Liputan6.com, Jakarta - Konsep slow living semakin diminati di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, menawarkan jeda untuk menikmati momen dan hidup lebih mindful. Filosofi ini mengajak individu untuk melambat, menghargai kualitas daripada kuantitas, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental dan fisik. Menerapkan gaya hidup ini tidak harus dimulai dengan renovasi besar atau biaya mahal.
Banyak orang beranggapan bahwa untuk mengadopsi slow living, diperlukan perubahan drastis pada struktur rumah, seperti membongkar dinding atau membangun ulang. Padahal, esensi dari slow living lebih terletak pada penataan ruang, kebiasaan, dan pola pikir penghuninya. Rumah sederhana sekalipun dapat diubah menjadi oase ketenangan dan produktivitas tanpa memerlukan intervensi struktural yang rumit. Melansir dari berbagai sumber, Senin (19/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Decluttering dan Minimalisme
Langkah awal dalam mengadopsi konsep slow living di rumah sederhana adalah melalui proses decluttering dan penerapan prinsip minimalisme. Decluttering didefinisikan sebagai tindakan menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan atau diinginkan dari suatu ruangan. Tujuan utamanya bukan hanya merapikan, melainkan juga mengurangi kekacauan visual dan mental, memungkinkan penghuni fokus pada hal-hal esensial.
Untuk memulai, disarankan untuk tidak langsung membersihkan seluruh rumah. Pendekatan yang lebih efektif adalah memulai dari area kecil, seperti satu laci, rak, atau sudut ruangan, agar terasa tidak membebani dan lebih mudah dikelola. Saat memilah barang, penting untuk bertanya apakah barang tersebut masih digunakan, membawa kebahagiaan, atau memiliki tujuan jelas di rumah Anda. Barang yang tidak memenuhi kriteria ini sebaiknya disumbangkan, dijual, atau dibuang.
Setelah proses decluttering selesai, investasikan pada solusi penyimpanan yang efisien dan cerdas. Penggunaan rak dinding, kotak penyimpanan multifungsi, atau furnitur dengan penyimpanan tersembunyi dapat membantu menjaga kerapian tanpa perlu membongkar dinding. Selain itu, prinsip minimalisme dalam slow living juga menekankan konsumsi yang lebih sadar, yaitu mempertimbangkan kebutuhan nyata sebelum membeli barang baru untuk mencegah penumpukan kembali.
2. Menciptakan Sudut Nyaman (Cozy Nook) untuk Relaksasi
Menciptakan sudut nyaman atau cozy nook merupakan cara efektif untuk menghadirkan esensi slow living di rumah sederhana tanpa perlu renovasi besar. Sudut ini berfungsi sebagai tempat pelarian pribadi, ideal untuk relaksasi dan refleksi. Area kecil ini dirancang khusus untuk membaca, menikmati waktu tenang, atau sekadar bersantai.
Pemilihan lokasi strategis menjadi kunci; carilah sudut yang tidak terpakai, dekat jendela untuk cahaya alami, atau bahkan di bawah tangga. Bahkan area kecil di kamar tidur atau ruang tamu dapat diubah menjadi nook yang fungsional. Setelah lokasi ditentukan, pilih furnitur yang mengundang kenyamanan, seperti kursi berlengan empuk, bean bag, atau bantal lantai besar, pastikan proporsional dengan ukuran sudut yang tersedia.
Pencahayaan hangat sangat penting untuk menciptakan suasana menenangkan; tambahkan lampu baca atau lampu lantai dengan dimmer, hindari pencahayaan yang terlalu terang atau dingin. Sentuhan tekstur lembut seperti selimut rajut, bantal dekoratif, dan karpet berbulu akan menambah kehangatan dan kenyamanan. Terakhir, personalisasi sudut tersebut dengan buku favorit, tanaman kecil, atau karya seni yang menenangkan, menjadikannya tempat yang benar-benar Anda nikmati.
3. Membawa Alam ke Dalam Ruangan Melalui Tanaman Hias
Mengintegrasikan tanaman hias ke dalam rumah adalah metode sederhana namun sangat efektif untuk menerapkan konsep slow living. Tanaman tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga signifikan dalam meningkatkan kualitas udara dan memberikan efek menenangkan. Beberapa tanaman hias seperti lidah mertua, sirih gading, dan lili paris dikenal mampu menyaring racun dari udara, menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Warna hijau alami dari tanaman memberikan ketenangan visual dan mental, membantu mengurangi stres serta menciptakan suasana damai di rumah. Untuk rumah sederhana, disarankan memilih tanaman yang perawatannya tidak rumit dan dapat tumbuh baik di dalam ruangan dengan cahaya terbatas, seperti ZZ Plant atau Monstera deliciosa.
Penempatan tanaman juga strategis; letakkan di area yang sering Anda gunakan, seperti ruang tamu, dapur, atau kamar tidur. Manfaatkan rak dinding, gantungan tanaman, atau pot di lantai untuk menambah sentuhan hijau tanpa perlu membongkar dinding. Merawat tanaman juga dapat menjadi ritual slow living yang menenangkan, di mana aktivitas menyiram atau membersihkan daun dapat menjadi momen meditasi singkat.
4. Konsumsi Sadar dan Pilihan Berkelanjutan
Konsep slow living tidak hanya terbatas pada estetika rumah, tetapi juga meluas ke cara kita mengonsumsi dan membuat pilihan yang lebih berkelanjutan. Konsumsi sadar adalah pendekatan disengaja untuk membeli dan menggunakan barang, mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan pribadi dari pilihan tersebut. Ini berarti memilih barang yang tahan lama, etis, dan ramah lingkungan.
Dalam penerapannya di rumah, prioritaskan kualitas daripada kuantitas. Daripada membeli banyak barang murah yang cepat rusak, lebih baik berinvestasi pada beberapa barang berkualitas tinggi yang akan bertahan lama. Pendekatan ini mengurangi limbah dan kebutuhan untuk sering mengganti barang. Saat membeli tekstil, furnitur kecil, atau dekorasi, pilih bahan alami seperti kayu, katun organik, linen, atau bambu, karena seringkali lebih tahan lama dan memiliki jejak karbon rendah.
Mendukung produk lokal dan etis juga merupakan bagian penting dari konsumsi sadar, karena tidak hanya mendukung komunitas tetapi juga memastikan barang diproduksi secara bertanggung jawab. Selain itu, praktikkan prinsip "perbaiki, gunakan kembali, daur ulang" sebelum membuang barang yang rusak atau tidak terpakai. Di dapur, terapkan slow living dengan merencanakan makanan, membeli secukupnya, dan memanfaatkan sisa makanan, bahkan mengompos sisa organik sebagai langkah berkelanjutan.
5. Menetapkan Rutinitas dan Ritual Harian yang Menenangkan
Menerapkan slow living di rumah sederhana juga melibatkan pembentukan rutinitas dan ritual harian yang disengaja. Praktik ini membantu menciptakan rasa ketenangan, struktur, dan tujuan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa perlu mengubah struktur fisik rumah. Rutinitas dan ritual adalah praktik disengaja yang membantu kita memperlambat, hadir, dan menemukan makna dalam aktivitas sehari-hari.
Mulailah hari dengan ritual pagi yang tenang; alih-alih langsung memeriksa ponsel, lakukan meditasi singkat, membaca buku, atau menikmati secangkir teh di sudut nyaman Anda. Jadikan waktu makan sebagai ritual slow living dengan mematikan perangkat elektronik, fokus pada makanan, dan manfaatkan waktu untuk terhubung dengan keluarga. Bahkan pekerjaan rumah dapat diubah menjadi ritual menenangkan, misalnya dengan menyalakan lilin aromaterapi atau mendengarkan musik saat membersihkan.
Sisihkan waktu setiap hari atau minggu untuk hobi yang Anda nikmati, seperti membaca, menulis, atau berkebun, sebagai cara mengisi ulang energi dan mengekspresikan diri. Terakhir, ciptakan ritual malam yang menenangkan untuk mempersiapkan tidur berkualitas, seperti mandi air hangat, membaca buku fisik, atau melakukan peregangan ringan, serta hindari layar gadget setidaknya satu jam sebelum tidur.
6. Pengalaman Sensorik: Pencahayaan, Aroma, dan Tekstur
Meningkatkan pengalaman sensorik di rumah adalah cara kuat untuk menerapkan slow living tanpa perlu membongkar dinding. Dengan memperhatikan pencahayaan, aroma, dan tekstur, Anda dapat menciptakan suasana menenangkan dan mengundang. Pengalaman sensorik di rumah merujuk pada bagaimana indra kita berinteraksi dengan lingkungan, memengaruhi suasana hati dan kesejahteraan.
Manfaatkan cahaya alami semaksimal mungkin di siang hari. Pada malam hari, gunakan pencahayaan berlapis dengan kombinasi lampu meja, lampu lantai, dan lilin untuk menciptakan suasana hangat dan intim, bukan hanya satu sumber cahaya terang. Pilih bohlam dengan suhu warna hangat (sekitar 2700K-3000K) untuk efek yang lebih menenangkan. Untuk aroma, gunakan diffuser dengan minyak esensial seperti lavender atau sandalwood, atau lilin aromaterapi, hindari pengharum ruangan sintetis yang terlalu kuat.
Perkenalkan berbagai tekstur lembut dan alami melalui bantal, selimut, karpet, dan gorden. Bahan seperti wol, katun, linen, dan beludru menambah kedalaman visual dan kenyamanan sentuhan. Tekstur kayu alami pada furnitur juga dapat menambah kehangatan. Selain itu, perhatikan elemen suara; putar musik instrumental menenangkan, suara alam, atau nikmati keheningan untuk mengurangi kebisingan. Pajang karya seni, foto, atau benda dekoratif yang memiliki makna pribadi untuk membuat rumah terasa lebih otentik.
7. Zona Bebas Digital dan Koneksi Ulang
Menerapkan slow living di rumah sederhana juga berarti secara sadar menciptakan zona bebas digital dan mendorong koneksi ulang dengan diri sendiri serta orang lain. Ini tidak memerlukan pembongkaran dinding, melainkan perubahan kebiasaan dan penataan ruang. Zona bebas digital adalah area di rumah di mana penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel dan televisi dibatasi atau dilarang sama sekali.
Pilih satu atau lebih area di rumah Anda untuk menjadi zona bebas digital, seperti kamar tidur atau ruang makan, dan komunikasikan aturan ini kepada semua penghuni. Pastikan semua perangkat elektronik disimpan di luar zona ini, misalnya meletakkan ponsel di ruang tamu saat Anda berada di kamar tidur, untuk mengurangi godaan.
Isi waktu di zona bebas digital dengan aktivitas yang mendorong slow living, seperti membaca buku fisik, menulis jurnal, atau bermain board game dengan keluarga. Selain zona fisik, tetapkan juga waktu bebas digital, misalnya satu jam sebelum tidur atau selama makan, untuk melatih otak melepaskan diri dari ketergantungan digital. Dengan mengurangi gangguan digital, Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk terhubung secara otentik dengan orang-orang di sekitar Anda, yang merupakan inti dari slow living.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menerapkan Konsep Slow Living di Rumah Sederhana Tanpa Bongkar Dinding
1. Apa itu konsep slow living dalam desain rumah?
Jawaban: Konsep slow living dalam desain rumah adalah pendekatan yang mengedepankan ketenangan, kesederhanaan, dan keseimbangan untuk menciptakan hunian yang mendukung kesehatan mental dan mengurangi stres, dengan fokus pada kualitas hidup dan relaksasi.
2. Bagaimana cara menerapkan minimalisme dalam desain rumah kecil konsep slow living?
Jawaban: Menerapkan minimalisme berarti mengurangi kekacauan dengan dekluttering, fokus pada kualitas barang daripada kuantitas, serta memilih furnitur esensial dan fungsional yang mendukung kerapian tanpa perlu renovasi besar.
3. Mengapa dekluttering menjadi langkah awal penting dalam slow living?
Jawaban: Dekluttering penting karena menghilangkan barang tidak perlu, mengurangi kekacauan visual dan mental, serta menciptakan ruang yang lebih tenang dan fungsional, yang merupakan fondasi untuk gaya hidup slow living.
4. Bagaimana cara menciptakan sudut nyaman (cozy nook) di rumah sederhana?
Jawaban: Ciptakan sudut nyaman dengan memilih lokasi strategis, menggunakan furnitur empuk yang proporsional, menambahkan pencahayaan hangat, tekstur lembut seperti selimut dan bantal, serta sentuhan personal seperti buku atau tanaman.
5. Apa manfaat membawa tanaman hias ke dalam ruangan untuk slow living?
Jawaban: Membawa tanaman hias bermanfaat karena meningkatkan kualitas udara, memberikan ketenangan visual, mengurangi stres, dan ritual perawatannya dapat menjadi momen meditasi singkat, mendukung suasana slow living.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477275/original/082821900_1768814680-Jenderal_Nasution_menerima_pataka_yang_dibawa_Pierre_Tendean__Wikimedia_Commons_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474712/original/007652600_1768531933-thlt-lcx-WshjU5cSNU8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470929/original/037705500_1768270638-gambar_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477304/original/090387100_1768815453-wsww.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791002/original/040193800_1711974703-significance-of-the-lord-jesus-appearance-to-thomas-cb9bdcafc8e2acaf5686ece3472cfede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477241/original/066608000_1768813249-Pohon_Kelengkeng_Dataran_Rendah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477197/original/036027500_1768811880-Sistem_Rak_Kawat_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4484593/original/019224800_1687936756-taya-dianna-vUm1axCwADI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477116/original/088071200_1768809389-kambing_etawa122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476859/original/081138100_1768800526-Ilustrasi_Bakwan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357212/original/000924300_1758522381-Gemini_Generated_Image_bslfndbslfndbslf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463856/original/086442200_1767672193-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477122/original/067736900_1768809627-Galon_untuk_Rumah_Kaca_Mini__Portable_Greenhouse___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477300/original/041442800_1768815360-Gemini_Generated_Image_3k1z8t3k1z8t3k1z_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477186/original/077202300_1768810922-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476939/original/032605500_1768803778-Ternak_Ikan_Lele_Bioflok_di_Ember__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465699/original/097720000_1767774335-unnamed-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473832/original/097649200_1768459306-Manfaatkan_Limbah_Dapur___Pertanian_sebagai_Pakan_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476920/original/065979900_1768803193-Tanaman_Vertikal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477008/original/022554900_1768806161-Jualan_smoothies__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)