- Mengapa usaha ayam potong memiliki prospek yang menjanjikan di Indonesia?
- Berapa perkiraan modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ayam potong?
- Apa saja komponen utama biaya operasional dalam beternak ayam potong?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Usaha ayam potong telah lama dikenal sebagai sektor bisnis yang memiliki prospek cerah di Indonesia. Tingginya permintaan akan daging ayam sebagai sumber protein hewani utama masyarakat menjadikan bisnis ini selalu relevan dan menjanjikan keuntungan signifikan.
Bagi Anda yang tertarik untuk terjun ke dunia peternakan, memahami seluk-beluk usaha ayam potong adalah langkah krusial. Bisnis ini menawarkan perputaran modal yang relatif cepat, membuka kesempatan bagi pengusaha pemula maupun yang ingin mengembangkan skala usahanya. Dengan perencanaan yang matang, potensi keuntungan dari beternak ayam potong dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.
Berikut Liputan6.com membahas secara rinci faktor-faktor kunci yang membuat usaha ini menarik, serta memberikan estimasi biaya dan proyeksi pendapatan berdasarkan berbagai skala usaha, Kamis (26/2/2026).
Mengapa Usaha Ayam Potong Menarik dan Prospektif?
Usaha ayam potong memiliki prospek cerah di tengah dinamika pasar Indonesia karena didukung permintaan yang tinggi dan stabil. Daging ayam menjadi sumber protein favorit masyarakat serta menu utama di berbagai warung makan dan restoran, dengan konsumsi rumah tangga mencapai 6,048 kg per kapita per tahun pada 2021. Selain pasarnya besar, siklus produksi yang singkat, sekitar 30–35 hari, membuat perputaran modal lebih cepat dibandingkan ternak lain seperti kambing atau sapi.
Tak hanya itu, peluang pengembangan usaha ayam potong terbuka luas dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya hingga pengolahan menjadi produk bernilai tambah seperti sosis atau tempura. Pemasarannya pun relatif mudah karena menyasar konsumen individu hingga industri makanan besar. Bahkan, usaha ini dapat dimulai dengan modal terjangkau, sekitar Rp3 jutaan untuk 100 ekor ayam, sehingga cocok bagi pemula yang ingin terjun ke bisnis peternakan.
Rincian Modal Investasi Awal Usaha Ayam Potong
Memulai usaha ayam potong membutuhkan modal investasi awal untuk aset jangka panjang, seperti sewa lahan, pembangunan kandang, dan pengadaan peralatan. Besarnya biaya bergantung pada skala dan lokasi usaha. Sebagai gambaran, sewa lahan seluas 100 m² bisa mencapai sekitar Rp10.000.000,-, dengan catatan lokasi kandang idealnya berjarak minimal 750 meter dari permukiman agar tidak menimbulkan gangguan bau serta menjaga kondisi ayam tetap optimal.
Biaya kandang juga menjadi komponen utama, mulai dari sekitar Rp3.000.000,- untuk 100 ekor hingga Rp10.000.000,-–Rp15.000.000,- untuk kapasitas 1.000 ekor. Sementara itu, peralatan makan, minum, dan perlengkapan lain untuk 100 ekor diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah. Secara keseluruhan, estimasi modal awal untuk skala 100 ekor sekitar Rp3 jutaan, sedangkan skala menengah dapat menembus Rp16 jutaan, tergantung kebutuhan dan spesifikasi kandang.
Estimasi Biaya Operasional Rutin Beternak Ayam Potong
Setelah menyiapkan modal investasi awal, pelaku usaha ayam potong juga harus menghitung biaya operasional selama satu siklus pemeliharaan. Komponen utamanya meliputi pembelian bibit ayam (DOC), pakan, serta obat dan vaksin. Harga DOC broiler berkisar Rp3.000,- hingga Rp5.000,- per ekor, sementara pakan menjadi biaya terbesar, yang untuk 1.000 ekor ayam bisa mencapai Rp6.000.000,- hingga Rp8.000.000,- per siklus sekitar enam minggu.
Selain itu, biaya listrik untuk pemanas dan penerangan kandang, serta tenaga kerja pada skala besar, turut memengaruhi total pengeluaran. Vaksinasi rutin dan tambahan suplemen juga penting untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan ayam. Secara umum, total biaya operasional untuk skala 500 ekor diperkirakan berada di kisaran Rp7 jutaan per siklus, tergantung harga dan kebutuhan di lapangan.
Proyeksi Keuntungan Menjanjikan dari Usaha Ayam Potong
Potensi keuntungan usaha ayam potong menjadi daya tarik utama karena didukung permintaan tinggi dan siklus panen yang cepat. Pada skala 500 ekor, dengan berat rata-rata 1,5 kg dan harga jual Rp30.000,- per kg, omzet bisa mencapai Rp22.500.000,- per bulan, bahkan naik hingga Rp37.500.000,- jika harga Rp40.000,- per kg. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp7 jutaan, laba bersih dapat menembus Rp7 jutaan per siklus.
Pada skala 1.000 ekor, potensi pendapatan semakin besar, yakni sekitar Rp50.000.000,- hingga Rp62.500.000,- per siklus dengan berat rata-rata 2,5 kg per ekor. Bahkan skala kecil 100 ekor pun tetap menjanjikan, dengan estimasi laba bersih sekitar Rp1,8 jutaan per periode dari modal sekitar Rp3 jutaan. Besarnya keuntungan sangat dipengaruhi oleh harga jual, efisiensi produksi, angka kematian, dan fluktuasi harga pakan.
Tips Memulai Usaha Ayam Potong dengan Modal Terbatas
Bagi pemula atau mereka yang memiliki keterbatasan modal, usaha ayam potong tetap menawarkan peluang yang menjanjikan. Kuncinya terletak pada perencanaan yang cermat dan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan setiap sumber daya. Salah satu pendekatan adalah memulai dengan skala kecil, seperti 100 ekor ayam, yang memerlukan total modal sekitar Rp2.994.000,- untuk satu periode pemeliharaan.
Fokus utama adalah efisiensi dalam pengelolaan biaya. Ini mencakup pemilihan bibit yang sehat dan berkualitas, serta pengelolaan pakan yang efektif untuk meminimalkan pemborosan. Selain itu, menjaga kebersihan kandang dan menerapkan program kesehatan yang ketat melalui vaksinasi dan pemberian vitamin dapat mengurangi risiko kematian ayam, yang merupakan salah satu faktor penentu keuntungan.
Untuk modal yang lebih kecil lagi, seperti Rp200.000,-, Anda bisa memulai sebagai reseller ayam karkas potong. Strateginya adalah mencari supplier di pasar induk atau peternak langsung pada dini hari untuk mendapatkan harga kompetitif. Setelah itu, lakukan repackaging dengan membersihkan, memotong sesuai permintaan pasar, dan mengemasnya rapi dengan label menarik. Pemasaran dapat dilakukan melalui grup WhatsApp warga, tetangga, atau media sosial lokal, dengan memberikan nilai tambah seperti "Ayam sudah bersih, tinggal masak".
Dengan strategi ini, keuntungan sekitar Rp5.000,- hingga Rp7.000,- per ekor dapat diraih. Jika dikelola dengan baik, usaha reseller ini dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan modal dan skala bisnis di kemudian hari. Penting untuk terus belajar dan beradaptasi dengan kondisi pasar serta menerapkan praktik terbaik dalam beternak ayam.
Strategi Pemasaran Efektif untuk Produk Ayam Potong
Pemasaran merupakan aspek krusial dalam memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan usaha ayam potong. Dengan target pasar yang luas, strategi pemasaran yang tepat dapat membantu produk menjangkau konsumen secara efektif. Salah satu pendekatan yang paling mendasar adalah membangun jaringan dengan pedagang di pasar tradisional dan modern.
Menjalin kemitraan dengan warung makan, restoran, katering, dan industri pengolahan makanan juga sangat direkomendasikan. Mereka adalah konsumen besar yang membutuhkan pasokan daging ayam secara rutin dan dalam jumlah banyak. Penawaran harga yang kompetitif, kualitas produk yang konsisten, dan layanan pengiriman yang handal akan menjadi nilai tambah yang menarik bagi mitra bisnis.
Pemanfaatan platform digital dan media sosial juga menjadi strategi pemasaran yang tidak boleh diabaikan di era sekarang. Membuat akun bisnis di media sosial, mempromosikan produk, dan berinteraksi langsung dengan calon pembeli dapat memperluas jangkauan pasar. Penawaran khusus, paket diskon, atau layanan pesan antar dapat menarik minat konsumen individu.
Selain itu, memberikan nilai tambah pada produk, seperti ayam potong bersih siap masak atau ayam potong dengan bumbu marinasi, dapat membedakan produk Anda dari kompetitor. Edukasi kepada konsumen tentang keunggulan produk, misalnya kebersihan atau kualitas pakan yang digunakan, juga dapat membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Dengan kombinasi strategi pemasaran yang diversifikasi, usaha ayam potong dapat mencapai potensi penjualan maksimal.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Berapa modal minimal untuk memulai usaha ayam potong?
Modal minimal untuk memulai usaha ayam potong skala kecil (100 ekor) berkisar antara Rp2,9 juta hingga Rp3,2 juta per periode pemeliharaan. Modal ini sudah mencakup pembelian DOC (bibit ayam), pakan, peralatan sederhana, serta kebutuhan operasional dasar. Jika ingin lebih hemat, bisa memulai sebagai reseller ayam karkas dengan modal sekitar Rp200 ribuan.
2. Berapa lama waktu panen ayam potong?
Ayam potong jenis broiler umumnya bisa dipanen dalam waktu 30–35 hari atau sekitar 4–5 minggu. Dalam periode tersebut, berat ayam biasanya sudah mencapai 1,5–2,5 kg per ekor, tergantung kualitas pakan, manajemen kandang, serta program kesehatan yang diterapkan.
3. Apakah usaha ayam potong menguntungkan untuk pemula?
Ya, usaha ayam potong tergolong menguntungkan bagi pemula karena perputaran modalnya cepat dan permintaan pasar stabil. Dengan manajemen yang baik, laba bersih dari 100 ekor ayam bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per siklus. Kunci keberhasilan terletak pada efisiensi biaya pakan dan rendahnya angka kematian ayam.
4. Apa risiko terbesar dalam usaha ayam potong?
Risiko terbesar dalam usaha ayam potong adalah fluktuasi harga pakan dan harga jual ayam di pasar. Selain itu, penyakit dan tingginya angka kematian (mortalitas) juga dapat menekan keuntungan. Oleh karena itu, penerapan biosecurity, vaksinasi rutin, serta manajemen kandang yang baik sangat penting untuk meminimalkan risiko.
5. Bagaimana cara memasarkan ayam potong agar cepat laku?
Strategi pemasaran yang efektif meliputi menjalin kerja sama dengan warung makan, restoran, katering, dan pedagang pasar. Selain itu, memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp lokal untuk menjual ayam potong bersih siap masak juga terbukti efektif. Memberikan nilai tambah seperti layanan antar dan kemasan higienis dapat meningkatkan daya saing produk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514432/original/039110200_1772089688-Gemini_Generated_Image_fma2lefma2lefma2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514544/original/085134900_1772093625-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_15.07.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452849/original/058530600_1766461338-rumah_subsidi_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514564/original/035208200_1772094884-Gemini_Generated_Image_ptfjc6ptfjc6ptfj_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5222790/original/030087400_1747455140-Gemini_Generated_Image_72vxfc72vxfc72vx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514398/original/021672500_1772089510-peluang_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233723/original/062505800_1748322744-Depositphotos_247272894_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511235/original/025796700_1771902205-jasa_les_musik2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514301/original/080558300_1772086641-inspirasi_kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514292/original/064302900_1772086616-Blus_dan_Plisket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444242/original/078371500_1765774109-Ikan_Patin_Unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510343/original/057579300_1771826046-Gemini_Generated_Image_9krrv99krrv99krr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514238/original/013277100_1772084684-Rekomendasi_Warna_cat_teras_rumah_subsidi_biar_naik_kelas_tampilannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514214/original/089918300_1772083755-Gemini_Generated_Image_4quuwr4quuwr4quu_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514198/original/017233300_1772083235-Memberi_pakan_benih_ikan_lele_usia_20_hari__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514173/original/026584500_1772082887-Ide_Usaha_Ternak_Jadi_Produk_Olahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514132/original/060359900_1772081610-Hijau_Zaitun__Olive_Green_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514520/original/093450100_1772092861-unnamed__38_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514139/original/011539600_1772081659-murah_tp_mewah_4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)