Pel Sumbu atau Pel Kain, Mana yang Lebih Bersih? Ketahui Beda Penggunaannya

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pel sumbu atau pel kain, mana yang lebih bersih untuk mengepel lantai di rumah? Sekilas, keduanya sama-sama digunakan untuk mengangkat debu, noda, dan kotoran dari permukaan lantai. Namun, bentuk kepala pel yang berbeda membuat keduanya memiliki cara kerja dan karakteristik yang tidak sama saat digunakan.

Pel sumbu memiliki kepala pel berupa kumpulan serat atau tali yang lentur, sehingga dapat menyerap cukup banyak air dan menjangkau sudut-sudut lantai. Sementara itu, pel kain menggunakan lembaran atau pad kain dengan permukaan yang lebih rata. Bentuk ini membuat pel kain dapat menempel lebih merata pada lantai dan pada beberapa jenis produk, bagian kainnya bisa dilepas untuk dicuci.

Perbedaan tersebut kemudian berpengaruh pada cara masing-masing pel mengangkat kotoran, menyerap air, serta dibersihkan setelah digunakan. Karena itu, perbandingan pel sumbu dan pel kain bukan hanya soal mana yang terasa lebih praktis, tetapi juga bagaimana karakter keduanya memengaruhi hasil pengepelan.

Berikut perbedaan pel sumbu dan pel kain, dirangkum Liputan6.com, Selasa (11/8/2026).

Pel Sumbu dan Pel Kain, Apa Bedanya?

Pel sumbu biasanya terdiri dari kumpulan tali atau serat yang menyerap air dan cairan pembersih. Bentuknya membuat pel ini cukup fleksibel untuk membersihkan area yang tidak rata, sudut lantai, hingga bagian yang sulit dijangkau.

Sementara itu, pel kain menggunakan lembaran kain atau pad yang memiliki permukaan lebih rata. Beberapa jenis bahkan bisa dilepas dan dicuci setelah digunakan.

Dari bentuknya saja, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Pel sumbu cenderung lebih mudah menjangkau area tertentu, sedangkan pel kain memiliki kontak permukaan yang lebih merata dengan lantai.

Jadi, Pel Sumbu atau Pel Kain yang Lebih Bersih?

Jika yang dibandingkan adalah potensi kebersihan setelah digunakan, pel kain memiliki beberapa keunggulan, terutama jika kainnya bisa dilepas dan dicuci secara menyeluruh.

Kain pel dapat dicuci menggunakan air bersih dan deterjen, kemudian dikeringkan sampai benar-benar tidak lembap. Permukaannya yang rata juga membuat kondisi kain lebih mudah diperiksa. Jika sudah terlalu kotor atau rusak, kain pel juga relatif mudah diganti.

Namun, bukan berarti pel sumbu otomatis lebih kotor.

Pel sumbu justru dapat bekerja dengan baik untuk lantai yang memiliki banyak sudut atau permukaan yang tidak sepenuhnya rata. Masalahnya muncul ketika sumbu hanya dibilas sebentar setelah digunakan. Sisa kotoran dan kelembapan yang tertinggal di antara serat dapat membuat pel berbau dan menjadi kurang higienis.

Dengan kata lain, pel sumbu yang dirawat dengan baik bisa lebih bersih daripada pel kain yang jarang dicuci.

Pel Kain Lebih Mudah Dibersihkan

Salah satu kelebihan pel kain adalah bagian yang menyentuh lantai biasanya dapat dilepas.

Setelah selesai mengepel, kain bisa dicuci secara terpisah sampai kotorannya hilang. Jika menggunakan beberapa kain pel sekaligus, kain yang sudah digunakan juga dapat langsung diganti dengan kain bersih tanpa harus menunggu proses pencucian.

Ini penting terutama jika pel digunakan untuk beberapa ruangan.

Misalnya, kain yang digunakan untuk membersihkan dapur sebaiknya tidak langsung digunakan untuk kamar tidur. Dengan sistem kain yang bisa dilepas dan diganti, risiko membawa kotoran dari satu area ke area lain dapat dikurangi.

Pel Sumbu Punya Kelebihan

Pel sumbu tetap memiliki keunggulan yang tidak bisa diabaikan.

Serat-seratnya yang fleksibel membuat pel ini dapat masuk ke sudut atau celah tertentu yang mungkin kurang terjangkau oleh kepala pel kain yang datar. Pel sumbu juga biasanya memiliki daya serap yang cukup baik sehingga cocok untuk membersihkan tumpahan cairan.

Tetapi setelah digunakan, sumbu harus mendapatkan perhatian lebih.

Jangan hanya mencelupkannya ke dalam ember berisi air, memerasnya, lalu menyimpannya dalam keadaan basah. Cara tersebut tidak benar-benar menghilangkan kotoran yang menempel pada serat.

Kesalahan yang Justru Membuat Pel Tidak Higienis

Jenis pel bukan satu-satunya masalah. Ada beberapa kebiasaan yang justru membuat proses mengepel menjadi kurang efektif.

Pertama, menggunakan air pel yang sudah keruh terlalu lama. Air yang sudah bercampur dengan kotoran tidak lagi ideal untuk membilas pel. Jika terus digunakan, kotoran dapat kembali tersebar ke permukaan lantai.

Kedua, tidak membilas pel setelah digunakan. Sisa debu, minyak, dan kotoran yang tertinggal dapat menumpuk pada kain maupun sumbu.

Ketiga, menyimpan pel dalam kondisi lembap. Ini merupakan salah satu hal yang sering diabaikan. Pel yang tidak dikeringkan dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme.

Keempat, menggunakan satu pel untuk seluruh area rumah. Lantai dapur, kamar mandi, ruang tamu, dan kamar tidur memiliki jenis kotoran yang berbeda. Menggunakan alat yang sama tanpa dicuci dengan benar dapat memindahkan kotoran dari satu area ke area lainnya.

Bagaimana Agar Pel Lebih Bersih?

Apa pun jenis pel yang digunakan, beberapa kebiasaan berikut lebih penting daripada merek atau bentuk pel.

Setelah mengepel, cuci bagian pel yang bersentuhan dengan lantai, bukan sekadar membilasnya sebentar. Gunakan air bersih dan, jika sesuai dengan bahan pel, deterjen untuk membantu menghilangkan kotoran.

Setelah itu, peras dan keringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jangan langsung memasukkannya ke dalam ember atau menyimpannya di ruangan tertutup ketika masih basah.

Kain atau sumbu pel juga sebaiknya diganti secara berkala. Jika sudah berubah warna, berbau meskipun sudah dicuci, seratnya rusak, atau tidak lagi bisa dibersihkan dengan baik, mempertahankannya justru dapat membuat proses mengepel menjadi kurang efektif.

Pertanyaan Seputar Pel Sumbu vs Pel Kain

1. Pel sumbu atau pel kain, mana yang lebih bersih?

Pel kain cenderung lebih mudah dibersihkan dan diganti, tetapi kebersihan pel lebih bergantung pada cara mencuci, membilas, dan mengeringkannya.

2. Apakah pel sumbu bisa menjadi tidak higienis?

Bisa. Sisa kotoran dapat tertinggal di antara serat sumbu jika pel hanya dibilas sebentar dan disimpan dalam kondisi lembap.

3. Bagaimana cara membersihkan pel agar tetap higienis?

Cuci bagian pel yang digunakan untuk mengepel dengan air bersih dan deterjen yang sesuai, kemudian bilas, peras, dan keringkan di tempat dengan sirkulasi udara baik.

4. Apakah boleh menggunakan satu pel untuk seluruh rumah?

Boleh, tetapi sebaiknya pel dicuci dengan benar sebelum berpindah dari area yang lebih kotor, seperti kamar mandi dan dapur, ke ruangan lain.

5. Kapan kain atau sumbu pel harus diganti?

Ganti jika sudah berbau meskipun sudah dicuci, berubah warna secara permanen, rusak, atau tidak lagi dapat dibersihkan dengan baik.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |