6 Cara Memanfaatkan Kertas dan Dokumen Bekas agar Tak Numpuk di Rumah

3 days ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Tumpukan kertas dan dokumen bekas di rumah seringkali menjadi pemandangan yang kurang sedap dipandang. Kondisi ini tidak hanya menciptakan kesan berantakan, tetapi juga dapat berkontribusi pada penumpukan debu dan kekacauan di berbagai sudut ruangan. Banyak orang mencari cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah untuk menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.

Mengelola limbah kertas ini bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tetapi juga tentang mendukung keberlanjutan lingkungan. Mencari cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah adalah langkah cerdas menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan terorganisir. Daripada membuangnya begitu saja, setiap lembar kertas yang tidak terpakai memiliki potensi tersembunyi yang bisa dimanfaatkan.

Berikut ini telah Liputan6 bahas berbagai cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah, mengubahnya dari sekadar sampah menjadi sumber daya yang berharga, pada Jumat (16/1). Dari kerajinan tangan yang menarik hingga solusi praktis untuk kebutuhan rumah tangga, ide-ide ini akan membantu Anda mengurangi limbah sekaligus menciptakan barang-barang baru yang fungsional dan bermanfaat.

1. Membuat "Seed Paper" (Kertas Benih)

Kertas benih merupakan inovasi ramah lingkungan yang mengonversi kertas bekas menjadi media tanam yang dapat ditanam langsung ke tanah. Ini adalah salah satu cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah yang paling berkelanjutan, memungkinkan material kertas untuk kembali ke alam sebagai bagian dari siklus hidup tanaman. Konsep ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendorong pertumbuhan flora di sekitar kita.

Proses pembuatan kertas benih cukup sederhana dan bisa menjadi aktivitas edukatif yang menyenangkan. Dengan mengubah kertas yang tidak terpakai menjadi media tanam, Anda turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan. Kertas benih ini dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman kecil, seperti sayuran atau bunga.

  • Penghancuran Kertas: Mulailah dengan menghancurkan kertas bekas menjadi potongan-potongan kecil. Anda bisa menggunakan mesin penghancur kertas (shredder) untuk hasil yang lebih rapi, atau cukup merobeknya secara manual.
  • Pembuburan: Rendam potongan kertas dalam air hangat hingga melunak dan berubah menjadi bubur. Setelah itu, haluskan bubur kertas menggunakan blender sampai teksturnya benar-benar lembut dan homogen.
  • Pencampuran Benih: Campurkan benih tanaman berukuran kecil, seperti benih selada, kemangi, atau bunga matahari, ke dalam bubur kertas yang sudah halus. Pastikan benih tersebar merata.
  • Pengeringan: Saring bubur kertas untuk membuang kelebihan air, lalu ratakan di atas kain tipis atau cetakan. Jemur hingga benar-benar kering dan membentuk lembaran kertas baru yang siap ditanam.

2. Alas Penyerap Kelembapan dan Bau (Deodorizer)

Kertas koran atau kertas buram dikenal memiliki kemampuan menyerap cairan dan bau yang sangat baik. Karakteristik ini menjadikannya solusi praktis sebagai alas penyerap kelembapan dan penghilang bau di berbagai area rumah. Ini adalah cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah yang sangat fungsional untuk berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Pemanfaatan kertas bekas sebagai deodorizer tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis dan ramah lingkungan. Anda bisa menggunakannya di tempat-tempat yang rentan lembap atau berbau tidak sedap, seperti lemari sepatu atau tempat sampah. Metode ini membantu menjaga kesegaran udara di dalam rumah tanpa perlu membeli produk kimia.

  • Untuk Sepatu: Bentuk kertas bekas menjadi bola-bola padat, lalu masukkan ke dalam sepatu yang lembap atau berbau setelah digunakan seharian. Kertas akan menyerap kelembapan dan bau tidak sedap, membuat sepatu lebih segar.
  • Untuk Tempat Sampah: Alasi dasar tempat sampah dengan beberapa lapis kertas bekas sebelum meletakkan kantong sampah. Langkah ini akan membantu menyerap cairan yang mungkin bocor dan secara signifikan mengurangi bau tidak sedap yang timbul dari sampah.

3. Pengganti Bubble Wrap (Eco-Friendly Packing)

Kertas bekas dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan efektif sebagai bahan pengemas untuk melindungi barang pecah belah atau mengisi ruang kosong dalam paket. Ini adalah cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah yang ideal bagi mereka yang sering mengirim paket atau menyimpan barang-barang rapuh. Penggunaan kertas bekas mengurangi ketergantungan pada plastik dan bahan pengemas non-daur ulang lainnya.

Dengan sedikit usaha, Anda bisa mengubah tumpukan kertas yang tidak terpakai menjadi bantalan pelindung yang handal. Metode ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan solusi pengemasan yang lebih berkelanjutan. Barang-barang Anda akan tetap aman selama pengiriman atau penyimpanan.

  • Potongan Memanjang: Masukkan kertas ke dalam mesin penghancur kertas (shredder) untuk menghasilkan potongan-potongan memanjang. Potongan ini dapat digunakan sebagai bantalan pelindung yang efektif untuk barang-barang rapuh.
  • Gumpalan Kertas: Jika tidak memiliki mesin penghancur, remas-remas kertas hingga lecek dan lunak. Gunakan gumpalan kertas ini untuk menyumpal ruang kosong di dalam kardus, memastikan barang tidak bergeser selama pengiriman atau penyimpanan.

4. Media Edukasi: "Paper Mache" (Bubur Kertas)

Paper mache atau bubur kertas adalah teknik kerajinan tangan yang sangat baik untuk mengembangkan kreativitas, terutama bagi anak-anak. Ini adalah cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah yang menyenangkan dan edukatif, memungkinkan pembuatan berbagai objek seperti celengan, topeng, atau wadah penyimpanan kecil. Proyek ini juga mengajarkan nilai daur ulang.

Membuat kerajinan dari bubur kertas adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu luang sambil menghasilkan karya seni yang unik. Prosesnya melibatkan beberapa tahapan sederhana yang bisa dilakukan bersama keluarga. Hasil akhirnya adalah benda-benda yang keras dan tahan lama, siap untuk dihias.

  • Persiapan Bubur Kertas: Rendam sobekan kertas dalam air semalaman hingga lunak. Setelah itu, hancurkan kertas yang sudah direndam hingga menjadi bubur.
  • Pencampuran Lem: Campurkan bubur kertas dengan lem kayu (lem putih) hingga mencapai tekstur yang menyerupai tanah liat. Pastikan adonan mudah dibentuk dan tidak terlalu lengket.
  • Pembentukan dan Pengeringan: Bentuk adonan sesuai keinginan Anda, atau tempelkan pada objek dasar seperti balon untuk membuat wadah bulat. Biarkan mengering sepenuhnya hingga keras seperti kayu, lalu Anda bisa mengecatnya dengan berbagai warna.

5. Pembersih Kaca dan Cermin Anti-Gores

Kertas koran atau dokumen tanpa laminasi ternyata lebih efektif dalam membersihkan permukaan kaca dan cermin dibandingkan kain microfiber. Ini adalah cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah yang sederhana namun menghasilkan kilau tanpa serat atau residu. Rahasianya terletak pada tekstur kertas yang tidak meninggalkan jejak.

Metode ini sangat praktis dan ekonomis, karena Anda hanya memerlukan kertas bekas dan cairan pembersih kaca biasa. Hasilnya adalah permukaan kaca yang bening dan mengkilap. Hindari penggunaan kertas yang terlalu tebal atau berlapis lilin, karena dapat meninggalkan residu.

  • Penyemprotan Cairan: Semprotkan cairan pembersih kaca atau campuran air dan cuka ke permukaan kaca atau cermin yang ingin dibersihkan. Pastikan seluruh area yang kotor terbasahi.
  • Penggosokan: Remas kertas bekas menjadi gumpalan, lalu gosokkan pada permukaan kaca dengan gerakan melingkar hingga kering. Hasilnya akan jauh lebih bening dan mengkilap tanpa meninggalkan serat kain.

6. Log Kayu Kertas (Bio-Briket) untuk Bakaran

Kertas yang dipadatkan dapat diubah menjadi log kayu kertas atau bio-briket, berfungsi sebagai bahan bakar alternatif yang efektif untuk membakar sampah daun atau sebagai pemantik api. Ini adalah cara memanfaatkan kertas dan dokumen bekas agar tak numpuk di rumah yang inovatif untuk kebutuhan pembakaran, terutama bagi yang memiliki halaman luas atau sering berkemah.

Pembuatan bio-briket dari kertas bekas adalah cara cerdas untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan sumber energi yang berguna. Log kertas ini akan terbakar perlahan dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang efisien. Pastikan proses pengeringan dilakukan dengan sempurna untuk hasil terbaik.

  • Perendaman Kertas: Rendam kertas bekas hingga sangat lunak dan mudah dibentuk. Proses ini bisa memakan waktu beberapa jam hingga semalaman, tergantung jenis kertasnya.
  • Pembentukan Log: Gulung kertas yang sudah lunak dengan sangat kencang membentuk silinder menyerupai batang kayu kecil. Sambil menggulung, peras airnya hingga padat dan stabil.
  • Pengeringan: Jemur log kertas di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan keras. Log ini akan terbakar perlahan dan tahan lama, siap digunakan sebagai bahan bakar.

Catatan Keamanan Dokumen Pribadi:

Sangat penting untuk selalu memperhatikan keamanan data pribadi saat mengolah dokumen bekas. Jika dokumen mengandung informasi sensitif seperti nama lengkap, alamat, nomor NIK, atau detail bank, pastikan untuk menghancurkannya terlebih dahulu. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin penghancur kertas (shredder) atau merendamnya dalam air hingga tulisan tidak dapat dibaca sebelum diolah lebih lanjut. Langkah ini krusial untuk mencegah penyalahgunaan informasi pribadi.

Tanya Jawab (Q&A

)Q: Apakah semua jenis kertas bisa diolah dengan cara ini?

A: Sebagian besar kertas dapat diolah, namun hindari kertas berlapis plastik, kertas foto, atau kertas dengan tinta metalik karena sulit terurai dan dapat mengandung bahan kimia berbahaya.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat kertas benih?

A: Proses pembuatan memerlukan sekitar 2-3 jam untuk persiapan, ditambah 24-48 jam waktu pengeringan tergantung cuaca.

Q: Apakah bio-briket dari kertas aman untuk lingkungan?

A: Ya, bio-briket kertas relatif aman karena terbuat dari bahan organik. Namun hindari kertas dengan tinta berwarna terang atau berlapis plastik.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |