7 Cara Membuat Tanaman Buah Dalam Pot Tidak Cepat Kekurangan Air, Tabulampot Makin Subur

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah dalam pot atau tabulampot memerlukan keseimbangan media tanam antara aerasi dan kemampuan menahan air, seperti yang diuraikan dalam buku Tabulampot: Berkebun Buah di Lahan Terbatas (IPB Digitani, 2025). Di iklim tropis Indonesia, penguapan air yang tinggi pada pot plastik atau semen menuntut strategi khusus agar tanaman tidak cepat mengalami dehidrasi.

Melansir dari West Virginia University Extension dalam artikel panduan berkebun wadah, tanaman yang tumbuh di dalam wadah atau pot cenderung menguapkan air jauh lebih cepat dibandingkan dengan tanaman yang ditanam langsung di lahan terbuka.

Menjaga kelembapan tanah di dalam pot memerlukan kombinasi yang tepat antara pemilihan jenis wadah, pencampuran media tanam, hingga rekayasa pelindung penguapan. Berikut adalah cara membuat tanaman buah dalam pot tidak cepat kekurangan air dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber Jumat (18/9/2026).

1. Mencampurkan Serat Kelapa dan Kompos Organik

Media tanam berupa tanah murni cenderung cepat padat dan keras, sehingga air tidak terserap dengan baik. Dengan menambahkan serat kelapa (cocopeat) serta kompos ke dalam tanah dengan perbandingan seimbang, kemampuan media dalam mengikat air akan meningkat drastis.

Serat kelapa bertindak layaknya spons alami yang menyimpan cadangan air di area perakaran dan melepaskannya perlahan saat tanah mulai kering.

2. Memanfaatkan Hidrogel atau Polimer Penyerap Air

Teknologi hidrogel kini banyak digunakan dalam dunia perkebunan modern untuk mengatasi masalah kekeringan wadah. Kristal polimer ini dicampurkan ke dalam media tanam sebelum bibit buah dimasukkan.

Saat disiram, hidrogel akan membengkak karena menyerap air dalam jumlah besar, lalu menyuplai kelembapan tersebut ke akar tanaman secara berkala selama berhari-hari sehingga frekuensi penyiraman bisa dikurangi.

3. Menambahkan Lapisan Mulsa Organik di Atas Pot

Penguapan air terbesar pada tanaman pot terjadi melalui permukaan tanah yang terpapar sinar matahari langsung secara terus-menerus. Untuk mengatasinya, Anda bisa menutup permukaan pot menggunakan bahan mulsa alami seperti:

  • Jerami padi kering yang dipotong pendek.
  • Pecahan sabut kelapa tua (coconut fiber).
  • Serutan kayu halus bebas zat kimia.

Lapisan pelindung ini menjaga suhu tanah tetap sejuk dan menahan laju penguapan air dari permukaan pot secara signifikan.

4. Menerapkan Metode Pot Ganda (Double Potting)

Metode pot ganda dilakukan dengan cara memasukkan pot tanaman buah ke dalam pot lain yang berukuran lebih besar. Celah kosong di antara kedua pot tersebut kemudian diisi dengan lumut (moss), serbuk gergaji, atau tanah lembap.

Lapisan luar ini berfungsi sebagai penahan panas matahari, sehingga dinding pot bagian dalam tidak cepat panas dan air di dalamnya tidak mudah menguap.

5. Menggunakan Sistem Irigasi Tetes Botol Bekas

Sistem pengairan otomatis tidak selalu membutuhkan biaya mahal karena Anda bisa membuatnya sendiri menggunakan botol plastik bekas.

Lubangi bagian tutup atau bawah botol dengan jarum kecil, isi penuh dengan air, lalu tanam atau gantungkan di atas pot dengan posisi lubang menghadap ke tanah.

Air akan menetes sangat lambat langsung menuju zona perakaran, memastikan tanah tetap lembap sepanjang hari tanpa risiko becek.

6. Memilih Pot Plastik atau Keramik Berglazir

Jenis material wadah sangat memengaruhi kecepatan hilangnya air dari media tanam. Pot tanah liat biasa memiliki pori-pori besar yang membuat air cepat merembes keluar dari dinding pot.

Untuk daerah beriklim panas, pot plastik tebal atau pot keramik berglazir jauh lebih direkomendasikan karena dindingnya yang rapat mampu mengunci kelembapan di dalam tanah lebih lama.

7. Memberikan Naungan Paranet di Siang Hari

Meskipun tanaman buah membutuhkan sinar matahari penuh untuk proses fotosintesis, panas ekstrem pada siang hari dapat menguras air di dalam pot dengan sangat cepat.

Pemasangan jaring paranet dengan tingkat kerapatan 50-60% di atas area tabulampot dapat membantu menyaring terik matahari tanpa menghalangi cahaya yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur.

Informasi Penting Mengenai Drainase Pot

Berikut adalah rangkuman mengenai informasi penting seputar sistem pembuangan air (drainase) pada pot tanaman buah agar kelembapannya tetap seimbang dan tidak memicu pembusukan akar:

Aspek Drainase Pot Kondisi yang Tepat Dampak Jika Salah Pengaturan
Lubang Dasar Pot Wajib berjumlah 3–5 lubang berukuran jari kelingking agar sisa air siraman bisa mengalir lancar keluar. Air akan menggenang di dasar pot, memicu pembusukan akar (root rot), dan membuat daun menguning lalu rontok.
Lapisan Ganjal Dasar Diisi pecahan genteng, arang, atau batu kerikil setebal 2–3 cm sebelum memasukkan tanah agar lubang tidak tersumbat. Tanah langsung menutupi lubang pot, membuat saluran pembuangan mampet, dan media tanam menjadi terlalu berlumpur.
Tekstur Media Tanam Harus bersifat porous (gembur) dengan campuran pasir malang atau sekam bakar agar air mengalir dalam hitungan detik. Tanah menjadi padat keras seperti semen, menahan air terlalu lama di bagian atas, namun bagian dalam akar justru kering.
Penggunaan Tatakan Pot Wadah alas pot harus rutin dikosongkan setelah penyiraman selesai atau diberi ganjalan batu kecil di dalamnya. Air bekas siraman akan tergenang di tatakan dan terserap kembali secara terus-menerus, membuat tanah di pot terlalu becek.
Indikator Kelembapan Tanah ideal terasa seperti spons basah yang sudah diperas (lembap saat disentuh tetapi tidak meninggalkan genangan air). Tanah menjadi terlalu basah dan kehilangan rongga oksigen, sehingga akar tidak bisa bernapas dan tanaman mati layu.

Apakah Anda ingin ditunjukkan rekomendasi bahan ganjal dasar pot terbaik yang paling mudah ditemukan di sekitar rumah, atau butuh tips cara mengatasi lubang pot yang terlanjur tersumbat oleh tanah?

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kelembapan Tabulampot

Apa tanda utama tanaman buah dalam pot mulai kekurangan air?

Tanda awal yang paling mudah dikenali adalah daun-daun muda tampak terkulai atau layu pada sore hari dan tidak kembali segar di pagi hari berikutnya. Selain itu, tanah di permukaan pot akan terlihat memutih, retak, atau menyusut hingga menciptakan celah renggang antara tanah dan dinding pot, serta bobot pot akan terasa jauh lebih ringan saat diangkat.

Bolehkah menyiram tanaman buah di pot pada siang hari saat cuaca panas?

Menyiram tanaman pada siang hari bolong sangat tidak disarankan karena perbedaan suhu yang ekstrem antara air dingin dan tanah yang panas dapat membuat tanaman mengalami stres fisiologis berat. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pada pagi hari sebelum pukul 08.00 atau sore hari setelah pukul 16.00 agar air memiliki waktu untuk meresap sempurna ke dalam tanah sebelum terjadi penguapan tinggi akibat terik matahari.

Apakah pemberian pupuk boleh dilakukan saat media tanam pot sedang kering?

Pemberian pupuk sama sekali tidak boleh dilakukan ketika kondisi tanah sedang kering atau tanaman sedang layu akibat kekurangan air. Pupuk yang diberikan pada tanah kering akan meningkatkan konsentrasi garam di sekitar akar secara drastis, yang justru akan menyedot sisa air dari dalam akar tanaman dan menyebabkan akar terbakar hingga tanaman mati. Pastikan untuk menyiram tanaman hingga lembap terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan pupuk apa pun.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |