Penyebab Diabetes pada Remaja Gen Z, 6 Faktor yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

8 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Penyebab diabetes pada remaja Gen Z menjadi isu kesehatan yang semakin sering dibahas. Ya, kasus diabetes, yang sebelumnya identik dengan usia lanjut, kini kian marak ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk remaja Gen Z. Fenomena ini menjadi sorotan serius mengingat potensi dampaknya terhadap kualitas hidup. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 20,4 juta orang dewasa berusia 20-79 tahun.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak di dunia, sekaligus menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Tren diabetes juga mengalami pergeseran, di mana penyakit ini kini semakin sering didiagnosis pada usia produktif, bahkan remaja.

Peningkatan kasus diabetes pada Gen Z ini sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Memahami enam pemicu utama diabetes pada remaja Gen Z sangat penting untuk pencegahan dini dan menjaga kesehatan generasi mendatang.

1. Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Olahan

Melansir Evidence Journals, ketergantungan generasi Z pada solusi yang serba cepat dan praktis seringkali menyebabkan peningkatan konsumsi makanan olahan dan berkalori tinggi, yang mudah dipromosikan melalui platform online. Makanan cepat saji seperti mi instan, burger, kentang goreng, dan ayam goreng umumnya mengandung kalori, lemak, gula, serta karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi. 

Kombinasi ini berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi fast food yang sering dengan prediabetes pada dewasa muda.

2. Konsumsi Minuman Manis 

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis kekinian seperti kopi susu gula aren, teh kekinian, boba, minuman bersoda, minuman rasa buah, hingga minuman kemasan perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 pada usia muda. Gula dalam minuman dapat masuk ke tubuh lebih cepat dan tidak memberikan rasa kenyang yang cukup, sehingga seseorang dapat mengonsumsi gula dalam jumlah besar tanpa menyadari beban metabolik berlebih. 

Konsumsi gula berlebih yang terus-menerus dapat memicu resistensi insulin, yaitu keadaan ketika sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, yang merupakan jalur utama menuju diabetes melitus tipe 2.

3. Minim Aktivitas Fisik di Era Digital

Perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan sehari-hari Gen Z secara drastis. Waktu berjam-jam yang dihabiskan di depan laptop, ponsel pintar, platform streaming, dan konsol game telah secara signifikan mengurangi aktivitas fisik. 

Pergeseran ke kerja jarak jauh dan pendidikan daring selama pandemi COVID-19 juga meningkatkan perilaku kurang gerak, yang mengurangi aktivitas otot dan memicu resistensi insulin, faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2. Kurangnya aktivitas fisik dapat memperlambat metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko obesitas, yang pada gilirannya rentan terhadap diabetes.

4. Kurang Tidur

Kurang tidur merupakan masalah umum di kalangan generasi muda, seringkali dipicu oleh penggunaan layar hingga larut malam, media sosial, dan konektivitas yang terus-menerus mengganggu siklus tidur alami. Penelitian menunjukkan bahwa tidur kurang dari enam jam per malam secara signifikan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kondisi kurang tidur dapat mengganggu cara tubuh mengatur gula darah dan menurunkan sensitivitas insulin, serta memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

5. Stres Berkepanjangan 

Kesehatan mental memiliki kaitan erat dengan gangguan metabolisme, di mana hormon stres seperti kortisol secara langsung meningkatkan kadar gula darah. Stres berkepanjangan dapat memicu kenaikan gula darah karena tubuh melepaskan hormon stres yang mengganggu produksi insulin dan meningkatkan resistensi insulin. Selain itu, stres juga dapat mengubah kebiasaan makan, mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan manis secara berlebihan sebagai pelampiasan.

6. Obesitas sebagai Faktor Risiko Utama Diabetes Tipe 2

Obesitas adalah salah satu faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2, dan seringkali merupakan konsekuensi dari gaya hidup tidak sehat yang mencakup konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta minim aktivitas fisik. Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar perut, akan meningkatkan risiko diabetes pada anak-anak dan remaja.

Meskipun demikian, tidak semua penderita diabetes tipe 2 mengalami obesitas. Namun, obesitas secara signifikan meningkatkan kemungkinan resistensi insulin, yang merupakan langkah awal menuju diabetes.

Mengenali Tanda Awal Diabetes pada Generasi Muda

Banyak anak muda mengabaikan gejala awal diabetes, menganggapnya disebabkan oleh stres atau kelelahan. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut melansir laman KD Hospital:

  • Rasa haus meningkat dan sering buang air kecil
  • Kelelahan yang terus-menerus
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang lambat sembuh
  • Infeksi yang sering terjadi
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
  • Bercak kulit yang menghitam (terutama di sekitar leher atau ketiak)
  • Pradiabetes seringkali tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sejak dini.

Pertanyaan Seputar Penyebab Diabetes pada Remaja Gen Z

1. Berapa jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada tahun 2024?

Jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 20,4 juta orang dewasa berusia 20-79 tahun.

2. Mengapa konsumsi fast food menjadi salah satu penyebab diabetes pada remaja Gen Z?

Fast food tinggi kalori, lemak, gula, dan karbohidrat olahan yang dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan berkontribusi pada prediabetes.

3. Bagaimana minuman manis berkontribusi pada risiko diabetes?

Minuman manis mengandung gula yang cepat diserap tubuh, memicu resistensi insulin jika dikonsumsi berlebihan secara terus-menerus.

4. Apa hubungan antara kurang tidur dan diabetes pada Gen Z?

Kurang tidur mengganggu regulasi gula darah, menurunkan sensitivitas insulin, dan meningkatkan hormon stres, yang semuanya berkontribusi pada risiko diabetes.

5. Sebutkan tiga tanda awal diabetes tipe 2 yang sering diabaikan oleh Gen Z?

Tiga tanda awal yang sering diabaikan meliputi rasa haus meningkat dan sering buang air kecil, kelelahan yang terus-menerus, serta luka yang lambat sembuh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |