:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329377/original/025129800_1787276759-722f8caa-874f-46fc-a841-0422d7fe4fe1.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Pohon kelengkeng termasuk salah satu tanaman buah tropis yang sensitif terhadap jumlah air yang diterima akarnya. Tanda pohon kelengkeng kelebihan air sering muncul lebih dulu di bagian daun sebelum kerusakan menyebar ke batang dan akar. Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena gejalanya mirip dengan tanaman yang justru kekurangan air.
Banyak pemilik kebun menambah frekuensi penyiraman begitu melihat daun kelengkeng layu, padahal akar justru sedang terendam air yang berlebih. Kesalahan diagnosis semacam ini memperparah kerusakan akar dan memperlambat proses pemulihan pohon. Akar yang kekurangan oksigen akibat tanah terlalu basah lambat laun kehilangan kemampuannya menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah.
Memahami tanda pohon kelengkeng kelebihan air sejak dini membantu pemilik kebun menghentikan penyiraman berlebih sebelum kerusakan akar meluas. Berikut ini adalah sejumlah gejala yang dapat diamati langsung seperti yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (21/8/2026).
Daun Menguning dan Layu Meski Tanah Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329378/original/029508100_1787276759-777e0827-dfe4-4f88-9305-58934b7ec73f.jpg)
Perbesar
Daun kelengkeng yang menguning padahal tanah di sekitarnya masih basah menjadi tanda paling awal dari kelebihan air. Akar yang terendam air dalam waktu lama kehilangan akses terhadap oksigen sehingga tidak mampu menyalurkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Akibatnya warna hijau daun memudar dan berubah kekuningan meski asupan air sebenarnya berlebih, bukan kurang.
Daun yang layu dalam kondisi tanah basah sebenarnya berbeda penyebabnya dengan layu akibat kekurangan air. Pada tanaman yang kelebihan air, daun tetap terkulai meski sudah disiram karena akar tidak lagi berfungsi menyerap cairan dengan baik. Kondisi ini sering membingungkan pemilik kebun sehingga penyiraman justru ditambah dan memperparah kerusakan pada sistem perakaran pohon.
Gejala ini umumnya muncul lebih dulu pada daun bagian bawah sebelum menyebar ke daun yang lebih muda di bagian atas pohon. Semakin lama akar terendam air, semakin cepat pula daun kehilangan warna hijaunya. Memeriksa kondisi tanah sebelum menyiram ulang membantu memastikan penyebab layu benar-benar berasal dari kelebihan air, bukan sebab lain.
Tanah di Sekitar Akar Tetap Basah Berhari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329379/original/034259500_1787276759-36f55753-cde9-4bd6-996e-04264d43c13a.jpg)
Perbesar
Tanah yang masih terasa basah beberapa hari setelah disiram menandakan drainase di sekitar akar kelengkeng sedang bermasalah dan perlu diperbaiki. Air yang tidak terserap dengan baik akan mengendap di zona perakaran dan membuat akar terus-menerus berada dalam kondisi lembap. Situasi ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai gangguan pada akar pohon.
Cara sederhana memeriksa kondisi ini adalah memasukkan jari ke dalam tanah sedalam beberapa sentimeter sebelum menyiram kembali pohon kelengkeng di kebun. Jika tanah masih terasa basah seperti spons, penyiraman sebaiknya ditunda hingga permukaan tanah benar-benar mengering. Pola ini berlaku baik untuk pohon kelengkeng yang ditanam langsung di tanah maupun dalam pot.
Tanah yang selalu basah juga mengurangi rongga udara di dalam struktur tanah sehingga oksigen sulit mencapai akar pohon kelengkeng. Media tanam yang padat dan minim drainase memperparah kondisi ini karena air cenderung tergenang alih-alih meresap ke lapisan bawah. Memperbaiki sistem drainase menjadi langkah penting sebelum kerusakan akar berlanjut lebih jauh.
Akar Membusuk dan Berbau Tidak Sedap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329380/original/038630700_1787276759-bfdf1b2d-2123-441d-bc12-053fd4c1d849.jpg)
Perbesar
Akar yang terendam air dalam waktu lama akan berubah warna menjadi cokelat kehitaman dan terasa lunak ketika disentuh. Kondisi ini dikenal sebagai busuk akar, muncul akibat jamur yang berkembang di tanah jenuh air dan minim oksigen. Menurut riset University of California Statewide IPM Program, tanaman buah dapat mengalami busuk akar apabila tanah di sekitarnya tetap basah dalam waktu lama.
Bau tidak sedap yang tercium saat menggali tanah di dekat pangkal batang menjadi tanda tambahan bahwa proses pembusukan akar sudah berlangsung. Akar yang sehat biasanya berwarna putih atau krem dan terasa kokoh, sementara akar yang membusuk mudah hancur saat dipegang. Semakin jauh pembusukan menyebar, semakin sulit pula pohon memulihkan diri.
Busuk akar sering kali baru terlihat setelah kerusakan di bawah tanah sudah cukup parah, sementara bagian atas pohon masih tampak hijau untuk sementara waktu sebelum akhirnya layu. Memeriksa kondisi akar secara berkala, terutama setelah musim hujan panjang, membantu mendeteksi masalah ini lebih awal sebelum menyebar ke seluruh sistem perakaran pohon kelengkeng.
Pertumbuhan Tunas Baru Terhenti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329381/original/043152500_1787276759-b3d8f478-a9dd-4306-95a8-1f9f4fc1738a.jpg)
Perbesar
Pohon kelengkeng yang sehat biasanya terus mengeluarkan tunas dan daun muda secara berkala sepanjang musim tanam yang berlangsung setiap tahun. Ketika akar terganggu akibat kelebihan air, energi dan nutrisi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan baru justru terhambat. Akibatnya pohon tampak berhenti berkembang meski usianya sudah cukup matang untuk terus tumbuh.
Tunas baru yang tetap muncul pun cenderung berukuran lebih kecil dibandingkan pertumbuhan pada kondisi tanah yang normal. Kondisi ini terjadi karena akar yang kekurangan oksigen tidak mampu menyerap unsur hara secara maksimal dari dalam tanah. Pohon pun mengalihkan energi yang tersisa untuk bertahan hidup, bukan untuk memperluas kanopi atau cabang.
Perlambatan pertumbuhan ini sering luput dari perhatian karena berlangsung bertahap, bukan secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Membandingkan kecepatan pertumbuhan pohon dari musim ke musim membantu mengenali pola ini lebih cepat. Jika pertumbuhan tunas baru berhenti tanpa sebab hama atau cuaca ekstrem, kondisi tanah yang terlalu basah patut diperiksa lebih lanjut.
Daun Berguguran Sebelum Waktunya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329382/original/047978800_1787276759-6ca19a7f-8174-4043-98f4-1f5ea26899b5.jpg)
Perbesar
Rontoknya daun kelengkeng dalam jumlah banyak dan di luar musim gugur alami menjadi tanda lain dari akar yang terganggu akibat air berlebih di dalam tanah dan drainase yang buruk. Pohon merontokkan daun sebagai cara bertahan hidup ketika akar tidak lagi mampu menyalurkan air dan nutrisi secara merata ke seluruh bagian tanaman.
Daun yang gugur pada kondisi ini biasanya masih berwarna hijau kekuningan, berbeda dengan daun tua yang gugur secara alami setelah mengering sepenuhnya di ujung musim. Proses ini dapat berlangsung cukup cepat, terutama jika kondisi tanah yang basah berlangsung lama tanpa ada perbaikan pada pola penyiraman maupun drainase di sekitar akar.
Kerontokan daun yang terus berlanjut membuat kanopi pohon semakin menipis dan mengurangi kemampuan pohon melakukan fotosintesis secara maksimal setiap harinya. Kondisi ini pada akhirnya turut memengaruhi produksi bunga dan buah kelengkeng pada musim berikutnya. Menghentikan genangan air di sekitar akar menjadi langkah awal untuk mencegah kerontokan daun berlanjut lebih jauh.
Cabang atau Ranting Mulai Mengering dari Ujung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329383/original/052336100_1787276759-020fce7f-d58b-442d-9b46-1891f4eecad2.jpg)
Perbesar
Kerusakan akar akibat kelebihan air pada akhirnya dapat terlihat hingga ke bagian cabang dan ranting pohon kelengkeng. Ujung ranting mulai mengering dan kehilangan daun, sementara bagian pohon yang lebih tua masih tampak bertahan untuk sementara waktu. Kondisi ini menandakan kerusakan akar sudah cukup luas dan memengaruhi pasokan air ke seluruh pohon.
Proses ini dikenal sebagai kematian cabang dari ujung, terjadi karena bagian pohon yang paling jauh dari akar menerima pasokan air paling sedikit ketika sistem perakaran mengalami gangguan serius akibat genangan air di dalam tanah. Ranting yang mengering akan terasa rapuh dan mudah patah dibandingkan ranting lain yang masih sehat dan lentur.
Jika dibiarkan, kekeringan pada ujung ranting dapat menyebar ke cabang yang lebih besar dan mengurangi kanopi pohon secara keseluruhan dari waktu ke waktu tanpa ada penanganan lebih lanjut. Memangkas bagian yang sudah kering sambil memperbaiki kondisi drainase tanah membantu pohon kelengkeng memusatkan energi pada bagian yang masih sehat untuk pemulihan.
Pertanyaan Seputar Tanda Pohon Kelengkeng Kelebihan Air
Apa penyebab utama pohon kelengkeng kelebihan air? Penyebab utama biasanya frekuensi penyiraman yang terlalu sering ditambah drainase tanah yang buruk, sehingga air tidak dapat meresap dengan lancar dari zona perakaran.
Apakah daun menguning selalu tanda kelebihan air? Daun menguning juga bisa disebabkan kekurangan nutrisi atau serangan hama, sehingga kondisi tanah tetap perlu diperiksa lebih dulu sebelum memastikan penyebabnya kelebihan air.
Berapa lama pohon kelengkeng pulih dari kelebihan air? Waktu pemulihan bergantung pada tingkat kerusakan akar, mulai dari beberapa minggu untuk kasus ringan hingga beberapa bulan apabila busuk akar sudah menyebar luas.
Bagaimana cara menghentikan kelebihan air pada pohon kelengkeng? Hentikan penyiraman untuk sementara, perbaiki saluran drainase di sekitar akar, dan pastikan tanah benar-benar kering sebelum penyiraman berikutnya dilakukan.
Apakah pohon kelengkeng bisa mati akibat kelebihan air? Pohon kelengkeng dapat mati apabila busuk akar dibiarkan tanpa penanganan, karena kerusakan pada sistem perakaran terus menyebar dan menghambat penyerapan air serta nutrisi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330041/original/093139400_1787309774-Screenshot_2026-08-21_175235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329948/original/099254600_1787305588-15487683599215513962.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329997/original/048397800_1787308431-Screenshot_2026-08-21_173055.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557713/original/016804300_1776387508-Budikdamber_Patin_dan_Genjer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330049/original/035896300_1787310362-818f4a54-8b90-4556-9c75-2dc77e0bf65d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330014/original/007111400_1787309023-wudu_skylight_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329895/original/064284000_1787301567-Rumput_tidak_tumbuh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329854/original/044654900_1787299533-a7d712c1-1643-4ca1-b9f5-b27241a31037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329880/original/043863400_1787301166-HL_Rak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321789/original/050130800_1786504175-KA_Sri_Lelawangsa_Medan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327633/original/051396300_1787117162-Jogja_-_Yogyakarta_International_Airport_Rail_Link__2025__-_img_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325004/original/018500400_1786783843-pakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329819/original/053528600_1787297247-noda_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329796/original/088283600_1787296544-2147695761.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329759/original/095686800_1787294256-8d7734b0-0102-47e3-b54f-08a5145f8701.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8264237/original/085368200_1782100907-hujan_6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4538810/original/027507300_1692093916-Museum-Perumusan-Naskah-Proklamasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4698287/original/024801100_1703579564-KAI_Daop_9_Jember_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5117018/original/024823900_1738380215-1738376385390_tujuan-konferensi-meja-bundar.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)