Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda membuka aplikasi yang sama berulang kali, padahal beberapa menit sebelumnya baru saja menutupnya? Misalnya, membuka WhatsApp untuk melihat pesan baru, menutupnya, lalu tanpa sadar kembali mengecek aplikasi tersebut. Kebiasaan serupa juga bisa terjadi ketika membuka media sosial, email, aplikasi belanja, hingga platform berita.
Menariknya, kebiasaan membuka aplikasi berulang kali tidak selalu dilakukan karena ada sesuatu yang benar-benar ingin dicari. Seseorang terkadang membuka aplikasi secara otomatis ketika sedang menunggu, bosan, atau sekadar ingin melihat apakah ada informasi baru.
Dalam ilmu psikologi perilaku, kebiasaan seperti ini dapat berkaitan dengan pembentukan habit, adanya pemicu tertentu, rasa ingin tahu, serta dorongan untuk mendapatkan informasi atau rangsangan baru. Penelitian mengenai penggunaan smartphone juga menunjukkan bahwa aktivitas mengecek ponsel dapat berlangsung sangat singkat tetapi dilakukan berkali-kali dalam sehari.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking menemukan bahwa pengecekan smartphone dapat berupa aktivitas yang sangat singkat, bahkan kurang dari 15 detik, tetapi dilakukan berulang kali. Pola tersebut juga dapat menjadi karakteristik penggunaan smartphone seseorang.
Lantas, mengapa orang sering membuka aplikasi yang sama meski terkadang tidak ada sesuatu yang baru? Berikut sejumlah penjelasan psikologis yang dapat membantu memahami kebiasaan tersebut.
1. Membuka Aplikasi Sudah Menjadi Kebiasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331753/original/009935200_1787562465-65752.webp)
Perbesar
Salah satu alasan seseorang sering membuka aplikasi yang sama adalah karena aktivitas tersebut sudah berubah menjadi kebiasaan. Ketika suatu tindakan dilakukan berulang kali dalam situasi tertentu, tindakan tersebut dapat menjadi respons yang dilakukan hampir secara otomatis.
Contohnya, seseorang terbiasa membuka media sosial ketika sedang menunggu kendaraan, beristirahat setelah bekerja, duduk di tempat tidur, atau menunggu makanan datang. Lama-kelamaan, situasi tersebut dapat menjadi pemicu untuk mengambil smartphone dan membuka aplikasi yang biasa digunakan.
Artinya, seseorang tidak selalu membuka aplikasi karena memiliki tujuan tertentu. Bisa saja tangan secara otomatis mengambil ponsel karena otak sudah menghubungkan situasi tersebut dengan aktivitas mengecek aplikasi.
Penelitian mengenai penggunaan smartphone juga membedakan penggunaan yang memang disengaja dengan habitual checking, yaitu perilaku mengecek ponsel yang dapat muncul sebagai respons terhadap pemicu tertentu. Kebiasaan mengecek tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami kecanduan.
2. Ingin Tahu Apakah Ada Informasi Baru
Sering membuka aplikasi juga dapat terjadi karena seseorang ingin mengetahui apakah ada informasi baru. Aplikasi komunikasi dan media sosial terus mengalami pembaruan sehingga pengguna tidak pernah benar-benar tahu apa yang akan muncul ketika aplikasi dibuka.
Pesan baru, komentar, unggahan, email, berita, atau pembaruan lainnya dapat menjadi alasan seseorang kembali mengecek aplikasi. Bahkan ketika tidak ada notifikasi, rasa penasaran terkadang tetap membuat pengguna ingin melihatnya.
Hal ini dapat menjadi semakin kuat pada aplikasi yang menyediakan konten secara terus-menerus. Setelah melihat beberapa konten, pengguna mungkin merasa masih ada sesuatu yang menarik untuk ditemukan sehingga kembali membuka aplikasi beberapa waktu kemudian.
3. Ada Harapan Menemukan Sesuatu yang Menarik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331754/original/017738800_1787562465-1344.webp)
Perbesar
Ketika membuka aplikasi, seseorang terkadang mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau menarik. Bisa berupa pesan dari orang yang ditunggu, komentar positif, video lucu, berita terbaru, atau informasi yang memang sedang dicari.
Pada kesempatan lain, aplikasi tersebut mungkin tidak memberikan sesuatu yang menarik. Namun, ketidakpastian mengenai apa yang akan ditemukan dapat membuat seseorang tetap terdorong untuk mengeceknya kembali.
Sejumlah penelitian mengenai penggunaan smartphone menunjukkan bahwa notifikasi dan umpan balik sosial dapat menjadi isyarat yang mendorong perilaku mengecek. Ketika pola tersebut dilakukan berulang kali, aktivitas membuka smartphone dapat menjadi semakin terbiasa.
Meski demikian, hal ini tidak berarti setiap orang yang sering membuka aplikasi mengalami kecanduan. Kebiasaan menggunakan smartphone secara intens perlu dibedakan dari penggunaan yang sudah bersifat bermasalah.
4. Rasa Bosan Membuat Orang Mencari Pengalih Perhatian
Rasa bosan juga dapat menjadi salah satu pemicu kebiasaan membuka aplikasi berulang kali. Ketika tidak ada kegiatan yang menarik, smartphone menjadi benda yang mudah dijangkau untuk memberikan hiburan atau rangsangan dalam waktu singkat.
Misalnya, seseorang sedang menunggu antrean. Tanpa memiliki tujuan tertentu, ia mengambil smartphone dan membuka media sosial. Setelah beberapa menit, aplikasi ditutup. Namun, ketika kembali merasa bosan, aplikasi yang sama dapat dibuka lagi.
Hubungan antara kebosanan dan penggunaan smartphone telah diteliti dalam berbagai studi. Sebuah meta-analisis yang mencakup 54 penelitian dengan lebih dari 36 ribu partisipan menemukan adanya hubungan positif antara kebosanan dan penggunaan smartphone yang bermasalah. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa rasa bosan secara langsung menyebabkan kecanduan smartphone.
5. Mengecek Aplikasi Terasa Seperti Aktivitas yang Tidak Membutuhkan Banyak Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331755/original/027791200_1787562465-127540.webp)
Perbesar
Salah satu karakteristik penggunaan smartphone adalah durasi setiap sesi yang bisa sangat singkat. Seseorang mungkin hanya membuka aplikasi selama beberapa detik untuk melihat pesan, membaca satu unggahan, atau memastikan apakah ada pemberitahuan baru.
Karena dilakukan dalam waktu singkat, aktivitas tersebut mungkin tidak terasa seperti menghabiskan banyak waktu. Namun, jika dilakukan berkali-kali sepanjang hari, frekuensi pemeriksaan dapat menjadi cukup tinggi.
Penelitian mengenai penggunaan smartphone menunjukkan bahwa aktivitas mengecek ponsel memang dapat terdiri dari banyak sesi singkat. Studi lain juga menemukan adanya hubungan antara frekuensi pemeriksaan smartphone dengan lebih banyak kejadian kegagalan kognitif sehari-hari pada sampel penelitian.
6. Notifikasi Dapat Menjadi Pemicu untuk Mengecek Ponsel
Bunyi, getaran, atau tanda angka pada ikon aplikasi merupakan pemicu yang mudah dikenali. Ketika mendapatkan notifikasi, perhatian seseorang dapat langsung tertuju pada smartphone dan muncul dorongan untuk melihat apa yang terjadi.
Setelah membuka satu aplikasi karena notifikasi, pengguna terkadang melanjutkan dengan mengecek aplikasi lain. Akibatnya, aktivitas yang awalnya hanya ingin melihat satu pesan dapat berkembang menjadi beberapa kali membuka aplikasi dalam waktu singkat.
Penelitian eksperimental yang diterbitkan dalam Journal of Cognitive Enhancement menemukan bahwa suara notifikasi smartphone dapat memengaruhi performa pada tugas yang membutuhkan kontrol kognitif. Dalam penelitian tersebut, peserta memberikan respons lebih lambat ketika tugas disertai suara notifikasi smartphone dibandingkan suara kontrol.
7. Takut Melewatkan Informasi Bisa Mendorong Kebiasaan Mengecek
Pada aplikasi komunikasi dan media sosial, informasi baru dapat muncul kapan saja. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian orang merasa perlu mengecek aplikasi secara berkala agar tidak melewatkan pesan atau perkembangan terbaru.
Perasaan khawatir tertinggal informasi dapat membuat smartphone terasa selalu perlu diperiksa. Hal ini terutama dapat terjadi pada orang yang menggunakan aplikasi tertentu untuk pekerjaan, komunikasi keluarga, atau mengikuti informasi yang dianggap penting.
Namun, frekuensi mengecek aplikasi tetap perlu dilihat dalam konteksnya. Seseorang yang sering membuka WhatsApp karena memang sedang menunggu pesan pekerjaan tentu berbeda dengan seseorang yang terus mengecek aplikasi tanpa tujuan dan merasa tidak mampu menghentikannya.
8. Sering Membuka Aplikasi Tidak Selalu Berarti Kecanduan
Penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa orang yang sering membuka aplikasi yang sama mengalami kecanduan smartphone. Frekuensi penggunaan saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu perilaku sudah menjadi masalah.
Dalam penelitian mengenai penggunaan smartphone, terdapat perbedaan antara penggunaan yang sering, kebiasaan, dan penggunaan yang bermasalah. Sebuah kajian mengenai perilaku dalam penelitian smartphone addiction juga menunjukkan adanya perdebatan mengenai cara mendefinisikan dan mengukur perilaku tersebut.
Membuka aplikasi berkali-kali dalam sehari dapat menjadi hal yang wajar apabila memang ada kebutuhan. Misalnya, seseorang perlu memantau pesan kerja, mengikuti perkembangan berita, atau berkomunikasi dengan keluarga.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang merasa kehilangan kendali atas kebiasaannya. Misalnya, terus mengecek aplikasi meski sebenarnya ingin berhenti, kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan, tidur terganggu, atau interaksi dengan orang di sekitar menjadi terganggu.
Cara Mengurangi Kebiasaan Membuka Aplikasi Berulang Kali
Jika kebiasaan membuka aplikasi berulang kali mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengenali pemicunya.
Coba perhatikan kapan keinginan membuka aplikasi biasanya muncul. Apakah ketika bosan, sedang menunggu, merasa cemas, atau setelah mendengar suara notifikasi? Mengetahui pemicunya dapat membantu seseorang memahami apakah perilaku tersebut dilakukan karena kebutuhan atau sekadar mengikuti kebiasaan.
Salah satu langkah sederhana adalah mematikan notifikasi yang tidak penting. Dengan mengurangi jumlah rangsangan yang muncul dari smartphone, seseorang dapat mengurangi kesempatan untuk mengecek aplikasi secara otomatis.
Aplikasi yang paling sering dibuka juga dapat dipindahkan dari halaman utama smartphone. Langkah kecil ini dapat memberikan jeda sebelum aplikasi diakses dan membantu seseorang menyadari apakah memang ada tujuan untuk membukanya.
Selain itu, siapkan aktivitas alternatif ketika merasa bosan. Membaca buku, berjalan sebentar, merapikan meja, mendengarkan musik, atau berbicara dengan orang di sekitar dapat menjadi pilihan ketika muncul dorongan untuk mengambil smartphone.
Sering Buka Aplikasi yang Sama Bisa Berawal dari Kebiasaan Kecil
Alasan orang sering membuka aplikasi yang sama berulang kali dapat berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari kebiasaan otomatis, rasa ingin tahu, notifikasi, kebosanan, hingga keinginan mendapatkan informasi baru.
Kebiasaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya masalah psikologis. Smartphone memang memberikan akses cepat terhadap komunikasi, informasi, hiburan, dan berbagai layanan sehingga wajar jika seseorang menggunakannya berkali-kali dalam sehari.
Meski begitu, pola penggunaan tetap perlu diperhatikan apabila mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenali pemicu dan memberikan jeda sebelum membuka aplikasi dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan menggunakan smartphone secara lebih sadar.
Pada akhirnya, bukan semata-mata berapa kali seseorang membuka aplikasi yang perlu diperhatikan, melainkan mengapa aplikasi tersebut terus dibuka dan apakah kebiasaan itu masih berada dalam kendali.
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Membuka Aplikasi Berulang Kali
Apakah sering membuka aplikasi yang sama berarti kecanduan?
Tidak selalu. Sering membuka aplikasi dapat merupakan kebiasaan normal, terutama jika ada kebutuhan untuk berkomunikasi atau memperoleh informasi. Penggunaan menjadi lebih perlu diperhatikan apabila seseorang merasa kehilangan kendali dan kebiasaan tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengapa kita sering mengecek HP meski tidak ada notifikasi?
Hal tersebut dapat terjadi karena kebiasaan. Situasi seperti bosan, menunggu, atau sedang tidak melakukan aktivitas tertentu dapat menjadi pemicu seseorang mengambil smartphone dan mengecek aplikasi secara otomatis.
Bagaimana cara mengurangi kebiasaan membuka aplikasi berulang kali?
Mulailah dengan mengenali pemicunya, mematikan notifikasi yang tidak penting, memindahkan aplikasi dari halaman utama, dan mencari aktivitas alternatif ketika merasa bosan. Tujuannya bukan berhenti menggunakan smartphone sepenuhnya, tetapi membuat penggunaannya lebih terarah.
Sumber: PubMed dan National Library of Medicine, berdasarkan publikasi ilmiah mengenai kebiasaan mengecek smartphone, penggunaan media sosial, notifikasi, kebosanan, dan perilaku penggunaan smartphone.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331627/original/041627600_1787554384-Screenshot_2026-08-24_135232.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6506051/original/025173000_1779363897-Teknik_Panen_Kroto_yang_Tepat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331784/original/002265000_1787564182-Screenshot_2026-08-24_163013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331812/original/006999000_1787567110-Gemini_Generated_Image_duk64jduk64jduk6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317291/original/019625600_1786008289-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326648/original/013476500_1787030839-salman-rameli-eoQotEG6io8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260153/original/062456600_1781578770-Gemini_Generated_Image_hweg7yhweg7yhweg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151022/original/086230900_1662620358-young-woman-opening-oven-kitchen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331582/original/034574700_1787551710-3889a731-4b3e-437d-afee-1a2fa36f156f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326509/original/085915400_1787026259-pJUHxVDyz0O2psNM0QD4sQC6TAXGBbEE5rOjfvC3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331794/original/074659300_1787564626-d6b444d6-91db-4ba8-8206-8f52e1604fb3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331570/original/051803700_1787551515-Gemini_Generated_Image_ch4xtuch4xtuch4x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331537/original/081448900_1787549648-marta-filipczyk-0JgvkiOpIYk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331542/original/029340200_1787549789-Gemini_Generated_Image_ck039uck039uck03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321793/original/079426400_1786504400-KRD_Sri_Lelawangsa_at_Binjai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326512/original/057135100_1787026272-aHACjGWfDJ38jrAnFTdgjwBJgKUar2EUdCWnXutg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558460/original/066569600_1776419680-HL_mangga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566397/original/034900000_1777180569-Desain_Rumah_50_Juta_dengan_Ventilasi_Silang_Alami_Model_Teras_Ganda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565766/original/098117700_1777086011-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569841/original/046143800_1777456700-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568461/original/001756800_1777360580-kre1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566874/original/055492400_1777259351-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569551/original/048471600_1777445890-fad1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570927/original/085307900_1777551328-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570983/original/070663600_1777556515-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5570883/original/068753400_1777547815-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259728/original/067836900_1780045811-3.jpg)