Tips agar Terhindar dari Love Scamming saat Kenalan dengan Orang di Dating Apps

3 days ago 6
  • Apa itu love scamming di dating apps?
  • Apa tanda seseorang melakukan love scamming?
  • Bagaimana cara melaporkan akun penipu di dating apps?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena love scamming semakin sering terjadi seiring meningkatnya penggunaan dating apps sebagai sarana berkenalan. Banyak orang mencari hubungan serius maupun sekadar teman baru, tetapi tidak semua pengguna memiliki niat baik. Pelaku biasanya memanfaatkan kedekatan emosional untuk mendapatkan uang atau data pribadi korban. Oleh karena itu, memahami tips agar terhindar dari love scamming menjadi hal penting sebelum memulai interaksi lebih jauh. 

Love scamming bukan hanya soal kerugian finansial, tetapi juga berdampak pada kesehatan emosional korban. Modusnya sering terlihat meyakinkan karena pelaku pandai membangun kepercayaan dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, pengguna dating apps perlu mengenali tanda-tanda mencurigakan sejak awal. Berikut Liputan6.com merangkum tips praktis agar kamu bisa tetap nyaman berkenalan tanpa terjebak penipuan, Kamis (26/2/2026). 

1. Jangan Terlalu Cepat Percaya dengan Cerita Personal

Salah satu ciri umum love scamming adalah cerita personal yang dramatis sejak awal perkenalan. Pelaku sering mengaku memiliki pekerjaan bergengsi, latar belakang keluarga menyentuh atau sedang mengalami musibah. Cerita tersebut bertujuan membangun empati agar korban cepat merasa dekat. Jika kamu merasa alur cerita terlalu sempurna atau terlalu menyedihkan, sebaiknya jangan langsung percaya. Selalu beri waktu untuk mengenal lebih dalam sebelum mempercayai informasi pribadi. Terkait cerita dramatis ini, Caca (bukan nama sebenarnya), pengguna dating apps sejak 2025 baru-baru ini mengalaminya. 

“Dia (pelaku, red) menceritakan kisah sedih hidupnya. Ayah meninggal saat dia masih tujuh tahun, ibunya kemudian meninggal karena Covid-19. Keluarga ibunya kena tsunami. Terus soal kerjaan ngakunya kerja di salah satu perusahaan minyak dan gas besar di Indonesia, cerita jadi salah satu pegawai yang ditawari mutasi ke Pakistan. Tapi kemudian tiba-tiba resign karena alasan mau nikah (dengan korban, red), kan enggak masuk akal ya,” jelas perempuan 30 tahun itu melalui pesan tertulis kepada Liputan6.com, Rabu (24/2/2026).

Kamu juga bisa memverifikasi cerita dengan pertanyaan sederhana yang konsisten. Perhatikan apakah jawaban yang diberikan berubah-ubah atau tidak masuk akal. Jika pelaku menghindari topik tertentu atau terlihat tidak nyaman saat ditanya detail, itu bisa menjadi tanda bahaya. Menjaga sikap kritis adalah langkah awal paling efektif agar terhindar dari love scamming. Ingat, hubungan yang sehat tidak dibangun dengan tergesa-gesa.

2. Hindari Memberikan Data Pribadi Terlalu Cepat

Memberikan data pribadi seperti alamat rumah, nomor identitas, atau informasi keuangan adalah kesalahan yang sering dimanfaatkan pelaku. Dalam banyak kasus love scamming, data tersebut digunakan untuk manipulasi atau bahkan kejahatan lain. Sebaiknya batasi informasi yang kamu bagikan, terutama di tahap awal perkenalan. Gunakan fitur keamanan yang tersedia di dating apps untuk menjaga privasi. Semakin sedikit data yang diketahui orang asing, semakin kecil risikonya.

Selain itu, hindari memindahkan percakapan ke platform lain terlalu cepat. Pelaku biasanya ingin keluar dari sistem keamanan aplikasi agar lebih leluasa beraksi. Jika seseorang mendesak untuk chat di luar aplikasi tanpa alasan jelas, kamu patut waspada. Tetap berkomunikasi di platform resmi sampai kamu benar-benar yakin. Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah love scamming.

“Kami memang berpindah dari dating apps ke WhatsApp, nah di situ intens komunikasinya. Dia (pelaku, red) pernah telepon dua kali, tapi setiap aku ajak vc (video call, red) enggak pernah mau dengan alasan pekerjaannya sibuk. Balik ke cerita soal dia tiba-tiba kirim surat pengajuan resign dengan alasan mau nikah itu, dia mengaku kalau resign harus mencantumkan identitas calon pasangan, nah di situ dia minta identitasku,” lanjut perempuan asal Jawa Timur itu.

3. Waspadai Permintaan Uang atau Bantuan Finansial

Permintaan uang adalah tanda paling jelas dari love scamming. Biasanya pelaku mengaku sedang mengalami keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan, atau masalah pekerjaan. Mereka memanfaatkan kedekatan emosional untuk membuat korban merasa bersalah jika tidak membantu. Jika seseorang yang belum pernah kamu temui meminta uang, sebaiknya langsung tolak. Hubungan yang sehat tidak dimulai dengan permintaan finansial.

“Dia (pelaku, red) meminta dikirimi uang Rp3,2 juta tapi aku enggak sanggup, terus minta Rp1 juta dengan alasan untuk biaya kepulangan cuti. Untungnya saat itu aku udah sadar kalau ini modus love scamming. Saat dia kirim surat pengajuan resign, aku konfirmasi ke perusahaan yang dimaksud ternyata hasilnya nama ini tidak terdaftar sebagai pekerja di sana,” jelas Caca yang mengaku tertarik bermain dating apps karena sejumlah temannya berhasil menikah berkat aplikasi kencan daring.

Pelaku juga sering berjanji akan mengembalikan uang atau bahkan memberikan hadiah besar. Janji tersebut hanyalah taktik manipulasi agar korban terus mengirim dana. Jika kamu menemukan situasi seperti ini, segera hentikan komunikasi. Laporkan akun tersebut ke pihak aplikasi agar tidak menimbulkan korban lain. Bertindak tegas adalah cara terbaik melindungi diri dari penipuan.

4. Lakukan Verifikasi Identitas Secara Sederhana

Verifikasi identitas bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti video call. Pelaku love scamming biasanya menghindari interaksi langsung karena identitasnya palsu. Jika seseorang selalu punya alasan untuk tidak pernah melakukan panggilan video, kamu patut curiga. Kamu juga bisa melakukan pencarian foto profil melalui reverse image search. Cara ini membantu mengetahui apakah foto tersebut digunakan di tempat lain.

“Kalau tips dari aku, sebaiknya konfirmasi tempat di mana dia bekerja, terus identitas dia. Konfirmasi ke perusahaan yang disebut apakah dia benar bekerja di sana atau tidak. Cek nama, foto, dan data lain yang dia berikan. Jangan mudah percaya hanya karena terlihat meyakinkan di chat atau video call,” imbuh Caca.

Selain itu, periksa konsistensi informasi di profilnya. Perbedaan kecil seperti lokasi, pekerjaan, atau cerita hidup bisa menjadi petunjuk penting. Jangan ragu untuk memprioritaskan keamanan dibanding rasa tidak enak. Orang yang benar-benar tulus biasanya tidak keberatan dengan proses verifikasi. Dengan langkah ini, kamu bisa lebih yakin sebelum melanjutkan hubungan.

5. Dengarkan Intuisi dan Jangan Abaikan Red Flag

Intuisi sering kali menjadi alarm awal saat sesuatu terasa tidak beres. Jika kamu merasa tidak nyaman, bingung, atau tertekan dalam komunikasi, sebaiknya berhenti sejenak. Pelaku love scamming biasanya menciptakan tekanan emosional agar korban tidak berpikir rasional. Mengambil jarak bisa membantu melihat situasi dengan lebih objektif. Jangan mengabaikan perasaan tidak nyaman sekecil apa pun.

Selain intuisi, perhatikan juga red flag seperti komunikasi yang terlalu intens atau janji masa depan terlalu cepat. Hubungan yang sehat berkembang secara alami, bukan dipaksakan. Kamu berhak mengakhiri komunikasi kapan saja jika merasa tidak aman. Dengan mengenali tanda-tanda ini, risiko menjadi korban love scamming bisa ditekan. Keselamatan diri harus selalu menjadi prioritas utama.

Pertanyaan seputar Tips agar Terhindar dari Love Scamming

1. Apa itu love scamming di dating apps?

Love scamming adalah penipuan yang memanfaatkan hubungan romantis online untuk mendapatkan uang atau data pribadi korban.

2. Apa tanda seseorang melakukan love scamming?

Tandanya antara lain cerita dramatis, menghindari video call, dan meminta uang dengan alasan darurat.

3. Bagaimana cara melaporkan akun penipu di dating apps?

Gunakan fitur report di aplikasi dan blokir akun tersebut agar tidak bisa menghubungi lagi.

4. Apakah love scamming bisa menimpa siapa saja?

Ya, siapa pun bisa menjadi korban karena pelaku biasanya sangat manipulatif dan meyakinkan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |