7 Cara Mengolah Bekas Ampas Teh jadi Pupuk Tanaman Rumahan

3 days ago 5
  • Apakah ampas teh aman untuk semua jenis tanaman?
  • Berapa kali ampas teh boleh diberikan ke tanaman?
  • Apakah ampas teh harus selalu dikeringkan terlebih dahulu?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Ampas teh selama ini lebih sering dianggap limbah dapur yang tak bernilai, padahal sisa seduhan tersebut menyimpan unsur hara penting yang dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman rumahan secara alami.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap berkebun di rumah dan penggunaan pupuk ramah lingkungan, ampas teh justru menjadi solusi sederhana yang jarang dimaksimalkan karena kurangnya pemahaman mengenai cara pengolahannya.

Jika diolah dengan langkah yang tepat dan berurutan, ampas teh tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi sumber nutrisi tanaman yang bekerja perlahan dan berkelanjutan.

Lalu bagaimana cara mengolah bekas ampas teh menjadi pupuk tanaman rumah? berikut selengkapnya:

1. Mengeringkan Ampas Teh untuk Menurunkan Keasaman Tanah

Langkah awal yang paling penting dalam mengolah ampas teh menjadi pupuk rumahan adalah mengeringkannya terlebih dahulu agar kadar keasaman berkurang dan aman bagi akar tanaman.

Ampas teh yang masih basah cenderung bersifat asam dan berisiko memicu pembusukan serta pertumbuhan jamur jika langsung diaplikasikan ke media tanam.

Proses pengeringan dapat dilakukan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari atau mengangin-anginkannya hingga tekstur ampas benar-benar kering dan tidak menggumpal.

2. Menaburkan Ampas Teh Kering sebagai Mulsa Alami

Setelah ampas teh kering sempurna, langkah berikutnya adalah menaburkannya langsung di permukaan tanah sebagai mulsa alami di sekitar pangkal tanaman.

Lapisan tipis ampas teh membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus memperlambat penguapan air, sehingga tanaman tetap mendapatkan kondisi media tanam yang stabil.

Penggunaan metode mulsa ini memungkinkan nutrisi dari ampas teh dilepaskan secara perlahan ke dalam tanah tanpa risiko merusak sistem perakaran.

3. Mencampurkan Ampas Teh ke Media Tanam Pot

Ampas teh yang telah dikeringkan juga dapat dimanfaatkan dengan cara dicampurkan langsung ke dalam media tanam sebelum digunakan kembali ke pot tanaman.

Proses pencampuran dilakukan dengan mengaduk ampas teh kering bersama tanah, kompos, atau sekam agar distribusi unsur hara lebih merata.

Metode ini membantu memperkaya kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium di dalam media tanam sekaligus memperbaiki tekstur tanah agar lebih gembur.

4. Mengolah Ampas Teh Menjadi Kompos Tambahan

Ampas teh dapat dimasukkan ke dalam tumpukan kompos sebagai bahan organik tambahan yang mempercepat proses penguraian.

Kandungan nitrogen pada ampas teh berperan penting dalam mendukung aktivitas mikroorganisme yang membantu proses dekomposisi bahan kompos lainnya.

Penggunaan ampas teh dalam kompos sebaiknya tetap dikombinasikan dengan bahan cokelat seperti daun kering agar keseimbangan unsur tetap terjaga.

5. Membuat Air Rendaman Ampas Teh sebagai Pupuk Cair

Selain digunakan dalam bentuk padat, ampas teh juga dapat diolah menjadi pupuk cair dengan cara merendamnya dalam air bersih.

Air rendaman ini kemudian disaring dan diencerkan kembali sebelum disiramkan ke media tanam agar tidak terlalu asam bagi tanaman.

Pupuk cair dari ampas teh cocok digunakan sebagai nutrisi tambahan dengan frekuensi terbatas agar tanaman tidak mengalami stres akibat perubahan pH tanah.

6. Memastikan Kantong Teh Aman Terurai di Tanah

Penggunaan ampas teh celup perlu memperhatikan jenis kantong yang digunakan karena tidak semua bahan aman untuk terurai di dalam tanah.

Kantong teh berbahan kertas, sutra, atau muslin lebih aman digunakan karena dapat terurai secara alami tanpa meninggalkan residu plastik.

Jika ragu terhadap bahan kantong teh, ampasnya sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk.

7. Menyesuaikan Dosis Ampas Teh agar Akar Tetap Sehat

Penggunaan ampas teh sebagai pupuk alami tetap memerlukan takaran yang tepat agar tidak mengganggu keseimbangan unsur hara tanah.

Aplikasi yang berlebihan berisiko meningkatkan keasaman media tanam sehingga dapat menghambat penyerapan nutrisi oleh akar.

Dengan penggunaan secukupnya dan bertahap, ampas teh dapat membantu menyuburkan tanaman tanpa efek samping jangka panjang.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah ampas teh aman untuk semua jenis tanaman?

Ampas teh relatif aman untuk tanaman hias dan tanaman daun, namun penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman.

2. Berapa kali ampas teh boleh diberikan ke tanaman?

Ampas teh sebaiknya digunakan satu hingga dua kali dalam sebulan agar pH tanah tetap stabil.

3. Apakah ampas teh harus selalu dikeringkan terlebih dahulu?

Pengeringan sangat disarankan untuk mengurangi keasaman dan mencegah pembusukan di media tanam.

4. Tanaman apa yang paling cocok diberi pupuk ampas teh?

Tanaman hias daun seperti aglonema, monstera, dan sirih gading cenderung merespons baik pupuk dari ampas teh.

5. Apakah ampas teh bisa menggantikan pupuk kimia sepenuhnya?

Ampas teh dapat menjadi pupuk tambahan alami, namun belum sepenuhnya menggantikan kebutuhan nutrisi tertentu dari pupuk lain.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |