10 Ide Jualan Takjil Kekinian yang Bakal Laris saat Bulan Puasa 2026

3 days ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu menghadirkan perubahan signifikan pada pola konsumsi masyarakat, terutama menjelang waktu berbuka puasa ketika permintaan terhadap makanan dan minuman ringan meningkat tajam di berbagai wilayah. Fenomena ini tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga merata hingga kawasan permukiman, area perkantoran, dan jalur lalu lintas padat yang menjadi titik favorit berburu takjil.

Memasuki Ramadan 2026, tren takjil diperkirakan semakin bergeser ke arah menu yang praktis, mudah dikonsumsi, serta memiliki tampilan menarik untuk dibawa pulang maupun dibagikan. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil, pedagang musiman, hingga pemula yang ingin mencoba peruntungan tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Di tengah meningkatnya daya beli masyarakat menjelang waktu berbuka, ide jualan takjil yang mengikuti tren dan kebutuhan konsumen berpotensi memberikan keuntungan optimal. Pemilihan menu yang tepat, strategi penyajian yang rapi, serta penyesuaian harga menjadi kunci agar usaha takjil mampu bertahan dan berkembang sepanjang bulan puasa.

1. Es Teh Jumbo Varian Rasa yang Menjawab Kebutuhan Pelepas Dahaga

Es teh jumbo menjadi salah satu minuman yang terus mengalami peningkatan permintaan karena mampu menjawab kebutuhan utama masyarakat saat berbuka puasa, yakni minuman segar dengan porsi besar. Minuman ini dinilai praktis karena mudah disiapkan dan bisa dijual dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.

Tahap awal pengembangan es teh jumbo biasanya dimulai dengan penggunaan teh dasar berkualitas yang dipadukan dengan gula cair agar rasa konsisten. Setelah itu, variasi rasa buah seperti lemon, leci, dan mangga mulai ditambahkan untuk memberikan pilihan lebih luas kepada konsumen.

Pada tahap berikutnya, tampilan kemasan berukuran besar dengan penutup rapat menjadi faktor penting agar minuman mudah dibawa pulang. Konsumen cenderung memilih es teh jumbo karena dianggap lebih hemat dan bisa dikonsumsi hingga waktu malam.

Seiring meningkatnya persaingan, pelaku usaha biasanya menambahkan sentuhan visual berupa label sederhana atau warna minuman yang lebih cerah agar produk terlihat menonjol di antara jajaran takjil lainnya.

2. Rice Bowl Mini yang Menjadi Solusi Buka Puasa Praktis

Rice bowl mini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan berbuka puasa dengan makanan berat tanpa porsi berlebihan. Menu ini banyak diminati karena praktis, mengenyangkan, dan mudah dikombinasikan dengan berbagai lauk.

Langkah awal dalam menjual rice bowl mini adalah menentukan menu lauk yang familiar dan mudah diproduksi seperti ayam teriyaki, ayam saus lada hitam, atau telur crispy. Pemilihan lauk sederhana membantu menekan biaya produksi.

Tahap berikutnya adalah pengaturan porsi nasi yang lebih kecil dibandingkan rice bowl reguler agar sesuai dengan kebutuhan berbuka. Kemasan mangkuk kertas atau plastik food grade menjadi pilihan karena ringan dan mudah dibawa.

Dalam perkembangannya, rice bowl mini sering dipilih oleh pekerja dan pelajar karena praktis dikonsumsi sebelum melanjutkan aktivitas ibadah malam, sehingga permintaannya relatif stabil sepanjang Ramadan.

3. Dessert Box Personal yang Menyesuaikan Tren Konsumsi Manis

Dessert box ukuran personal menjadi takjil favorit karena menawarkan sensasi makanan manis dalam porsi yang tidak berlebihan. Menu ini cocok dikonsumsi setelah minuman atau makanan ringan saat berbuka.

Pada tahap awal, dessert box biasanya dibuat dengan lapisan sederhana seperti biskuit, krim, dan cokelat yang mudah diproduksi menggunakan peralatan dapur rumahan. Proses ini memungkinkan pelaku usaha menjaga efisiensi waktu dan biaya.

Selanjutnya, variasi rasa mulai diperkenalkan untuk mengikuti selera pasar, seperti tiramisu, red velvet, dan matcha. Kombinasi warna dan tekstur menjadi daya tarik utama yang memengaruhi keputusan pembelian.

Dalam jangka panjang, konsistensi rasa dan tampilan menjadi faktor penting agar dessert box tetap diminati dan tidak hanya menjadi tren sesaat selama Ramadan.

4. Gorengan Premium dengan Sentuhan Isian Kekinian

Gorengan tetap menjadi pilihan utama takjil, namun mengalami transformasi dari segi kualitas dan variasi isian. Konsumen kini cenderung memilih gorengan yang berbeda dari versi konvensional.

Tahap awal inovasi gorengan dilakukan dengan menambahkan isian modern seperti keju leleh, ayam suwir pedas, atau sosis premium. Isian tersebut memberikan sensasi rasa baru yang lebih menarik.

Proses produksi selanjutnya menekankan teknik penggorengan yang lebih bersih agar hasilnya renyah dan tidak berminyak. Hal ini menjadi nilai tambah di mata konsumen yang semakin peduli kebersihan makanan.

Dalam tahap pemasaran, penggunaan kemasan kertas sederhana membuat gorengan terlihat lebih rapi dan meningkatkan persepsi kualitas tanpa harus menaikkan harga jual secara signifikan.

5. Es Buah Susu yang Mengalami Inovasi Rasa

Es buah klasik kembali diminati dengan inovasi tambahan susu yang memberikan rasa lebih lembut dan creamy. Takjil ini banyak dicari karena menyegarkan sekaligus mengenyangkan.

Langkah awal dalam penjualannya dimulai dari pemilihan buah segar berwarna cerah seperti melon, pepaya, dan anggur untuk menciptakan tampilan menarik. Warna menjadi faktor penting dalam menarik perhatian pembeli.

Tahap berikutnya adalah penyesuaian takaran susu dan sirup agar rasa tidak terlalu manis. Keseimbangan rasa menjadi kunci agar es buah tetap ringan dikonsumsi saat berbuka.

Dalam perkembangannya, es buah susu sering dijadikan pilihan keluarga karena bisa dikonsumsi bersama dan mudah disesuaikan dengan selera masing-masing anggota keluarga.

6. Puding Lapis Warna-warni untuk Semua Usia

Puding lapis menjadi salah satu takjil yang konsisten diminati karena teksturnya lembut dan mudah dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Menu ini juga relatif mudah diproduksi.

Tahap awal produksi biasanya menggunakan bahan dasar agar-agar, susu, dan gula dengan pewarna makanan untuk menciptakan lapisan kontras. Proses ini tidak memerlukan peralatan rumit.

Selanjutnya, variasi rasa seperti cokelat, vanila, dan buah ditambahkan untuk meningkatkan daya tarik tanpa mengubah konsep dasar. Kombinasi warna dan rasa menjadi nilai jual utama.

Dalam jangka panjang, puding lapis sering dipilih karena harganya terjangkau dan cocok dijadikan takjil harian selama Ramadan.

7. Sate Telur Gulung Frozen yang Fleksibel Dikonsumsi

Sate telur gulung kembali populer dengan konsep frozen yang memberikan fleksibilitas waktu konsumsi bagi pembeli. Model ini menjawab kebutuhan konsumen yang ingin stok takjil di rumah.

Tahap awal dimulai dengan proses pembuatan telur gulung yang dibumbui ringan agar cocok untuk berbagai selera. Setelah itu, produk dibekukan untuk memperpanjang masa simpan.

Pada tahap distribusi, produk frozen dikemas rapi agar tetap higienis dan mudah disimpan di freezer rumah tangga. Konsep ini juga memudahkan penjual menjangkau pembeli dalam jumlah lebih besar.

Dalam perkembangannya, sate telur gulung frozen diminati karena praktis dan bisa digoreng ulang kapan saja tanpa mengurangi cita rasa.

8. Kue Basah Modern dengan Sentuhan Visual Menarik

Kue basah tradisional tetap bertahan sebagai takjil favorit dengan penyesuaian tampilan yang lebih modern. Inovasi ini membuat kue basah kembali relevan.

Tahap awal biasanya dimulai dari modifikasi warna dan bentuk kue seperti klepon, lapis, atau talam agar terlihat lebih menarik. Sentuhan visual menjadi faktor pembeda utama.

Selanjutnya, penggunaan kemasan mika transparan membuat isi kue terlihat jelas dan meningkatkan daya tarik di mata pembeli. Kemasan juga berperan dalam menjaga kebersihan.

Dalam jangka panjang, kue basah modern tetap diminati karena memberikan rasa familiar dengan tampilan yang lebih segar dan kekinian.

9. Es Jelly dengan Topping yang Mengikuti Tren

Es jelly menjadi takjil yang populer karena teksturnya kenyal dan mudah dipadukan dengan berbagai topping. Menu ini banyak diminati oleh anak-anak hingga remaja.

Tahap awal penjualan biasanya menggunakan jelly polos dengan sirup sederhana untuk menekan biaya produksi. Konsep ini memungkinkan harga jual tetap terjangkau.

Pada tahap berikutnya, topping tambahan seperti nata de coco atau krim susu mulai diperkenalkan untuk meningkatkan variasi rasa dan tampilan.

Dalam perkembangannya, es jelly sering dipilih karena menyegarkan dan cocok dikonsumsi setelah makanan berat saat berbuka puasa.

10. Paket Takjil Hemat yang Menjawab Kebutuhan Keluarga

Paket takjil hemat menjadi solusi praktis bagi keluarga yang ingin berbuka tanpa harus memilih satu per satu menu. Konsep ini semakin diminati setiap Ramadan.

Tahap awal penyusunan paket dilakukan dengan mengombinasikan minuman, gorengan, dan makanan manis dalam satu kemasan. Kombinasi ini disesuaikan dengan selera umum.

Selanjutnya, penentuan harga paket dibuat lebih ekonomis dibandingkan pembelian satuan agar menarik minat pembeli. Strategi ini efektif meningkatkan volume penjualan.

Dalam praktiknya, paket takjil hemat memudahkan konsumen sekaligus membantu penjual meningkatkan nilai transaksi dalam waktu singkat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Jualan Takjil

1. Takjil apa yang paling diminati saat Ramadan?

Takjil yang praktis, menyegarkan, dan mudah dibawa pulang cenderung paling banyak dicari.

2. Apakah jualan takjil cocok untuk pemula?

Jualan takjil cocok untuk pemula karena bisa dimulai dengan modal kecil dan menu sederhana.

3. Kapan waktu terbaik mulai jualan takjil?

Penjualan biasanya mulai ramai sejak sore hari hingga menjelang waktu berbuka puasa.

4. Apakah kemasan memengaruhi minat pembeli?

Kemasan rapi dan higienis meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk.

5. Bagaimana cara menjaga penjualan tetap stabil selama Ramadan?

Menjaga kualitas rasa, konsistensi produk, dan menyesuaikan menu dengan tren menjadi kunci utama.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |