:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336282/original/058643200_1788152967-WhatsApp-Image-2025-08-28-at-14_607129.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Hari Polisi Wanita atau Hari Polwan yang diperingati setiap 1 September bukan sekadar momentum untuk mengenang keberadaan perempuan di lingkungan kepolisian. Di balik tanggal tersebut terdapat perjalanan panjang yang bermula pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika kebutuhan terhadap polisi perempuan muncul dari persoalan nyata di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Kehadiran Polwan kemudian berkembang jauh melampaui kebutuhan awal tersebut. Dari enam perempuan yang mengikuti pendidikan kepolisian di Bukittinggi pada 1948, kini polisi wanita dapat bertugas di berbagai bidang dan menduduki posisi strategis. Sejumlah nama bahkan berhasil menorehkan pencapaian yang sebelumnya belum pernah diraih perempuan dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia.
Sejarah Hari Polwan Berawal dari Bukittinggi
Sejarah Hari Polwan tidak dapat dilepaskan dari situasi Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Pada 1948, kondisi keamanan masih penuh tekanan karena konflik dengan Belanda belum berakhir. Perpindahan dan pengungsian penduduk terjadi di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Barat yang ketika itu menjadi salah satu wilayah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Di tengah kondisi tersebut, muncul persoalan ketika petugas kepolisian harus melakukan pemeriksaan terhadap para pengungsi perempuan. Pemeriksaan diperlukan karena ada kekhawatiran mengenai kemungkinan penyusupan di tengah arus pengungsi. Namun, pemeriksaan fisik oleh polisi laki-laki menimbulkan kecanggungan dan persoalan kesopanan bagi perempuan yang diperiksa.
Kebutuhan terhadap petugas perempuan akhirnya mendorong munculnya gagasan untuk melibatkan wanita secara langsung dalam kepolisian. Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi kemudian membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengikuti pendidikan kepolisian. Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah keterlibatan perempuan di institusi kepolisian Indonesia.
Mengapa Hari Polwan Diperingati Setiap 1 September?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336294/original/098846800_1788153055-download.jpg)
Perbesar
Tanggal 1 September dipilih sebagai Hari Polwan karena pada 1 September 1948 enam perempuan secara resmi mulai mengikuti pendidikan Inspektur Polisi di Sekolah Polisi Negara Bukittinggi, Sumatera Barat. Mereka belajar bersama puluhan siswa laki-laki, sebuah langkah yang cukup penting pada masa ketika profesi kepolisian masih sangat didominasi laki-laki.
Enam perempuan tersebut kemudian dikenal sebagai perintis Polisi Wanita Indonesia. Perjalanan pendidikan mereka tidak berlangsung tanpa hambatan. Situasi politik dan keamanan akibat Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948 membuat proses pendidikan harus dihentikan sementara. Masa tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kelahiran Polwan berlangsung di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan.
Setelah situasi memungkinkan, pendidikan keenam calon polisi wanita tersebut dilanjutkan kembali di Sekolah Polisi Negara Sukabumi, Jawa Barat. Mereka akhirnya menyelesaikan pendidikan pada 1951 dan mulai menjalankan tugas sebagai Inspektur Polisi Wanita. Peristiwa dimulainya pendidikan pada 1 September 1948 itulah yang kemudian dikenang sebagai hari lahir Polwan Indonesia.
Enam Perempuan Perintis Polwan Indonesia
Kelahiran Polisi Wanita Indonesia berkaitan erat dengan keberanian enam perempuan yang mengambil kesempatan mengikuti pendidikan kepolisian pada masa yang penuh ketidakpastian. Mereka bukan hanya membuka jalan bagi perempuan untuk masuk ke kepolisian, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan cara institusi keamanan menangani persoalan yang melibatkan perempuan.
Enam perintis Polwan Indonesia tersebut adalah:
- Mariana SaaninMariana Saanin termasuk enam perempuan yang diterima mengikuti pendidikan Inspektur Polisi di Bukittinggi pada 1 September 1948. Keikutsertaannya bersama lima perempuan lainnya menjadi bagian penting dari sejarah awal pendidikan polisi wanita di Indonesia.
- Nelly PaunaNelly Pauna menjadi salah satu nama yang tercatat dalam generasi pertama Polwan. Bersama rekan-rekannya, ia menjalani pendidikan kepolisian pada masa ketika Indonesia masih menghadapi situasi politik dan keamanan yang sulit.
- Rosmalina LoekmanRosmalina Loekman menjadi bagian dari kelompok perempuan pertama yang memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan kepolisian secara resmi. Kehadirannya ikut membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan dalam profesi kepolisian.
- Dahniar SukotjoDahniar Sukotjo merupakan salah satu dari enam perempuan yang menempuh pendidikan Inspektur Polisi di Bukittinggi. Perjalanan generasi pertama ini menjadi pondasi berkembangnya peran Polwan pada masa berikutnya.
- DjasmainarDjasmainar juga tercatat sebagai bagian dari enam perintis Polisi Wanita Indonesia. Keputusan mengikuti pendidikan kepolisian pada masa tersebut memperlihatkan munculnya ruang baru bagi perempuan untuk terlibat dalam tugas keamanan dan pelayanan masyarakat.
- Rosnalia TaherRosnalia Taher melengkapi enam perempuan yang menjadi pionir Polwan Indonesia. Bersama lima rekannya, namanya kemudian melekat dalam sejarah berdirinya Polisi Wanita pada 1 September 1948.
Keenam perempuan tersebut memiliki arti penting bukan semata-mata karena menjadi angkatan pertama. Mereka memasuki pendidikan polisi ketika belum ada jalur panjang yang bisa dijadikan contoh oleh perempuan lain. Langkah generasi inilah yang kemudian membuka kemungkinan bagi ribuan perempuan berikutnya untuk menjalani karier di lingkungan kepolisian.
Peran Polwan Berkembang Semakin Luas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2793463/original/023558500_1556698605-20190501-Pengamanan-Polisi-di-Hari-Buruh-Internasional-TALLO-3.jpg)
Perbesar
Perjalanan puluhan tahun membuat gambaran mengenai profesi Polwan berubah cukup jauh dibandingkan ketika pertama kali dibentuk. Polisi wanita sekarang dapat ditemukan dalam berbagai fungsi kepolisian, mulai dari pelayanan masyarakat, lalu lintas, penyidikan, kehumasan, pendidikan, kesehatan kepolisian, hingga posisi kepemimpinan.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Polwan pada 1948 bukan sekadar solusi sementara untuk mengatasi persoalan pemeriksaan perempuan. Kehadiran mereka berkembang menjadi bagian permanen dari organisasi kepolisian dengan jalur pendidikan dan karier yang terus mengalami perkembangan.
Kesempatan menduduki jabatan strategis juga semakin terbuka. Sejumlah Polwan berhasil mencapai pangkat perwira tinggi, memimpin satuan kewilayahan, hingga menjalankan tugas di lembaga negara lainnya. Perjalanan tersebut menjadi salah satu perubahan penting jika dibandingkan dengan masa awal ketika jumlah polisi perempuan hanya enam orang.
Sosok Polisi Wanita Inspiratif Indonesia yang Mencatat Sejarah
Perjalanan panjang Polwan Indonesia melahirkan sejumlah perempuan yang berhasil menembus posisi penting sekaligus mencatat pencapaian baru dalam institusi kepolisian. Mereka menunjukkan bahwa ruang pengabdian polisi wanita terus berkembang, mulai dari tugas kepolisian sehari-hari hingga kepemimpinan pada tingkat daerah dan nasional. Beberapa nama bahkan menjadi perempuan pertama yang mencapai jabatan atau pangkat tertentu sehingga membuka jalan bagi generasi Polwan setelahnya.
- Rumiah KartoredjoSalah satu sosok tersebut adalah Brigjen Pol (Purn.) Rumiah Kartoredjo, yang mencatat sejarah sebagai Polwan pertama yang dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Daerah. Ia dilantik sebagai Kapolda Banten pada Januari 2008, sebuah pencapaian penting karena jabatan Kapolda memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin organisasi kepolisian pada tingkat provinsi. Perjalanan Rumiah menjadi bukti bahwa polisi wanita dapat mencapai posisi kepemimpinan strategis yang sebelumnya belum pernah ditempati seorang Polwan.
- Basaria PanjaitanNama Irjen Pol (Purn.) Basaria Panjaitan juga menempati bagian penting dalam sejarah Polwan Indonesia. Basaria dikenal sebagai polisi wanita pertama yang mencapai pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua. Kariernya kemudian berlanjut ketika ia terpilih menjadi salah satu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015–2019 dan menjadi perempuan pertama yang masuk jajaran pimpinan lembaga antikorupsi tersebut. Pencapaiannya memperlihatkan bahwa pengalaman dan kompetensi seorang Polwan dapat membawa mereka menjalankan tanggung jawab strategis hingga tingkat nasional.
Selain Rumiah dan Basaria, perkembangan karier polisi wanita juga terlihat dari munculnya sejumlah perwira tinggi perempuan seperti Juansih, Ida Oetari Poernamasasi, Sri Handayani, dan Apriastini Bakti Bugiansri. Kehadiran para perwira tinggi tersebut menunjukkan bahwa jenjang karier Polwan terus terbuka di berbagai bidang kepolisian, termasuk pendidikan, sumber daya manusia, penyidikan, dan jabatan strategis lainnya sesuai pengalaman serta kompetensi masing-masing.
Sosok Polwan inspiratif tentu tidak hanya terbatas pada mereka yang mencapai pangkat jenderal atau mencatat rekor sebagai perempuan pertama dalam sebuah jabatan. Ribuan polisi wanita yang menangani korban kekerasan, melakukan penyidikan, mengatur lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, hingga bertugas di berbagai wilayah Indonesia juga menjadi bagian penting dari perjalanan Polwan. Dari enam perempuan perintis pada 1948 hingga hadirnya polisi wanita dalam beragam posisi saat ini, perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana ruang pengabdian perempuan di kepolisian terus mengalami perubahan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Makna Hari Polwan bagi Perempuan Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2818132/original/068561900_1559049662-20190528-Semarang-Gelar-Apel-Pasukan-Pengamanan-Lebaran-20191.jpg)
Perbesar
Hari Polwan pada 1 September dapat dilihat sebagai momentum untuk mengenang perjalanan perempuan memasuki salah satu profesi yang dahulu identik dengan laki-laki. Enam perempuan yang memulai pendidikan pada 1948 membuka jalur yang kemudian terus berkembang dari generasi ke generasi.
Sejarah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan posisi perempuan dalam suatu profesi tidak selalu berlangsung sekaligus. Berawal dari kebutuhan menjalankan tugas tertentu, ruang kerja polisi wanita perlahan berkembang hingga mencakup banyak bidang kepolisian dan posisi kepemimpinan.
Bagi generasi sekarang, kisah para perintis dan Polwan yang berhasil mencapai posisi penting juga dapat menjadi gambaran bahwa kesempatan profesional perempuan terus berkembang. Tantangannya bukan hanya mendapatkan ruang untuk bertugas, tetapi juga membuktikan kemampuan melalui kompetensi, integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah Hari Polwan
1. Hari Polwan diperingati setiap tanggal berapa?
Hari Polisi Wanita Indonesia diperingati setiap 1 September, merujuk pada dimulainya pendidikan enam calon Polwan pertama pada 1 September 1948.
2. Di mana Polwan pertama Indonesia menjalani pendidikan?
Enam calon Polisi Wanita pertama mengikuti pendidikan Inspektur Polisi di Sekolah Polisi Negara Bukittinggi, Sumatera Barat.
3. Siapa saja enam Polwan pertama Indonesia?
Mereka adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher.
4. Siapa Polwan pertama yang menjadi Kapolda?
Brigjen Pol (Purn.) Rumiah Kartoredjo tercatat sebagai Polwan pertama yang menjadi Kapolda setelah dipercaya memimpin Polda Banten pada 2008.
5. Apakah tugas Polwan hanya menangani perempuan dan anak?
Tidak. Meski pada awal perkembangannya Polwan banyak berperan dalam perkara yang melibatkan perempuan dan anak, kini polisi wanita dapat bertugas dalam berbagai fungsi dan jabatan di lingkungan kepolisian.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5025301/original/023974300_1732677452-Depositphotos_324634922_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326738/original/060662100_1787034657-01M09GZD1V1J026AWHAZAHQASV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336286/original/029523000_1788153033-a2893bd8-0402-4b87-a46f-f69469e8936a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328848/original/006699300_1787210684-6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336276/original/097169700_1788152192-a0300c26-9e70-4cab-a38a-2cc5079e087e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335463/original/074927100_1787987122-pexels-pixabay-327090.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304891/original/051581900_1784776631-dc8f9b0a-27a8-4abe-873e-34226ecbd930.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336173/original/079087100_1788143781-ChatGPT_Image_31_Agu_2026__09.29.37.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326746/original/030156400_1787034677-OBLyjnzKd3SuCeLi0NQYa8CJGcTVVfFKF5whdN8X.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260220/original/000470100_1781582229-kebun_dan_ternak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335936/original/075492800_1788078371-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311217/original/041764800_1785393105-9786d4da-2d1f-4662-8b41-195a03ad493a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335949/original/016057000_1788079988-HL_alpukat.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259728/original/067836900_1780045811-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800603/original/002466100_1712984425-pexels-krizjohn-rosales-761297.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572351/original/095544400_1777794379-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331784/original/002265000_1787564182-Screenshot_2026-08-24_163013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8987051/original/046949300_1782988533-Untitled9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7250535/original/086247000_1780036645-am1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7095020/original/037066500_1779876649-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7072500/original/040984200_1779851463-Rustic_Industrial_dengan_Dinding_Kayu_Ekspos_COV.jpeg)