10 Tips Public Speaking agar Pede Seperti Guru, Anti Ngeblank

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan berbicara di depan umum menjadi kebutuhan dalam kegiatan belajar, bekerja, termasuk saat mengikuti forum diskusi. Banyak orang mengalami kendala ngeblank saat harus menyampaikan gagasan di depan audiens akibat gugup, kurang siap, atau tidak memiliki pola penyampaian yang jelas. Kondisi ini sering membuat pesan tidak tersampaikan secara utuh, hingga mempengaruhi kondisi diri sendiri setelahnya.

Sebenarnya, situasi tersebut dapat diatasi melalui latihan bertahap. Pendekatan yang digunakan pun tidak harus rumit dan bisa dilakukan saat waktu luang tanpa harus memiliki latar belakang khusus, salah satunya berbicara di depan cermin.

Jika saat ini Anda sedang memperdalam ilmu berbicara di depan publik, kiranya 10 tips efektif public speaking dari seorang tenaga pendidik profesional berikut bisa dicoba di rumah. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Jumat (17/4).

1. Lakukan Persiapan dengan Matang dari Jauh-Jauh Hari

Persiapan menjadi dasar dalam kegiatan berbicara di depan umum karena materi yang disampaikan perlu dipahami sebelum dipresentasikan. Hal ini turut ditekankan oleh Tiara Sayyida yang merupakan mantan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) periode Juli 2023 - Juni 2024.

Menurut perempuan 24 tahun yang tinggal di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, persiapan tidak perlu harus dengan cara yang rumit. Cukup dengan membaca, mencatat poin penting, serta menyusun alur penyampaian agar tidak terputus saat menjelaskan topik yang dibahas.

Setelahnya, bisa dilanjutkan dengan mengulang materi secara lisan di depan cermin untuk melihat ekspresi dan membantu mengenali bagian yang masih belum lancar dan memperbaikinya sebelum tampil di depan audiens sehingga tidak bergantung penuh pada teks.

"Public speaking itu kan kemampuan agar bisa berbicara lancar di depan umum, kan? Nah, jadi harus dipersiapkan supaya pendapat atau informasi bisa diterima dengan baik oleh hadirin," kata mantan pengajar di PAUD Miftahul Ulum Cirebon kepada Liputan6 melalui sambungan telepon, Minggu (12/4).

2. Kuasai Panggung Area Presentasi

Selanjutnya, Tiara juga membagikan metode dengan cara mengenali area presentasi untuk mengurangi rasa canggung ketika berbicara. Penguasaan dapat dilakukan dengan melihat posisi audiens, jarak antar kursi, serta tempat berdiri yang digunakan untuk menyampaikan materi untuk membantu penyesuaian posisi saat tampil.

Saat presentasi berlangsung, penting untuk berdiri dengan posisi yang memungkinkan suara terdengar dengan jelas. Penyampaian materi dilakukan mengikuti poin yang telah dipelajari agar tidak keluar dari topik. Kesalahan dalam penyampaian tidak perlu dihindari secara berlebihan karena dapat diperbaiki saat berbicara.

Penguasaan ruang juga berkaitan dengan pergerakan tubuh saat menjelaskan materi. Pergerakan yang terarah dapat membantu menjaga perhatian audiens. Hal ini membuat proses komunikasi berjalan lebih efektif tanpa harus bergantung pada catatan secara terus-menerus.

3. Pikirkan Hal Positif Sebelum Presentasi

Sebelum tampil, sangat penting juga untuk menanamkan pikiran yang mendukung proses penyampaian materi. Pikiran yang tidak kacau dapat membantu menjaga fokus dan mengurangi gangguan saat berbicara. Proses ini dapat dilakukan dengan mengingat tujuan utama dari presentasi.

Pola pikir tersebut amat membantu menghindari rasa takut yang berlebihan saat berada di depan audiens. Dan caranya adalah dengan mengingat bahwa materi yang telah dipelajari, perlu proses penyampaian secara bertahap tanpa tekanan. Selain itu, menjaga pikiran tetap terarah dapat membantu mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh rasa gugup. Alihkan fokus agar tetap kepada pesan yang ingin disampaikan.

"Sering juga soalnya ketika memikirkan tujuan baik dari penyampaian materi, termasuk mengetahui siapa yang hadir dan mereka tertarik, ini bikin semangat," kata lulusan Sarjana Bimbingan Konseling Islam (BKI) IAIN Cirebon itu.

4. Ingatkan Diri Bahwa Pesan yang Disampaikan adalah untuk Audiens

Tujuan utama berbicara di depan umum adalah menyampaikan informasi kepada audiens secara jelas. Oleh karena itu, penting untuk menyusun outline yang ringkas agar materi tidak membingungkan saat disampaikan. Outline ini membantu menjaga struktur pembahasan.

Kerangka yang jelas agar mudah dipahami bisa dibuat poin-poin. Kemudian, penyampaian dapat dilakukan secara bertahap tanpa melompat antar topik. Hal ini membantu audiens mengikuti alur pembahasan dengan lebih mudah, termasuk saat membedah informasi yang rumit.

Fokus pada kebutuhan audiens juga membantu menentukan cara penyampaian yang tepat. Materi yang disusun dengan mempertimbangkan pemahaman audiens akan lebih mudah diterima dan dipahami.

5. Latih Menggunakan Gestur Tubuh

Gestur tubuh menjadi bagian penting dalam komunikasi karena dapat memperkuat pesan yang disampaikan. Latihan dapat dilakukan dengan memperhatikan gerakan tangan, posisi tubuh, serta arah pandangan saat berbicara. Hal ini membantu menciptakan penyampaian yang lebih jelas.

Penggunaan gestur yang terarah dapat membantu menekankan poin tertentu dalam materi. Gerakan tangan dapat digunakan untuk menunjukkan urutan atau menjelaskan konsep yang sedang dibahas. Cara ini membuat audiens lebih mudah memahami isi pembicaraan.

Selain itu, menjaga kontak pandang dengan audiens dapat membantu membangun hubungan saat presentasi berlangsung. Hal ini membuat suasana komunikasi terasa lebih terhubung dan tidak satu arah.

"Pas kita melakukan gerak ketika menyampaikan materi, mulai dari kontak mata, gerakan tangan terbuka atau menggerakan bikin informasi yang disampaikan lebih meyakinkan," ucapnya.

6. Tahan Diri agar Tidak Berbicara Terlalu Cepat

Namun begitu, Tiara juga menyetujui bahwa rasa gugup sering membuat presentasi atau public speaking menjadi berantakan. Ketika seseorang berbicara dengan tempo yang cepat, pesan jadi sulit dipahami. Oleh karena itu dirinya menekankan betapa penting untuk mengatur kecepatan berbicara agar setiap poin dapat diterima dengan jelas oleh audiens.

Latihan dapat dilakukan dengan berpindah posisi saat presentasi untuk membantu mengontrol tempo. Mengambil jeda saat berpindah antar poin yang disampaikan dapat membantu memberikan waktu bagi audiens untuk memahami materi. Jeda juga memberi kesempatan bagi pembicara untuk mengatur kembali alur penyampaian agar tidak ke mana-mana.

"Kalau terlalu cepat bicaranya bisa membuat audiens menjadi kurang memahami apa yang disampaikan, itu terdengar tidak jelas, apalagi jika posisi pembicara dan tempat duduk audiens berjauhan," katanya lagi. 

7. Buat Diri Nyaman Sebelum Presentasi

Kondisi tubuh yang siap membantu proses berbicara berjalan lebih lancar. Persiapan dapat dilakukan dengan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sebelum tampil, seperti makan dan minum. Hal ini membantu menjaga energi selama presentasi berlangsung.

Mengonsumsi minuman yang biasa diminum dapat membantu menciptakan rasa nyaman sebelum berbicara. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil saat berada di depan audiens.

Selain itu, datang lebih awal ke lokasi juga membantu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dengan begitu, proses presentasi dapat dimulai tanpa tekanan yang berlebihan karena secara psikologis pemateri sudah merasa familiar dengan lokasi.

8. Anggap Semua Audiens Setara dengan Kita

Menganggap audiens setara membantu mengurangi tekanan saat berbicara. Dengan cara ini, pembicara dapat fokus pada penyampaian materi tanpa merasa terintimidasi oleh jumlah atau latar belakang audiens.

Pendekatan ini juga membantu membangun komunikasi yang lebih terbuka. Audiens akan lebih mudah menerima materi ketika disampaikan dengan cara yang tidak berjarak, dan otomatis kedekatan juga bisa terbangun alamai.

Selain itu, menganggap audiens sebagai pihak yang membutuhkan informasi membantu menjaga fokus pada tujuan utama, yaitu menyampaikan materi secara jelas.

9. Sampaikan Contoh yang Relevan

Materi akan lebih mudah dipahami jika disertai dengan contoh yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengaitkan topik dengan situasi yang sering ditemui oleh audiens.

Contoh yang relevan membantu menjelaskan konsep yang mungkin sulit dipahami jika hanya disampaikan secara teori. Hal ini membuat audiens lebih mudah mengikuti pembahasan dan penyampaian materi menjadi lebih terarah. Audiens kemudian juga dapat memahami hubungan antara teori dan praktik secara langsung.

"Bisa dilakukan dengan menyampaikan poin-poin utama, lalu mengaitkan dengan kondisi atau kasus sehari-hari yang dekat dan mungkin mereka alami. Ketika sudah begitu, audiens akhirnya cepat paham," tambahnya.

10. Jangan Sampai Kurang Istirahat Sebelum Hari Presentasi

Istirahat yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga konsentrasi saat berbicara di depan umum. Kurang istirahat dapat memengaruhi fokus dan kemampuan mengingat materi yang telah dipelajari.

Dengan kondisi tubuh yang siap, proses penyampaian dapat dilakukan dengan lebih stabil. Hal ini membantu menjaga alur pembicaraan agar tidak terputus di tengah presentasi. Selain itu, istirahat yang cukup juga membantu menjaga suara tetap jelas saat berbicara. Dengan begitu, audiens dapat menerima materi tanpa hambatan.

"Kalau diri sendiri fit kan enak menyampaikannya, tidak ngantuk atau terlihat kurang segar. Jadi pas ekspresi wajah bisa ramah dan postur diri tegap (percaya diri) bisa meningkatkan keterlibatan audiens (aktif)," tutup perempuan yang kini fokus menjadi konseling di salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Cirebon. 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana cara mengatasi rasa gugup saat public speaking?

Rasa gugup dapat diatasi dengan persiapan, latihan, serta mengatur napas sebelum berbicara agar tubuh lebih stabil.

2. Apa penyebab seseorang ngeblank saat presentasi?

Penyebab umum adalah kurang persiapan, rasa gugup, dan tidak memiliki alur penyampaian yang jelas.

3. Apakah public speaking bisa dilatih sendiri?

Bisa, dengan latihan rutin seperti berbicara di depan cermin dan merekam suara untuk evaluasi.

4. Berapa lama waktu ideal latihan public speaking?

Latihan dapat dilakukan secara rutin setiap hari dengan durasi menyesuaikan kebutuhan materi.

5. Apa pentingnya gestur tubuh saat presentasi?

Gestur membantu memperjelas pesan dan menjaga perhatian audiens selama penyampaian materi.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |