7 Cara Membersihkan Peralatan Dapur dari Plastik, Efektif Hilangkan Noda dan Bau

4 days ago 8
  • Mengapa peralatan plastik mudah menyerap bau makanan?
  • Apakah baking soda aman untuk semua jenis plastik?
  • Apakah cuka bisa merusak plastik?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Peralatan dapur berbahan plastik hampir selalu bersentuhan langsung dengan makanan berminyak, berwarna pekat, dan beraroma kuat, sehingga residu sisa makanan sangat mudah menempel dan meresap ke permukaan. Plastik memiliki struktur pori mikro yang membuatnya lebih rentan menyimpan bau dibanding bahan kaca atau logam. Jika tidak dibersihkan dengan teknik yang tepat, noda dan aroma tersebut akan semakin sulit dihilangkan seiring waktu.

Banyak orang mengira noda dan bau pada plastik muncul karena kualitas produk yang kurang baik, padahal masalah utamanya sering terletak pada proses pembersihan yang tidak menyeluruh. Penggunaan air dingin, spons kasar, atau pengeringan yang kurang sempurna dapat memperparah kondisi peralatan dapur plastik. Akibatnya, plastik menjadi kusam, berbau, dan kurang higienis untuk digunakan kembali.

Dengan menerapkan langkah pembersihan yang tepat secara bertahap dan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah, peralatan dapur plastik dapat kembali bersih, bebas bau, serta lebih awet digunakan dalam jangka panjang. Proses ini tidak hanya penting untuk estetika, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebersihan dan keamanan makanan.

1. Membersihkan Peralatan Plastik dengan Air Sabun Hangat Secara Rutin

Langkah paling dasar dalam membersihkan peralatan dapur plastik adalah mencucinya menggunakan air sabun hangat segera setelah selesai digunakan. Air hangat berfungsi melunakkan sisa makanan dan minyak yang masih menempel sehingga tidak mengering dan membentuk noda permanen. Proses ini juga membantu sabun bekerja lebih efektif dalam mengangkat kotoran.

Sabun cuci piring yang digunakan sebaiknya bersifat lembut agar tidak merusak permukaan plastik dan meninggalkan lapisan kusam. Penggunaan spons lembut sangat dianjurkan untuk mencegah goresan halus yang bisa menjadi tempat menumpuknya kotoran di kemudian hari. Bagian sudut dan lipatan perlu mendapat perhatian khusus karena sering menjadi titik berkumpulnya sisa makanan.

Setelah dicuci, peralatan plastik harus dibilas hingga benar-benar bersih untuk memastikan tidak ada residu sabun yang tertinggal. Pengeringan juga penting dilakukan secara menyeluruh agar kelembapan tidak memicu bau apek. Tahap sederhana ini menjadi fondasi utama agar noda dan bau tidak berkembang lebih parah.

2. Merendam Peralatan Plastik untuk Melonggarkan Minyak Membandel

Peralatan dapur plastik yang digunakan untuk menyimpan makanan berminyak atau bersaus kental sering kali membutuhkan perlakuan tambahan sebelum digosok. Perendaman menjadi langkah penting untuk melonggarkan lapisan minyak yang menempel kuat di permukaan plastik. Tanpa perendaman, proses menggosok justru berisiko merusak tekstur plastik.

Air hangat yang dicampur dengan deterjen lembut membantu memecah struktur minyak secara perlahan sehingga kotoran lebih mudah diangkat. Waktu perendaman dapat disesuaikan dengan tingkat kekotoran, namun umumnya cukup dilakukan selama beberapa menit hingga minyak mulai terlepas. Metode ini juga mengurangi kebutuhan tekanan saat menggosok.

Setelah direndam, proses pencucian menjadi jauh lebih ringan dan efisien. Permukaan plastik tetap terjaga karena tidak perlu digosok terlalu keras. Cara ini sangat efektif untuk mencegah noda membandel akibat minyak yang sering muncul pada wadah makanan.

3. Menghilangkan Noda Kunyit dan Warna Pekat dengan Baking Soda

Noda berwarna kuat seperti kunyit, kari, atau saus tomat sering meninggalkan bekas pada peralatan plastik yang sulit dihilangkan dengan sabun biasa. Baking soda dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembersih alami karena memiliki sifat abrasif ringan. Bahan ini mampu mengangkat noda tanpa merusak lapisan plastik.

Baking soda dicampur dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental, lalu dioleskan secara merata pada area bernoda. Pasta tersebut perlu didiamkan beberapa waktu agar dapat bekerja mengangkat pigmen warna yang menempel. Proses ini memungkinkan noda terurai secara bertahap.

Setelah didiamkan, noda dapat digosok perlahan menggunakan spons lembut hingga memudar. Pembilasan dilakukan hingga bersih untuk menghilangkan sisa baking soda. Jika dilakukan dengan benar, metode ini membantu mengembalikan warna plastik tanpa bau menyengat.

4. Menetralisir Bau dan Noda dengan Perendaman Cuka Putih

Cuka putih dikenal efektif untuk membersihkan peralatan dapur plastik karena mampu menetralisir bau sekaligus melarutkan residu makanan. Sifat asam pada cuka membantu menguraikan molekul penyebab bau yang terserap ke dalam plastik. Metode ini cocok digunakan untuk wadah yang sudah lama berbau.

Peralatan plastik direndam dalam campuran air dan cuka dengan perbandingan seimbang agar proses pembersihan berjalan optimal. Perendaman dapat dilakukan selama beberapa jam hingga bau berkurang secara signifikan. Proses ini bekerja tanpa merusak struktur plastik.

Setelah perendaman, peralatan perlu dicuci ulang dengan sabun agar aroma cuka tidak tertinggal. Pembilasan menyeluruh memastikan wadah aman digunakan kembali. Cara ini efektif untuk mengatasi bau amis dan apek yang sulit hilang.

5. Menghilangkan Bau Amis Menggunakan Lemon secara Alami

Bau amis dari ikan atau makanan laut sering menempel kuat pada peralatan plastik meskipun sudah dicuci. Lemon dapat digunakan sebagai solusi alami karena mengandung asam sitrat yang mampu mengurai bau dan noda ringan. Selain efektif, lemon juga meninggalkan aroma segar.

Potongan lemon dapat langsung digosokkan ke permukaan plastik atau digunakan dalam bentuk air perasan. Proses ini membantu membersihkan sisa aroma yang terserap di dalam pori plastik. Metode ini cocok digunakan sebagai tahap lanjutan setelah pencucian dasar.

Setelah digosok dengan lemon, peralatan dibilas menggunakan air bersih dan dikeringkan dengan baik. Hasilnya, bau amis berkurang secara signifikan tanpa bahan kimia tambahan. Cara ini aman dan ramah lingkungan untuk penggunaan sehari-hari.

6. Mengatasi Permukaan Plastik Keruh dengan Pasta Gigi

Permukaan plastik yang tampak keruh biasanya disebabkan oleh penumpukan residu minyak dan sisa sabun dalam jangka waktu lama. Kondisi ini membuat peralatan terlihat kusam dan kurang bersih meskipun sudah dicuci. Pasta gigi non-gel dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ini.

Pasta gigi mengandung partikel abrasif ringan yang membantu mengangkat lapisan kusam dari permukaan plastik. Penggunaan dilakukan dengan cara mengoleskan tipis lalu menggosok perlahan menggunakan spons lembut. Tekanan berlebihan sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan goresan.

Setelah digosok, peralatan dibilas hingga bersih dan dikeringkan. Metode ini membantu mengembalikan tampilan plastik agar terlihat lebih cerah dan terawat. Cara ini cocok digunakan secara berkala, bukan setiap hari.

7. Menetralisir Bau dengan Paparan Matahari atau Suhu Dingin

Setelah seluruh proses pembersihan dilakukan, tahap akhir yang sering diabaikan adalah penetralan bau menggunakan metode alami. Menjemur peralatan plastik di bawah sinar matahari membantu menguapkan sisa bau yang masih tertinggal. Panas matahari bekerja secara alami tanpa bahan tambahan.

Paparan sinar matahari juga membantu mengeringkan peralatan secara menyeluruh sehingga tidak ada kelembapan yang memicu bau apek. Namun, waktu penjemuran perlu diperhatikan agar plastik tidak terpapar panas berlebihan. Proses ini sebaiknya dilakukan secukupnya.

Sebagai alternatif, peralatan plastik dapat disimpan dalam freezer untuk membantu menetralisir bau yang membandel. Suhu dingin membantu menekan aroma yang terserap di dalam plastik. Metode ini efektif sebagai langkah tambahan sebelum peralatan digunakan kembali.

5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membersihkan Peralatan Plastik (People Also Ask)

1. Mengapa peralatan plastik mudah menyerap bau makanan?

Karena plastik memiliki pori mikro yang memungkinkan aroma dan minyak meresap jika tidak segera dibersihkan.

2. Apakah baking soda aman untuk semua jenis plastik?

Baking soda aman digunakan karena bersifat abrasif ringan dan tidak merusak permukaan plastik.

3. Apakah cuka bisa merusak plastik?

Cuka aman digunakan jika diencerkan dan tidak digunakan terlalu sering.

4. Bagaimana mencegah plastik cepat kusam dan berbau?

Segera cuci setelah digunakan, gunakan air hangat, dan keringkan dengan sempurna.

5. Kapan peralatan plastik sebaiknya diganti?

Jika sudah retak, berubah warna permanen, atau tetap berbau meski dibersihkan berulang kali.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |