Liputan6.com, Jakarta - Kaca yang tampak kusam, penuh sidik jari, atau meninggalkan bekas air bisa membuat ruangan terlihat kurang bersih. Tips membersihkan kaca dengan 2 bahan dapur dapat menjadi alternatif sederhana ketika Anda tidak ingin membeli cairan pembersih khusus.
Dua bahan yang mudah ditemukan di dapur dapat dimanfaatkan untuk membuat larutan pembersih kaca sederhana. Selain murah, cara ini juga memungkinkan Anda mengatur sendiri takaran bahan sesuai kebutuhan dan kondisi permukaan kaca.
Namun, hasil kaca yang bening tidak hanya ditentukan oleh cairan pembersih. Cara menyemprot, jenis kain, arah mengelap, hingga kondisi air yang digunakan juga berpengaruh terhadap munculnya garis atau noda setelah kaca dibersihkan. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (22/9/2026).
1. Gunakan Campuran Cuka Putih dan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465076/original/054624800_1767757990-Larutan_Cuka_Putih_dan_Air_Hangat.jpg)
Perbesar
Salah satu cara paling sederhana untuk membersihkan kaca adalah mencampurkan cuka putih dan air. Metode ini dibahas oleh Real Simple dan The Spruce sebagai larutan pembersih kaca rumahan yang dapat digunakan untuk jendela maupun cermin. Cuka mengandung asam asetat yang membantu melonggarkan endapan mineral dan kotoran berminyak pada permukaan kaca.
Untuk membuat larutan, siapkan botol semprot yang bersih. Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, misalnya 125 mililiter cuka dan 125 mililiter air. David Suzuki Institute juga memberikan formula serupa, yakni setengah cangkir cuka putih dan setengah cangkir air untuk membuat pembersih kaca rumahan.
Jika rumah menggunakan air dengan kandungan mineral cukup tinggi atau dikenal sebagai air sadah, air suling dapat digunakan untuk membuat larutan. Menurut The Spruce, mineral seperti kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sadah dapat meninggalkan bercak pada kaca ketika air mengering.
Setelah larutan selesai dibuat, jangan langsung membasahi kaca secara berlebihan. Untuk cermin, Real Simple dan The Spruce menyarankan menyemprotkan larutan pada kain terlebih dahulu. Cara ini membantu mencegah cairan masuk ke bagian belakang lapisan cermin atau mengenai bingkai secara berlebihan.
Gunakan kain mikrofiber yang bersih dan tidak berbulu. Mulailah mengelap dari bagian atas kaca, kemudian bergerak ke bawah menggunakan pola menyerupai huruf S yang rapat. Real Simple menyarankan pola tersebut daripada gerakan melingkar karena gerakan melingkar dapat memindahkan kembali debu dan kotoran ke permukaan yang sudah dibersihkan.
Hindari mengelap bolak-balik pada area yang sama terlalu sering. Setelah seluruh permukaan selesai dibersihkan, periksa kaca dari beberapa sudut. Pencahayaan dari arah berbeda dapat membantu melihat garis atau noda yang masih tertinggal.
2. Atasi Bercak Air dengan Baking Soda dan Air
Tidak semua kaca hanya membutuhkan pembersihan ringan. Pada kaca kamar mandi, pintu shower, atau permukaan yang sering terkena percikan air, terkadang terdapat bercak putih yang sulit dihilangkan. Bercak tersebut dapat berasal dari endapan mineral yang tertinggal setelah tetesan air mengering.
Untuk kondisi seperti ini, salah satu tips membersihkan kaca dengan 2 bahan dapur yang dapat dicoba adalah membuat pasta dari baking soda dan air. Real Simple menggunakan kedua bahan tersebut untuk membantu menangani noda air keras pada cermin.
Takaran yang digunakan cukup sederhana. Campurkan baking soda dan air dengan jumlah yang sama hingga membentuk pasta dengan konsistensi menyerupai pasta gigi. Jangan membuat campuran terlalu encer karena pasta perlu menempel pada area yang terkena noda.
Sebelum mengoleskan pasta, bersihkan terlebih dahulu debu atau kotoran yang mudah diangkat dari permukaan kaca. Setelah itu, ambil sedikit pasta baking soda dan aplikasikan pada bercak air. Gosok dengan lembut menggunakan jari atau kain yang sesuai, kemudian biarkan pasta mengering.
Setelah cukup kering, gunakan kain bersih yang sedikit lembap untuk mengangkat pasta tersebut. Bila masih terdapat sisa putih dari baking soda, lap kembali dengan kain bersih hingga permukaan benar-benar bersih. Keringkan menggunakan kain lain yang kering dan bebas serat.
Metode ini sebaiknya digunakan secara hati-hati. Baking soda memiliki sifat abrasif ringan, sehingga tidak perlu menggosok permukaan kaca dengan tekanan kuat. Fokuskan penggunaannya pada noda yang memang membutuhkan penanganan lebih, bukan sebagai pengganti pembersihan rutin setiap hari.
Mengapa Kaca Sering Bergaris Setelah Dibersihkan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308250/original/034767800_1785133582-e4cdbf56-6474-4ae3-a9a7-639fe7157606.jpg)
Perbesar
Kaca yang sudah dibersihkan tetapi masih terlihat belang biasanya tidak selalu disebabkan oleh kurangnya cairan pembersih. Teknik pembersihan justru sering menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil akhirnya.
The Spruce menyarankan membersihkan debu, sarang laba-laba, dan kotoran lepas terlebih dahulu sebelum menggunakan larutan. Jika debu langsung terkena cairan, kotoran tersebut dapat berubah menjadi lapisan lembap yang lebih sulit diangkat dan berpotensi meninggalkan bekas.
Jumlah cairan juga perlu diperhatikan. Terlalu banyak larutan membuat permukaan kaca membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Sebaliknya, cairan yang terlalu sedikit mungkin tidak cukup untuk melonggarkan kotoran.
Waktu pembersihan pun berpengaruh. The Spruce menyarankan menghindari kondisi ketika kaca terkena sinar matahari langsung karena cairan dapat mengering terlalu cepat sebelum sempat dilap secara merata. Kondisi tersebut dapat meninggalkan bercak atau garis.
Kain juga tidak kalah penting. Kain mikrofiber yang bersih dan bebas serat dapat membantu mengangkat kotoran tanpa meninggalkan banyak serabut. David Suzuki Institute menjelaskan bahwa kain mikrofiber memang efektif digunakan berulang kali untuk membersihkan kaca, meskipun penggunaannya juga memiliki pertimbangan lingkungan karena materialnya berbahan dasar petrokimia.
Bagi yang ingin mengurangi penggunaan mikrofiber, kain berbahan katun, linen, atau potongan kain dari pakaian dan seprai lama yang bersih dapat menjadi alternatif. Yang terpenting, kain tersebut tidak meninggalkan serat berlebihan pada permukaan kaca.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Membersihkan Kaca
Memilih bahan sederhana bukan berarti semua bahan dapur aman dicampurkan atau digunakan pada setiap jenis permukaan. Cuka, misalnya, tidak cocok digunakan pada material tertentu. David Suzuki Institute mengingatkan agar cuka tidak digunakan pada batu alam, kayu yang dilapisi wax, besi cor, atau aluminium.
Untuk permukaan kaca biasa, larutan cuka dan air dapat digunakan dengan cara yang tepat. Namun, bagian bingkai tetap perlu diperhatikan karena material bingkai bisa memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda dengan kaca.
Hindari pula mencampurkan larutan pembersih rumahan dengan produk kimia lain. The Spruce secara khusus menyarankan menggunakan botol semprot yang bersih ketika membuat larutan cuka dan air. Hal ini membantu menghindari reaksi yang tidak diinginkan dengan sisa bahan pembersih dari penggunaan sebelumnya.
Penggunaan bahan kimia yang terlalu kuat juga tidak selalu membuat kaca lebih bersih. Real Simple mencatat bahwa pemutih, pembersih serbaguna tertentu, dan pembersih berbahan sabun dapat meninggalkan residu atau menyebabkan permukaan tampak kusam. Untuk kaca khusus atau cermin berlapis, sebaiknya periksa petunjuk perawatan dari produsennya.
Agar Kaca Tetap Bening Lebih Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317789/original/063326800_1786071788-7.jpg)
Perbesar
Membersihkan kaca secara rutin biasanya lebih mudah daripada menunggu sampai lapisan kotoran menumpuk. Debu, minyak dari tangan, cipratan air, dan residu produk yang mengering akan semakin sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama.
Untuk kaca jendela, biasakan mengangkat debu dan kotoran kering terlebih dahulu. Setelah itu, gunakan larutan cuka dan air secukupnya, lalu lap menggunakan kain bersih dari atas ke bawah.
Sementara itu, kaca kamar mandi perlu mendapat perhatian lebih karena sering terkena air. Segera keringkan percikan air bila memungkinkan agar mineral tidak sempat mengendap. Jika bercak sudah terbentuk, pasta baking soda dan air dapat digunakan secara terbatas dengan gosokan lembut.
Kunci dari hasil akhir yang jernih sebenarnya cukup sederhana: permukaan tidak terlalu kotor, larutan tidak berlebihan, kain bersih, serta teknik mengelap yang tepat. Dengan kombinasi tersebut, bahan-bahan sederhana di dapur dapat membantu menjaga kaca tetap bersih tanpa harus selalu mengandalkan produk khusus.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membersihkan Kaca
1. Apa dua bahan dapur yang bisa digunakan untuk membersihkan kaca?
Cuka putih dan air dapat dicampurkan menjadi larutan pembersih kaca sederhana. Untuk bercak air yang membandel, baking soda dan air dapat dibuat menjadi pasta dan digunakan secara hati-hati.
2. Berapa perbandingan cuka dan air untuk membersihkan kaca?
Real Simple, David Suzuki Institute, dan The Spruce sama-sama memberikan contoh penggunaan cuka putih dan air dengan perbandingan yang setara. Misalnya, gunakan 125 mililiter cuka putih dan 125 mililiter air.
3. Mengapa kaca masih bergaris setelah dilap?
Garis dapat muncul karena terlalu banyak cairan, kaca dibersihkan saat terkena panas atau sinar matahari langsung, kain meninggalkan serat, atau teknik mengelap kurang tepat. Mengelap menggunakan pola S dari atas ke bawah dapat membantu menghasilkan permukaan yang lebih merata.
4. Apakah baking soda bisa digunakan untuk semua kaca?
Baking soda dan air dapat digunakan untuk membantu menangani bercak air, tetapi sebaiknya tidak digosok dengan tekanan kuat. Gunakan secukupnya dan bersihkan kembali sisa pasta dengan kain lembap.
5. Apakah cuka aman untuk bingkai kaca?
Belum tentu. Cuka tidak cocok untuk beberapa material seperti batu alam, kayu berlapis wax, besi cor, dan aluminium. Karena itu, aplikasikan larutan terutama pada kaca dan perhatikan bahan bingkainya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354668/original/059888000_1790058823-Gemini_Generated_Image_3n3miy3n3miy3n3m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354453/original/057328500_1790052010-Screenshot_2026-09-22_113048.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354234/original/056382500_1790044409-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354294/original/098449000_1790046564-Lebih_mudah_ditata_sesuai_kebutuhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321942/original/053628000_1786512035-f87a1b3b-4140-475c-90e7-399516b133f3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523567/original/081627500_1772849633-Warna_Cat_Teras_Rumah_Netral_Tapi_Tidak_Membosankan_Hijau_Sage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444245/original/086314200_1765774223-ASN_Digital.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354277/original/006148300_1790046418-Gemini_Generated_Image_9j0k7s9j0k7s9j0k.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357435/original/086542000_1758529076-57854264-eaae-488c-a718-2205836c3382.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354409/original/007866300_1790050300-67ce9af1-26ce-4288-8b4b-c2c8a6f175ee.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354362/original/027074200_1790048972-Pink_Lembut__Buff_Pink_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326648/original/013476500_1787030839-salman-rameli-eoQotEG6io8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307620/original/027853700_1785051209-4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353389/original/040799500_1789962691-01M2T740BNAN3VG4F5008FPQ5X.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354248/original/010516400_1790044644-HL_Dapur_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354177/original/021781200_1790041706-3ebf25b9-0430-48a7-94bd-43cf7ff2f3fd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354185/original/096287500_1790042028-3e791e63-9bd4-483f-a365-f4bb52c8a1a1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353385/original/022544800_1789962687-01M2T7240Z2H2Z2RDRKYR8ABQZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7003632/original/087436200_1779774743-Desain_Rumah_Kampung_Sederhana_dengan_Teras_Kecil_yang_Nyaman_untuk_Momong_Anak_Model_Menyatu_dengan_Ruang_Tamu.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337050/original/022337900_1788230032-1de3d558-1975-4c43-b4f2-118d1bd51876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337293/original/019623200_1788239716-56d48274-58d6-4330-a2d5-7c8cc37e4557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337139/original/089359100_1788234193-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336964/original/043861300_1788227999-strberi.jpg)