Liputan6.com, Jakarta - Bau menyengat dari kandang sapi sering menjadi masalah serius bagi peternak, terutama di dekat pemukiman warga. Aroma ini berasal dari penumpukan kotoran dan urine sapi, yang tidak hanya mengganggu lingkungan tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan ternak dan pekerja, karena menciptakan kondisi ideal bagi bakteri menghasilkan gas amonia dan hidrogen sulfida.
Mengatasi bau kandang sapi dengan metode alami tanpa bahan kimia berbahaya menawarkan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga meningkatkan pengelolaan limbah, kesehatan ternak, serta menciptakan kandang yang lebih higienis, sekaligus menambah nilai ekonomis limbah peternakan.
Liputan6.com telah melansir dari berbagai sumber pada Jumat (27/2), tips mengurangi bau kandang sapi secara alami tanpa bahan kimia berbahaya. Mulai dari perbaikan infrastruktur kandang, kebersihan rutin, hingga pemanfaatan mikroorganisme dan bahan organik, setiap cara dirancang untuk menciptakan lingkungan peternakan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi ternak maupun masyarakat sekitar.
Ventilasi Kandang yang Optimal
Ventilasi yang baik menjadi kunci untuk mengurangi bau kandang sapi. Sirkulasi udara yang lancar memungkinkan gas berbahaya seperti amonia segera keluar dan digantikan udara segar, sehingga mencegah penumpukan gas, melindungi pernapasan ternak dan pekerja, serta mengurangi kelembaban yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Desain kandang yang mendukung ventilasi alami, seperti jendela, lubang angin, atau atap yang bisa dibuka, sangat dianjurkan untuk mengurangi bau. Untuk kandang tertutup atau area dengan sirkulasi terbatas, kipas atau exhaust fan membantu aliran udara, menjaga suhu stabil, dan ventilasi silang memungkinkan udara segar masuk dari satu sisi dan udara kotor keluar dari sisi berlawanan, sehingga pertukaran udara lebih maksimal.
Selain menjaga kualitas udara, ventilasi yang optimal juga penting untuk kesehatan ternak secara keseluruhan. Lingkungan kandang yang segar dan tidak pengap dapat mengurangi stres sapi, mencegah penyakit pernapasan, meningkatkan nafsu makan, serta produktivitas, sehingga pemeriksaan dan pembersihan saluran ventilasi secara rutin diperlukan agar tidak tersumbat debu atau kotoran.
Pembersihan Kandang Secara Rutin dan Menyeluruh
Pembersihan kandang secara rutin dan menyeluruh merupakan langkah penting untuk mencegah penumpukan kotoran yang menjadi sumber utama bau menyengat. Kotoran sapi, baik padat maupun cair, jika dibiarkan menumpuk akan terdekomposisi oleh bakteri dan menghasilkan gas amonia yang kuat, sehingga disarankan membersihkan kandang setidaknya sekali sehari.
Proses pembersihan meliputi pembuangan kotoran padat dan urine secara efisien, serta pengelolaan saluran pembuangan yang baik agar kotoran dan urine dialirkan ke tempat penampungan atau pengolahan. Penggantian lapisan lantai kandang seperti jerami atau sekam secara berkala juga penting untuk menjaga kebersihan dan kekeringan, sehingga mengurangi bau sekaligus mencegah perkembangbiakan lalat dan serangga yang bisa membawa penyakit.
Kandang yang bersih dan kering menciptakan lingkungan nyaman bagi sapi, meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak. Peternak disarankan menggunakan alat pembersih yang tepat dan, jika memungkinkan, sabun ramah lingkungan untuk sanitasi tambahan, karena konsistensi dalam menjaga kebersihan kandang sangat membantu mengelola bau sekaligus menjaga hubungan baik dengan tetangga.
Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Organik
Mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik atau kompos merupakan solusi ganda yang efektif untuk mengurangi bau sekaligus menambah nilai ekonomis limbah peternakan. Daripada dibiarkan menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap, proses pengomposan mengubah kotoran menjadi produk bermanfaat bagi pertanian, di mana fermentasi dengan mikroorganisme dapat secara signifikan mengurangi bau sekaligus menghasilkan kompos kaya nutrisi.
Beberapa metode dapat diterapkan untuk mengolah kotoran sapi, salah satunya adalah mempercepat fermentasi menggunakan dekomposer atau mikroorganisme efektif (EM4). EM4 mempercepat penguraian bahan organik dalam kotoran sehingga bau busuk berkurang dan proses pengomposan lebih cepat; hasilnya adalah kompos yang tidak berbau kotoran, memiliki wangi fermentasi khas, dan kaya unsur hara yang baik untuk tanaman.
Selain dijadikan pupuk, kotoran sapi juga bisa dimanfaatkan menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya menekan bau dan mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi peternak, mendukung pertanian berkelanjutan, dan menciptakan ekosistem peternakan yang lebih bersih dan produktif.
Pemanfaatan Mikroorganisme Efektif (EM4) dan Probiotik
Penggunaan Mikroorganisme Efektif (EM4) menjadi salah satu metode alami yang populer dan terbukti ampuh dalam mengurangi bau kandang sapi. EM4 Peternakan merupakan kultur mikroorganisme menguntungkan yang bekerja dengan mempercepat fermentasi serta penguraian bahan organik pada kotoran sapi, sehingga produksi gas amonia dan hidrogen sulfida penyebab bau berkurang.
Aplikasi EM4 bisa dilakukan dengan menyemprotkan secara rutin pada tumpukan kotoran, lantai kandang, atau area yang berbau. Beberapa peternak juga mencampurkan EM4 ke dalam air minum atau pakan ternak; pemberian pada air minum membantu menyeimbangkan mikroba menguntungkan dalam perut sapi, meningkatkan kesehatan pencernaan, dan menurunkan kadar gas amonia pada kotoran.
Selain EM4, penggunaan probiotik pada pakan ternak juga memberikan efek serupa. Probiotik meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi dalam pakan, sehingga kotoran yang dihasilkan cenderung tidak berbau, dan mikroba rumen yang sehat membantu mengurangi bau amonia dari proses pencernaan sapi.
Penggunaan Bahan Penyerap Bau Alami
Beberapa bahan alami terbukti efektif menyerap bau di kandang sapi tanpa menimbulkan efek samping berbahaya. Kapur dapat ditaburkan merata di area kandang untuk mengurangi bau, sementara baking soda juga dikenal sebagai penyerap bau yang baik dan dapat digunakan di area berbau.
Zeolit, mineral alami, memiliki kemampuan menyerap amonia dan gas penyebab bau secara efektif. Arang aktif atau arang sekam juga dapat diletakkan di area berbau atau dicampurkan dengan kotoran sapi untuk menyerap urine dan menutupi feses, sehingga bau tidak menyebar.
Serbuk gergaji juga efektif menyerap urine dan menutupi feses, menjaga lantai kandang tetap kering dan mengurangi bau. Selain itu, penggunaan bahan-bahan ini mempermudah pembersihan kotoran karena kotoran yang menyatu dengan penyerap lebih mudah diangkat, dan zeolit dapat dicampur ke pakan untuk meningkatkan penyerapan protein serta menurunkan kandungan amonia pada kotoran.
Manajemen Pakan untuk Mengurangi Bau
Kualitas pakan sapi berpengaruh langsung terhadap bau kotoran yang dihasilkan. Pakan yang seimbang dan bergizi meningkatkan efisiensi pencernaan, sehingga kotoran yang dihasilkan cenderung tidak berbau menyengat, terutama jika menggunakan pakan fermentasi yang mudah dicerna dan tetap mempertahankan nutrisinya.
Pemberian pakan fermentasi juga membantu mempercepat proses penguraian kotoran karena mikroorganisme menguntungkan dalam pakan ikut berperan dalam fermentasi. Dengan proses ini, produksi gas amonia berkurang secara signifikan, sehingga bau kandang menjadi lebih rendah.
Selain itu, memastikan sapi mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang menjaga kesehatan pencernaan mereka. Sapi dengan pencernaan optimal cenderung menghasilkan kotoran yang kurang berbau dibandingkan sapi yang mengalami masalah pencernaan, sehingga manajemen pakan yang tepat menjadi strategi penting untuk mengurangi bau kandang secara alami.
Penanaman Vegetasi Penyerap Bau di Sekitar Kandang
Menanam tanaman penyerap bau di sekitar kandang sapi merupakan solusi alami sekaligus estetis untuk mengurangi aroma tak sedap. Tanaman mampu menyerap senyawa penyebab bau, seperti amonia dan hidrogen sulfida, melalui stomata daun dan mengolahnya dalam proses metabolisme.
Beberapa tanaman juga mengandung minyak atsiri yang aromanya dapat menutupi bau kandang secara alami. Contohnya antara lain mint, pandan wangi, kunyit, jahe, kencur, sereh, bawang merah, serta tanaman hias seperti lavender dan rosemary, yang selain menyerap bau juga mempercantik lingkungan sekitar kandang.
Perawatan tanaman yang tepat penting agar efektivitasnya maksimal. Tanaman aromatik memerlukan sinar matahari cukup untuk menghasilkan minyak atsiri, toleransi terhadap area teduh jika diperlukan, serta penyiraman yang cukup untuk menjaga kesehatan dan kemampuan menyerap bau secara optimal.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa bau kandang sapi perlu dikurangi?
Bau kandang sapi perlu dikurangi karena dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, berdampak negatif pada kesehatan ternak dan pekerja, serta memicu pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.
2. Bagaimana EM4 membantu mengurangi bau kandang sapi?
EM4 (Mikroorganisme Efektif) mempercepat proses fermentasi dan penguraian bahan organik pada kotoran sapi, mengurangi produksi gas amonia dan hidrogen sulfida yang menyebabkan bau tak sedap.
3. Apa saja bahan alami yang bisa menyerap bau di kandang sapi?
Bahan alami yang bisa menyerap bau di kandang sapi antara lain kapur, baking soda, zeolit, arang aktif (arang sekam), dan serbuk gergaji.
4. Apakah manajemen pakan memengaruhi bau kotoran sapi?
Ya, kualitas pakan yang seimbang dan bergizi dapat meningkatkan efisiensi pencernaan sapi, sehingga mengurangi produksi kotoran yang berbau menyengat. Pakan fermentasi juga menghasilkan kotoran yang tidak terlalu bau.
5. Tanaman apa yang efektif menyerap bau di sekitar kandang sapi?
Beberapa tanaman yang efektif menyerap bau di sekitar kandang sapi meliputi mint, pandan wangi, kunyit, jahe, kencur, sereh, bawang merah, lavender, dan rosemary.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512869/original/057574600_1771996812-Manajemen_Pakan_dan_Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515718/original/039162200_1772186784-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515747/original/060314300_1772187592-Inspirasi_Jendela_Rumah_Mepet_Tembok_Tetangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4812442/original/090919700_1714021742-Screenshot_2024-04-25_120519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515566/original/037438300_1772180570-kuker_dan_hampers_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509962/original/087101700_1771809777-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500397/original/033457200_1770864101-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1192031/original/018652700_1459763163-single_lina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502186/original/056089300_1770971678-minuman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464211/original/067557400_1767682642-Screenshot_2026-01-06_135650.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515620/original/036120600_1772182106-hong-kong-jackie-chan_broa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515327/original/089154900_1772170864-Pagar_Horizontal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261961/original/085738100_1671083483-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460798/original/029736700_1767317534-woman-getting-her-hair-dyed-home-by-hairdresser.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2713615/original/098086600_1548487198-20190126-Jeruk-Kim-Kit-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515313/original/073220600_1772170030-ternak_ikan_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410506/original/070712200_1762935284-4685.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515209/original/089823200_1772166169-Kandang_Ayam_2_Meter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515246/original/068188100_1772167682-Untitled_design__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515500/original/005926900_1772178069-unnamed__69_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)