Tips Survive ala Mahasiswa yang Kuliah di Luar Negeri, Sederhana tapi Sering Dilupakan

14 hours ago 4
  • Apa saja tantangan utama yang dihadapi mahasiswa Indonesia saat kuliah di luar negeri?
  • Bagaimana cara menghemat biaya hidup sebagai mahasiswa internasional?
  • Seberapa penting kemampuan bahasa lokal bagi mahasiswa yang belajar di luar negeri?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan menuntut ilmu di luar negeri menjadi impian banyak mahasiswa. Namun, di balik kesempatan ini, terdapat sejumlah tantangan yang memerlukan persiapan matang.

Banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan akademis baik, tetapi seringkali melupakan hal-hal kecil yang justru penting agar bisa bertahan hidup di lingkungan yang serba baru. Kemandirian menjadi kunci dalam menghadapi dinamika kehidupan di luar negeri, mulai dari pengelolaan keuangan hingga adaptasi budaya yang membutuhkan strategi selama merantau.

Untuk itu, agar kehidupan di negara asing bisa selaras dengan target belajar di luar negeri, berikut Liputan6 berikan sejumlah tipsnya. Dengan menerapkan ini, rencana study bisa berjalan maksimal tanpa harus menyusahkan diri sendiri. Mari simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Kamis (5/3).

Harus Bisa Bagi Waktu untuk Kuliah dan Kerja Parttime

Selama berkuliah di luar negeri, tantangan ekonomi menjadi salah satu aspek yang dirasakan mahasiswa yang merantau ke luar negeri. Salah satu yang merasakan dampak ini dan bisa survive adalah Mohammad Haidar yang merantau ke Montreal, Quebec, Kanada. Pada 2023 lalu, dirinya berkesempatan kuliah secara mandiri di LaSalle College dan mengambil fokus studi pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, selama menjalankan studi di sana, biaya hidup dirasa jauh berbeda dengan di Indonesia. Hal ini membuatnya putar otak dan mencoba menjalani pekerjaan sambilan sembari berkuliah. Menurutnya, pengelolaan waktu menjadi sangat penting ketika mahasiswa harus menyeimbangkan tanggung jawab akademis dan pekerjaan paruh waktu.

Jadwal kuliah yang padat, tugas-tugas, serta persiapan ujian memerlukan fokus dan disiplin tinggi. Di sisi lain, pekerjaan paruh waktu juga menuntut komitmen waktu dan energi yang tidak sedikit. Mahasiswa perlu menyusun jadwal harian atau mingguan yang terstruktur, mengidentifikasi prioritas, dan menghindari penundaan agar tidak ada aspek yang terbengkalai.

"Kalau di Kanada (termasuk di luar negeri lainnya), tantangan non akademik adalah cari uang. Jadi memang harus tricky cari peluang sampingan dan sesuaikan dengan skill yang dipunya," kata Haidar yang berasal dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, saat dihubungi Liputan6 beberapa waktu lalu.

Harus Bisa Memasak dan Mengolah Makanan Dasar

Tantangan harga makanan di negara tujuan, serta ketersediaan makanan halal, seringkali menjadi kendala bagi mahasiswa internasional. Membeli makanan siap saji setiap hari dapat menguras anggaran secara signifikan. Harga bahan makanan dan biaya makan di restoran cenderung lebih tinggi dibandingkan di negara asal. Bagi mahasiswa Muslim, menemukan pilihan makanan halal yang terjangkau bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Menguasai keterampilan memasak dasar menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah ini. Dengan memasak sendiri, mahasiswa dapat menghemat pengeluaran secara drastis, karena bahan makanan mentah umumnya lebih murah dibandingkan makanan olahan. Selain itu, memasak sendiri memberikan kontrol penuh terhadap bahan-bahan yang digunakan, memastikan kebersihan, dan memenuhi preferensi diet.

Keterampilan memasak bukan hanya tentang penghematan, tetapi juga tentang kemandirian dan kesehatan. Mahasiswa dapat bereksperimen dengan resep baru, menyesuaikan porsi, dan memastikan asupan gizi yang seimbang. Kemampuan ini akan sangat berguna tidak hanya selama studi, tetapi juga dalam kehidupan setelah lulus.

Pelajari Bahasa Lokal Negara yang Dituju

Mempelajari bahasa lokal negara tujuan merupakan langkah strategis yang seringkali diabaikan. Bahasa lokal memiliki dampak besar terhadap pengalaman hidup mahasiswa. Menurut Haidar, di Kanada, khususnya di provinsi Quebec, bahasa Prancis digunakan secara luas. Meskipun bahasa Inggris mungkin menjadi bahasa pengantar di kampus, kehidupan sehari-hari di luar lingkungan akademis seringkali menuntut pemahaman bahasa lokal.

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa lokal membuka banyak pintu, mulai dari interaksi sosial yang lebih mendalam dengan penduduk setempat hingga kemudahan dalam mengurus administrasi. Mahasiswa yang menguasai bahasa lokal akan merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam berinteraksi, mengurangi potensi kesalahpahaman, dan memperkaya pengalaman budaya mereka.

Dirinya pun berkesempatan bekerja di beberapa bidang, mulai dari restoran, menjadi pengajar sampai berjualan tempe homemade. Salah satu yang menunjang ini adalah kemampuannya dalam mengusai bahasa Prancis yang banyak dipakai.

Komunikasi dengan Orang Tua Setidaknya Seminggu Sekali

Berada jauh dari rumah dan keluarga dapat menimbulkan perasaan kesepian dan tekanan emosional bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri. Lingkungan baru, perbedaan budaya, serta tuntutan akademis yang tinggi seringkali menjadi pemicu stres. Dalam situasi seperti ini, komunikasi yang teratur dengan orang tua atau keluarga di tanah air menjadi sangat penting sebagai sistem pendukung emosional.

Menyisihkan waktu setidaknya seminggu sekali untuk berkomunikasi dengan orang tua dapat memberikan rasa aman dan mengurangi beban pikiran. Cerita tentang pengalaman sehari-hari, baik suka maupun duka, dapat dibagikan kepada orang tua yang selalu siap mendengarkan dan memberikan dukungan moral. Interaksi ini mengingatkan mahasiswa bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi tantangan.

"Kalau aku biasanya kusiapin waktu seminggu sekali buat telpon orang tua, soalnya kan di sini jauh dari mereka dan biar bisa saling berkabar," tambah Haidar, yang kini berusia 29 tahun.

Pelajari Hard Skill Universal untuk Modal Utama Bertahan Hidup di Negara Tujuan

Mencari pekerjaan paruh waktu di negara tujuan seringkali memerlukan lebih dari sekadar kemampuan akademis. Memiliki hard skill universal yang dapat diterapkan di berbagai sektor pekerjaan menjadi modal utama bagi mahasiswa internasional. Keterampilan seperti mengajar, menjadi bartender, barista, membuat bangunan hingga keterampilan salon, adalah contoh keahlian yang memiliki permintaan tinggi dan dapat langsung digunakan.

Keterampilan ini tidak hanya membantu mahasiswa mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga memberikan pengalaman kerja yang berharga dan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal. Dirinya memberikan contoh pribadi, di mana kemampuannya memasak bisa diterapkan untuk mencari tambahan bekerja di restoran.

Selain itu, skill mengajar yang dipelajari selama kuliah juga berhasil ia terapkan di pekerjaannya sekarang yakni menjadi guru TK di Cpe Les Petits Lutins Côté St-Paul. Untuk itu, dirinya menekankan agar calon mahasiswa yang ingin berkuliah ke luar negeri agar mempelajari skill universal sebelum berangkat sebagai bekal hidup dan pengalaman bekerja.

"Kalau disuruh ngulang waktu, aku akan belajar skill universal untuk mulai hidup yang lebih gampang di Kanada. Kalau ada kesempatan sertifikasi juga penting, supaya diakui profesionalitasnya," tambah lulusan S1 Psikologi di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta itu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa saja tantangan utama yang dihadapi mahasiswa Indonesia saat kuliah di luar negeri?

A: Tantangan utama meliputi penyesuaian budaya, biaya hidup yang tinggi, dan perbedaan sistem pendidikan.

Q: Bagaimana cara menghemat biaya hidup sebagai mahasiswa internasional?

A: Menghemat biaya hidup dapat dilakukan dengan memasak sendiri dan mencari pekerjaan paruh waktu.

Q: Seberapa penting kemampuan bahasa lokal bagi mahasiswa yang belajar di luar negeri?

A: Kemampuan bahasa lokal sangat penting untuk integrasi sosial dan peluang pekerjaan.

Q: Mengapa komunikasi dengan keluarga penting bagi mahasiswa internasional?

A: Komunikasi dengan keluarga penting untuk dukungan emosional dan mengatasi stres.

Q: Keterampilan praktis apa yang paling berguna untuk mencari pekerjaan paruh waktu di luar negeri?

A: Keterampilan praktis yang berguna meliputi mengajar, menjadi barista, dan keterampilan salon.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |