Ukuran B3: Panduan Lengkap Dimensi Kertas dan ID Card dalam Mm, Cm, Inci, hingga Piksel

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Ukuran B3 adalah salah satu format kertas seri B dalam standar internasional ISO 216 dengan dimensi 353 x 500 mm. Format ini kerap dipakai untuk kebutuhan cetak berskala sedang hingga besar, seperti poster, brosur, maupun karya seni.

Meski tidak sepopuler kertas seri A, ukuran B3 tetap penting dikenali oleh desainer grafis dan pelaku percetakan. Menariknya, istilah "B3" juga sering dipakai untuk menyebut salah satu ukuran ID Card panitia, sehingga tak jarang menimbulkan kebingungan.

Seri A, B, dan C pada sistem ISO 216 berasal dari standar Jerman DIN 476 yang dipublikasikan pada 18 Agustus 1922. Standar Jerman DIN 476 merupakan spesifikasi asli untuk ukuran A, B, dan C. Tujuannya menyederhanakan beragam format kertas agar penyimpanan dan penggandaan dokumen jauh lebih efisien. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (9/7/2026). 

Apa Itu Ukuran B3?

Ukuran B3 merupakan format kertas yang termasuk dalam seri B menurut standar ISO 216. Selembar kertas B3 berukuran 353 x 500 mm, setara dengan 35,3 x 50 cm atau sekitar 13,90 x 19,69 inci. Posisinya berada di antara kertas B2 yang lebih besar dan B4 yang lebih kecil, sehingga memotong satu lembar B3 menjadi dua akan menghasilkan dua lembar B4, sementara dua lembar B3 yang digabung membentuk satu lembar B2. Untuk memahami keseluruhan sistem ini, ada baiknya menyimak dulu macam-macam ukuran kertas sesuai standar internasional yang berlaku secara global.

Seperti seri B lainnya, ukuran B3 berakar dari standar DIN 476 asal Jerman pada awal abad ke-20. Format B3 berasal dari standar DIN 476 Jerman yang diciptakan untuk menstandardisasi ukuran kertas lintas industri dan negara agar dokumen mudah dibagikan serta dicetak secara internasional. Uniknya, embrio format ini muncul jauh lebih awal: undang-undang pajak Prancis tahun 1798 yang dikenal sebagai Loi sur le timbre telah mendefinisikan format "grand papier" yang setara persis dengan ISO B3 modern. Undang-undang Prancis 1798 mendefinisikan beberapa format, di antaranya "grand papier" yang setara dengan ISO B3.

Seluruh kertas seri B, termasuk B3, dibangun dari perbandingan sisi 1:1,414 atau akar kuadrat dari dua. Dalam sistem kertas ISO, rasio tinggi terhadap lebar semua format adalah akar kuadrat dari dua, sehingga ketika satu lembar dipotong menjadi dua bagian sama besar sejajar sisi pendeknya, hasilnya tetap memiliki rasio yang sama. Lebar kertas seri B sendiri dihitung sebagai rata-rata geometris antara dua ukuran seri A yang berurutan. Lebar dan tinggi format Bn adalah rata-rata geometris antara format An dan format A(n-1) yang lebih besar.

Standar ISO 216 dipakai hampir di seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat dan sebagian negara Amerika Latin. ISO 216 adalah standar internasional untuk ukuran kertas yang digunakan di seluruh dunia kecuali Amerika Utara, Filipina, dan sebagian Amerika Latin. Karena berbasis metrik, keseragaman standar ini dianggap penting dalam perdagangan global. Markus Kuhn dari University of Cambridge menuliskan, "Globalisasi dimulai dari ketepatan pada hal-hal detail."

Dimensi Ukuran Kertas B3 dalam Mm, Cm, Inci, dan Piksel

Salah satu alasan utama orang mencari informasi tentang ukuran B3 adalah untuk memastikan dimensinya sebelum mendesain atau mencetak. Kertas B3 dapat dikonversi ke berbagai satuan, mulai dari milimeter, sentimeter, inci, hingga piksel yang menyesuaikan resolusi (DPI). Memahami konversi ini penting agar hasil cetak tidak terpotong, mirip dengan ketelitian saat mengatur margin di Microsoft Word.

Mengacu pada standar ISO 216, berikut rincian lengkap dimensi ukuran B3 dalam berbagai satuan yang umum dipakai desainer dan percetakan.

  1. Milimeter (mm): 353 x 500 mm
  2. Sentimeter (cm): 35,3 x 50 cm
  3. Inci: 13,9 x 19,69 inci
  4. Rasio aspek: 1:1,414 (akar kuadrat dari dua)
  5. Luas permukaan: sekitar 1765 sentimeter persegi atau 0,1765 meter persegi
  6. Keliling: 1706 mm atau 170,6 cm
  7. Diagonal: 612,05 mm atau sekitar 61,2 cm
  8. Piksel (72 PPI): 1001 x 1417 px
  9. Piksel (96 PPI): 1334 x 1890 px
  10. Piksel (300 PPI): 4169 x 5906 px

Angka luas, keliling, dan diagonal di atas menegaskan bahwa B3 adalah format berukuran sedang-besar. Untuk desain digital, gunakan resolusi 300 DPI agar hasil cetak tetap tajam, sebagaimana prinsip yang juga berlaku pada pengaturan format halaman (page setup) di aplikasi pengolah dokumen.

Fungsi dan Kegunaan Kertas B3

Karena dimensinya cukup lega namun tetap mudah ditangani, ukuran B3 menempati posisi ideal untuk pekerjaan cetak visual berskala sedang. Ukuran ini lebih kecil daripada Tabloid atau Ledger (11 x 17 inci), tetapi lebih besar dari Letter (8,5 x 11 inci), menawarkan keseimbangan antara ruang dan portabilitas untuk grafik maupun ilustrasi detail. Sebagaimana diungkapkan para praktisi desain grafis, seri B memang lebih jarang dipakai di kantor tetapi menjadi andalan untuk keperluan promosi dan seni.

Berikut sejumlah fungsi dan kegunaan kertas B3 yang paling umum ditemui:

  1. Poster: B3 lazim digunakan untuk poster berukuran kecil hingga sedang. Ukuran ini cukup mencolok untuk menarik perhatian di ruang publik tanpa memakan tempat seperti B2 atau B1.
  2. Brosur dan booklet: ruang yang lega memuat teks sekaligus grafis dengan rapi. Anda bisa mempelajari lebih jauh cara membuat brosur sebagai media promosi untuk memaksimalkan format ini.
  3. Materi promosi dan iklan: cocok untuk selebaran acara, materi pemasaran, hingga pamflet sebagai media promosi yang perlu tampil menonjol.
  4. Cetakan seni dan fotografi: seniman serta fotografer memakai B3 untuk cetakan berkualitas tinggi karena ruangnya memadai tanpa terlalu besar untuk dipajang.
  5. Sisipan dan sampul majalah: ukuran seri B kerap dipakai untuk buku, majalah, brosur, hingga materi pemasaran.
  6. Gambar arsitektur dan diagram: untuk denah skala sedang, gambar teknik, dan diagram yang membutuhkan ruang lebih.
  7. Materi edukasi: B3 juga umum dipakai untuk materi edukasi dan pembelajaran visual.

Untuk mewujudkan desain-desain tersebut, banyak perancang mengandalkan perangkat lunak grafis. CorelDRAW yang mudah digunakan maupun Corel DRAW berbasis vektor menjadi pilihan populer. Anda pun dapat menyimak cara membuat brosur dengan CorelDRAW atau memanfaatkan rectangle tool untuk menggambar objek persegi saat menyusun layout di atas kanvas B3.

Ukuran B3 untuk ID Card dan Cardcase

Selain merujuk pada kertas ISO 216, istilah "B3" juga populer di dunia percetakan ID Card, khususnya untuk kartu panitia acara. Perlu ditegaskan, ukuran B3 pada ID Card sama sekali berbeda dengan kertas B3 seri ISO. Kebingungan ini wajar terjadi, mirip dengan beragamnya ukuran kartu nama di Indonesia yang juga memiliki banyak variasi.

Berdasarkan yang dihimpun redaksi, ID Card B3 umumnya mengacu pada ukuran cardcase (wadah kartu) sekitar 9,5 x 12,4 cm, dengan ukuran desain kartu di dalamnya sekitar 8,5 x 11 cm. Ukuran ini tergolong besar dan biasa dipakai untuk tanda pengenal panitia pada acara berskala besar seperti seminar, konferensi, atau konser. Namun perlu dicatat bahwa ukuran ID Card seri B dapat sedikit berbeda tergantung merek plastik cardcase yang digunakan, sehingga sebaiknya dikonfirmasi ke penyedia.

Berbeda dengan ID Card panitia, kartu identitas resmi mengikuti standar tersendiri. Standar ukuran ID Card di Indonesia mengacu pada ISO/IEC 7810, dengan format paling umum ID-1 berukuran 85,6 x 53,98 mm, sama seperti kartu ATM, SIM, atau kartu kredit. Untuk keperluan praktis, Anda bisa melihat berbagai contoh ID card untuk karyawan hingga panitia atau mengikuti panduan cara membuat ID card di Word dan Photoshop sebelum mencetak.

Kelebihan, Kekurangan, dan Tips Menggunakan Ukuran B3

Kelebihan utama ukuran B3 terletak pada luas bidangnya yang memberi dampak visual besar. Saat membuat poster atau materi promosi, kanvas yang lebih luas memungkinkan penataan elemen desain lebih leluasa sekaligus menjaga keterbacaan teks. Format ini juga menjadi jembatan yang pas ketika seri A terasa terlalu kecil, tetapi ukuran B2 dianggap terlalu besar untuk kebutuhan tertentu.

Di sisi lain, ukuran B3 memiliki keterbatasan dari sisi kompatibilitas perangkat. B3 memang lebih mudah masuk ke printer dan peralatan lain dibanding ukuran seri B yang lebih besar, tetapi mayoritas printer rumahan tetap dirancang untuk kertas A4 atau Letter. Karena itu, mencetak B3 sering membutuhkan printer berformat besar atau jasa percetakan profesional, mirip pertimbangan saat membaca spesifikasi printer beserta kelebihan dan kekurangannya.

Untuk hasil terbaik, perhatikan resolusi saat mendesain. Anggapan 72 DPI untuk monitor hanyalah mitos, sementara printer rumahan atau kantor umumnya menggunakan 300 DPI. Maka, siapkan file desain B3 pada 300 DPI (setara 4169 x 5906 piksel) dan tambahkan area aman (bleed) di tepi agar konten penting tidak terpotong saat pemangkasan.

Terakhir, sesuaikan jenis kertas dengan tujuan cetak. Untuk poster gunakan kertas bergramasi tebal dengan finishing matte atau glossy, sedangkan brosur bisa memakai art paper. Memahami karakter bahan ini sama pentingnya dengan mengenali jenis kertas percetakan yang sering digunakan dan 28 macam kertas beserta fungsinya. Bila ingin mendalami desain promosi lain, tersedia pula panduan membuat pamflet yang menarik, konsep flyer sebagai media promosi ringkas, ulasan CorelDRAW sebagai perangkat lunak desain grafis, hingga referensi ukuran kertas A5 dan penggunaannya serta panduan margin makalah dan format baku penulisan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ukuran B3

Berapa ukuran B3 dalam cm dan mm?

Ukuran B3 adalah 353 x 500 mm atau setara dengan 35,3 x 50 cm. Jika dikonversi ke satuan inci, dimensinya sekitar 13,9 x 19,69 inci, dengan rasio sisi 1:1,414 sesuai standar ISO 216.

Ukuran kertas B3 untuk apa saja?

Kertas B3 umumnya digunakan untuk poster, brosur, booklet, materi promosi, cetakan seni dan fotografi, sisipan majalah, materi edukasi, serta gambar arsitektur berskala sedang. Ukurannya yang lega membuatnya ideal untuk desain visual yang butuh dampak besar namun tetap mudah didistribusikan.

Apakah ukuran kertas B3 sama dengan ukuran ID Card B3?

Tidak sama. Kertas B3 dalam standar ISO 216 berukuran 353 x 500 mm, sedangkan ID Card B3 merujuk pada ukuran cardcase panitia sekitar 9,5 x 12,4 cm dengan kartu di dalamnya sekitar 8,5 x 11 cm. Keduanya hanya berbagi label "B3" tetapi berasal dari sistem ukuran yang berbeda.

Dengan memahami ukuran B3 secara menyeluruh, mulai dari dimensi 353 x 500 mm, konversi satuannya, fungsi, hingga perbedaannya dengan ID Card, Anda bisa memilih format yang paling tepat untuk kebutuhan desain maupun cetak. Pastikan selalu menyesuaikan resolusi, bahan kertas, dan kapasitas printer agar hasil akhirnya rapi, tajam, dan profesional.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |