10 Pohon yang Sering Ditanam Orang Tua karena Banyak Manfaatnya, Teduh, Buah, hingga Obat Herbal

14 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Orang tua zaman dahulu memiliki kearifan lokal yang mendalam dalam memilih tanaman untuk pekarangan rumah mereka. Pilihan pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya tidak hanya didasari oleh estetika, tetapi juga fungsi praktis yang berkelanjutan. Mereka memahami bahwa pohon bukan sekadar penghias, melainkan investasi jangka panjang bagi keluarga dan lingkungan.

Pohon-pohon ini seringkali menjadi sumber pangan, obat herbal, dan penjaga keseimbangan lingkungan yang vital. Keberadaan pohon-pohon rindang di sekitar rumah mampu menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman, terutama di daerah perkotaan yang semakin terbatas lahan hijaunya. Selain itu, pohon juga berperan penting dalam menyediakan oksigen berkualitas baik dan menyerap polutan udara.

Nilai filosofis dan kearifan lokal juga turut mewarnai pilihan pohon tertentu. Beberapa pohon dipercaya membawa keberuntungan atau memiliki khasiat khusus yang diwariskan secara turun-temurun, menjadikannya warisan berharga. Berikut jenis-jenis pohon ini dapat membantu kita melestarikan warisan budaya sekaligus menikmati berbagai manfaatnya di era modern ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (4/6/2026).

1. Pohon Mangga

Pohon mangga adalah salah satu pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya, dikenal sebagai peneduh alami sekaligus penghasil buah manis favorit banyak orang. Pohon ini memiliki daun yang rimbun sehingga mampu menghalau terik matahari, menjadikannya pilihan tepat sebagai penyejuk rumah. Apabila ditanam dengan cara cangkok, tinggi pohon mangga bisa mencapai 8 hingga 10 meter, namun bila ditanam secara biasa dapat mencapai tinggi 40 meter.

Pohon mangga memiliki akar tunggang yang panjangnya bisa mencapai 6 meter, berfungsi untuk mencari air dan nutrisi serta menjaga pohon tetap kokoh. Keberadaan akar yang kuat ini juga membantu menjaga kestabilan tanah di sekitarnya. Buah mangga kaya akan lebih dari 20 jenis vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C, vitamin A, vitamin E, folat, dan serat, menjadikannya ideal untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh.

Kandungan serat dalam buah mangga juga membantu meningkatkan fungsi saluran cerna, mencegah sembelit, dan mendetoksifikasi tubuh secara alami. Selain buahnya yang lezat dan bergizi, daun mangga juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Ini menunjukkan betapa serbagunanya pohon mangga sebagai pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya.

2. Pohon Beringin

Pohon beringin seringkali identik dengan kesan angker dalam mitos lokal, namun sebenarnya sarat akan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Posturnya yang besar dengan banyaknya cabang membentuk kanopi yang luas menjadikannya peneduh yang sangat efektif. Pohon ini sangat produktif menghasilkan oksigen pada siang hari, sehingga udara di sekitarnya terasa lebih segar.

Akar pohon beringin dapat menyerap air lebih banyak, membantu meningkatkan kondisi air tanah dan mencegah risiko banjir. Kemampuan penyerapan air yang ekstra ini membuat simpanan air tanah lebih banyak dan bersih, sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bersih. Selain sebagai peneduh dan penyerap air, kanopi pohon beringin yang rindang juga dapat meningkatkan kelembapan udara, terutama di daerah kering.

Daun beringin juga memiliki khasiat kesehatan yang tidak banyak diketahui. Akar gantungnya digunakan sebagai obat tradisional untuk pilek, demam, radang amandel, nyeri sendi, dan memar. Oleh karena itu, beringin menjadi salah satu pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya, terutama untuk lingkungan.

3. Pohon Kersen (Talok/Ceri)

Pohon kersen, yang juga dikenal dengan nama pohon ceri atau pohon talok, menghasilkan buah kecil manis yang sering menjadi incaran burung atau kelelawar. Pohon ini dapat tumbuh di mana saja, asalkan sesuai dengan kriteria tanam pada ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan laut. Kersen memiliki tinggi rata-rata 2-6 meter, namun bisa tumbuh hingga 12 meter.

Dengan tinggi tersebut, pohon kersen mampu memberikan kerindangan untuk lingkungan sekitar, menjadikannya pilihan ideal untuk halaman rumah. Pohon ini juga dikenal mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang rumit, sangat cocok bagi mereka yang mencari pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya namun minim perawatan. Kemudahan perawatannya menjadikannya favorit di banyak pekarangan.

Pohon kersen memiliki laju penyerapan karbondioksida tertinggi di antara tanaman lain yang digunakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Buahnya yang manis juga memiliki manfaat kesehatan, dengan kandungan flavonoid dan saponin yang berfungsi sebagai antioksidan serta insulin alami untuk mengontrol kadar gula darah. Keberadaan pohon kersen turut berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik.

4. Pohon Dewandaru (Ceri Suriname)

Dewandaru merupakan buah asli dari Suriname dan Amerika Selatan yang kini banyak tumbuh di Indonesia. Beberapa kepercayaan di Indonesia menganggap pohon ini sebagai tanaman suci yang dapat mendatangkan rezeki atau "jimat keberuntungan". Buah dewandaru merupakan sumber vitamin A dan vitamin C yang baik, serta protein, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, beta-karoten, dan karotenoid.

Daunnya mengandung senyawa tanaman yang berperan sebagai antioksidan, penting untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Manfaat kesehatan dari dewandaru meliputi membantu meredakan demam berkat kandungan vitamin C-nya. Dewandaru juga diketahui memiliki sifat antibakteri yang berpotensi membantu meredakan diare akibat infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli).

Selain itu, dewandaru berpotensi mendukung kesehatan kulit, mengatasi infeksi kulit akibat bakteri Staphylococcus aureus, mendukung fungsi mata berkat vitamin A, dan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil karena efek diuretiknya. Kandungan flavonoid dan tanin dalam dewandaru juga bertindak sebagai antioksidan, antiradang, dan antikanker, membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Ini menjadikan dewandaru sebagai pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya di bidang kesehatan.

5. Pohon Tanjung

Pohon tanjung sering ditemui di pinggir jalan sebagai penyejuk atau perindang karena memiliki daun yang lebat dan tidak mudah gugur. Tajuknya yang lebat dan daunnya yang rapat menjadikannya pohon peneduh yang ideal untuk halaman, taman, atau pinggir jalan. Keberadaannya memberikan suasana yang teduh dan nyaman, terutama di daerah perkotaan.

Bunga pohon tanjung memiliki aroma yang wangi dan menenangkan, sering digunakan dalam tradisi dan upacara. Bunga ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, pakaian, badan, dan rambut secara alami. Aromanya yang khas sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar minyak esensial untuk aromaterapi, menambah nilai fungsionalnya.

Pohon tanjung mampu menyerap unsur pencemar timbal (Pb) meskipun dalam kadar relatif rendah, berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik. Selain itu, pohon ini juga dapat menjadi peredam suara dan debu yang cukup baik. Kayu tanjung terkenal kuat dan tahan lama, sering digunakan untuk berbagai keperluan bangunan dan furnitur. Daun segar pohon tanjung juga bisa ditumbuk halus sebagai obat sakit kepala atau dirajang untuk obat sariawan, menjadikannya pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya secara holistik.

6. Pohon Asam Jawa (Tamarind)

Pohon asam jawa adalah salah satu pohon legendaris yang sudah ada sejak zaman kolonial. Buahnya yang asam sering digunakan sebagai campuran bumbu dalam banyak masakan Indonesia, seperti sayur asam, atau sebagai perasa dalam jamu tradisional. Keberadaan asam jawa sangat akrab dalam kuliner dan pengobatan tradisional masyarakat.

Asam jawa kaya akan nutrisi, dengan daging buahnya mengandung vitamin C, dan daunnya merupakan sumber lemak, asam lemak, vitamin, dan flavonoid. Buah ini juga menjadi sumber ideal untuk semua asam amino esensial, kecuali triptofan, menjadikannya sangat bergizi. Kandungan nutrisi yang lengkap ini mendukung berbagai fungsi tubuh.

Manfaat kesehatan dari asam jawa sangat beragam, termasuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, menjaga kesehatan jantung, membantu mengontrol gula darah, dan melindungi organ hati. Asam jawa juga kaya antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko kanker dengan mencegah radikal bebas merusak DNA sel. Selain itu, asam jawa memiliki sifat antibakteri, antifungal, antivirus, dan antivenom. Daun asam jawa dapat digunakan untuk mengobati sariawan dengan berkumur air rebusannya, menegaskan posisinya sebagai pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya.

7. Pohon Mahoni

Pohon mahoni adalah pohon yang sering ditanam orang tua, terutama di pinggir jalan, karena kemampuannya sebagai penghias sekaligus peneduh. Pohon ini dapat tumbuh hingga 40 meter dengan diameter sekitar 125 sentimeter, menjadikannya sangat dominan di lanskap. Pertumbuhannya yang tinggi dan rindang sangat efektif dalam menciptakan keteduhan.

Mahoni sudah terbukti bisa mengurangi polusi udara secara signifikan, sekitar 47% hingga 69%, menjadikannya agen pembersih udara alami. Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya dan melepaskan oksigen. Pohon ini juga terbukti efektif menyerap timbal, sehingga baik ditanam di sekitar pabrik atau pinggir jalan yang padat kendaraan.

Selain manfaat lingkungan, biji mahoni digunakan dalam pengobatan tradisional untuk diabetes karena mampu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki jaringan pankreas. Kayu mahoni berkualitas tinggi dan sering digunakan dalam industri mebel dan konstruksi karena kekuatannya. Kulitnya juga dipergunakan untuk mewarnai pakaian, menunjukkan multifungsinya sebagai pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya.

8. Pohon Angsana

Pohon angsana cocok dengan iklim daerah tropis dan dapat tumbuh mekar serta subur tanpa perawatan khusus. Kanopinya yang rimbun berfungsi sebagai peneduh alami, mampu menyerap polusi udara, dan menahan kebisingan. Dengan daunnya yang hijau dan tajuk lebat serupa kubah, pohon angsana sangat cocok menjadi tanaman peneduh di lingkungan perkotaan.

Uniknya, getah pohon angsana berwarna merah bening, sehingga kerap dianggap "berdarah", memberikan ciri khas tersendiri. Manfaat angsana sangat beragam, termasuk untuk kesehatan seperti mencegah kerontokan rambut, meredakan demam dan anti-inflamasi, membantu masalah hormonal, serta meredakan nyeri menstruasi. Ini menunjukkan potensi besar angsana dalam pengobatan tradisional.

Selain itu, angsana juga merawat kesehatan kulit, mengobati sariawan, mengatasi diare, dan membantu mencegah diabetes. Kayu angsana juga kuat dan tahan lama, sering digunakan untuk pembuatan mebel dan perabot rumah tangga, serta bahan pewarna tekstil. Berbagai kegunaan ini menempatkannya sebagai pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya, baik untuk kesehatan maupun kebutuhan material.

9. Pohon Flamboyan

Pohon flamboyan dikenal dengan ciri khas bunganya yang berwarna merah terang atau oranye merah yang cantik ketika mekar, sering disebut Royal Poinciana atau pohon api. Pohon ini bisa tumbuh hingga setinggi 15 meter atau lebih, menciptakan pemandangan yang memukau. Bunga-bunga flamboyan biasanya akan bermekaran di musim pancaroba dari kemarau ke penghujan, menambah keindahan alam.

Kanopi yang lebar dan rimbun menjadikan pohon ini peneduh alami yang sangat efektif, memberikan perlindungan dari panas matahari dan membantu menurunkan suhu di sekitarnya. Kehadirannya sangat dihargai di daerah beriklim tropis. Selain keindahannya, flamboyan juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan erosi tanah berkat sistem akar yang luas.

Pohon ini juga menarik penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, mendukung ekosistem yang lebih sehat. Flamboyan juga memiliki kemampuan menyembuhkan luka pada kulit dan mengandung senyawa antibakteri, anti-inflamasi, analgesik, antijamur, dan antioksidan. Berbagai khasiat ini menjadikan flamboyan sebagai pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya, tidak hanya estetika tetapi juga fungsional.

10. Pohon Ketapang Kencana

Pohon ketapang kencana memiliki tampilan yang mendatar dan berlapis-lapis, dengan ranting yang membentang dan bertingkat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai peneduh halaman. Daun-daunnya kecil bergerombol membentuk payung dan bisa melindungi tanaman yang ada di bawahnya. Pohon ini berasal dari Madagaskar dan kerap dijumpai di halaman rumah untuk mempercantik tampilan.

Ketapang kencana memiliki sistem akar yang kuat dan dalam, membantu dalam penyerapan air dan nutrisi, serta memberikan stabilitas pada pohon. Sistem akar ini juga membantu mencegah erosi tanah, menjadikannya pilihan yang baik untuk lingkungan. Kemampuannya beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi tanah juga menjadi nilai tambah.

Ketapang kencana dapat menyerap polusi-polusi yang berasal dari jalanan atau lingkungan sekitar, sehingga membuat suasana rumah sejuk dan udaranya segar. Pohon ini juga mampu meningkatkan kelembapan udara. Oleh karena itu, ketapang kencana adalah pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya, terutama dalam aspek lingkungan dan estetika.

Pertanyaan Seputar Pohon yang Punya Banyak Manfaat

Q: Apa yang dimaksud dengan pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya?

A: Pohon yang sering ditanam orang tua karena banyak manfaatnya adalah jenis-jenis pohon warisan yang secara turun-temurun ditanam di pekarangan rumah karena memberikan manfaat ganda, seperti sebagai peneduh, sumber buah, obat herbal, serta memiliki nilai filosofis atau budaya yang kuat.

Q: Pohon apa yang paling mudah dirawat untuk pemula?

A: Pohon kersen dan ketapang kencana termasuk jenis pohon yang paling mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan intensif, sehingga cocok untuk pemula.

Q: Apakah pohon beringin aman ditanam di halaman rumah sempit?

A: Pohon beringin kurang disarankan untuk ditanam di halaman rumah sempit karena tingginya bisa mencapai 25 meter dengan diameter batang 2 meter, serta memiliki akar gantung yang luas, yang berpotensi merusak pondasi bangunan.

Q: Manfaat kesehatan apa yang paling terkenal dari pohon dewandaru?

A: Pohon dewandaru memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu meredakan demam, diare, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta berpotensi sebagai antikanker dan antijamur.

Q: Pohon mana yang paling baik menyerap polusi udara?

A: Pohon mahoni sangat efektif dalam menyerap polusi udara, mampu mengurangi polusi sekitar 47% hingga 69%. Ketapang kencana juga dikenal mampu menyerap polusi dari lingkungan sekitar.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |