah mendukung kenyamanan dan mencegah cedera. Rumah tropis dengan taman kecil dapat menciptakan suasana yang asri dan menenangkan. Dengan desain ini, para lansia dapat melakukan aktivitas ringan seperti berjalan-jalan, berjemur di pagi hari, atau berkebun sederhana tanpa harus mendaki.
Teras sebaiknya dilengkapi dengan ramp atau bidang miring sebagai pengganti anak tangga, dengan kemiringan tidak lebih dari 7 derajat agar pengguna kursi roda atau lansia dengan alat bantu jalan tidak kelelahan. Berikan tekstur kasar pada permukaan ramp agar tidak licin saat hujan, dan pasang pegangan tangan di sepanjang dinding teras atau di sisi ramp. Model teras tanpa ambang pintu (zero threshold) juga memudahkan akses. Fasilitas taman dapat dilengkapi dengan jogging track, plaza, area hijau, dan batu refleksi untuk terapi, serta desain ergonomis taman termasuk tempat duduk yang nyaman, lokasi teduh, dan material yang tidak menyilaukan.
Di dalam rumah, pilihlah furnitur yang tingginya mudah dijangkau oleh lansia. Sofa dan kursi sebaiknya tidak terlalu keras atau terlalu empuk, dengan sandaran punggung tinggi, armrest kokoh, dan tinggi dudukan yang proporsional untuk memudahkan proses duduk maupun berdiri. Hindari meja dengan sudut tajam dan pilih desain bulat atau oval untuk mengurangi risiko cedera. Buatlah sudut santai yang tenang di rumah dengan kursi nyaman, meja kecil, dan lampu lembut sebagai tempat bagi lansia untuk membaca, merenung, atau sekadar duduk dengan damai. Jika ada furnitur dengan bagian tajam, tutup ujungnya dengan pelindung khusus.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Rumah untuk Lansia
1. Apa itu rumah ramah lansia?
Jawaban: Rumah ramah lansia adalah hunian yang dirancang khusus untuk mendukung kehidupan orang lanjut usia secara aman, mandiri, dan nyaman, dengan mempertimbangkan keterbatasan mobilitas dan kebutuhan fisik mereka.
2. Mengapa rumah satu lantai ideal untuk lansia dengan diabetes?
Jawaban: Rumah satu lantai menghilangkan kebutuhan untuk naik turun tangga, secara signifikan mengurangi risiko jatuh yang diperparah oleh komplikasi diabetes seperti neuropati perifer, dan mempermudah mobilitas.
3. Fitur apa saja yang membuat kamar mandi aman bagi lansia?
Jawaban: Kamar mandi aman bagi lansia harus memiliki lantai anti-slip, pegangan tangan di dekat toilet dan shower, toilet duduk tinggi, walk-in shower atau shower tanpa ambang batas, serta pintu yang mudah dibuka tutup.
4. Bagaimana teknologi smart home dapat membantu lansia dengan diabetes?
Jawaban: Teknologi smart home menyediakan sensor gerak untuk keamanan, kontrol suhu otomatis, sistem keamanan terintegrasi, asisten virtual, dan tombol darurat untuk meningkatkan kemandirian dan keamanan lansia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6022981/original/009416200_1778914489-tropis_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5689733/original/068474900_1778565036-HL_keramik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480566/original/095160400_1769059565-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6021168/original/023499900_1778912772-ide_usaha_depan_rumah_dengan_bahan_dari_kebun_sendiri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3935835/original/014042800_1644993277-pexels-anel-rossouw-2558605.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566892/original/048677400_1777259803-Jenis_Pohon_Alpukat_Pendek_yang_Cocok_di_Halaman_Rumah_Sempit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4682809/original/097434700_1702351649-matthew-lakeland-b-AYmZeowJQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6018768/original/017190500_1778910621-angkringan_layar_tancep.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6017143/original/035152100_1778909050-usaha_depan_rumah7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6013065/original/098682000_1778905184-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6016324/original/079271800_1778908276-estetik_untik_konten_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4225411/original/037712400_1668396216-alora-griffiths-p22zBYW3gIo-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6013673/original/010745900_1778905856-dalam_rumah_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6013810/original/023807200_1778905936-Rumah_Desa_dengan_Pohon_Besar_di_Tengah_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6013351/original/049518600_1778905444-teknik_infus_nutrisi_untuk_pohon_buah_yang_sulit_berbuah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6011723/original/047006200_1778903935-oyong.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5931395/original/026583700_1778828940-kolam_bekicot.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5743798/original/095603500_1778642066-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5827901/original/099858900_1778730446-jajanan_depan_mushola.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5850141/original/069221200_1778751397-unnamed__23_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479596/original/071385300_1768982579-20260121AA_Indonesia_Masters_Jafar-Felisha-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476912/original/097996500_1768803121-tips_ternak_ikan_nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481351/original/076000500_1769089844-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481613/original/044013900_1769139803-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476315/original/009598000_1768727844-batik_wanita_untuk_lebaran_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475448/original/073386200_1768619576-desain_kandang_ayam_dari_kardus_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476747/original/053047400_1768797593-Model_Baju_Bridesmaid_Rok_dan_Atasan_Simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475034/original/036620700_1768548289-ide_kandang_ayam_murah_meriah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476535/original/064583000_1768789573-ChatGPT_Image_19_Jan_2026__09.25.34.png)