7 Cara Ternak Ikan Mujair di Kolam Terpal untuk Pemula, Modal Kecil Bisa Cuan

12 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Ternak ikan mujair di kolam terpal jadi salah satu pilihan usaha sampingan yang menarik buat pemula, terutama yang punya lahan terbatas dan modal pas-pasan. Ikan mujair adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mudah beradaptasi dan cepat berkembang biak, sehingga cocok dibudidayakan bahkan oleh yang baru pertama kali coba usaha perikanan.

Singkatnya, modal ternak ikan mujair di kolam terpal jauh lebih ringan dibanding kolam tanah atau beton, karena komponen utamanya cuma terpal, bibit, dan pakan. Dengan harga jual mujair konsumsi yang stabil di pasaran, potensi untungnya cukup menjanjikan untuk usaha rumahan.

Berikut Liputan6 ulas cara ternak ikan mujair di kolam terpal, mulai dari persiapan kolam sampai hitungan modal dan potensi untungnya.

1. Kenapa Kolam Terpal Pas buat Modal Kecil

Dibanding kolam tanah yang butuh lahan luas atau kolam beton yang butuh biaya konstruksi tinggi, kolam terpal jauh lebih hemat karena cukup pakai rangka kayu atau bambu yang dilapisi terpal plastik. Ukurannya juga fleksibel, bisa disesuaikan dengan luas lahan yang ada di rumah.

Selain murah, kolam terpal juga gampang dibersihkan dan dipindah kalau perlu. Kombinasi modal kecil dan perawatan yang tidak ribet inilah yang bikin kolam terpal jadi pilihan favorit pemula yang baru mau coba budidaya ikan mujair.

2. Siapkan Kolam Terpal dengan Tepat

Pilih terpal berbahan tebal dan kokoh supaya tidak gampang bocor, lalu bentuk kolam persegi panjang dengan rangka kayu atau besi yang kuat agar tidak roboh. Setelah kolam jadi, keringkan dulu selama 2-3 minggu, kemudian taburi kapur dolomit untuk menyeimbangkan pH air dan diamkan lagi selama 4-5 hari.

Setelah proses pengapuran selesai, isi kolam dengan air bersih hingga sekitar tiga perempat dari tinggi kolam. Jangan langsung tebar bibit begitu air terisi — beri jeda beberapa hari supaya kondisi air lebih stabil dan tidak mengagetkan ikan.

3. Pilih dan Tebar Benih Sesuai Kepadatan

Untuk kolam berukuran 50x50x100 cm, kepadatan ideal penebaran benih adalah 400-500 ekor. Harga bibit mujair ukuran konsumsi di pasaran berkisar Rp2.000-3.000 per ekor untuk pembelian grosir, meski harganya bisa berbeda tergantung ukuran benih dan penjual.

Tebar benih sebaiknya dilakukan pada sore hari supaya ikan tidak stres karena suhu air yang masih tinggi di siang hari. Di beberapa hari pertama, wajar kalau ada 3-4 ekor yang mati; tapi kalau jumlahnya lebih banyak dari itu, sebaiknya segera dicek kondisi air dan kepadatan kolamnya.

4. Atur Pakan Supaya Hemat tapi Tetap Optimal

Pakan utama mujair berupa pelet dengan kandungan protein sekitar 28%, lemak 30%, dan karbohidrat 15%, diberikan 2-3 kali sehari di pagi, siang, dan sore. Supaya biaya pakan tidak membengkak, pelet bisa dikombinasikan dengan pakan alami seperti cacing tanah, lumut, daun kangkung, atau ulat sutra.

Kombinasi pakan pelet dan pakan alami ini jadi salah satu cara paling efektif menekan biaya operasional harian, mengingat pakan biasanya jadi komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan.

5. Jaga Kualitas Air Tanpa Perlu Sering Kuras Total

Salah satu kesalahan pemula adalah terlalu sering ganti air secara total, padahal itu justru bikin ikan stres. Cukup ganti sebagian air, sekitar 20-30%, setiap 2-3 hari sekali, lalu bersihkan sisa pakan dan kotoran di dasar kolam secara rutin.

Letakkan kolam di lokasi yang dapat sinar matahari cukup, tapi tidak langsung terpapar sepanjang hari, karena sinar berlebih bisa memicu pertumbuhan lumut yang tidak terkendali. Kincir air sederhana juga bisa ditambahkan untuk menjaga kadar oksigen tetap stabil.

6. Hitung Modal Awal dan Potensi Untungnya

Salah satu daya tarik ternak mujair di kolam terpal adalah komponen modalnya yang sederhana. Berikut gambaran umum komponen biayanya:

Komponen Modal Kisaran Biaya Catatan
Terpal + rangka kolam Bervariasi sesuai ukuran & bahan Investasi awal, bisa dipakai berkali-kali siklus panen
Bibit mujair konsumsi (400-500 ekor) ± Rp2.000-3.000/ekor (grosir) Harga tergantung ukuran benih & penjual
Pakan pelet + pakan alami Kebutuhan rutin harian Bisa ditekan dengan campuran pakan alami
Kapur dolomit & perlengkapan kecil Relatif murah Untuk persiapan dasar kolam

Di sisi pendapatan, ikan mujair konsumsi dijual dengan harga Rp24.000 hingga Rp30.000 per kilogram di pasaran. Karena komponen modalnya minim dan harga jualnya cukup stabil, ternak mujair kolam terpal jadi salah satu opsi usaha rumahan dengan potensi balik modal yang relatif cepat dibanding budidaya ikan air tawar berskala besar lainnya.

Perlu dicatat, perhitungan di atas adalah estimasi umum — hasil nyata bisa berbeda tergantung kondisi pasar, tingkat kematian ikan, dan cara pengelolaan kolam. Sebaiknya sesuaikan hitungan dengan kondisi lokasi masing-masing sebelum mulai usaha.

7. Panen dan Strategi Jual agar Untung Maksimal

Ikan mujair umumnya siap dipanen setelah sekitar 3 bulan pemeliharaan, dengan bobot panen berkisar 80-140 gram per ekor. Sebelum panen total, cek dulu ukuran ikan secara acak untuk memastikan sudah masuk ukuran konsumsi yang layak jual.

Untuk penjualan, mujair konsumsi bisa dipasarkan ke pasar tradisional, warung makan, atau langsung ke tetangga sekitar rumah. Menjual langsung ke konsumen akhir tanpa perantara biasanya membantu menjaga margin untung tetap maksimal.

Pertanyaan Seputar Cara Ternak Mujair di Kolam Terpal

1. Berapa ukuran kolam terpal yang cocok untuk ternak mujair pemula? Pemula bisa menggunakan kolam terpal berukuran sekitar 2 × 3 meter. Ukuran tersebut relatif mudah dikelola dan tidak membutuhkan lahan terlalu luas. Jumlah ikan sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas air dan kemampuan menjaga kualitas air agar mujair tetap sehat.

2. Berapa lama ikan mujair bisa dipanen? Waktu panen mujair bergantung pada ukuran benih, kualitas pakan, kepadatan ikan, dan kondisi air. Dengan perawatan yang baik, mujair umumnya dapat dipanen setelah beberapa bulan pemeliharaan ketika sudah mencapai ukuran konsumsi.

3. Bagaimana cara menghemat biaya pakan saat ternak mujair di kolam terpal? Pakan dapat dibuat lebih efisien dengan memberikan pakan sesuai kebutuhan dan jadwal yang teratur agar tidak banyak tersisa di kolam. Pembudidaya juga bisa memanfaatkan pakan tambahan yang aman dan sesuai untuk ikan, tetapi tetap perlu memastikan kebutuhan nutrisi utama mujair terpenuhi.  

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |