Punya Rasa Lezat dan Unik, Produk Cookies Gaplek Asli Gunungkidul Ini Berlenggang Sampai Nasional

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Olya Widowati Putri tidak pernah menyangka bahwa bahan pangan sederhana yang biasa dikonsumsi masyarakat perdesaan zaman dulu akan menjadi pembuka jalan rezeki menuju pasar kuliner nasional. Di tangan perempuan asal Ngliyan, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul ini, gaplek singkong yang selalu identik dengan makanan pokok zaman dulu bisa disulap menjadi camilan modern dalam bentuk cookies dan brownies. Produk yang diberi label Delollie Cake & Cookies ini kemudian menjadi salah satu alternatif buah tangan yang unikk dari bumi Handayani.

Kehadiran cookies gaplek sendiri bermula dari kegelisahan Olya yang ingin memiliki produk makanan dengan masa simpan lama dan tidak musiman. Sebelumnya, ia sudah malang melintang di dunia kuliner, mulai dari berjualan burger hingga kue tart ulang tahun. Namun, ia merasa perlu ada sesuatu yang khas dan mengangkat identitas tanah kelahirannya agar bisa dikenal lebih luas oleh masyarakat di luar daerah.

Eksperimen dimulai dengan memanfaatkan tepung gaplek milik mertuanya yang biasa diolah menjadi tiwul. Olya mencoba menyaring tepung tersebut berkali-kali hingga mendapatkan tekstur yang sangat halus sebelum mencampurnya menjadi adonan kue. Ia ingin membuktikan bahwa bahan pangan lokal yang dianggap kuno bisa bersaing dengan produk modern berbahan dasar terigu.

"Ini unik karena dari satu bahan yang sama, yaitu tepung gaplek, bisa jadi sumber makanan pokok utama (nasi tiwul) dan bisa jadi kudapan juga (cookies gaplek dan brownies)," ujar Olya saat ditemui Liputan6.com di rumah produksi Delollie Cake & Cookies, Minggu (10/5).

Bermula dari Jualan Burger Pinggir Jalan

Kiprah Olya di dunia usaha sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2014 silam. Saat itu, ia membuka gerai burger dan cappuccino cincau di pinggir jalan wilayah Nglipar yang langsung ramai dikunjungi pembeli. Karena saat itu belum ada pesaing, usahanya lantas berkembang pesat hingga mampu bertransformasi menjadi kafe mini lengkap dengan hiasan lampu yang menarik minat anak muda.

Namun, perjalanan bisnisnya sempat menemui kendala ketika ia harus berpindah lokasi karena lahan yang digunakan bukan milik sendiri. Perpindahan ini sempat membuat omzetnya menurun drastis karena lokasi baru yang kurang strategis. Meski begitu, Olya tidak menyerah dan justru beralih membuat kue tart ulang tahun secara kustom untuk menstabilkan kondisi keuangannya.

Kekuatan Olya terletak pada keberaniannya mengambil celah pasar yang belum diisi oleh para kompetitor di bidang yang sama. Berkat ketekunannya, pesanan kue tart tetap mengalir setiap minggu hingga saat ini.

"Pokoknya saya bikin usaha itu, ketika belum ada orang yang bikin usaha. Meskipun sekarang sudah mulai banyak yang jual juga, tapi Alhamdulillah pembeli masih ada yang pesan, ya karena mereka sudah tahu rasanya juga," kenang Olya.

Inovasi Gaplek Bikin Pintu Rezeki Terbuka

Ide untuk menggunakan gaplek muncul ketika Olya ingin membuat camilan yang lebih tahan lama dibandingkan kue basah. Ia sempat mencoba membuat cookies red velvet pada tahun 2021, namun saat itu ia masih menggunakan tepung terigu. Keinginan untuk mengangkat kearifan lokal akhirnya menuntunnya untuk mencoba tepung gaplek sebagai bahan utama di awal tahun 2023.

Proses awal pembuatan cookies gaplek dilakukan dengan sangat sederhana tanpa menggunakan tambahan isian apa pun untuk memahami karakter rasa asli dari tepung berbahan singkong tersebut. Setelah merasa rasanya pas, Olya mulai menambahkan bahan-bahan lain seperti oatmeal dan variasi rasa yang lebih kaya bagi konsumen.

"Dulu awalnya coba-coba pakai tepung gaplek punya mertua yang biasa dipakai buat bikin tiwul. Ternyata rasanya enak dan tidak kerasa kalau itu makan gaplek," jelas Olya.

Tekstur Lembut dengan Konsep Produk Sehat

Salah satu yang membedakan produk Delollie dengan kue lainnya adalah penggunaan bahan-bahan yang lebih ramah bagi tubuh. Cookies dan brownies buatannya mengusung konsep bebas gluten karena sepenuhnya menggunakan tepung singkong tanpa campuran terigu. Selain itu, produk ini juga minim gula sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang peduli terhadap asupan manis harian.

Keputusan untuk membuat camilan sehat ini muncul setelah ia mendapatkan saran dari ahli kuliner sehat. Olya kemudian mengganti penggunaan gula pasir dengan gula aren atau gula semut dalam adonan untuk produknya.

Meski menggunakan bahan yang berbeda dari kue pada umumnya, tekstur brownies yang dihasilkan tetap lembut dan rasa cookies-nya sangat gurih. Dirinya kemudian sempat menceritakan testimoni dari pelanggan yang sebelumnya sempat ragu namun setelahnya justru jatuh cinta dengan camilan yang ia buat.

"Katanya rasanya kayak merek kue terkenal itu. Malah ada yang bilang rasanya kayak makan butter cookies yang mahal, padahal ini dari gaplek," tutur Olya.

Pengemasan Menarik untuk Buah Tangan

Olya sangat memperhatikan tampilan produknya agar layak dijadikan sebagai oleh-oleh premium. Cookies gaplek dikemas dalam pouch dan kotak box yang rapi dengan desain stiker yang informatif. Untuk kemasan pouch, harga yang ditawarkan mulai dari Rp18 ribu, sementara untuk kemasan toples kaca berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp65 ribu.

Penggunaan kemasan yang kedap udara membuat cookies ini memiliki masa simpan yang cukup lama, yakni mencapai 12 bulan. Hal ini menjadi keunggulan utama bagi wisatawan yang ingin membawa pulang produk Delollie sebagai buah tangan dari Gunungkidul. Brownies-nya pun tersedia dalam varian bebas gluten yang dibanderol seharga Rp55 ribu per porsi.

Dirinya lantas menyadari bahwa kesan pertama pembeli ada pada bungkusnya. Itu yang juga membuat pesanan terus berdatangan melalui berbagai platform, termasuk via daring.

"Kemasannya kita buat semenarik mungkin supaya orang tahu kalau produk dari desa juga bisa punya kualitas yang bagus dan bisa dibawa buat oleh-oleh jauh," tambahnya sambil menunjukkan deretan produk yang didisplay di rak kayu rumpah produksinya.

Jangkauan Pasar Melalui Ekosistem BRI

Berkat kualitas produk yang konsisten dan dukungan dari ekosistem BRI, Delollie Cake & Cookies berhasil menembus pasar yang lebih luas. Melalui Rumah BUMN Yogyakarta yang dibina oleh BRI, produk ini mendapatkan ruang display strategis yang mempertemukannya dengan konsumen premium. Olya juga sering dilibatkan dalam pameran-pameran bergengsi yang difasilitasi oleh BRI.

Dukungan ini bahkan membawa cookies gaplek ini berlenggang hingga ke ajang pameran internasional di China. Produk ini terpilih karena dianggap merepresentasikan potensi lokal yang unik dan sehat. Di pasar domestik, dukungan pemasaran dari BRI membantu Delollie hadir di ajang pameran besar seperti Pekan Raya Jakarta di mana produknya hampir selalu habis terjual.

"Waktu itu produk kami dibawa ke China buat pameran, itu rasanya bangga sekali gaplek bisa sampai ke luar negeri melalui dukungan yang kami terima," ungkapnya penuh syukur.

Penggunaan QRIS BRI Memudahkan Transaksi Penjualan

Dalam mengelola penjualan sehari-hari, Olya sudah menerapkan sistem pembayaran digital untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan. Penggunaan QRIS BRI menjadi pilihan utama di gerai maupun saat pameran karena dirasakan jauh lebih praktis dan aman. Pelanggan cukup melakukan scan kode tanpa harus menunggu uang kembalian yang terkadang sulit tersedia di tengah kesibukan melayani pembeli.

Sistem digital ini juga sangat membantu Olya dalam memantau arus masuk keuangan usahanya secara real-time. Setiap mutasi pembayaran terekam dengan jelas sehingga ia tidak perlu khawatir uang penjualannya tercecer. Keamanan dan keteraturan data transaksi ini menjadi salah satu bentuk modernisasi yang ia terapkan dalam bisnis kecilnya agar lebih mudah tercatat.

Langkah digitalisasi ini kemudian menjadi bukti bahwa UMKM di pelosok desa pun mampu beradaptasi dengan teknologi finansial dari Bank BRI demi kepuasan pelanggan dan kemajuan usaha.

"Pakai QRIS BRI itu enak, uangnya langsung masuk dan terekam rapi. Kita nggak perlu repot lagi cari uang receh buat kembalian pembeli, jadi lebih cepat transaksinya," tambah Olya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |