Liputan6.com, Jakarta - Tak jauh dari pusat kuliner legendaris Bakmi Jawa Mbah Gito di kawasan Kotagede, berdiri sebuah rumah sederhana dengan papan nama 'Black Garlic Adimas'. Dari luar, rumah itu tampak seperti hunian biasa. Namun siapa sangka, dari ruang tamunya lahir produksi bawang hitam atau black garlic yang kini mulai dikenal banyak orang.
Adi Wiratama (30), sosok di balik usaha rumahan tersebut. Adi mengaku bisnis itu bermula tanpa rencana besar. Awalnya, ia dan mendiang sang ibu hanya penasaran dengan manfaat bawang hitam yang belakangan ramai dibicarakan. Mereka lalu mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Dari rasa penasaran sederhana itulah, usaha Black Garlic Adimas perlahan tumbuh. Kini, rumah yang tampak biasa itu tak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapur produksi bawang hitam yang dipasarkan ke berbagai daerah.
Modal Rp 500 Ribu dan Magic Com
Adi mengenal bawang hitam pada 2015 dari kenalan sang ayah. Saat itu, ia dan ibunda mencoba membuat bawang hitam untuk konsumsi pribadi karena memiliki manfaat membantu mengatasi tekanan darah tinggi dan kolesterol.
Namun karena proses pembuatannya membutuhkan pemanasan dalam waktu lama, biaya listrik di rumah ikut meningkat. Dari situ, Adi merasa sayang jika produksi hanya sedikit. Ia pun mulai berpikir membuat bawang hitam dalam jumlah lebih banyak sekaligus mencoba menjualnya.
“Karena listrik di rumah sempat naik gara-gara proses bikin bawang hitam, saya kepikiran sekalian bikin banyak lalu dijual,” ujar Adi saat ditemui di lokasi usahanya, Minggu, 3 Mei 2026.
Dengan modal sekitar Ro 500-Rp 800 ribu, Adi yang saat itu masih kuliah di Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan produk bawang hitam buatannya ke lingkungan kampus, mulai dari pegawai laboratorium hingga bagian akademik.
“Awalnya saya jualan ke lingkungan kampus, ke pegawai laboratorium, bagian akademik. Saya orangnya memang suka kumpul sama orang, jadi ya sok akrab aja,” katanya sambil tertawa.
Keseriusan Adi terhadap usaha bawang hitam juga dibuktikan dengan menjadikannya sebagai bahan penelitian skripsi. Dari penelitian itu, ia mengaku jadi lebih memahami manfaat serta proses pembuatan bawang hitam secara ilmiah.
“Saya jadi punya literasi soal bawang hitam, jadi enggak asal ngomong waktu jualan,” ungkapnya.
Black garlic sendiri dibuat dari bawang putih tunggal yang melalui proses pemanasan pada suhu tertentu dalam waktu yang cukup lama. Dalam praktik penelitian, proses ini biasanya menggunakan inkubator, namun Adi memilih cara sederhana dengan memanfaatkan magic com atau rice cooker sebagai alat fermentasi. Seiring berkembangnya produksi, ia kini 8 magic com yang digunakan khusus untuk proses pembuatan bawang hitam tersebut.
“Konsepnya sama-sama pemanasan. Kalau di penelitian pakai inkubator, kalau saya pakai magic com,” jelasnya.
Dari 1 Kilogram hingga 16 Kilogram
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu titik balik bagi usaha Adi. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, permintaan bawang hitam miliknya ikut melonjak. Banyak orang mulai mencari produk herbal untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Waktu Covid permintaan naik karena orang mulai sadar bawang hitam juga bagus buat imun,” ungkapnya.
Adi menjelaskan, bawang hitam mengandung senyawa hasil fermentasi bawang putih yang dipercaya baik untuk kesehatan kardiovaskular, termasuk membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol. Alhasil, perlahan, kapasitas produksi Black Garlic Adimas terus meningkat. Jika awalnya hanya memproduksi sekitar satu kilogram bawang hitam, kini Adi bisa mengolah hingga 16 kilogram dalam sekali produksi, menyesuaikan kebutuhan pasar.
Untuk kemasan, isi bawang hitam dalam satu toples disesuaikan dengan beratnya masing-masing. Kemasan 250 gram berisi sekitar 40 siung, sementara 150 gram berisi sekitar 30 siung, dan ukuran 70 gram berisi sekitar 10–11 siung. Harga produk dibanderol mulai dari sekitar Rp40 ribu untuk varian terkecil.
Usaha yang telah berjalan selama satu dekade ini juga telah dilengkapi dengan sertifikasi P-IRT dan halal, sehingga kualitas dan keamanannya semakin terjamin.
Hobi Gowes Jadi Media Promosi
Pria asli Yogyakarta ini aktif memasarkan produk bawang hitamnya lewat berbagai cara, mulai dari komunitas sepeda hingga media sosial. Menariknya, hobinya bersepeda justru menjadi salah satu jalan memperluas relasi sekaligus mengenalkan produk ke lebih banyak orang.
“Saya suka gowes, jadi sering nimbrung komunitas bapak-bapak sambil bawa produk,” ujarnya.
Tak hanya itu, Adi juga memanfaatkan media sosial, live streaming, hingga program afiliasi marketplace untuk memperluas pasar. Strategi tersebut membuat pembelinya kini tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga luar daerah seperti Batam dan Kalimantan. Bahkan, promosi online kerap berujung pada transaksi offline.
“Kadang orang lihat live, terus pas lagi ke Jogja jadi COD,” katanya sambil tertawa.
Menurut Adi, tantangan terbesar dalam bisnis herbal adalah membangun kesadaran masyarakat terhadap manfaat produk. Tidak semua orang merasa membutuhkan bawang hitam jika belum memiliki keluhan kesehatan tertentu.
“Kalau orang enggak punya kendala darah tinggi misalnya, ya mungkin enggak tertarik. Jadi tantangannya bagaimana bikin orang aware sama bawang hitam,” ujarnya.
Karena itu, Adi memilih pendekatan promosi yang lebih ringan. Ia kerap mengenalkan bawang hitam lewat rasa dan teksturnya yang lembut agar orang tertarik mencoba lebih dulu, sebelum akhirnya mencari tahu sendiri manfaatnya bagi kesehatan.
Belajar Naik Kelas Lewat Rumah BUMN BRI Yogyakarta
Dalam perjalanan mengembangkan usahanya, Adi bergabung dengan program Rumah BUMN BRI Yogyakarta sejak 2024. Melalui program tersebut, ia mendapatkan berbagai pelatihan dan pembekalan untuk memperkuat bisnis, terutama di bidang pemasaran digital yang berkembang sangat cepat.
Adi mengaku banyak mendapat wawasan baru dari pelatihan tersebut, khususnya terkait pemanfaatan media sosial seperti TikTok dan Instagram yang kini menjadi kanal penting bagi UMKM. Ia menambahkan, materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi langsung dipraktikkan sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam bisnis sehari-hari.
“Di Rumah BUMN BRI Yogyakarta dapat pembekalan dan praktik langsung. Mentornya juga profesional dan materinya gratis,” ujarnya.
Selain program reguler, Adi juga mengikuti program tahunan BRI Incubator, yaitu pendampingan intensif bagi UMKM terkurasi. Adi menilai program Rumah BUMN BRI Yogyakarta sudah sangat membantu pelaku UMKM, terutama dalam memahami perkembangan pemasaran digital. Namun, ia berharap program tersebut bisa semakin masif mengikuti perubahan zaman yang bergerak cepat, khususnya di platform seperti TikTok dan Instagram.
Menurutnya, dinamika algoritma media sosial yang terus berubah perlu terus diikuti agar pelaku usaha tidak tertinggal dalam strategi pemasaran. Ia juga menyoroti perkembangan fitur afiliasi dan live shopping yang kini semakin berpengaruh terhadap penjualan UMKM.
“Sekarang afiliasi itu sekitar 5–8 persen, dan ada tambahan sampai 15 persen untuk live. Itu sebenarnya bisa jadi fondasi supaya UMKM naik kelas,” ujarnya.
Kini, omzet Black Garlic Adimas mencapai sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Ke depan, Adi berharap usahanya tidak hanya berhenti sebagai UMKM rumahan, tetapi bisa berkembang lebih besar dan membuka lapangan kerja.
“Harapannya bisa naik kelas, minimal nanti bisa hire satu sampai dua orang dulu. Karena tujuan bikin usaha itu juga buat membuka lapangan pekerjaan,” tutupnya.
Rumah BUMN BRI Yogyakarta, Ruang Belajar UMKM dari Kelas Dasar hingga Digital
Rumah BUMN BRI Yogyakarta (RuBy) menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, termasuk Adi Wiratama yang aktif mengikuti program di sana sejak 2024. RuBy sendiri merupakan bagian dari inisiatif Kementerian BUMN yang berada di bawah pembinaan BRI untuk memperkuat ekosistem UMKM di berbagai daerah.
Ditemui terpisah, Fiera Dwi Hapsari selaku Koordinator Rumah BUMN BRI Yogyakarta menjelaskan bahwa salah satu kegiatan utama di RuBy adalah program reguler yang digelar rutin dengan beragam tema pelatihan, mulai dari dasar kewirausahaan, pengelolaan bisnis, hingga pemasaran digital.
“Di sini kita ada pelatihan dasar, bisnis, digital, dan tematik. Dari situ kita lihat kebutuhan UMKM ke mana,” ujarnya.
Setiap sesi pelatihan biasanya diikuti 20–25 peserta agar proses pendampingan lebih fokus dan interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan rutin sekitar sekali dalam sebulan, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.
Untuk mengikuti program reguler, peserta cukup melakukan pendaftaran dan mengisi data agar tercatat dalam sistem RuBy. Setelah itu, peserta akan dimasukkan ke grup WhatsApp sesuai kategori pendampingan yang dipilih.
“Caranya gampang, isi pendaftaran saja supaya datanya tercatat di kami, nanti mereka akan gabung ke grup WA yang mereka pilih,” jelasnya.
Selain program pelatihan, RuBy juga memberikan pendampingan terkait legalitas usaha serta menjadi penghubung dengan berbagai dinas dan kementerian terkait. Dalam perannya, RuBy bertindak sebagai fasilitator dan eksekutor program lintas instansi untuk mendukung pengembangan UMKM.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6930928/original/070220800_1779700978-Untitledd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6927181/original/003164300_1779697319-sarang_burung_walet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6922427/original/022281800_1779692938-Gemini_Generated_Image_vg0wp2vg0wp2vg0w.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6300024/original/045699400_1779174537-Gemini_Generated_Image_23vsad23vsad23vs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6921391/original/077186700_1779691749-1112081227344759272.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6826820/original/016446300_1779615644-nangoma.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6920153/original/042044100_1779690662-2036510328567788463.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3562890/original/030557800_1630923116-WhatsApp_Image_2021-09-06_at_17.05.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2496577/original/008779500_1543376991-Headline.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6915474/original/039819600_1779686372-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520909/original/063221900_1772664980-kelin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6912860/original/032238700_1779683308-cover_roaster.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569223/original/036885800_1777434201-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6914627/original/070353100_1779685281-ChatGPT_Image_May_25__2026__12_00_42_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5634923/original/086064600_1778235655-Agen_Gas___Air_Galon___Jasa_Cuci_Motor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5619925/original/000671500_1778208666-warung_kelontong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386748/original/030282500_1761022620-mother-scolding-her-daughter-living-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6907356/original/071502700_1779677989-hajatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6384473/original/076622100_1779259669-warung_rumahan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488684/original/047569800_1769760902-kue_dari_tepung_mocaf5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495904/original/087503600_1770444952-Gemini_Generated_Image_7ycbx87ycbx87ycb.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446768/original/019579900_1765941166-Ikan_lele_dipanen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494885/original/067165400_1770347594-telur_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492871/original/061346200_1770188299-ChatGPT_Image_4_Feb_2026__13.57.45.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483208/original/078189100_1769342982-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4878087/original/027138900_1719566267-IMG_2916.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488443/original/005923400_1769750774-Panen_kacang_panjang__Gemini_AI_.jpg)