Tanda Kucing Menganggap Anda Induknya, Bukan Sekadar Pemberi Makan

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kucing memang tidak bisa mengatakan secara langsung seberapa dekat hubungannya dengan manusia yang merawatnya. Namun, dari kebiasaan sederhana seperti mengikuti ke ruangan lain, menguleni tubuh, hingga sengaja tidur di dekat pemiliknya, ada banyak perilaku yang menunjukkan bahwa hubungan tersebut sudah jauh melampaui urusan mangkuk makanan yang selalu terisi.

Istilah kucing menganggap Anda sebagai induknya sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai ungkapan populer untuk menggambarkan manusia yang telah menjadi figur pengasuh, sumber keamanan, dan teman sosial penting bagi kucing. Bahkan sebagian kucing menggunakan pengasuh manusianya sebagai sumber rasa aman ketika berada dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman. Lantas, perilaku apa saja yang dapat menjadi tanda kedekatan tersebut?

Benarkah Kucing Bisa Menganggap Manusia sebagai Induknya?

Secara harfiah, belum ada dasar ilmiah untuk mengatakan bahwa kucing dewasa benar-benar salah mengenali manusia sebagai induk biologisnya. Kucing tetap mampu membedakan manusia dengan sesamanya melalui bentuk tubuh, suara, aroma, serta pola komunikasi yang berbeda. Karena itu, ungkapan "menganggap manusia sebagai induk" sebaiknya tidak dipahami sebagai kucing mengira pemiliknya adalah seekor kucing berukuran besar.

Namun, hubungan kucing dengan manusia memang dapat memiliki beberapa karakteristik yang menyerupai hubungan anak dengan pengasuh. Penelitian dari Oregon State University menemukan bahwa kucing dapat membentuk pola attachment atau keterikatan dengan manusia, termasuk menggunakan pengasuhnya sebagai sumber keamanan ketika menghadapi lingkungan yang asing atau membuat stres.

Hal tersebut menjelaskan mengapa beberapa perilaku yang awalnya muncul ketika kucing masih kecil tetap terlihat saat mereka sudah dewasa dan tinggal bersama manusia. Bila sejumlah perilaku berikut muncul secara konsisten, terutama ketika tidak berkaitan langsung dengan waktu makan, kemungkinan besar manusia di rumah telah menjadi figur sosial yang sangat penting bagi kucing.

1. Menguleni Tubuh Anda dengan Kedua Kaki Depannya

Gerakan menguleni atau kneading merupakan salah satu perilaku yang paling kuat mengingatkan pada masa anak-anak kucing. Saat menyusu, anak kucing menekan-nekan area di sekitar puting induknya dengan kaki depan untuk membantu merangsang keluarnya susu. Kebiasaan tersebut dapat terus terbawa hingga usia dewasa meskipun kucing sudah lama tidak menyusu.

Karena berasal dari pengalaman awal yang berkaitan dengan kehangatan, makanan, dan rasa aman, kucing dewasa sering menguleni ketika tubuhnya sedang sangat rileks. Sasaran mereka bisa berupa selimut, bantal, tempat tidur, atau tubuh orang yang sangat dipercaya. Sebagian kucing bahkan melakukannya sambil mendengkur dan memejamkan mata.

Jika kucing memilih paha, perut, atau dada Anda sebagai tempat untuk "membuat roti", perilaku tersebut menunjukkan bahwa ia merasa cukup nyaman untuk menampilkan kebiasaan yang berakar dari masa kitten. Ini bukan bukti bahwa ia benar-benar mengira Anda adalah induknya, tetapi cukup kuat menunjukkan bahwa kehadiran Anda dikaitkan dengan rasa nyaman dan aman.

2. Mencari Anda ketika Merasa Takut atau Tidak Nyaman

Perhatikan ke mana kucing pergi ketika mendengar suara keras, ada tamu asing, rumah berubah, atau ia berada dalam situasi yang membuatnya ragu. Sebagian kucing memang memilih bersembunyi sendirian, tetapi kucing yang memiliki keterikatan kuat dengan seseorang dapat mencari keberadaan orang tersebut atau menjadi lebih tenang setelah orang yang dikenalnya berada di dekatnya.

Perilaku ini berkaitan dengan konsep secure base dalam penelitian keterikatan. Dalam sebuah pengujian yang dilakukan, kucing dengan keterikatan aman cenderung menunjukkan stres yang berkurang setelah pengasuhnya kembali, kemudian mampu menyeimbangkan perhatian antara manusia tersebut dan lingkungan sekitarnya.

Jadi, salah satu tanda hubungan Anda dengan kucing sudah lebih dalam daripada hubungan "pemberi makan dan penerima makanan" adalah ketika kehadiran Anda sendiri mempunyai efek menenangkan. Kucing tidak sekadar mendatangi Anda ketika lapar, tetapi juga menjadikan keberadaan Anda sebagai bagian dari lingkungan yang dikenalnya aman.

3. Menyambut dengan Ekor Tegak lalu Menggesekkan Tubuh

Kucing yang berjalan mendekat dengan ekor berdiri tegak biasanya sedang memperlihatkan bahasa tubuh yang ramah. Melansir dari laman Cats Protection menjelaskan bahwa ekor yang tegak dan rileks, terutama ketika disertai telinga menghadap ke depan dan gerakan mendekati seseorang, merupakan bagian dari perilaku salam pada kucing yang merasa santai dan bersahabat.

Setelah mendekat, ia mungkin menggesekkan kepala, pipi, atau sisi tubuh ke kaki Anda. Kucing mempunyai kelenjar aroma pada beberapa bagian tubuhnya dan aktivitas menggesek atau bunting merupakan salah satu bentuk komunikasi melalui aroma. Menggesekkan kepala atau tubuh juga menjadi perilaku sosial yang dapat terlihat ketika kucing menyambut seseorang yang dikenalnya.

Perhatikan apakah ritual kecil ini tetap muncul saat Anda pulang meskipun mangkuk makanannya masih penuh. Jika iya, kemungkinan ia tidak hanya bersemangat karena mengharapkan makanan. Kehadiran Anda sendiri telah menjadi sesuatu yang dikenali dan dianggap positif, sehingga kucing terdorong untuk melakukan salam sosial ketika bertemu kembali.

Pernah mendapati kucing menatap dengan mata santai, kemudian menutup atau menyipitkan matanya perlahan sebelum membukanya kembali? Gerakan yang dikenal sebagai slow blink tersebut bukan sekadar kebiasaan acak. Dalam kondisi yang tepat, perilaku ini berhubungan dengan interaksi positif antara manusia dan kucing.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kucing lebih sering melakukan gerakan menyipitkan mata ketika manusia melakukan slow blink kepada mereka dibandingkan dalam kondisi tanpa interaksi serupa. Dalam eksperimen lainnya, kucing juga lebih cenderung mendekati peneliti setelah terjadi interaksi slow blink dibandingkan ketika peneliti mempertahankan ekspresi netral.

Karena itu, apabila kucing kerap melakukan slow blink kepada Anda dalam kondisi tubuh yang rileks, perilaku tersebut dapat menjadi bagian dari komunikasi positif yang terbentuk di antara kalian. Anda pun dapat membalasnya dengan kedipan perlahan tanpa mendekat atau memaksa kucing melakukan kontak fisik.

5. Menjilat Rambut, Tangan, atau Kulit Anda

Menjilati tubuh bukan hanya kegiatan membersihkan diri. Dalam kehidupan sosial kucing, aktivitas saling menjilati atau allogrooming dapat terjadi di antara individu yang memiliki hubungan sosial dekat. Kegiatan saling membersihkan sebagai salah satu perilaku yang dapat menunjukkan bahwa dua kucing berada dalam kelompok sosial yang sama.

Ketika kebiasaan serupa diarahkan kepada manusia, maknanya tentu tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan interaksi antar-kucing. Meski demikian, kucing yang santai kemudian menjilati tangan atau rambut orang yang dikenalnya biasanya sedang melakukan kontak sosial pada seseorang yang telah diterima berada sangat dekat dengannya.

Ada pula kucing yang menjilati pemiliknya beberapa kali lalu berhenti, sementara yang lain cukup rajin melakukannya ketika sedang berbaring bersama. Tidak semua kucing menunjukkan kasih sayang dengan cara ini, sehingga ketiadaan perilaku menjilat bukan berarti ikatannya lemah. Kepribadian, pengalaman masa kecil, dan preferensi tiap kucing tetap berpengaruh.

6. Memilih Tidur atau Beristirahat Sangat Dekat dengan Anda

Tidur membuat kucing berada dalam keadaan lebih rentan karena kewaspadaannya terhadap lingkungan berkurang. Karena itu, lokasi tidur biasanya dipilih dengan cukup hati-hati. Tempat yang hangat, nyaman, tenang, dan dianggap aman akan lebih menarik daripada area yang membuat kucing harus terus berjaga.

Jika kucing sering tidur di kaki, di samping tubuh, menempel di paha, atau sekadar memilih bagian sofa yang berdekatan dengan Anda, pilihan tersebut layak diperhatikan. Dalam hubungan sosial antar-kucing, tidur bersama sambil bersentuhan dan menghabiskan banyak waktu dalam jarak dekat termasuk perilaku yang dapat terlihat pada individu dalam kelompok sosial yang sama.

Tentu saja ada faktor lain, termasuk suhu tubuh manusia yang hangat atau empuknya tempat tidur. Karena itu, jangan menilai hubungan hanya berdasarkan satu kebiasaan. Namun, jika kucing secara konsisten memilih berada dekat Anda meskipun tersedia banyak tempat nyaman lainnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kedekatan fisik dengan Anda merupakan bagian dari rasa amannya.

7. Sering Mengajak "Berbicara" Meski Tidak Sedang Meminta Makan

Hubungan kucing dan manusia juga berkembang melalui suara. Banyak kucing domestik menggunakan meongan untuk berkomunikasi dengan manusia, sementara komunikasi mereka dengan sesama kucing dewasa lebih banyak mengandalkan bahasa tubuh, aroma, dan bentuk vokalisasi lain. Meongan pada kucing dewasa sangat sering diarahkan kepada manusia dan dapat memiliki berbagai fungsi, mulai dari menyapa sampai meminta perhatian.

Hal yang menarik adalah beberapa jenis vokalisasi mempunyai kaitan dengan komunikasi ketika masih kecil. Anak kucing menggunakan suara untuk menarik perhatian induknya, sedangkan beberapa kucing domestik tetap menggunakan beragam suara terhadap manusia setelah dewasa. Sebagian kucing menggunakan chirrup atau suara pendek seperti getaran untuk menyapa manusia.

Karena itu, cobalah membedakan kucing yang mengeong hanya di depan mangkuk kosong dengan kucing yang "mengobrol" ketika Anda datang, berjalan melewati ruangan, mengajaknya bermain, atau sekadar duduk bersamanya. Semakin beragam konteks komunikasi tersebut, semakin jelas bahwa manusia baginya bukan sekadar mesin penyedia makanan.

8. Mengikuti Anda dan Tetap Berada di Dekat Anda Tanpa Mengharapkan Makanan

Ada kucing yang tampaknya selalu tahu ke mana manusia favoritnya pergi. Anda berjalan ke ruang kerja, ia ikut dan kemudian tidur di bawah meja. Anda pindah ke ruang keluarga, beberapa menit kemudian ia datang dan duduk tidak jauh dari sofa. Bahkan perjalanan singkat menuju kamar mandi kadang mempunyai "pengawal" berbulu yang mengikuti dari belakang.

Mengikuti manusia memang dapat muncul karena rasa penasaran atau karena kucing sudah mempelajari rutinitas yang berhubungan dengan makanan. Namun, bila ia tetap memilih menemani ketika tidak ada makanan, camilan, atau kegiatan menyenangkan yang ditawarkan, perilaku tersebut lebih cocok dibaca sebagai keinginan mempertahankan kedekatan sosial. Penelitian mengenai keterikatan kucing menunjukkan bahwa manusia dapat menjadi figur keamanan bagi kucing, bukan hanya sumber sumber daya.

Petunjuk paling kuat biasanya bukan satu perilaku tunggal, melainkan kombinasi beberapa tanda. Kucing mungkin mengikuti Anda, menyambut dengan ekor tegak, menggesekkan pipi, lalu tidur di dekat kaki saat Anda bekerja. Pola seperti itulah yang lebih menggambarkan ikatan sosial dibandingkan perilaku mendatangi manusia semata-mata ketika mendengar suara bungkus makanan dibuka.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Kucing Menganggap Anda Induknya

1. Apakah kucing benar-benar menganggap manusia sebagai induknya?

Belum ada bukti bahwa kucing secara harfiah mengira manusia adalah induk biologisnya. Namun, kucing dapat membentuk keterikatan dan menggunakan manusia yang dikenalnya sebagai sumber keamanan dan kenyamanan.

2. Kenapa kucing menguleni tubuh pemiliknya?

Menguleni berasal dari perilaku anak kucing ketika menyusu pada induknya dan dapat terbawa hingga dewasa. Kucing dewasa biasanya melakukannya ketika sedang nyaman dan rileks.

3. Apakah kucing mengikuti pemiliknya hanya karena ingin makan?

Tidak selalu. Makanan memang dapat menjadi motivasi, tetapi sebagian kucing tetap mengikuti atau memilih berada dekat manusia meskipun tidak ada makanan yang diberikan.

4. Apa arti kucing tidur di dekat pemiliknya?

Hal itu dapat menunjukkan bahwa kucing merasa cukup aman untuk beristirahat di sekitar orang tersebut, meskipun faktor seperti kehangatan dan kenyamanan tempat juga dapat memengaruhi pilihannya.

5. Bagaimana cara membuat kucing semakin percaya kepada pemiliknya?

Biarkan kucing menentukan kapan ingin mendekat, hindari memaksa kontak fisik, sediakan rutinitas yang konsisten, ajak bermain secara teratur, dan pelajari bahasa tubuhnya agar interaksi tetap positif.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |