7 Cara Menanam Terong agar Tidak Rontok Bunganya, Hasil Panen Melimpah

12 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bagi para petani maupun hobiis berkebun, melihat bunga terong yang rontok sebelum sempat menjadi buah adalah pemandangan yang seringkali mengecewakan. Fenomena ini tidak hanya mengurangi potensi panen, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang perawatan yang tepat. Padahal, dengan penanganan yang benar, masalah kerontokan bunga terong dapat diminimalisir secara signifikan.

Kerontokan bunga terong umumnya disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kekurangan nutrisi, kondisi lingkungan yang tidak ideal, hingga serangan hama penyakit. Memahami penyebab-penyebab ini menjadi langkah awal yang krusial dalam upaya pencegahan. Dengan begitu, tanaman terong dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah yang lebat.

Untuk membantu Anda mencapai hasil panen terong yang maksimal, tulisan di bawah ini merangkum 7 cara menanam terong agar tidak rontok bunganya. Panduan ini mencakup aspek-aspek penting dalam budidaya terong, mulai dari pemenuhan nutrisi hingga pengendalian hama, yang bisa Anda terapkan di kebun rumah maupun lahan yang lebih luas.

Berikut selengkapnya:

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Tanaman

Tanaman terong memerlukan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung fase pembungaan serta pembuahan yang optimal. Kekurangan nutrisi esensial, terutama kalium dan fosfor, merupakan pemicu utama kerontokan bunga terong. Nutrisi ini berperan penting dalam proses pembentukan bunga dan buah.

Pemberian pupuk NPK secara rutin sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan nutrisi pada tanaman terong. Selain makro, kekurangan unsur mikro seperti boron juga dapat menjadi penyebab bunga terong mudah rontok. Pastikan pemupukan dilakukan secara teratur, misalnya setiap dua hingga tiga minggu sekali, untuk memastikan ketersediaan hara.

Dengan nutrisi yang tercukupi, tanaman terong akan lebih kuat dan mampu mempertahankan bunganya hingga menjadi buah. Pemupukan yang tepat juga mendukung pertumbuhan vegetatif yang sehat, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada produktivitas tanaman secara keseluruhan.

Cukupi Kebutuhan Air dan Lakukan Penyiraman Rutin

Kekurangan pasokan air dapat menyebabkan tanaman terong mengalami stres, yang berujung pada kerontokan bunga. Terong membutuhkan kelembaban tanah yang konsisten untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Tanah yang terlalu kering akan menghambat penyerapan nutrisi dan mengganggu proses fisiologis tanaman.

Penyiraman yang rutin dan tepat setiap hari sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air tanaman terong. Pastikan tanah tetap lembap namun tidak becek, karena kelebihan air justru bisa merusak akar tanaman. Konsistensi dalam penyiraman akan menjaga hidrasi tanaman, membuat daun tidak mudah layu, dan bunga tidak mudah rontok.

Terutama saat musim kemarau, intensitas penyiraman mungkin perlu ditingkatkan untuk menghindari kekeringan. Penggunaan sistem irigasi yang baik juga dapat membantu menjaga kelembaban tanah secara efektif, memastikan setiap tanaman mendapatkan air yang cukup tanpa pemborosan.

Jaga Kelembaban dan Suhu yang Stabil

Bunga terong sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu yang ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, yang dapat memicu kerontokan. Kelembaban udara yang tidak stabil juga turut memengaruhi kondisi bunga. Perubahan cuaca ekstrem dapat menyebabkan stres lingkungan pada tanaman, sehingga lebih rentan mengalami kegagalan berbunga.

Untuk mengatasi hal ini, pastikan tanaman terong ditanam di lokasi yang terlindung dari angin kencang atau kondisi cuaca ekstrem. Perlindungan fisik dapat membantu menjaga stabilitas suhu dan kelembaban di sekitar tanaman. Hal ini krusial agar bunga terong dapat berkembang sempurna tanpa gangguan eksternal.

Penggunaan penutup tanaman atau layar pelindung bisa menjadi solusi efektif, terutama saat cuaca sangat panas atau terjadi hujan lebat. Lingkungan yang lebih stabil akan mengurangi tingkat stres pada tanaman, sehingga bunga terong memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan menjadi buah.

Kendalikan Hama dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerontokan bunga terong. Hama seperti kutu putih, ulat, dan semut dapat merusak tangkai bunga secara langsung, sementara penyakit dapat melemahkan kondisi tanaman secara keseluruhan. Kerusakan ini mengganggu proses pembentukan buah.

Lakukan pemeriksaan rutin pada tanaman terong untuk mendeteksi keberadaan hama atau gejala penyakit sejak dini. Identifikasi cepat memungkinkan penanganan yang lebih efektif sebelum serangan meluas dan menyebabkan kerusakan parah. Pencegahan adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan tanaman.

Untuk mengendalikan hama dan penyakit, Anda dapat menyemprotkan pestisida alami atau nabati. Pendekatan ini lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan, sekaligus efektif mencegah serangan. Perawatan rutin termasuk pembersihan gulma juga penting untuk menjaga kebersihan area tanam.

Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari yang Cukup

Intensitas sinar matahari memegang peranan krusial dalam proses pembungaan dan penyerbukan beberapa jenis tanaman, termasuk terong. Ketersediaan sinar matahari yang cukup sangat penting untuk mendukung fotosintesis, yaitu proses tanaman mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Fotosintesis yang optimal memastikan tanaman memiliki energi yang cukup untuk membentuk bunga dan buah.

Oleh karena itu, pemilihan lokasi penanaman yang terkena sinar matahari langsung minimal 6-8 jam per hari sangat dianjurkan. Lokasi yang teduh atau kurang cahaya akan menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi produktivitas bunga. Sinar matahari yang memadai juga membantu mengurangi persentase gugurnya bunga.

Dengan paparan sinar matahari yang ideal, tanaman terong akan lebih sehat dan memiliki kemampuan lebih baik untuk mempertahankan bunganya. Penempatan yang tepat akan memaksimalkan potensi pembungaan dan pembuahan, sehingga Anda bisa mendapatkan panen yang melimpah.

Berikan Fitohormon (Hormon Tumbuh)

Tanaman terong yang mengalami kekurangan unsur fitohormon, seperti sitokinin dan giberelin, dapat memengaruhi pembentukan bunga dan buah. Kondisi ini membuat tanaman menjadi lebih mudah rontok atau rapuh, sehingga mengurangi potensi hasil panen. Fitohormon berperan vital dalam regulasi pertumbuhan tanaman.

Untuk mengatasi masalah ini, penambahan senyawa fitohormon eksternal dapat menjadi solusi efektif. Misalnya, aplikasi giberelin (GA3) diketahui dapat membantu merangsang pembentukan bunga dan buah, serta memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah rontok. Penggunaan hormon tumbuh harus sesuai dosis anjuran.

Pemberian fitohormon yang tepat waktu dan dosis akan mendukung perkembangan generatif tanaman terong. Hal ini membantu memastikan bahwa bunga yang terbentuk dapat bertahan hingga proses pembuahan dan pembentukan buah berhasil, sehingga memaksimalkan potensi panen.

Jaga Stabilitas pH Tanah

Kondisi pH tanah yang tidak stabil, terutama jika terlalu asam, dapat menjadi penyebab bunga terong rontok. Tanaman terong sangat sensitif terhadap pH tanah yang tidak sesuai, yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting dari tanah. pH tanah yang ideal sangat krusial untuk kesehatan akar dan ketersediaan hara.

Untuk menjaga stabilitas pH tanah, terutama jika Anda menanam terong di polybag atau pot, disarankan untuk mencampurkan kapur dolomit. Kapur dolomit berfungsi sebagai penetral keasaman tanah, membantu menaikkan pH ke tingkat yang lebih sesuai untuk pertumbuhan terong. Penyesuaian pH tanah harus dilakukan secara hati-hati.

Dengan pH tanah yang stabil dan optimal, tanaman terong dapat menyerap nutrisi dengan lebih efisien, sehingga mengurangi risiko kerontokan bunga. Tanah yang sehat adalah fondasi bagi tanaman terong yang produktif dan berbuah lebat.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa bunga terong rontok sebelum menjadi buah?

Bunga terong rontok umumnya disebabkan oleh kekurangan nutrisi, terutama fosfor dan kalium, stres air akibat kekeringan atau kelebihan air, serta perubahan suhu yang ekstrem. Serangan hama dan penyakit juga dapat merusak tangkai bunga sehingga gagal berkembang menjadi buah.

2. Apakah kurang air bisa menyebabkan bunga terong gugur?

Ya, kekurangan air dapat menyebabkan tanaman terong mengalami stres fisiologis. Kondisi ini mengganggu penyerapan nutrisi dan proses metabolisme tanaman, sehingga bunga menjadi lemah dan mudah rontok sebelum terjadi pembuahan.

3. Pupuk apa yang efektif agar bunga terong tidak rontok?

Pupuk NPK dengan kandungan fosfor dan kalium yang cukup sangat efektif untuk mencegah kerontokan bunga terong. Selain itu, penambahan unsur mikro seperti boron dan kalsium membantu memperkuat bunga dan mendukung proses pembentukan buah.

4. Apakah suhu dan cuaca memengaruhi kerontokan bunga terong?

Suhu yang terlalu panas, dingin, atau perubahan cuaca yang ekstrem dapat menyebabkan stres lingkungan pada tanaman terong. Kondisi ini membuat bunga sulit bertahan, sehingga mudah gugur. Stabilitas suhu dan kelembaban sangat penting dalam fase pembungaan.

5. Bagaimana cara mencegah bunga terong rontok secara alami?

Pencegahan alami dapat dilakukan dengan menjaga kelembaban tanah, pemupukan seimbang, pengendalian hama secara organik, serta memastikan tanaman mendapat sinar matahari cukup. Penggunaan pestisida nabati dan kompos organik juga membantu menjaga kesehatan tanaman secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |