Suka Kenalan di Dating Apps? Ini Ciri-Ciri Love Scamming yang Sering Dianggap Sepele

4 days ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena berkenalan lewat aplikasi kencan semakin umum, terutama di era digital ketika interaksi bisa terjadi tanpa batas jarak. Banyak orang menggunakan dating apps untuk mencari teman, relasi, bahkan pasangan hidup yang serius. Namun di balik kemudahan tersebut, ada risiko yang sering tidak disadari, yaitu praktik love scamming. Modus ini memanfaatkan kedekatan emosional untuk menipu korban, biasanya dengan tujuan finansial.

Love scamming kerap terlihat meyakinkan karena pelaku membangun hubungan secara perlahan dan tampak tulus. Tidak sedikit korban yang baru menyadari setelah mengalami kerugian besar, baik secara emosional maupun materi. Sebagaimana yang dialami Caca (bukan nama sebenarnya), mahasiswa 30 tahun di sebuah universitas bergengsi di Jawa Timur yang menggunakan aplikasi kencan atau dating apps sejak tahun 2025. 

Di sisi lain, sebenarnya ada sejumlah tanda yang bisa dikenali sejak awal. Memahami ciri-ciri love scamming merupakan langkah penting agar kamu tetap aman saat berkenalan di dunia digital. Berikut ciri-ciri love scamming yang bisa kamu jadikan panduan sebelum kenalan online lewat dating apps, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (25/2/2026). 

1. Terlalu Cepat Mengungkapkan Perasaan

Pelaku love scamming sering menunjukkan ketertarikan yang sangat intens dalam waktu singkat. Mereka bisa mengatakan “jatuh cinta” hanya dalam hitungan hari atau minggu setelah berkenalan. Hal ini bertujuan menciptakan kedekatan emosional agar korban cepat percaya. Padahal dalam hubungan yang sehat, perasaan biasanya berkembang secara bertahap.

Selain itu, mereka sering membanjiri korban dengan pujian berlebihan atau perhatian terus-menerus. Taktik ini disebut love bombing dan efektif membuat korban merasa spesial. Ketika emosi sudah terlibat, korban cenderung lebih sulit bersikap objektif. Di sinilah manipulasi mulai berjalan tanpa disadari.

“Beberapa waktu lalu sekitar 3 mingguan, aku iseng membuka aplikasi jodoh yang memiliki tagline halal marriage apps for muslims. Ada dua kontak yang tersambung, tapi percakapan dengan salah satunya terasa lebih intens. Kami bertukar nomor dan mulai sering berkirim pesan setiap hari. Pesan-pesannya manis, penuh perhatian, bahkan cenderung love bombing. Ia cepat sekali akrab dan berbicara serius soal masa depan,” terang perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis itu melalui pesan tertulis kepada Liputan6.com pada Selasa (24/2/2026).

2. Menghindari Video Call atau Pertemuan Langsung

Ciri love scamming berikutnya adalah selalu punya alasan untuk tidak bertemu. Pelaku mungkin mengaku bekerja di luar negeri, sedang tugas khusus atau memiliki kendala kamera. Mereka berusaha menjaga identitas asli tetap tersembunyi. Bahkan jika video call terjadi, sering kali singkat dan tidak jelas.

“Ia (pelaku, red) sempat meneleponku dua kali, suaranya terdengar meyakinkan. Namun setiap kali aku mengajaknya video call, ia selalu menolak dengan alasan pekerjaan,” imbuh perempuan asal Bojonegoro ini. 

Alasan yang terus berubah patut dicurigai. Misalnya, janji bertemu yang selalu batal mendadak karena “situasi darurat”. Pola ini biasanya berulang agar korban tetap menunggu. Jika seseorang serius, biasanya akan berusaha mencari cara untuk bertemu secara nyata.

3. Cerita Hidup Terlalu Dramatis

Pelaku juga sering memiliki kisah hidup yang menyentuh, seperti duda dengan anak, korban penipuan atau pekerja proyek di daerah konflik. Cerita ini dibuat untuk memancing empati dan rasa iba. Tujuannya agar korban lebih mudah memberikan dukungan emosional maupun finansial. Semakin dramatis ceritanya, semakin besar peluang korban tergerak.

“Dia (pelaku, red) mengaku alumni Teknik Mesin Krisna Dwipayana Jakarta 2010-2015, tapi saat aku cek di PDDIKTI tidak ada nama itu. Dia juga menjual cerita kesedihan, ayahnya meninggal saat dia masih tujuh tahun, terus ibunya (meninggal) karena Covid-19. Katanya keluarga ibunya juga kena tsunami,” papar perempuan yang akrab disapa Nisa itu.

Biasanya detail cerita berubah seiring waktu. Jika diperhatikan, ada inkonsistensi yang menunjukkan kebohongan. Namun karena korban sudah terikat secara emosional, hal ini sering diabaikan. Di sinilah pentingnya tetap kritis meski merasa simpati.

4. Cepat Mengajak Pindah ke Chat Pribadi

Pelaku love scamming sering meminta melanjutkan percakapan di luar aplikasi kencan. Mereka biasanya beralasan agar komunikasi lebih nyaman atau privat. Padahal, langkah ini bertujuan menghindari sistem keamanan platform. Dengan begitu, aktivitas mereka lebih sulit dilaporkan.

Setelah pindah ke aplikasi pesan, intensitas komunikasi biasanya meningkat drastis. Pelaku akan mencoba membangun rutinitas komunikasi harian. Ini membuat korban merasa memiliki hubungan yang nyata. Padahal hubungan tersebut dibangun untuk kepentingan manipulasi.

5. Mulai Membicarakan Masalah Keuangan

Tanda paling jelas love scamming adalah permintaan uang, baik secara langsung maupun tersirat. Pelaku mungkin mengaku mengalami keadaan darurat, seperti sakit, kecelakaan, atau masalah pekerjaan. Mereka akan meyakinkan bahwa bantuan tersebut bersifat sementara. Namun setelah uang dikirim, biasanya permintaan akan terus berulang.

“Suatu hari ia (pelaku, red) menelepon dan bercerita ada tawaran mutasi ke Pakistan untuk 10 karyawan terbaik. Anehnya, ia memilih resign sebelum kontrak habis dengan alasan ingin menikah. Katanya, syarat pengunduran diri karena menikah harus melampirkan identitas calon pasangan dan rekening sebagai data pendamping. Di situ dia minta identitas dan nomor rekeningku,” imbuh Nisa.

Metode yang digunakan juga beragam, mulai dari transfer, voucher, hingga mata uang kripto. Pelaku sering memberi rasa urgensi agar korban tidak sempat berpikir panjang. Jika seseorang yang belum pernah ditemui meminta uang, itu adalah red flag besar. Prinsipnya, hubungan sehat tidak dimulai dengan permintaan finansial.

6. Profil Terlihat Terlalu Sempurna

Akun pelaku biasanya menampilkan foto yang sangat menarik dan profesional. Profesi yang dicantumkan juga sering prestisius, seperti dokter, tentara atau pengusaha sukses. Hal ini dibuat untuk membangun kredibilitas sejak awal. Namun jika ditelusuri, informasi profil sering minim atau tidak konsisten.

Foto profil kadang merupakan hasil curian dari internet. Dengan pencarian gambar terbalik, sering ditemukan identitas aslinya berbeda. Profil yang terlalu sempurna justru perlu diwaspadai. Dalam dunia nyata, tidak ada orang yang benar-benar tanpa celah.

“Sampai sekarang aku masih halu, soalnya kan fotonya ganteng banget dan mengaku duda. Padahal akun dating apps sudah tak report. Tapi aku masih cari TikToknya, tiba-tiba juga hilang, nomorku juga diblokir,” terang Nisa.

7. Bersikap Manipulatif saat Dipertanyakan

Ketika korban mulai curiga, pelaku biasanya bereaksi emosional. Mereka bisa merasa tersinggung, marah atau justru memainkan peran sebagai korban. Tujuannya agar korban merasa bersalah karena meragukan mereka. Teknik ini membuat korban kembali percaya dan berhenti bertanya.

Pelaku juga bisa memberikan janji manis sebagai pengalihan. Misalnya berjanji akan segera bertemu atau menikah setelah masalah selesai. Janji tersebut digunakan untuk mempertahankan hubungan. Padahal, itu hanya bagian dari strategi manipulasi.

8. Selalu Menciptakan Rasa Mendesak

Love scamming sering melibatkan situasi yang terasa mendesak. Pelaku membuat korban merasa harus segera mengambil keputusan. Misalnya meminta bantuan sebelum “batas waktu” tertentu. Tekanan ini membuat korban tidak sempat memverifikasi kebenaran cerita.

"Ia (pelaku, red) meminta ditransfer uang untuk kepulangan cuti, untungnya saat itu aku udah sadar kalau jadi korban love scamming karena sebelumnya sudah memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar bekerja di perusahaan yang disebut, ternyata tidak ada nama itu di perusahaan tersebut," tandas Nisa.

Rasa urgensi juga membuat korban takut kehilangan hubungan jika tidak membantu. Padahal, keputusan finansial seharusnya tidak diambil dalam tekanan emosional. Jika seseorang terus memaksa, itu tanda hubungan tidak sehat. Mengambil jeda untuk berpikir adalah langkah paling aman.

Pertanyaan seputar Ciri-ciri Love Scamming

1. Apa itu love scamming?

Love scamming adalah penipuan yang memanfaatkan hubungan romantis palsu untuk mendapatkan uang atau keuntungan dari korban.

2. Bagaimana cara menghindari love scamming di dating apps?

Hindari memberikan data pribadi, jangan mudah percaya, dan lakukan verifikasi identitas sebelum menjalin hubungan lebih jauh.

3. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur menjadi korban love scamming?

Segera hentikan komunikasi, kumpulkan bukti percakapan, dan laporkan ke platform serta pihak berwenang.

4. Kenapa love scamming sulit dikenali?

Karena pelaku membangun kedekatan emosional secara bertahap sehingga korban merasa memiliki hubungan yang nyata dan sulit curiga.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |