12 Jenis Pohon Buah yang Cepat Tinggi Tapi Akarnya Tetap Aman untuk Rumah

16 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Jenis pohon buah yang cepat tinggi tetapi akarnya tetap aman untuk rumah menjadi pilihan tepat bagi banyak orang yang ingin menghadirkan suasana asri di pekarangan. Memiliki pohon buah di halaman rumah tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga hasil panen yang bermanfaat. Namun, pemilik rumah sering kali khawatir akar pohon dapat merusak pondasi bangunan atau paving di sekitar rumah.

Untuk itu, memilih jenis pohon yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan struktur bangunan. Beberapa jenis pohon buah memiliki akar yang tidak invasif, sehingga dapat tumbuh dengan baik tanpa menimbulkan risiko kerusakan. Hasilnya menjulang, dan bahkan bisa memberi sisi rimbun yang meneduhkan bagi pemilik rumah.

Bagi pemilik hunian yang saat ini sedang mencari referensi pohon buah untuk ditanam di pekarangan tempat tinggal tanpa resiko merusak, berikut Liputan6 hadirkan 12 rekomendasinya dengan hasil panen optimal, Sabtu (23/5).

1. Jeruk

Pohon jeruk menjadi pilihan populer bagi pemilik rumah karena pertumbuhannya yang cepat dan ukuran akarnya yang tidak besar. Tanaman ini dapat tumbuh baik di pot atau langsung di tanah. Akar pohon jeruk cenderung tumbuh ke dalam dan tidak mengangkat paving di sekitar halaman.

Karakteristik akar jeruk yang serabut dan menyebar ke permukaan menjadikannya aman untuk pekarangan sempit. Selain itu, jeruk juga dikenal produktif dan mudah dirawat. Buah jeruk dapat dipetik hampir sepanjang tahun, memberikan hasil yang memuaskan bagi pemiliknya.

Perawatan pohon jeruk kerdil memerlukan sinar matahari penuh dan media tanam yang kaya nutrisi. Penyiraman rutin dan pemupukan khusus jeruk akan membantu pertumbuhan optimal. Dengan perawatan yang baik, jeruk kerdil dapat mulai berbuah dalam waktu satu hingga tiga tahun.

2. Jambu Air

Jambu air termasuk pohon buah yang tumbuh cepat dan tidak terlalu tinggi. Sistem akar jambu air tidak agresif, sehingga aman ditanam dekat rumah. Akar pohon ini cenderung tumbuh ke samping secara terbatas, mengurangi risiko kerusakan pada fondasi bangunan.

Pohon jambu air juga populer untuk ditanam dalam pot, menjadikannya pilihan tepat untuk lahan terbatas. Tanaman ini mudah tumbuh di iklim tropis dan tahan panas. Buah jambu air dapat dipanen beberapa kali dalam setahun, memberikan hasil yang bermanfaat bagi keluarga.

Perawatan jambu air cukup sederhana, tidak memerlukan perlakuan rumit. Dengan pemeliharaan yang baik, jambu air dapat tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang melimpah. Tanaman ini cocok untuk penghuni perumahan yang ingin menikmati buah segar dari halaman rumah.

3. Delima

Delima memiliki sistem akar yang relatif dangkal dan tidak invasif, menjadikannya aman untuk ditanam di dekat rumah. Ukuran pohon delima cenderung kecil hingga sedang, sehingga cocok untuk lahan terbatas. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah panas dengan pencahayaan yang cukup.

Perawatan delima cukup sederhana dan tidak memerlukan banyak air. Pemilik rumah hanya perlu memangkas cabang agar bentuk pohon tetap rapi. Dengan penggunaan pupuk organik, tanaman ini dapat tumbuh lebih subur dan cepat berbuah.

Delima tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai sumber buah sehat. Buah delima kaya akan antioksidan dan dapat menjadi penghias halaman dengan bunganya yang indah. Dengan perawatan yang konsisten, pohon delima dapat memberikan hasil yang memuaskan.

4. Sawo

Sawo tergolong pohon buah berukuran sedang dengan akar yang tidak agresif. Pertumbuhannya cenderung lambat, sehingga lebih aman dibandingkan pohon besar lainnya. Akar sawo cukup stabil dan tidak merusak paving jika dirawat dengan baik.

Pohon sawo memiliki akar tunggang dan akar samping yang kuat. Akar tunggang tumbuh tegak lurus ke bawah, sementara akar samping menyerap nutrisi dari tanah. Tanaman ini tidak membutuhkan lahan terlalu luas, sehingga dapat ditempatkan di sudut halaman rumah.

Dengan perawatan yang baik, pohon sawo dapat tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang bermanfaat. Tanaman ini menjadi pilihan tepat bagi pemilik rumah yang ingin menanam pohon buah tanpa khawatir akar merusak struktur bangunan.

5. Pepaya

Pepaya memiliki akar tunggang yang tidak terlalu dalam dan tidak merusak pondasi rumah. Tanaman ini tumbuh cepat dan berbuah dalam waktu singkat. Buah pepaya kaya akan vitamin A dan C, menjadikannya pilihan sehat untuk keluarga.

Pohon pepaya lebih mirip tanaman perdu besar ketimbang pohon. Dengan perawatan yang tepat, pepaya dapat tumbuh subur di berbagai jenis tanah. Penyiraman yang cukup dan sinar matahari penuh akan mendukung pertumbuhan optimal.

Setelah delapan hingga sepuluh bulan, pohon pepaya dapat mulai berbuah. Dengan perawatan yang baik, pohon ini dapat terus menghasilkan buah segar secara berkelanjutan. Pepaya menjadi pilihan yang tepat untuk ditanam di pekarangan rumah.

6. Pisang

Pohon pisang memiliki akar serabut yang dangkal dan tidak merusak pondasi rumah. Tanaman ini mudah ditanam dan dirawat, serta dapat berbuah dalam waktu singkat. Buah pisang lezat dan kaya akan kalium, menjadikannya pilihan sehat.

Pisang termasuk tanaman yang tumbuh cepat dan dapat berbuah dalam sembilan hingga dua belas bulan setelah tanam. Sistem perakarannya yang tidak invasif menjadikannya pilihan baik untuk ditanam di dekat bangunan. Tanaman ini juga tidak memerlukan perawatan rumit, cocok untuk pemula.

Pohon pisang membutuhkan tanah subur dan drainase baik untuk pertumbuhan optimal. Penyiraman teratur dan pemupukan berkala akan mendukung produksi buah yang melimpah. Dengan penempatan yang tepat, pohon pisang dapat memberikan nuansa tropis di halaman rumah.

7. Srikaya

Srikaya merupakan tanaman buah tropis dengan sistem akar dangkal dan tidak invasif. Ini menjadikannya aman ditanam di halaman yang berdekatan dengan rumah. Pohonnya tidak terlalu besar, biasanya hanya mencapai tinggi tiga hingga lima meter.

Anda juga bisa menanam pohon srikaya dalam pot besar sebagai tanaman buah dalam pot. Dengan demikian, srikaya menjadi pilihan tepat untuk lahan sempit. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai jenis kondisi tanah dan iklim.

Buah srikaya bisa berbuah sepanjang tahun, memberikan pasokan buah segar secara konsisten. Perawatannya cukup sederhana karena tanaman ini tidak memerlukan perlakuan khusus yang rumit. Dengan pemeliharaan yang baik, pohon srikaya dapat tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang bermanfaat.

8. Tin

Pohon tin memiliki akar yang lebih lembut dari jenis ficus lainnya dan tidak merambat jauh jika ditanam di kondisi yang sesuai. Tanaman ini cocok ditanam di berbagai jenis tanah asalkan memiliki drainase baik. Pohon tin juga dapat ditanam dalam pot besar untuk menjaga ukuran dan pertumbuhan akarnya.

Pohon tin atau ara kerdil sangat cocok ditanam di ruang terbatas karena tingginya hanya sekitar 0,9 hingga 1,5 meter. Tanaman ini cukup adaptif dan bisa tumbuh subur dengan perawatan sederhana. Akar pohon tin cenderung lunak dan menyebar di permukaan, tidak memiliki kekuatan untuk menembus beton padat.

Setelah tumbuh mapan, pohon tin cukup tahan kekeringan dan dapat beradaptasi di berbagai suhu. Buah tin dapat dihasilkan hanya dalam enam hingga delapan bulan dari stek. Dengan perawatan yang baik, pohon tin dapat memberikan hasil panen yang memuaskan.

9. Jambu Biji

Jambu biji, terutama varietas jambu biji merah, relatif aman untuk ditanam di dekat rumah. Sistem akarnya tidak terlalu kuat dan agresif, sehingga tidak menyebar sekuat pohon seperti mangga. Pohon ini juga dikenal tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

Varietas jambu biji kerdil sangat direkomendasikan karena tetap kecil namun sangat produktif. Jambu biji kerdil cocok untuk ditanam dalam pot atau lahan terbatas. Akar pohon jambu biji tidak sekuat mangga, sehingga relatif aman untuk ditanam dekat rumah.

Jambu biji kristal memiliki perakaran yang tidak terlalu ekspansif, terutama jika berasal dari bibit cangkok. Tanaman ini membutuhkan tanah lembap dan kaya nutrisi, serta pencahayaan penuh untuk tumbuh optimal. Dengan perawatan yang baik, pohon jambu biji dapat memberikan hasil panen yang bermanfaat.

10. Kelengkeng Mini

Varietas kelengkeng mini atau kelengkeng kerdil lebih aman untuk halaman dibandingkan kelengkeng besar. Akarnya tidak agresif dan ukuran pohonnya relatif kecil, sehingga aman untuk lahan terbatas. Tanaman ini dapat dibudidayakan dalam pot besar dan tetap dapat menghasilkan buah.

Varietas seperti Kelengkeng Mini atau Kerdil ideal untuk tabulampot. Dengan perawatan yang baik, kelengkeng dapat tumbuh subur meskipun ditanam di pot. Bibit hasil okulasi seperti Diamond River atau Pingpong disarankan karena memiliki sistem akar yang lebih terkontrol.

Kelengkeng Pingpong dikenal mudah berbuah dan adaptif di berbagai kondisi tanah. Karakteristik ini menjadikannya pilihan populer bagi penghuni rumah. Dengan perawatan yang tepat, pohon kelengkeng dapat memberikan hasil panen yang memuaskan.

11. Mangga (Varietas Kerdil/Spesifik)

Mangga Gedong Gincu merupakan salah satu varietas mangga yang direkomendasikan untuk ditanam di pekarangan rumah. Meskipun dapat mencapai tinggi sekitar sembilan meter, pertumbuhannya masih bisa dikontrol dengan pemangkasan rutin. Varietas ini juga populer untuk dibudidayakan sebagai tabulampot.

Keunggulan Mangga Gedong Gincu tidak hanya pada ukurannya yang lebih terkendali, tetapi juga pada kualitas buahnya yang menarik. Buahnya memiliki warna merah kekuningan dan rasa manis segar. Tersedia pula varian "mini" dari Mangga Gedong Gincu yang memiliki ukuran pohon lebih kecil.

Dengan perawatan tepat, termasuk penyiraman dan pemupukan rutin, Mangga Gedong Gincu dapat tumbuh optimal baik di pot maupun di tanah langsung. Kontrol pertumbuhan melalui pemangkasan akan memastikan pohon tetap kompak dan akarnya tidak menjadi ancaman bagi pondasi rumah.

12. Belimbing

Belimbing dikenal memiliki pertumbuhan akar yang lebih bersahabat dibandingkan beberapa pohon buah lainnya. Akar tanaman ini tidak terlalu besar dan jarang menyebabkan kerusakan pada paving halaman. Bentuk pohonnya juga tidak terlalu tinggi, sehingga mudah dirawat.

Tanaman belimbing cocok untuk rumah dengan konsep taman sederhana. Buah belimbing dapat dipanen beberapa kali dalam setahun jika tanaman dirawat dengan baik. Belimbing termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dan cepat berbuah walau dalam pot.

Pohon belimbing memiliki akar yang tidak terlalu agresif. Karakteristik ini memastikan bahwa akarnya tidak akan merusak pot atau struktur di sekitarnya. Belimbing membutuhkan sinar matahari sepanjang hari dan pupuk kandang organik setiap sebulan sekali untuk pertumbuhan optimal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Pohon Buah yang Cepat Tinggi Tapi Akarnya Tetap Aman untuk Rumah

Q: Mengapa penting memilih pohon buah dengan akar tidak agresif?

A: Penting memilih pohon buah dengan akar tidak agresif karena akar yang terlalu besar bisa merusak paving, lantai halaman, dan pondasi rumah.

Q: Berapa jarak aman menanam pohon dari rumah?

A: Idealnya sekitar 1,5 hingga 3 meter tergantung jenis pohon dan ukuran dewasa tanaman.

Q: Bisakah pohon buah ditanam di pot agar lebih aman?

A: Bisa, beberapa pohon seperti jeruk dan delima cocok ditanam dalam pot besar.

Q: Apa pohon buah yang cocok untuk halaman sempit?

A: Jeruk, delima, belimbing, dan jambu air cocok untuk halaman rumah minimalis.

Q: Bagaimana cara mencegah akar merusak paving?

A: Mencegah kerusakan dapat dilakukan dengan memilih varietas yang tepat, menanam dalam pot, dan menjaga jarak tanam ideal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |