Jenis-Jenis Sekolah Luar Biasa untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Jenis-Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia menjadi informasi penting yang perlu dipahami oleh orang tua, pendidik, maupun masyarakat. Pendidikan merupakan hak setiap anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda dari sekolah reguler pada umumnya.

Di Indonesia, selain sekolah inklusi, pemerintah telah menyediakan sistem pendidikan khusus melalui Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai jenis kebutuhan peserta didik. Meski sama-sama menjadi layanan pendidikan yang bisa dipilih untuk membantu ABK berkembang secara optimal, namun sekolah inklusi dan SLB menerapkan pendekatan yang berbeda. Hal itu sebagaimana diutarakan Nining (32), guru SLB di Pemalang, Jawa Tengah, yang sudah berpengalaman mengajar ABK selama bertahun-tahun.

“Sekolah Inklusi adalah Sekolah reguler (umum) yang menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar bersama anak-anak non-ABK dalam satu kelas dengan kurikulum yang diadaptasi/dimodifikasi sesuai kemampuan anak,” terang Nining melalui sambungan daring kepada tim redaksi Liputan6.com pada Selasa (2/6/2026).

“Sedangkan Sekolah Luar Biasa (SLB), yaitu lembaga pendidikan yang dirancang khusus untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas agar mendapatkan akses pendidikan dan keterampilan hidup yang setara,” sambungnya.

Nah jika anak Anda bersekolah di SLB, ada beberapa jenis sekolah luar biasa di Indonesia yang wajib dikenali karena memiliki fungsi berbeda di setiap kategorinya. Simak penjelasan selengkapnya.

1. SLB A untuk Anak Tunanetra

SLB-A diperuntukkan bagi anak yang memiliki gangguan penglihatan, baik sebagian maupun total. Dalam proses pembelajaran, sekolah menyediakan berbagai media khusus seperti huruf Braille, alat bantu baca, hingga teknologi pendukung yang memudahkan siswa memahami materi pelajaran. Selain kemampuan akademik, siswa juga dibekali keterampilan orientasi dan mobilitas agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.

2. SLB B untuk Anak Tunarungu

SLB-B melayani peserta didik yang mengalami gangguan pendengaran. Metode pembelajaran biasanya menggunakan bahasa isyarat, membaca gerak bibir, serta alat bantu dengar jika diperlukan. Fokus utama pendidikan di SLB-B adalah meningkatkan kemampuan komunikasi sehingga siswa dapat berinteraksi dengan lingkungan sosial secara optimal.

3. SLB C untuk Anak Tunagrahita

SLB C diperuntukkan bagi anak yang memiliki hambatan intelektual atau kemampuan kognitif di bawah rata-rata.

Fokus pembelajaran di sekolah ini meliputi:

  • Kemampuan akademik dasar
  • Keterampilan sosial
  • Kemandirian sehari-hari
  • Pelatihan vokasional sederhana

Program pendidikan disusun sesuai kemampuan masing-masing siswa agar proses belajar berjalan optimal.

4. SLB D untuk Anak Tunadaksa

SLB D melayani peserta didik yang memiliki hambatan fisik atau gangguan pada sistem gerak tubuh. Sekolah ini biasanya menyediakan:

  • Aksesibilitas khusus
  • Alat bantu mobilitas
  • Fasilitas ramah disabilitas
  • Program rehabilitasi pendukung

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, siswa tetap mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik dan keterampilan lainnya.

5. SLB E untuk Anak Tunalaras

SLB E diperuntukkan bagi anak yang mengalami hambatan dalam pengendalian emosi dan perilaku. Pendekatan pendidikan yang diterapkan umumnya berfokus pada:

  • Pembinaan karakter
  • Konseling psikologis
  • Pengembangan kemampuan sosial
  • Pengelolaan emosi

Lingkungan belajar yang kondusif menjadi faktor penting dalam membantu perkembangan siswa di kategori ini.

6. SLB G untuk Anak Berkebutuhan Khusus Ganda

SLB G ditujukan bagi anak yang memiliki lebih dari satu hambatan atau kebutuhan khusus sekaligus, misalnya tunanetra dan tunadaksa dalam waktu bersamaan. Pembelajaran dilakukan secara sangat individual dengan mempertimbangkan kebutuhan unik setiap peserta didik. Biasanya sekolah menyediakan:

  • Program pendidikan individual
  • Pendampingan intensif
  • Terapi terpadu
  • Fasilitas khusus sesuai kebutuhan siswa

Peran Penting SLB dalam Perkembangan Anak

Melansir laman Ditjen Vokasi PKPLK, di SLB, kurikulum disusun secara khusus untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, dan keterampilan hidup anak berkebutuhan khusus. Sedikit berbeda dengan sekolah inklusi yang menggunakan kurikulum nasional yang dimodifikasi sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Apapun itu, keberadaan SLB untuk ABK di Indonesia memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. SLB tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri anak, mengembangkan kemampuan sosial, melatih kemandirian, mengoptimalkan potensi akademik dan non-akademik, dan menyiapkan keterampilan hidup di masa depan. Hal itu karena di SLB, para tenaga pengajar memiliki latar belakang pendidikan luar biasa yang terlatih dan paham cara menangani tantangan spesifik berdasarkan hambatan anak. 

“Guru di SLB memiliki latar belakang pendidikan luar biasa sehingga lebih terlatih dan paham cara menangani tantangan spesifik berdasarkan hambatan anak (seperti tunanetra, tunarungu, atau autisme). Selain juga kurikulum SLB yang menitikberatkan pada keterampilan hidup (vocational skills),” ujar Nining.

“Lalu hambatan yang dimiliki anak dan bina diri agar anak bisa mandiri secara finansial dan sosial di masa depan. Anak juga tidak merasa tertinggal secara akademis karena karena pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan setiap individua anak. Terakhir tersedianya ruang terapi (sensori integrasi, terapi wicara, dll) serta alat bantu belajar yang dapat mendukung mengoptimalkan pembelajaran siswa,” ia menambahkan.

Tips Tambahan Memilih Sekolah Terbaik untuk ABK

Orang tua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum menentukan sekolah yang tepat untuk ABK. Setidaknya ada beberapa tips dari Nining sebelum memungkasi pernyataannya.

1.  Lakukan Asesmen Profesional

Bawa anak ke psikolog anak, dokter tumbuh kembang, atau pedagog untuk diuji kemampuan kognitif, motorik, sosial, dan emosionalnya. Diagnosa mereka adalah modal awal untuk dapat mengetahui hambatan yang dimiliki anak sehingga kita dapat mengetahui potensi yang masih dapat dikembangkan.

2. Ukur Tingkat Kemandirian Anak

Jujurlah pada diri sendiri mengenai kesiapan toilet training, kemampuan komunikasi, dan kontrol emosi anak saat ini.

3. Survei Sekolah Inklusi secara Detail

Datang dan tanyakan ke pihak sekolah, fasilitas yang disediakan dan perlu dipersiapkan orangtua apabila anaknya yang memiliki hambatan dan kebutuhan khusus tertentu akan sekolah ditempat tersebut. (tanyakan perihal GPK, sistem pembelajaran, terapi khusus, dan hal yang dapat mendukung belajar ABK).

4. Fokus pada Masa Depan Anak

Banyak orang tua yang denial dan merasa anaknya mampu untuk mengikuti pembelajaran secara inklusi, padahal secara intelektual atau hambatan lain (perilaku/sosial ) anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri. Jadi perlu pemahaman dan penerimaan orangtua terhadap kondisi anak. Apakah anak benar-benar mampu berkembang secara akademis atau anak perlu dikembangkan pada bidang yang lain misalnya musik, tari, melukis, menggambar, keterampilan sehari-hari, dll.

“Jadi, untuk menentukan pilihan (sekolah) terbaik sesuai kebutuhan anak, dapat dilakukan langkah-langkah kongkret seperti assessment professional, ukur tingkat kemandirian anak, survey sekolah inklusi vs SLB secara mendetail, serta sesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan hingga kemampuan buah hati Anda,” pungkas Nining.

Pertanyaan Seputar Jenis-Jenis SLB untuk ABK di Indonesia

1. Apa itu Sekolah Luar Biasa (SLB)?

SLB adalah sekolah khusus yang memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sesuai jenis hambatan yang dimiliki.

2. Siapa yang bersekolah di SLB A?

SLB A diperuntukkan bagi anak yang mengalami gangguan penglihatan atau tunanetra.

3. Apa fungsi SLB B?

SLB B membantu anak tunarungu mengembangkan kemampuan komunikasi melalui bahasa isyarat dan metode pembelajaran visual.

4. Mengapa SLB penting bagi anak berkebutuhan khusus?

SLB menyediakan kurikulum, fasilitas, dan metode belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa agar perkembangan mereka lebih optimal.

5. Bagaimana cara memilih SLB yang tepat?

Orang tua perlu mempertimbangkan kondisi anak, fasilitas sekolah, kualitas guru, program pendukung, dan kemudahan akses menuju sekolah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |