Teknik Pemupukan Pohon Kelengkeng Supaya Cepat Berbuah Lebat Sepanjang Musim

4 hours ago 2
  • Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemupukan pada pohon kelengkeng?
  • Bagaimana cara merangsang pohon kelengkeng agar cepat berbunga dan berbuah?
  • Apa saja faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pembuahan kelengkeng?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Teknik pemupukan pohon kelengkeng supaya cepat berbuah lebat sepanjang musim sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemberian nutrisi yang tepat dapat membantu pohon lebih cepat berbunga dan menghasilkan buah yang optimal.

Banyak orang belum memahami penerapan teknik pemupukan pohon kelengkeng supaya cepat berbuah lebat sepanjang musim secara benar, mulai dari jenis pupuk hingga waktu pemberian. Padahal, hal ini sangat berpengaruh pada hasil panen yang didapatkan.

Dengan menerapkan teknik pemupukan pohon kelengkeng supaya cepat berbuah lebat sepanjang musim secara konsisten, peluang mendapatkan hasil yang lebat dan berkualitas akan semakin besar.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang teknik pemupukan pohon kelengkeng supaya cepat berbuah lebat sepanjang musim, Jumat (24/4/2026).

Fondasi Pertumbuhan Optimal Kelengkeng

Pohon kelengkeng akan tumbuh optimal jika ditanam pada kondisi lingkungan yang sesuai. Tanah yang ideal adalah yang gembur, kaya bahan organik, mampu menahan air, serta memiliki pH sekitar 5,5–6,5. Jenis tanah seperti andosol, vertisol, latosol, dan laterit sangat baik untuk mendukung pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi.

Selain itu, kelengkeng membutuhkan sinar matahari penuh selama 6–8 jam per hari agar proses fotosintesis berjalan maksimal. Suhu ideal untuk pertumbuhannya berkisar antara 20–33°C, sehingga tanaman dapat berkembang dengan sehat dan produktif.

Ketinggian tempat juga berpengaruh, dengan kisaran ideal 200–600 meter di atas permukaan laut. Jika semua faktor ini terpenuhi, pohon kelengkeng akan memiliki dasar pertumbuhan yang kuat untuk menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas.

Pemupukan Berdasarkan Fase Pertumbuhan Tanaman

Strategi pemupukan kelengkeng sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pendekatan ini bertujuan agar pohon mendapatkan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhannya, sehingga pertumbuhan dan hasil buah bisa lebih optimal.

Fase Vegetatif (Pertumbuhan Awal)

Pada tahap awal, pemupukan difokuskan untuk memperkuat akar, batang, dan daun. Pupuk NPK seimbang seperti NPK 16-16-16 sangat cocok karena mengandung nitrogen untuk pertumbuhan daun, fosfor untuk akar, dan kalium untuk menjaga kesehatan tanaman. Selain itu, pupuk dengan nitrogen tinggi seperti ZA (Ammonium Sulfat) atau urea juga dapat digunakan untuk mempercepat pertumbuhan, namun perlu diaplikasikan dengan hati-hati agar tidak menguap.

Fase Generatif (Menjelang Berbunga dan Berbuah)

Memasuki fase ini, fokus pemupukan beralih pada pembentukan bunga dan buah. Gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi seperti NPK 10-30-20 atau 13-13-25. Fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium meningkatkan kualitas buah. Pupuk tambahan seperti MKP, DAP, dan KNO₃ juga efektif merangsang pembungaan. Untuk pohon yang sulit berbuah, kalium klorat sering dimanfaatkan sebagai perangsang.

Fase Setelah Pembentukan Buah

Setelah buah mulai terbentuk, pemupukan bertujuan menjaga agar buah tidak mudah rontok serta meningkatkan kualitasnya. Pupuk kalium seperti KCl sangat penting pada tahap ini. Selain itu, penyemprotan KNO₃ dengan dosis rendah dapat membantu mempertahankan buah dan mendukung proses pematangan agar hasil panen lebih maksimal.

Panduan Aplikasi dan Jadwal Pemupukan yang Tepat

Penerapan pupuk yang tepat, baik dari segi metode, dosis, maupun waktu, menjadi kunci agar pohon kelengkeng dapat berbuah lebat dan optimal. Setiap jenis pupuk memiliki cara aplikasi yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikannya agar nutrisi dapat terserap dengan maksimal.

Metode Aplikasi Pupuk

Pupuk padat seperti NPK, DAP, atau ZA dapat ditaburkan secara merata di permukaan tanah atau dibenamkan di area sekitar kanopi tanaman. Hindari menabur pupuk terlalu dekat dengan batang agar tidak merusak akar.

Sementara itu, pupuk cair seperti POC atau MKP bisa diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke daun atau disiram langsung ke tanah (kocor). Dosis umum yang digunakan yaitu MKP sekitar 2–5 gram per liter air, dan KNO₃ sekitar 3–6 gram per liter air. Khusus pupuk urea, sebaiknya ditutup dengan tanah setelah aplikasi agar tidak menguap dan nutrisinya terserap lebih efektif.

Dosis dan Jadwal Pemupukan

1. Pemupukan Dasar (Sebelum Tanam)

Siapkan lubang tanam berukuran sekitar 60×60×60 cm hingga 100×100×60 cm. Masukkan pupuk kandang ±20 kg, lalu diamkan selama 1–2 hari agar tanah siap ditanami. Jika menggunakan pupuk organik tambahan, aplikasikan sesuai dosis anjuran sebelum penanaman agar tanah lebih subur.

2. Pemupukan Rutin (Setelah Tanaman Tumbuh)

Fase Vegetatif (Pohon Muda):

Lakukan pemupukan setiap 1–2 bulan dengan pupuk organik dan NPK seimbang (misalnya 16-16-16). Dosis NPK berkisar 50–100 gram per pohon setiap 2–3 bulan. Tujuannya untuk memperkuat akar, batang, dan daun agar pertumbuhan optimal.

Fase Generatif (Menjelang Berbuah):

Gunakan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi seperti NPK 10-30-20 atau 13-13-25 setiap 3–4 bulan. Tambahkan MKP (2–5 gram/L) melalui penyemprotan saat mulai muncul bunga. Untuk tanaman yang lebih tua, pupuk organik tambahan dapat diberikan setiap 6 bulan sekali guna menjaga kesuburan tanah.

Fase Tanaman Dewasa (Produksi Buah):

Dosis pupuk dapat ditingkatkan sesuai umur tanaman. Misalnya, sekitar 500 gram NPK per pohon untuk usia di bawah 7 tahun, dan hingga 1 kg untuk tanaman yang lebih tua. Pemupukan rutin ini membantu merangsang pembungaan dan meningkatkan kualitas buah.

Teknik Non-Pemupukan untuk Merangsang Produktivitas Buah

Selain pemupukan, ada beberapa teknik perawatan lain yang berperan penting dalam merangsang pohon kelengkeng agar berbuah lebat. Metode ini menjadi pelengkap yang membantu tanaman tumbuh lebih optimal dan produktif.

1. Pemangkasan

Pemangkasan merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas kelengkeng. Terdapat dua jenis utama, yaitu pemangkasan bentuk untuk membentuk tajuk yang rapi, serta pemangkasan pemeliharaan untuk membuang cabang yang tumbuh ke dalam, ke bawah, atau terlalu rapat. Tinggi pohon juga sebaiknya dijaga sekitar 3–3,5 meter agar mudah dirawat.

Selain itu, pemangkasan dapat merangsang pembungaan dengan mengalihkan energi tanaman dari pertumbuhan daun ke pembentukan bunga. Pemangkasan produksi biasanya dilakukan setelah panen untuk memicu tunas baru, dengan waktu terbaik pada awal musim hujan atau setelah masa panen selesai.

2. Penyiraman Konsisten

Ketersediaan air sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembungaan dan pembuahan. Kekurangan air dapat menyebabkan bunga rontok atau buah tidak berkembang dengan baik. Pada musim kemarau, penyiraman dianjurkan 1–2 kali sehari, namun tetap harus dihindari genangan air berlebih. Untuk menjaga kelembapan tanah, penggunaan mulsa organik bisa menjadi solusi efektif.

3. Perangsangan Buah (Booster)

Teknik ini digunakan untuk memicu pembungaan, terutama pada tanaman yang sulit berbuah. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah penggunaan zat pengatur tumbuh seperti paklobutrazol yang terbukti mampu merangsang munculnya bunga.

Selain itu, metode lain seperti stres air (mengurangi penyiraman sementara) dan teknik perundukan cabang juga dapat membantu merangsang pembungaan. Jika dilakukan dengan tepat dan dikombinasikan dengan perawatan lainnya, cara ini dapat meningkatkan peluang pohon kelengkeng menghasilkan buah yang lebih lebat.

Manfaat dan Jenis Pupuk Organik untuk Kelengkeng

Pupuk organik bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan pohon kelengkeng secara alami. Selain menyediakan nutrisi, pupuk ini juga membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam tanah.

Jenis yang umum digunakan antara lain pupuk kandang fermentasi dari kotoran sapi atau kambing yang kaya unsur hara dan aman bagi akar. Pupuk kompos juga baik untuk mendukung pertumbuhan dan pembungaan karena mengandung nutrisi penting.

Selain itu, pupuk organik cair (POC) dapat membantu menyuburkan tanah karena mengandung mikroba baik. Urin ternak yang sudah diencerkan bisa digunakan sebagai sumber nitrogen, sementara cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium untuk memperkuat batang dan membantu pembentukan buah.

Mengutip buku berjudul Agar Tanaman Berbuah Diluar Musim (2008) oleh Onny Untung, umumnya lengkeng berbuah di bulan Agustus dan September. Dengan pelukaan mekanis yang diiringi pemupukan dan pemangkasan diharapkan pembuahannya dapat dilakukan di luar bulan tersebut.

Pelukaan mekanis tetap menjadi primadona dalam merangsang dan memacu pembuahan lengkeng. Agar dapat diatur waktu pembuahannya, pengaturan tanaman dalam kebun pun sebaiknya diatur dalam beberapa blok. Hal ini diharuskan karena tanaman tidak memakai ZPT.

Q & A Seputar Topik

Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemupukan pada pohon kelengkeng?

Pada fase vegetatif, pupuk NPK seimbang diberikan setiap 1-2 bulan. Saat mendekati usia berbuah atau setelah pemangkasan, ganti dengan pupuk NPK tinggi fosfor dan kalium setiap 3-4 bulan sekali.

Bagaimana cara merangsang pohon kelengkeng agar cepat berbunga dan berbuah?

Perangsangan buah dapat dilakukan dengan aplikasi Kalium Klorat (KClO3) sekitar 10-30 gram per meter persegi proyeksi tajuk, dilarutkan dalam air dan disiramkan ke tanah, atau menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti paklobutrazol.

Apa saja faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pembuahan kelengkeng?

Pohon kelengkeng membutuhkan tanah gembur pH 5,5–6,5, sinar matahari penuh 6–8 jam/hari, suhu 20-33°C, dan ketinggian 200–600 meter di atas permukaan laut.

Mengapa pemangkasan penting untuk pohon kelengkeng?

Pemangkasan membantu membentuk tajuk ideal, menghilangkan cabang tidak produktif, dan mengalihkan energi tanaman dari pertumbuhan vegetatif ke pembentukan bunga dan buah, terutama setelah panen.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |