24 Kebiasaan Kecil agar Barang di Rumah Tidak Cepat Rusak, Mudah Dilakukan Setiap Hari

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Barang-barang di rumah perlahan dapat mengalami kerusakan akibat pemakaian sehari-hari. Mulai dari pakaian, peralatan dapur, furnitur, hingga perangkat elektronik membutuhkan cara penggunaan dan penyimpanan yang tepat agar kondisinya tetap terjaga. Di sinilah kebiasaan kecil agar barang di rumah tidak cepat rusak bisa memberikan perbedaan.

Sering kali, kerusakan justru terjadi karena hal sederhana yang luput diperhatikan. Menariknya, beberapa kebiasaan tersebut dapat dilakukan dengan mudah, seperti tidak menumpuk barang sembarangan, segera membersihkan setelah digunakan, hingga memperhatikan tempat penyimpanannya.

Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa diterapkan agar berbagai barang di rumah memiliki masa pakai lebih panjang? Berikut 24 kebiasaan kecil agar barang di rumah tidak cepat rusak yang dapat dilakukan sehari-hari, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (14/8/2026).

Kebiasaan Merawat Pakaian agar Lebih Awet

1. Jangan Terlalu Sering Mencuci Pakaian

Tidak semua pakaian harus langsung dicuci setelah sekali digunakan. Pakaian yang masih bersih dan hanya digunakan sebentar dapat diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum disimpan kembali.

Mencuci terlalu sering dapat membuat serat kain lebih cepat aus, warna memudar, dan bentuk pakaian berubah. Namun, pakaian yang terkena keringat atau kotoran tetap perlu segera dicuci.

2. Pisahkan Pakaian Berdasarkan Warna

Membiasakan diri memisahkan pakaian putih, warna terang, dan warna gelap sebelum mencuci dapat membantu menjaga tampilan kain. Cara sederhana ini juga mengurangi risiko warna pakaian luntur ke pakaian lainnya.

Selain warna, perhatikan pula jenis bahannya. Pakaian berbahan lembut sebaiknya tidak dicampur dengan pakaian yang memiliki ritsleting atau bagian kasar agar tidak mudah tersangkut.

3. Jangan Menjemur Pakaian Terlalu Lama

Pakaian yang terus-menerus terkena panas matahari setelah kering dapat mengalami perubahan warna dan menjadi lebih cepat kaku. Karena itu, segera angkat pakaian ketika sudah benar-benar kering.

Untuk pakaian berwarna gelap atau bahan tertentu, menjemurnya dalam posisi terbalik dapat membantu mengurangi paparan langsung pada permukaan kain.

4. Simpan Pakaian dalam Kondisi Kering

Pakaian yang masih lembap sebaiknya tidak langsung dilipat dan dimasukkan ke lemari. Kelembapan yang terperangkap dapat menimbulkan bau tidak sedap dan memicu pertumbuhan jamur.

Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Lemari juga perlu memiliki sirkulasi udara yang cukup agar pakaian tetap dalam kondisi baik.

Kebiasaan Merawat Peralatan Dapur

5. Keringkan Peralatan Dapur Setelah Dicuci

Peralatan dapur seperti pisau, gunting, dan alat masak sebaiknya tidak langsung disimpan dalam keadaan basah. Air yang tertinggal dapat mempercepat munculnya karat pada material tertentu.

Biasakan mengeringkan peralatan sebelum menyimpannya. Selain membantu menjaga kondisi barang, cara ini juga membuat tempat penyimpanan tetap lebih bersih.

6. Gunakan Talenan Sesuai Fungsinya

Talenan sebaiknya digunakan sesuai bahan makanan yang dipotong. Memotong bahan yang sangat keras pada talenan yang tidak sesuai dapat meninggalkan banyak goresan atau membuat permukaannya cepat rusak.

Setelah digunakan, cuci dan keringkan talenan secara menyeluruh. Talenan kayu juga sebaiknya tidak dibiarkan terendam air dalam waktu lama.

7. Jangan Memakai Spons Cuci Piring Terlalu Lama

Spons yang sudah aus tidak hanya kurang efektif membersihkan peralatan, tetapi juga dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Karena itu, spons sebaiknya diperiksa secara berkala dan diganti ketika kondisinya sudah buruk.

Setelah digunakan, bilas spons hingga bersih lalu peras dan letakkan di tempat yang memungkinkan air mengalir keluar. Kebiasaan ini membantu menjaga spons tetap lebih bersih dan tidak cepat rusak.

8. Jangan Menggunakan Alat Masak dengan Cara Berlebihan

Peralatan seperti wajan, spatula, dan panci memiliki fungsi masing-masing. Menggunakannya di luar peruntukan dapat mempercepat kerusakan, terutama pada lapisan permukaan alat masak.

Gunakan peralatan sesuai petunjuk dan hindari kebiasaan menggores permukaan antilengket menggunakan benda tajam atau alat yang terlalu keras.

Kebiasaan Menjaga Furnitur Rumah

9. Hindari Menyeret Furnitur

Memindahkan meja, kursi, atau lemari dengan cara menyeret dapat memberikan tekanan pada kaki dan sambungan furnitur. Lantai juga berisiko tergores akibat kebiasaan tersebut.

Jika perlu memindahkan furnitur, angkat bersama-sama atau gunakan alat bantu yang sesuai. Cara ini membuat furnitur lebih aman sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada lantai.

10. Jangan Menaruh Beban Berlebihan di Rak

Rak memiliki batas kemampuan untuk menahan beban. Terlalu banyak barang dapat membuat papan rak melengkung, sambungan melemah, atau bahkan menyebabkan rak roboh.

Periksa kondisi rak secara berkala dan distribusikan barang secara merata. Barang yang paling berat sebaiknya ditempatkan pada bagian yang kokoh.

11. Bersihkan Debu pada Furnitur Secara Rutin

Debu yang dibiarkan menumpuk dapat membuat permukaan furnitur terlihat kusam. Pada celah dan sambungan, debu juga dapat bercampur dengan kelembapan dan kotoran lainnya.

Gunakan kain atau alat pembersih yang sesuai dengan material furnitur. Hindari penggunaan cairan pembersih sembarangan yang berpotensi merusak lapisan permukaan.

12. Jauhkan Furnitur dari Kelembapan Berlebih

Kelembapan dapat memengaruhi berbagai jenis furnitur, terutama yang berbahan kayu atau material olahan kayu. Kondisi lembap dalam waktu lama dapat menyebabkan perubahan bentuk dan munculnya jamur.

Berikan jarak antara furnitur dan sumber air atau dinding yang lembap. Pastikan area di sekitarnya memiliki sirkulasi udara yang cukup.

Kebiasaan Merawat Barang Elektronik

Perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan perangkat lainnya membutuhkan sirkulasi udara untuk membantu menjaga suhu kerja. Menutup bagian ventilasinya dapat membuat panas lebih sulit keluar.

Karena itu, jangan menumpuk barang di sekitar ventilasi perangkat. Berikan ruang yang cukup agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.

14. Cabut Kabel dengan Memegang Kepala Steker

Menarik kabel secara langsung ketika mencabut perangkat dari stopkontak dapat membuat bagian kabel dan sambungannya cepat rusak. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa disadari.

Biasakan memegang bagian kepala steker ketika mencabutnya. Cara sederhana tersebut membantu mengurangi tekanan pada kabel.

15. Bersihkan Debu pada Perangkat Elektronik

Debu dapat menumpuk pada permukaan dan celah perangkat elektronik. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat mengganggu ventilasi dan membuat perangkat lebih sulit menjaga suhu.

Matikan perangkat terlebih dahulu sebelum membersihkannya. Gunakan metode pembersihan yang sesuai agar tidak memasukkan cairan ke bagian elektronik.

16. Hindari Menaruh Elektronik di Tempat Lembap

Kelembapan merupakan salah satu kondisi yang sebaiknya dihindari ketika menyimpan perangkat elektronik. Air atau uap dapat masuk ke bagian tertentu dan meningkatkan risiko gangguan pada perangkat.

Simpan elektronik di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari menempatkannya terlalu dekat dengan sumber air, seperti wastafel atau area yang sering terkena percikan.

Kebiasaan Merawat Barang Kaca dan Plastik

Gelas, piring, dan wadah kaca dapat retak atau pecah ketika saling berbenturan. Menumpuk terlalu banyak barang dalam satu tempat juga meningkatkan risiko barang terjatuh.

Gunakan ruang penyimpanan yang stabil dan susun barang kaca dengan hati-hati. Berikan pemisah jika diperlukan, terutama untuk barang yang mudah tergores.

18. Hindari Perubahan Suhu Mendadak pada Kaca

Barang kaca sebaiknya tidak langsung dipindahkan dari kondisi yang sangat panas ke kondisi yang sangat dingin atau sebaliknya. Perubahan suhu yang cepat dapat meningkatkan risiko retak pada jenis kaca tertentu.

Berikan waktu agar benda menyesuaikan suhu sebelum digunakan atau dicuci. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan.

19. Jangan Menyimpan Plastik di Bawah Sinar Matahari Langsung

Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat membuat beberapa jenis plastik berubah warna atau menjadi lebih rapuh. Karena itu, wadah plastik sebaiknya disimpan di tempat yang terlindung.

Lemari atau laci dapat menjadi pilihan untuk menyimpan wadah plastik yang tidak sedang digunakan. Perhatikan pula kondisi wadah dan hentikan penggunaannya jika sudah retak atau berubah bentuk.

20. Jangan Memasukkan Makanan Panas ke Semua Wadah Plastik

Tidak semua wadah plastik dirancang untuk menampung makanan panas. Penggunaan yang tidak sesuai dengan keterangan pada wadah dapat membuat material lebih cepat berubah bentuk.

Periksa label atau simbol pada wadah sebelum digunakan. Untuk makanan panas, gunakan wadah yang memang dirancang untuk kebutuhan tersebut.

Kebiasaan Menjaga Barang Sehari-hari

21. Simpan Barang Sesuai Tempatnya

Menyimpan barang pada tempat yang sesuai membantu mengurangi risiko barang terjatuh, terinjak, atau tertindih benda lain. Kebiasaan ini juga membuat barang lebih mudah ditemukan saat dibutuhkan.

Tentukan tempat khusus untuk barang yang sering digunakan, seperti kunci, gunting, charger, dan alat kecil lainnya. Dengan begitu, barang tidak berpindah-pindah tanpa tujuan.

22. Jangan Menaruh Barang Berat di Atas Barang Ringan

Menumpuk barang berat di atas barang yang lebih ringan dapat menyebabkan perubahan bentuk atau kerusakan. Risiko tersebut semakin besar jika barang berada dalam tumpukan selama berhari-hari.

Atur penyimpanan berdasarkan ukuran dan bobot. Barang yang berat sebaiknya berada di bagian bawah atau tempat yang memang dirancang untuk menopangnya.

23. Periksa Barang Sebelum Kerusakannya Bertambah Parah

Kerusakan kecil sering kali diabaikan sampai akhirnya menjadi lebih besar. Baut yang mulai longgar, jahitan yang terlepas, atau bagian yang retak dapat menjadi tanda bahwa barang membutuhkan perhatian.

Lakukan pemeriksaan sederhana secara berkala. Memperbaiki masalah sejak awal biasanya lebih mudah dibandingkan menunggu sampai barang benar-benar tidak dapat digunakan.

24. Jangan Memaksakan Barang yang Sudah Tidak Sesuai Kondisi

Barang yang sudah menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya tidak terus dipakai dengan cara yang berisiko. Memaksakan fungsi barang justru dapat memperparah kerusakan atau membahayakan pengguna.

Jika masih memungkinkan, lakukan perbaikan atau ganti bagian yang rusak. Namun, jika kondisinya sudah tidak aman, sebaiknya hentikan penggunaan dan pertimbangkan penggantian.

Pertanyaan dan Jawaban Kebiasaan Kecil agar Barang di Rumah Tidak Cepat Rusak

1. Apa kebiasaan paling sederhana agar barang di rumah awet?

Simpan barang sesuai fungsinya, bersihkan secara rutin, dan hindari penggunaan yang berlebihan.

2. Apakah debu bisa membuat barang cepat rusak?

Ya. Debu yang menumpuk dapat memengaruhi kondisi permukaan, ventilasi elektronik, dan kebersihan barang.

3. Mengapa barang sebaiknya tidak disimpan di tempat lembap?

Kelembapan dapat memicu jamur, karat, perubahan bentuk, dan kerusakan pada material tertentu.

4. Apakah semua barang perlu sering dibersihkan?

Tidak selalu. Frekuensi pembersihan sebaiknya disesuaikan dengan jenis, bahan, dan seberapa sering barang digunakan.

5. Kapan barang sebaiknya diganti?

Barang sebaiknya diganti ketika sudah tidak aman digunakan, rusak parah, atau tidak dapat diperbaiki dengan layak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |