Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di tengah hiruk pikuk perkotaan seringkali menjadi tantangan bagi para pecinta tanaman yang ingin berkebun. Namun, dengan sentuhan kreativitas, kendala ini dapat diatasi secara cerdas. Salah satu inovasi yang patut dicoba adalah ide urban farming dari galon bekas, yang menawarkan solusi praktis dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan galon bekas tidak hanya efektif mengurangi tumpukan sampah plastik yang sulit terurai, tetapi juga membuka peluang bagi siapa saja untuk memiliki kebun mini di rumah. Konsep ide urban farming dari galon bekas ini memungkinkan budidaya tanaman di area terbatas, bahkan di balkon atau teras kecil sekalipun. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan rumah tangga.
Urban farming, atau pertanian perkotaan, semakin populer karena manfaatnya yang beragam, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga menciptakan lingkungan yang lebih asri. Berikut ini telah Liputan6 ulas empat ide urban farming dari galon bekas yang kreatif dan mudah diterapkan, cocok bagi pemula maupun yang sudah berpengalaman, pada Jumat (16/1). Setiap metode dirancang untuk memaksimalkan ruang dan memberikan hasil optimal.
1. Sistem Menara Sayuran Vertikal
Sistem menara sayuran vertikal menjadi pilihan cerdas untuk memaksimalkan lahan tanam, khususnya di perkotaan yang padat penduduk. Metode ini memungkinkan penataan tanaman secara bertingkat ke atas, sehingga dapat menampung lebih banyak bibit dalam area tapak yang minimal. Pendekatan ini sangat efisien untuk memanfaatkan ruang vertikal yang seringkali terabaikan.
Teknik ini sangat ideal untuk budidaya sayuran daun yang tidak membutuhkan ruang akar terlalu dalam dan memiliki pertumbuhan cepat. Beberapa contohnya adalah selada, sawi, samhong, bayam, dan kale. Tanaman-tanaman ini dapat tumbuh subur dalam sistem vertikal, bahkan di area seperti dapur atau balkon rumah.
Langkah-langkah untuk membuat menara sayuran vertikal dari galon bekas cukup sederhana. Pertama, buatlah beberapa lubang melingkar di sekeliling badan galon dengan jarak sekitar 10-15 cm. Jangan lupa untuk membuat lubang drainase di bagian dasar galon agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar busuk.
Selanjutnya, isi galon dengan campuran media tanam yang subur, seperti kombinasi tanah, kompos, dan sekam. Setelah media tanam terisi penuh, tanam bibit sayuran pilihan Anda pada setiap lubang yang telah dibuat di sisi galon.
2. Pot Galon Terbalik (Upside-Down Planter)
Metode pot galon terbalik menyajikan pendekatan berkebun yang unik dan sangat efisien dalam penggunaan ruang. Teknik ini sangat ideal untuk tanaman yang secara alami tumbuh menjuntai ke bawah, seperti tomat atau cabai. Keunggulan utamanya adalah tidak diperlukannya ajir atau penyangga, sebab gravitasi secara alami mengarahkan pertumbuhan tanaman ke bawah.
Selain menghemat ruang, menanam dengan pot terbalik juga dapat mengurangi risiko serangan hama dan penyakit. Hal ini karena tanaman tidak bersentuhan langsung dengan permukaan tanah, serta sirkulasi udara yang lebih baik dapat membantu mencegah perkembangan jamur. Nutrisi yang disiramkan juga dapat langsung mencapai akar tanaman dengan bantuan gravitasi.
Untuk membuat pot galon terbalik, mulailah dengan memotong bagian bawah galon, yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat penyiraman. Kemudian, buatlah lubang pada tutup galon yang ukurannya disesuaikan dengan batang bibit tanaman yang akan ditanam.
Masukkan bibit tanaman melalui lubang tutup galon, pastikan bagian akar berada di dalam galon dan batang keluar melalui lubang. Setelah itu, isi galon dengan media tanam yang sesuai, lalu gantung menggunakan tali atau kawat yang kuat di lokasi yang mendapatkan cukup sinar matahari.
3. Sistem Sumbu Mandiri (Self-Watering System)
Bagi para pekebun yang memiliki jadwal padat atau sering lupa menyiram, sistem sumbu mandiri menawarkan solusi yang sangat praktis. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelembaban tanah secara otomatis, sehingga tanaman mendapatkan pasokan air yang konsisten.
Cara kerjanya didasarkan pada prinsip kapilaritas, di mana air dari wadah penampung di bagian bawah pot akan diserap oleh media tanam melalui sumbu khusus. Sumbu ini bisa berupa kain flanel atau sumbu kompor, yang berfungsi sebagai jembatan pengantar air. Dengan adanya cadangan air di bagian bawah, Anda tidak perlu menyiram tanaman setiap hari.
Untuk membuat sistem ini, potong galon menjadi dua bagian: bagian atas dengan tutup dan bagian bawah sebagai wadah penampung air. Lubangi tutup galon, lalu masukkan kain flanel atau sumbu kompor sebagai penghubung air.
Balikkan bagian atas galon dan letakkan di dalam bagian bawah. Isi bagian atas dengan media tanam dan tanaman yang Anda inginkan, seperti tanaman herbal atau stroberi. Pastikan sumbu yang terpasang menyentuh air di bagian bawah agar proses kapilaritas berjalan optimal.
4. Akuaponik Mini (Galon Ikan & Sayur)
Akuaponik mini merupakan sistem budidaya inovatif yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan (akuakultur) dan penanaman sayuran (hidroponik) dalam satu ekosistem yang saling bersinergi. Konsep ini memungkinkan Anda untuk menghasilkan pangan ganda dalam lahan terbatas.
Dalam sistem ini, kotoran ikan yang kaya akan nutrisi esensial akan berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanaman yang tumbuh di atasnya. Sebaliknya, tanaman akan membantu menyaring dan membersihkan air untuk ikan, menciptakan lingkungan yang seimbang. Sistem ini sangat cocok untuk ikan kecil seperti ikan cupang, guppy, atau nila kecil.
Untuk memulai akuaponik mini, potong bagian atas galon atau leher galon. Isi bagian bawah galon dengan air bersih dan masukkan ikan kecil yang telah Anda pilih.
Gunakan bagian atas galon yang telah dipotong dan dibalik, atau pot kecil yang pas, sebagai wadah untuk menanam sayuran. Tanaman seperti kangkung, bayam, selada, atau sawi dapat ditanam menggunakan media hidroponik seperti batu kerikil atau hidroton.
Tanya Jawab (Q&A)
Q: Apakah bahan plastik galon aman untuk menanam sayuran konsumsi?
A: Galon air mineral umumnya terbuat dari plastik PET atau PC yang bersifat food grade, sehingga relatif aman digunakan untuk menanam sayuran yang akan dikonsumsi.
Q: Jenis tanaman apa yang paling cepat panen di galon bekas?
A: Sayuran daun seperti kangkung, sawi hijau, dan selada biasanya bisa dipanen dalam waktu 30-45 hari setelah tanam.
Q: Mengapa saya harus mencat galon bekas tersebut?
A: Mengecat galon (terutama bagian bawah yang berisi air) berfungsi menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air. Tanpa cat, cahaya matahari akan memicu pertumbuhan alga atau lumut yang bisa mencuri nutrisi tanaman dan mengotori wadah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477275/original/082821900_1768814680-Jenderal_Nasution_menerima_pataka_yang_dibawa_Pierre_Tendean__Wikimedia_Commons_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474712/original/007652600_1768531933-thlt-lcx-WshjU5cSNU8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470929/original/037705500_1768270638-gambar_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477304/original/090387100_1768815453-wsww.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791002/original/040193800_1711974703-significance-of-the-lord-jesus-appearance-to-thomas-cb9bdcafc8e2acaf5686ece3472cfede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477241/original/066608000_1768813249-Pohon_Kelengkeng_Dataran_Rendah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477197/original/036027500_1768811880-Sistem_Rak_Kawat_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4484593/original/019224800_1687936756-taya-dianna-vUm1axCwADI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477116/original/088071200_1768809389-kambing_etawa122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476859/original/081138100_1768800526-Ilustrasi_Bakwan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357212/original/000924300_1758522381-Gemini_Generated_Image_bslfndbslfndbslf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463856/original/086442200_1767672193-unnamed-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477122/original/067736900_1768809627-Galon_untuk_Rumah_Kaca_Mini__Portable_Greenhouse___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477300/original/041442800_1768815360-Gemini_Generated_Image_3k1z8t3k1z8t3k1z_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477186/original/077202300_1768810922-teras_rumah_penuh_dengan_lumut_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476939/original/032605500_1768803778-Ternak_Ikan_Lele_Bioflok_di_Ember__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465699/original/097720000_1767774335-unnamed-36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473832/original/097649200_1768459306-Manfaatkan_Limbah_Dapur___Pertanian_sebagai_Pakan_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476920/original/065979900_1768803193-Tanaman_Vertikal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477008/original/022554900_1768806161-Jualan_smoothies__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)