Langkah-Langkah Hadapi Gempa untuk Mitigasi Megathrust: Sebelum, Saat, dan Sesudah Bencana

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Memahami langkah-langkah hadapi gempa sangat penting, apalagi di tengah ancaman megathrust. Kesiapan dimulai dari mengenali gempa bumi, memastikan rumah aman dari longsor atau likuefaksi, hingga merenovasi struktur bangunan agar lebih tahan guncangan.

Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan badan dari reruntuhan, cari tempat aman seperti kolong meja, dan segera keluar bangunan jika masih memungkinkan. Di luar ruangan, jauhi gedung, tiang listrik, pohon, serta area pantai atau lereng rawan longsor.

Setelah gempa reda, keluar bangunan dengan tertib, hindari lift, dan periksa sekeliling dari kebakaran, kebocoran gas, atau arus pendek. Jangan masuk bangunan retak, waspadai gempa susulan, dan pantau informasi resmi dari BMKG demi keselamatan bersama.

Berikut ini langkah-langkah hadapi gempa dari sebelum, saat, hingga sesudah bencana, yang Liputan6.com himpun dari laman resmi BMKG, Senin (14/9/2026).

Sebelum Terjadi Gempa Bumi

1. Kunci Utama

Langkah paling mendasar adalah mengenali apa itu gempa bumi, termasuk penyebab dan potensi bahayanya. Selain itu, pastikan struktur dan letak rumah Anda terhindar dari risiko ikutan seperti longsor atau likuefaksi (tanah yang berubah menjadi seperti cairan akibat guncangan). Jika bangunan dinilai rentan, lakukan evaluasi dan renovasi ulang agar strukturnya lebih tahan terhadap guncangan gempa di masa depan.

2. Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja

Di tempat kerja, biasakan diri memperhatikan letak pintu, lift, dan tangga darurat sejak awal, bukan saat gempa sudah terjadi. Ketahui pula titik-titik paling aman untuk berlindung di sekitar ruangan Anda. Selain itu, ada baiknya mempelajari teknik P3K dasar dan cara menggunakan alat pemadam kebakaran, serta mencatat nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat kondisi darurat.

3. Persiapan Rutin di Tempat Kerja dan Tinggal

Kebiasaan kecil sehari-hari dapat mengurangi risiko cedera saat gempa. Pastikan perabotan seperti lemari dan kabinet ditempelkan ke dinding, baik dengan paku maupun pengikat, agar tidak mudah roboh atau bergeser saat terjadi guncangan. Simpan bahan-bahan yang mudah terbakar di wadah yang tidak mudah pecah untuk mencegah kebakaran, dan biasakan mematikan air, gas, serta listrik ketika sedang tidak digunakan.

4. Waspadai Material yang Berpotensi Jatuh

Sebagian besar korban gempa disebabkan oleh benda yang jatuh, bukan gempa itu sendiri. Karena itu, atur agar benda-benda berat diletakkan di bagian bawah rak atau lemari. Periksa juga kestabilan benda-benda yang tergantung, seperti lampu gantung, agar tidak mudah lepas dan jatuh saat terjadi guncangan.

5. Alat yang Wajib Tersedia

Setiap rumah maupun tempat kerja sebaiknya menyediakan perlengkapan darurat, seperti kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio untuk memantau informasi, serta persediaan makanan suplemen dan air bersih. Perlengkapan ini akan sangat membantu ketika akses listrik dan komunikasi terganggu pascagempa.

Saat Terjadi Gempa Bumi

1. Jika Anda Berada di Dalam Bangunan

Prioritas utama adalah melindungi kepala dan badan dari reruntuhan, misalnya dengan berlindung di bawah meja yang kokoh. Cari posisi yang paling aman dari potensi reruntuhan akibat guncangan, dan jika kondisi memungkinkan, segera berlari keluar bangunan menuju area terbuka.

2. Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka

Segera menjauh dari struktur di sekitar Anda, seperti gedung tinggi, tiang listrik, dan pohon besar yang berisiko roboh. Perhatikan juga tempat Anda berpijak dan hindari area yang menunjukkan tanda-tanda rekahan tanah.

3. Jika Sedang Mengendarai Mobil

Segera keluar dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari risiko pergeseran mobil atau kebakaran. Sama seperti di area terbuka, tetap perhatikan permukaan tanah dan hindari lokasi yang berpotensi mengalami rekahan.

4. Jika Berada di Kawasan Pantai

Karena gempa besar berpotensi memicu tsunami, langkah paling aman adalah segera menjauh dari garis pantai menuju dataran yang lebih tinggi tanpa menunggu peringatan resmi terlebih dahulu.

5. Jika Tinggal di Daerah Pegunungan

Waspadai potensi longsor yang bisa dipicu oleh guncangan gempa, dan segera hindari area lereng atau perbukitan yang rawan longsor.

Setelah Terjadi Gempa Bumi

1. Jika Berada di Dalam Bangunan

Keluar dari bangunan secara tertib untuk menghindari kepanikan massal. Gunakan tangga biasa, bukan tangga berjalan atau lift, karena berisiko terhenti akibat gangguan listrik. Periksa apakah ada orang yang terluka dan segera lakukan pertolongan pertama, atau hubungi bantuan jika ditemukan luka serius.

2. Periksa Lingkungan Sekitar

Setelah berada di tempat aman, periksa kemungkinan bahaya susulan seperti kebakaran, kebocoran gas, arus pendek listrik, serta kerusakan pada aliran dan pipa air. Segera matikan sumber listrik dan hindari menyalakan api terbuka jika tercium bau gas.

3. Jangan Memasuki Bangunan Terdampak Gempa

Bangunan yang telah terguncang gempa berisiko mengalami keruntuhan susulan, sehingga sebaiknya tidak dimasuki sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

4. Jangan Berjalan di Sekitar Area Gempa

Gempa susulan masih sangat mungkin terjadi setelah gempa utama, sehingga penting untuk tetap waspada dan tidak berlama-lama berada di area terdampak.

5. Dengarkan Informasi Resmi

Pantau perkembangan situasi melalui radio atau kanal resmi, terutama untuk informasi gempa susulan. Hindari terpancing oleh isu atau berita yang sumbernya tidak jelas agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

6. Isi Angket dari Instansi Terkait

Jika diminta, isi angket yang diberikan oleh instansi berwenang, karena data ini digunakan untuk memetakan seberapa besar kerusakan yang terjadi di lokasi kejadian.

7. Tetap Tenang dan Berdoa

Menjaga ketenangan sangat penting agar dapat berpikir jernih dalam mengambil keputusan. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Pertanyaan Seputar Langkah-langkah Hadapi Gempa

Apa yang harus dilakukan pertama kali saat gempa terjadi?

Segera lindungi kepala dan badan, misalnya dengan berlindung di bawah meja yang kokoh, lalu cari jalan keluar paling aman menuju area terbuka jika kondisi memungkinkan.

Bolehkah menggunakan lift saat evakuasi setelah gempa?

Tidak disarankan. Gunakan tangga biasa karena lift maupun tangga berjalan berisiko terhenti akibat gangguan listrik atau kerusakan struktur bangunan.

Kenapa penting menjauhi pantai saat terjadi gempa besar?

Karena gempa bermagnitudo besar, termasuk yang berpotensi megathrust, dapat memicu tsunami, sehingga area pantai menjadi lokasi berisiko tinggi yang harus segera ditinggalkan.

Apa saja perlengkapan yang perlu disiapkan di rumah sebagai antisipasi gempa?

Siapkan kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, serta persediaan makanan suplemen dan air. Pastikan juga perabotan berat terikat kuat ke dinding untuk mengurangi risiko cedera.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |