Liputan6.com, Jakarta - Menanam anggur di pekarangan rumah kini semakin populer karena tanaman ini tidak hanya menghasilkan buah yang manis dan bernilai jual tinggi, tetapi juga mampu menciptakan suasana teduh dan estetik melalui rambatan daunnya yang rimbun di atas para-para, sehingga banyak orang tertarik mencoba meskipun belum memiliki pengalaman berkebun secara serius. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit pemula yang merasa kecewa karena tanaman tumbuh subur tetapi tidak kunjung berbuah, atau bahkan mati sebelum memasuki fase produktif.
Berbagai kegagalan tersebut umumnya bukan disebabkan oleh faktor keberuntungan semata, melainkan karena adanya kesalahan dasar dalam teknik budidaya yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal apabila memahami kebutuhan tanaman anggur secara menyeluruh. Hal ini juga dikuatkan oleh pengalaman lapangan dari Budiono (56), tukang kebun asal Kulon Progo yang telah lima tahun mengelola kebun anggur di daerah Godean, Sleman, Yogyakarta yang menegaskan bahwa sebagian besar kegagalan pemula terjadi karena salah langkah pada tahap awal perawatan.
1. Salah Memilih Bibit Anggur
Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan pemula adalah membeli bibit anggur tanpa memperhatikan kualitas fisik maupun asal-usul varietasnya, karena banyak orang hanya tergiur harga murah atau foto buah yang terlihat besar dan menarik tanpa mempertimbangkan apakah tanaman tersebut benar-benar cocok dengan kondisi iklim dan lingkungan tempat tinggalnya. Bibit yang kurang sehat biasanya memiliki batang kecil, daun pucat, atau sistem perakaran yang belum kuat, sehingga ketika dipindahkan ke media tanam baru, tanaman akan mengalami stres berat dan sulit beradaptasi.
Selain itu, tidak semua varietas anggur mampu berproduksi optimal di daerah tropis yang memiliki kelembapan tinggi dan curah hujan cukup sering, sehingga pemilihan varietas yang salah dapat membuat tanaman tumbuh memanjang tanpa menghasilkan bunga dan buah meskipun perawatan sudah dilakukan secara rutin. Banyak pemula tidak menyadari bahwa beberapa varietas impor membutuhkan perlakuan khusus atau kondisi suhu tertentu yang sulit dicapai di dataran rendah.
Memilih bibit hasil stek atau okulasi dari indukan yang sudah terbukti produktif merupakan langkah bijak karena tanaman cenderung lebih cepat berbuah dan memiliki sifat yang sama dengan induknya, sehingga risiko kegagalan dapat ditekan sejak awal dan proses budidaya menjadi lebih terarah.
2. Media Tanam Tidak Sesuai
Banyak pemula menanam anggur langsung di tanah kebun tanpa memperhatikan komposisi media tanam, padahal struktur tanah yang terlalu padat atau terlalu lembap dapat menghambat pertumbuhan akar dan memicu serangan jamur. Budiono menjelaskan bahwa sebelum menanam, ia selalu menyiapkan lubang tanam berukuran sekitar 60 x 50 sentimeter dengan kedalaman 60 sentimeter agar akar memiliki ruang tumbuh yang cukup.
“Ini menggunakan sekam padi, tanah, dolomit, dan pupuk kambing dengan perbandingan sekitar 1:1,” ujarnya saat menjelaskan komposisi media yang digunakan kepada Liputan6.com pada Minggu (1/2/2026).
Campuran dalam media ini menjadikannya gembur sekaligus kaya nutrisi untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman. Media ini juga membantu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara di dalam tanah.
Tanpa media tanam yang tepat, akar akan kesulitan berkembang dan tanaman menjadi lebih rentan terhadap penyakit akar, terutama pada musim hujan ketika tingkat kelembapan meningkat drastis.
3. Terlalu Sering Menyiram
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menyiram tanaman terlalu sering dengan anggapan bahwa anggur membutuhkan banyak air agar cepat tumbuh, padahal kelembapan berlebihan justru menjadi pemicu utama penyakit jamur dan busuk akar. Budiono menyampaikan bahwa metode penyiraman di kebunnya relatif jarang, “Paling seminggu sekali,” ujarnya. Namun ia melakukannya ketika kondisi tanah masih cukup lembap.
Ia juga menegaskan bahwa yang penting tanah tidak sampai benar-benar kering, namun juga tidak terus-menerus basah karena anggur sensitif terhadap genangan. Akar yang terus-menerus berada dalam kondisi basah akan kehilangan kemampuan menyerap nutrisi secara optimal karena kekurangan oksigen, sehingga daun mulai menguning, rontok, dan pertumbuhan melambat meskipun secara kasat mata tanah tampak subur dan basah. Banyak pemula tidak menyadari bahwa gejala tersebut merupakan tanda kelebihan air, bukan kekurangan air.
Penyiraman sebaiknya dilakukan saat permukaan media mulai mengering, terutama jika tanaman ditanam dalam pot yang memiliki kapasitas terbatas, sehingga keseimbangan antara air dan udara dalam tanah tetap terjaga dan pertumbuhan akar menjadi lebih sehat.
4. Kurang atau Salah Paparan Sinar Matahari
Sinar matahari memegang peranan sangat penting dalam proses fotosintesis dan pembentukan bunga, namun pemula sering menanam anggur di lokasi yang terlalu teduh karena khawatir tanaman akan layu jika terkena panas berlebih. Padahal, menurut Budiono, “Harus kena sinar matahari biar pertumbuhannya bagus sama sehat. Biar gampang buah juga.”
Tanpa paparan cahaya yang cukup, energi yang dihasilkan melalui fotosintesis menjadi terbatas sehingga tanaman cenderung hanya mempertahankan hidup tanpa mampu membentuk bunga dan buah secara maksimal. Kondisi ini sering membuat pemula bingung karena tanaman terlihat hijau tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berbuah.
Penempatan tanaman di area terbuka yang mendapatkan sinar matahari penuh sejak pagi hingga sore akan membantu merangsang pembentukan tunas produktif dan meningkatkan kualitas buah saat masa panen tiba.
Kesalahan lain adalah membiarkan tanaman terkena hujan terus-menerus tanpa perlindungan, karena kelembapan tinggi dapat memicu jamur dan membuat tanaman mati, sebagaimana diingatkan Budiono bahwa yang penting anggur tidak kena hujan agar tidak mudah terserang penyakit.
5. Tidak Melakukan Pemangkasan Rutin
Banyak pemula membiarkan tanaman tumbuh liar tanpa pemangkasan karena takut merusak tanaman, padahal justru proses inilah yang merangsang pembentukan tunas baru penghasil buah. Budiono menjelaskan bahwa dalam kondisi bagus, sekitar enam bulan setelah tanam sudah bisa dilakukan pemotongan ranting kecil untuk merangsang pembungaan.
Ia menambahkan bahwa jika tanaman dibiarkan tanpa pemangkasan, maka hasilnya hanya daun tanpa buah, sehingga dalam setahun produksi menjadi sangat terbatas. “Kalau habis buah dipotong, ntar berbuah lagi. Kalau dibiarin aja, cuma daun aja, nggak ada buahnya,” jelasnya.
Dengan siklus pemangkasan yang teratur, dari pemotongan hingga berbuah kembali biasanya membutuhkan waktu sekitar empat bulan, sehingga dalam setahun tanaman bisa panen dua hingga tiga kali jika perawatannya optimal.
6. Salah Waktu dan Cara Pemupukan
Pemupukan yang tidak sesuai dosis dan waktu sering menjadi penyebab tanaman anggur gagal berbunga karena pemula cenderung memberikan pupuk tinggi nitrogen secara berlebihan demi mengejar pertumbuhan daun yang cepat dan lebat. Akibatnya, tanaman terlalu fokus pada fase vegetatif dan enggan memasuki fase generatif.
Selain itu, pemberian pupuk kimia dengan konsentrasi tinggi tanpa diimbangi penyiraman yang cukup dapat menyebabkan akar terbakar dan daun mengering pada bagian tepi, sehingga kondisi tanaman justru memburuk meskipun tujuan awalnya adalah mempercepat pertumbuhan.
Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman, di mana unsur fosfor dan kalium lebih ditekankan menjelang masa pembungaan agar proses pembentukan buah berjalan optimal dan hasil panen lebih maksimal.
7. Mengabaikan Hama dan Penyakit
Serangan hama seperti kutu daun, ulat, maupun penyakit jamur sering kali dianggap sepele pada tahap awal karena gejalanya terlihat ringan, padahal jika tidak segera ditangani dapat menyebar dengan cepat dan melemahkan seluruh tanaman. Pemula sering baru menyadari masalah saat daun sudah banyak yang rusak atau menguning.
Kelembapan tinggi dan sirkulasi udara yang buruk menjadi faktor utama berkembangnya penyakit pada tanaman anggur, sehingga pengawasan rutin dan kebersihan area tanam menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Tanaman yang sehat sekalipun dapat mengalami penurunan produktivitas jika dibiarkan terserang dalam waktu lama.
Pencegahan dengan penyemprotan pestisida nabati atau menjaga jarak antar tanaman agar tidak terlalu rapat dapat membantu meminimalkan risiko serangan, sehingga pertumbuhan dan pembuahan tetap berjalan stabil.
8. Tidak Menyediakan Rambatan atau Para-Para
Sebagai tanaman merambat, anggur membutuhkan penopang agar pertumbuhannya terarah dan tidak menjalar di tanah yang lembap, namun banyak pemula menunda pembuatan rambatan karena menganggapnya tidak terlalu penting pada tahap awal pertumbuhan. Padahal, struktur penopang sangat membantu pembentukan cabang produktif.
Tanpa rambatan, batang dan daun mudah bersentuhan dengan tanah sehingga rentan terkena penyakit dan hama, serta sirkulasi udara menjadi kurang optimal yang berdampak pada kualitas buah di kemudian hari. Posisi buah yang terlalu rendah juga meningkatkan risiko busuk sebelum sempat dipanen.
Dengan menyediakan para-para atau trellis sejak awal, tanaman akan tumbuh lebih rapi, mendapatkan paparan sinar matahari merata, serta memudahkan proses pemangkasan dan pemanenan ketika musim berbuah tiba.
Pertanyaan dan Jawaban
Berapa lama anggur mulai berbuah setelah tanam
Sekitar enam bulan sudah bisa dipangkas untuk merangsang buah, dan panen bisa terjadi empat bulan setelah pemangkasan.
Apakah anggur bisa ditanam di lahan sempit
Bisa, asalkan mendapat sinar matahari cukup dan tidak terkena hujan langsung.
Kenapa anggur hanya tumbuh daun
Biasanya karena tidak dipangkas, kurang sinar matahari, atau terlalu banyak pupuk nitrogen.
Seberapa sering anggur disiram
Cukup sekitar seminggu sekali selama tanah tidak terlalu kering atau becek.
Apa hama paling umum pada anggur
Kutu buah, kupu-kupu putih kecil, belalang, dan ulat menjadi hama yang paling sering menyerang tanaman anggur.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519075/original/062695500_1772528894-unnamed-29.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519266/original/027883100_1772541283-bridgerton_4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519239/original/075526500_1772538152-jualan_rice_bowl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518610/original/043492000_1772513464-warna_cat_teras_yang_menyerap_panas_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519044/original/036072000_1772527980-Pagar_rumah_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519059/original/015543500_1772528559-cat_pagar_rumah_di_pinggir_jalan_berdebu_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518662/original/026546300_1772515354-cover_kelinci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518995/original/050271400_1772526787-rak_buah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518994/original/034106300_1772526779-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_15.31.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518881/original/031101300_1772522350-Menanam_Biji_Kurma_Berkecambah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258257/original/007823700_1670832394-annie-spratt-tG822f1XzT4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518840/original/058588400_1772521249-Desain_Rumah_5x7_Meter_di_Desa_agar_Terlihat_Luas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513974/original/016459000_1772078321-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518791/original/002352000_1772519152-panci_enamel_gosong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508367/original/041246200_1771573273-Gemini_Generated_Image_tb89bgtb89bgtb89.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485005/original/069274700_1769491509-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518786/original/057848100_1772519004-Screenshot_2026-03-03_132144.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518789/original/011985600_1772519134-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518777/original/098846600_1772518825-unnamed-25.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)