Liputan6.com, Jakarta - Perbandingan ternak itik mojosari vs itik tegal, mana lebih panen? menjadi pertanyaan penting bagi peternak yang ingin memilih jenis unggas paling produktif. Setiap jenis memiliki karakter berbeda dalam produksi telur dan perawatan.
Selain hasil panen, efisiensi pakan serta daya tahan terhadap lingkungan turut memengaruhi keuntungan. Memahami perbandingan ternak itik mojosari vs itik tegal yang mana lebih panen membantu menentukan pilihan yang tepat.
Dengan melihat performa harian dan peluang pasar, peternak bisa menyesuaikan strategi budidaya. Informasi lengkap mengenai perbandingan ternak itik mojosari vs itik tegal yang mana lebih panen menjadi dasar untuk meraih hasil maksimal.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan perbandingan ternak itik mojosari vs itik tegal, mana lebih panen, Kamis (5/3/2026).
Mengenal Lebih Dekat Itik Mojosari: Si Penghasil Telur Hijau Kebiruan
Itik Mojosari merupakan salah satu jenis itik lokal unggulan Indonesia yang dikenal sebagai penghasil telur berkualitas. Itik ini berasal dari Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Secara fisik, posturnya ramping dan tegak, sekilas mirip dengan itik Indian Runner, tetapi ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan beberapa jenis itik petelur lainnya.
Warna bulu betina umumnya cokelat tua kemerahan, sedangkan pejantan memiliki kombinasi warna lebih kontras dengan kepala, leher, dan dada gelap kehitaman serta bagian bawah tubuh keputihan.
Ciri khas lainnya pada jantan adalah satu hingga dua helai bulu ekor yang melengkung ke atas. Paruh dan kaki jantan juga cenderung berwarna lebih gelap dibandingkan betina.
Dari sisi produktivitas, itik Mojosari mampu menghasilkan sekitar 200–250 butir telur per tahun. Dengan manajemen pakan dan kandang yang optimal, produksinya dapat meningkat hingga kisaran 240–300 butir per ekor per tahun. Itik ini mulai bertelur pada usia sekitar 25 minggu atau kurang lebih 6 bulan, dengan masa puncak produksi berlangsung hingga 1,5 sampai 2 tahun.
Keunggulan lainnya terletak pada kualitas telur yang memiliki warna kerabang biru kehijauan khas dan banyak diminati pasar. Berat telur rata-rata berkisar 60–65 gram per butir, bahkan bisa mencapai 70 gram pada kondisi tertentu.
Selain produktif, itik Mojosari juga dikenal memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mudah beradaptasi, sehingga cocok untuk sistem pemeliharaan intensif di lahan terbatas.
Itik Tegal: Unggul dalam Bobot Telur dan Adaptasi Lingkungan
Itik Tegal merupakan salah satu itik lokal unggulan Indonesia yang dikenal sebagai penghasil telur dengan produktivitas baik. Unggas ini berasal dari Tegal, Jawa Tengah, dan telah lama dibudidayakan oleh masyarakat sebagai itik petelur. Secara umum, posturnya ramping, aktif, serta memiliki kemampuan mencari pakan sendiri dengan cukup baik.
Ciri fisiknya meliputi tubuh kompak dengan ukuran relatif lebih besar dibandingkan beberapa jenis itik lokal lainnya. Warna bulunya bervariasi, mulai dari putih krem hingga kecokelatan dengan totol pada bagian dada, punggung, dan sayap luar.
Bulu terlihat tebal dan rapat, sementara paruh serta kaki umumnya berwarna gelap. Struktur kakinya kuat sehingga mampu beradaptasi di lahan basah maupun area persawahan.
Dari sisi produktivitas, itik Tegal mampu menghasilkan sekitar 180–220 butir telur per tahun. Pada kondisi pemeliharaan optimal, produksi dapat mencapai 200–250 butir per ekor per tahun, bahkan beberapa varietas seperti Tegal Branjangan dikenal memiliki potensi hingga sekitar 250 butir per tahun. Itik ini mulai bertelur pada usia 5,5 bulan atau sekitar 22–24 minggu, dengan masa produksi yang dapat berlangsung selama 2 hingga 3 tahun.
Telur itik Tegal memiliki cita rasa gurih dan kualitas yang baik untuk diolah, terutama sebagai telur asin. Berat rata-rata telur berkisar 70–75 gram per butir, tergolong cukup besar.
Selain itu, itik Tegal dikenal memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, sehingga fleksibel untuk berbagai sistem pemeliharaan.
Analisis Produktivitas: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Untuk menentukan mana yang lebih panen antara itik Mojosari dan itik Tegal, perlu dilihat dari beberapa aspek utama berikut:
1. Jumlah Produksi Telur per Tahun
Itik Mojosari rata-rata menghasilkan 200–250 butir per tahun dan dapat meningkat hingga 260–300 butir dalam kondisi pemeliharaan optimal. Sementara itu, itik Tegal umumnya menghasilkan 180–250 butir per tahun, dengan varietas Branjangan mampu mencapai sekitar 250 butir per tahun. Dari sisi jumlah butir, Mojosari memiliki potensi produksi sedikit lebih tinggi.
2. Berat Telur
Telur itik Mojosari memiliki berat rata-rata 60–70 gram per butir. Adapun itik Tegal cenderung menghasilkan telur lebih besar, yakni sekitar 70–75 gram per butir. Dalam aspek bobot telur, Tegal lebih unggul.
3. Warna dan Daya Tarik Pasar
Itik Mojosari memiliki ciri khas kerabang biru kehijauan yang unik dan menarik perhatian konsumen. Telur itik Tegal tidak memiliki warna khusus, tetapi dikenal sangat cocok untuk diolah menjadi telur asin karena cita rasanya yang gurih.
4. Umur Mulai Bertelur
Itik Mojosari mulai bertelur pada usia sekitar 25 minggu atau 6 bulan. Itik Tegal sedikit lebih cepat, yakni sekitar 22–24 minggu atau 5,5 bulan. Dari segi kecepatan produksi awal, Tegal lebih unggul tipis.
5. Adaptasi dan Sistem Pemeliharaan
Kedua jenis itik memiliki daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan lokal. Mojosari cocok untuk sistem intensif di lahan sempit dan dikenal cukup tahan penyakit. Tegal juga fleksibel dipelihara di lahan basah maupun dataran berbeda.
Jika "lebih panen" diartikan sebagai jumlah butir per tahun, maka itik Mojosari memiliki potensi lebih tinggi. Namun, jika mempertimbangkan bobot telur, itik Tegal lebih unggul. Pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan pasar dan sistem pemeliharaan yang diterapkan peternak.
Q & A Seputar Topik
Apa perbedaan utama antara itik Mojosari dan itik Tegal?
Itik Mojosari dikenal dengan produksi telur yang lebih banyak dan telur berwarna biru kehijauan, sedangkan itik Tegal unggul dalam bobot telur yang lebih berat dan adaptasi lingkungan yang baik.
Itik mana yang menghasilkan jumlah telur lebih banyak per tahun?
Itik Mojosari memiliki potensi menghasilkan jumlah telur yang sedikit lebih tinggi, yaitu antara 200-250 butir per tahun, bahkan bisa mencapai 300 butir dalam kondisi optimal.
Itik mana yang menghasilkan telur dengan bobot lebih besar?
Itik Tegal cenderung menghasilkan telur dengan bobot yang lebih berat, rata-rata 70-75 gram per butir, dibandingkan itik Mojosari yang sekitar 60-70 gram per butir.
Pada usia berapa itik Mojosari dan itik Tegal mulai bertelur?
Itik Mojosari mulai bertelur pada usia sekitar 25 minggu (6 bulan), sementara itik Tegal sedikit lebih cepat, yaitu sekitar 5,5 bulan (22-24 minggu).
Apa keunggulan telur itik Mojosari dan Tegal?
Telur itik Mojosari memiliki ciri khas warna kerabang biru kehijauan yang menarik pasar. Sementara itu, telur itik Tegal dikenal memiliki rasa gurih dan kualitas baik untuk diolah menjadi telur asin.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395665/original/064944900_1761713948-teras_resort_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470623/original/088138700_1768212120-Mencopot_Tali_Sepatu_Running.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521871/original/058370700_1772702607-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521919/original/084971100_1772703868-suguhan_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460394/original/001974700_1767248776-Lakukan_Perawatan_Rutin___Pantau_Perilaku_Ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521799/original/061779700_1772700576-usaha_ternak_kombinasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521693/original/091712700_1772697716-tower_garden_gentong_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521860/original/060616800_1772701793-Screenshot_2026-03-05_160833.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474778/original/088016000_1768535313-Rumah_dengan_Teras_Mini_dan_1_Pohon_Rindang_Model_Minimalis_Japani_Teras_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521585/original/051893300_1772694045-pagar_kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521556/original/056337400_1772693529-Model_Lemari_Gantung_Dapur_Minimalis_Aluminium.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499505/original/096916600_1770787969-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521565/original/025901100_1772693581-unnamed-83.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521451/original/099974300_1772690463-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521649/original/038609500_1772696355-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_08.47.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521535/original/043732200_1772692365-warna_cat_kamar_mandi_yang_harus_dihindari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521521/original/048455600_1772692267-usaha_gorengan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515038/original/058154800_1772149755-5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434426/original/076779000_1764927095-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434416/original/001727500_1764927012-model_rumah_minimalis_di_lahan_miring__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)