- Siapa Saryati dan apa usahanya?
- Bagaimana Saryati memulai usaha bawang gorengnya?
- Apa saja varian produk SW Brambang Goreng Jawa?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebenarnya bisa sangat mungkin lahir dari hal yang sederhana, termasuk dari bahan dapur yang nyaris selalu ada di setiap rumah. Itulah yang lantas dijalani Saryati (49), seorang ibu rumah tangga asal Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang kini menggerakkan usaha bawang goreng rumahan dengan merek dagang SW Brambang Goreng Jawa.
Saryati memulai usahanya ini dari nol dan tanpa latar belakang bisnis makanan sama sekali. Ia hanya melihat peluang dari bawang merah yang didapatkan dari rekan kerja suaminya, yang membudidayakan lalu menjualnya ke lingkungan sekitar. Dari percobaan itu, dirinya justru menemukan ide yang di kemudian hari mengangkat nama usahanya ini.
Bawang mentah yang tidak cepat habis di rumah membuat Saryati berpikir untuk mengolahnya menjadi bawang goreng. Produk itu kemudian dinilai lebih praktis, tahan lama, dan bisa digunakan sebagai pelengkap banyak makanan. Dari dapur rumah, Saryati lantas mencoba berbagai resep sampai menemukan rasa serta tekstur bawang goreng yang pas.
Dari sana, usaha yang berawal dari percobaan sederhana itu mulai berkembang menjadi produk UMKM dengan berbagai varian. Kini, bawang goreng buatannya sudah dipasarkan ke sejumlah kota di Indonesia, termasuk dibawa pelanggan sampai ke luar negeri.
Berawal dari Tawaran Bawang Merah Segar
Disambangi Liputan6 di rumah produksinya, Selasa (5/5) lalu, Saryati sempat menceritakan bagaimana dirinya merintis usaha SW Brambang Goreng Jawa milIKNya itu. Disebutkan bahwa, bisnis ini sebelumnya mulai berjalan pada akhir 2019 lalu. Saat itu, bahan baku bawang merah segar didapat dari rekan sang suami yang memiliki lahan pertanian bawang merah. Saryati lalu mencoba mengambil sekitar lima kilogram bawang merah untuk dijual kembali.
Penjualan awal itu ia lakukan dengan cara menawarkan dari rumah ke rumah dan kepada warga sekitar. Dari situ, Saryati menyadari bahwa banyak pembeli hanya membutuhkan sedikit bawang untuk keperluan dapur, sementara sisanya sering terlalu lama disimpan dan akhirnya rusak. Dari pengalamannya itu, kemudian terciptalah sebuah peluang. Alih-alih menjual mentah, bawang merah tersebut justru ia diolah menjadi produk siap pakai agar lebih awet dan bisa disimpan lama.
“Awalnya memang tidak sengaja. Saya waktu itu cuma jual bawang mentah dulu, lah terus kepikiran kenapa tidak dibuat bawang goreng saja supaya lebih tahan lama pas disimpan dan tidak busuk,” kata Saryati.
Belajar Meracik Resep dari Dapur Rumah
Ide tersebut kemudian dicoba di rumah dengan peralatan seadanya. Saryati mulai mengiris, menggoreng, dan meracik bawang merahnya sendiri dan tak jarang juga dibantu oleh suami dan anak serta keluarganya. Semua proses awalnya dilakukan manual, tanpa alat khusus seperti mesin pengiris atau peniris minyak.
Ia mengaku harus melalui banyak percobaan untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Mulai dari tingkat kematangan, tekstur, sampai rasa, semuanya diriset sendiri berdasarkan pengalaman. Beberapa kali hasilnya terlalu berminyak dan terkadang juga ada yang kurang renyah saat disimpan.
Meski begitu, ia terus mencoba sampai menemukan komposisi yang pas. Bawang merah yang digunakan juga dipilih khusus, yakni jenis bawang Jawa dari Brebes dan Nganjuk, karena aroma dan rasanya lebih kuat saat digoreng. Jika menggunakan bawang dari luar daerah tersebut, maka hasilnya dirasa kurang enak dan tidak sedap.
Sempat Menemui Berbagai Kendala Namun Tidak Menyerah
Setelah merasa produknya cukup layak, Saryati mulai menawarkan bawang goreng buatannya ke tetangga dan pedagang sekitar. Respons awal cukup baik, sehingga ia mencoba menitipkan ke toko yang lebih besar.
Namun langkah itu tidak langsung berhasil. Produk bawang goreng yang dikemas di toples kecil masih memiliki satu kendala, yakni minyak yang terbawa cukup banyak. Kondisi itu membuat tampilannya kurang menarik dan dinilai belum siap dipasarkan di toko.
Saryati pun kembali ke dapur. Ia memperbaiki proses produksi, belajar mengurangi kadar minyak, dan mencari cara agar bawang goreng tetap renyah saat disimpan. Proses itu berjalan cukup lama karena semua dilakukan sambil belajar sendiri.
“Waktu awal saya merasa produk ini belum layak masuk toko. Jadi pernah, minyaknya itu masih banyak dan terlihat di bawah toplesnya itu, jadi saya cari cara lagi supaya hasilnya lebih kering,” ujarnya.
Dari Produk Rumahan Menjadi UMKM dengan Banyak Varian Bawang
Setelah proses produksi semakin baik, SW Brambang Goreng Jawa mulai berkembang. Saryati lantas melakukan inovasi dari awalnya bawang goreng original, hingga kini menambah varian bawang goreng pedas, bawang putih goreng, bawang goreng saset, hingga minyak bawang.
Produk-produk itu dipasarkan melalui toko oleh-oleh, penjualan online, dan pelanggan tetap. Di saat bersamaan, Saryati juga menjual kulit bawang merah yang biasanya menjadi limbah, namun ternyata dicari kalangan tertentu untuk pupuk, pewarna alami, hingga kebutuhan penelitian.
“Kalau sekarang, omzet usahanya itu rata-ratanya sih bisa Rp4 juta sampai Rp5 juta gitu per bulan. Kadang juga bisa meningkat di momen-momen khusus, seperti Ramadan,” ujarnya.
Berkembangnya usaha ini lantaran konsumen mulai mengenal kualitas produknya. Saryati berkomitmen untuk tetap menjaga agar bawang goreng buatannya tetap alami dan tanpa campuran. Itulah mengapa, dirinya hanya menggunakan bawang pilihan, garam, dan minyak goreng berkualitas tanpa tambahan lain.
“Kalau untuk harga produk SW Brambang Goreng Jawa ini yang dititipkan di toko oleh-oleh itu rata-rata mulai dari Rp30 ribu, Rp35 ribu, atau Rp40 ribuan, dalam kemasan 600 ml, isi 110 gram,” terangnya.
Bergabung dengan BRIncubator hingga Usahanya Menjadi Lebih Tertata
Perkembangan usaha Saryati kemudian semakin terasa setelah dirinya bergabung sebagai peserta BRIncubator Lokal 2025 melalui Rumah BUMN Solo. Program itu memberinya banyak pengetahuan baru tentang pengelolaan usaha yang dijalaninya.
Melalui inkubator tersebut, dirinya mendapat pelatihan mengenai manajemen keuangan, kemasan produk, pemasaran digital, hingga cara mempresentasikan produk di hadapan calon mitra. Hal-hal yang sebelumnya tidak pernah ia pahami kini mulai diterapkan dalam usahanya.
Saryati mengaku banyak terbantu karena pelatihan itu membuat usahanya lebih tertata. Ia mulai aktif memasarkan produk melalui media sosial, belajar siaran langsung untuk penjualan, hingga memperluas jaringan lewat pameran UMKM.
“Setelah ikut inkubator, saya banyak mendapat ilmu dari berbagai pelatihan yang diberikan BRI, mulai dari cara packaging, manajemen keuangan, cara menarik konsumen, membuat story telling untuk promosi sampai membuat konten yang isinya ajakan untuk membeli, atau mengenalkan produk bawang goreng kita,” katanya.
Selain itu, kemudahan juga turut dirasakan lantaran adanya fasilitas transaksi QRIS BRI yang membuatnya tak perlu mencari kembalian.
“Jadi memang penggunaan QRIS BRI ini sangat memudahkan sekali ya, tinggal scan saja kalau mau transaksi. Terus, memang saya juga memakai fasilitas BRI Mobile Banking (BRIMO), bayar pajak jadi mudah, bayar keperluan rumah lainnya juga tidak sulit, tinggal transfer saja,” ucapnya.
Produk Dibawa Pelanggan hingga Jepang dan Dubai
Meski masih dikelola dari rumah, produk SW Brambang Goreng Jawa kini sudah menjangkau banyak daerah. Pelanggannya tersebar di sejumlah kota seperti Karawang, Jakarta, Semarang, Bali, Palembang, hingga Lampung.
MenarIKNya, produk bawang goreng ini juga pernah dibawa pelanggan ke luar negeri sebagai oleh-oleh. Beberapa di antaranya sampai ke Malaysia, Jepang, dan Dubai, meski belum melalui jalur ekspor resmi.
“Kalau pengembangan penjualan sih saat ini Alhamdulillah, produk bawang goreng ini sudah bisa sampai ke Malaysia, Jepang dan Dubai. Ya, ini masih secara personal, sih, dan belum skala ekspor besar mandiri gitu, sebagai oleh-oleh TKW di sana,” katanya
Bagi Saryati, pencapaian itu menjadi hal yang tidak pernah dibayangkan saat pertama kali mengambil lima kilogram bawang merah di awal usaha. Dari percobaan sederhana di dapur rumah, bawang goreng buatannya kini dikenal lebih luas dan menjadi sumber penghasilan keluarga.
“Harapannya, mudah-mudahan SW Brambang Goreng Jawa ini bisa semakin berkembang lagi. Karena saya memang inginnya melakukan ekspor ke luar negeri lebih maksimal lagi, tetapi sekarang kan sebagian besar masih saya kerjakan sendiri,” tambahnya.
Rumah BUMN Solo Siap Bantu UMKM Setempat Asah Potensinya Secara Maksimal
Kesuksesan SW Brambang Goreng Jawa dalam mengembangkan usahanya turut diakui Rumah BUMN Solo. Diungkapkan Koordinator Rumah BUMN Solo, Condro Rini, usaha olahan bawang merah milik Saryati jadi salah satu contoh UMKM yang mampu memaksimalkan potensi produknya.
Condro Rini menyebut, upaya yang bisa dipetik selain dari semangat Saryati yang ingin terus maju, adalah karena adanya langkah meminimalisir limbah produksi yang dihasilkan. Ini tercermin dari produk penjualan kulit bawang untuk keperluan pupuk sampai penelitian akademik.
“Brambang Goreng SW merupakan salah satu Alumni BRIncubator Lokal 2025, dengan keunikan produknya yang mengusahakan zero waste. Sehingga tidak hanya menghasilkan produk brambang goreng saja, namun juga produk turunannya, seperti minyak brambang, dan yang lainnya,” ungkap Condro, kepada Liputan6 saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Untuk itu, dirinya terus mengajak UMKM-UMKM di wilayah Soloraya agar bisa mengikuti langkah SW Brambang Goreng Jawa dalam memajukan usahanya. Pihaknya juga sangat terbuka, bagi produk-produk lokal setempat yang ingin bergabung ke Rumah BUMN Solo.
“Kami akan terus berupaya memberikan fasilitas pendampingan, pelatihan sesuai kebutuhan UMKM. Kami selalu memberikan edukasi agar para pemilik usaha bisa berkesempatan melakukan upgrade skill, karena usaha yang sukses adalah mereka yang mau dan mampu terus beradaptasi serta bertahan dengan perubahan pangsa pasar,” tambah Condro.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6281978/original/013298700_1779156785-HL_keong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548567/original/014378300_1775544413-Gemini_Generated_Image_m5huggm5huggm5hu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6280623/original/030430200_1779155536-minyak_goreng_semut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6282595/original/063539500_1779157503-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6213590/original/019125200_1779091316-Cara_Membuat_Kebun_Vertikal_Timun.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6212552/original/049809400_1779090435-Gemini_Generated_Image_lg8u9ilg8u9ilg8u.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6206446/original/043577400_1779085057-Untitledw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6197167/original/003318000_1779076618-kandang_ayam_kampung_anti_bau_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6111363/original/007655700_1778996721-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6111341/original/075005200_1778996616-Desain_Rumah_Anti_Jatuh_untuk_Lansia_Usia_70_Tahun_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6192327/original/047662900_1779072117-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6216655/original/011671600_1779094153-cover_layot.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6222076/original/066735500_1779099133-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6029366/original/074636800_1778920430-Pasang_Aerator__Pompa_Udara__untuk_Oksigen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6214604/original/005662300_1779092254-Gemini_Generated_Image_uwypipuwypipuwyp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6218702/original/044312200_1779095990-kentang_mustofa_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6213607/original/070840200_1779091321-Untitled4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6219229/original/046962300_1779096411-unnamed__41_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540389/original/012546300_1774723382-unnamed__8_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479596/original/071385300_1768982579-20260121AA_Indonesia_Masters_Jafar-Felisha-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476912/original/097996500_1768803121-tips_ternak_ikan_nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481613/original/044013900_1769139803-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481351/original/076000500_1769089844-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489268/original/078646900_1769835675-Jualan_buah_goreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476315/original/009598000_1768727844-batik_wanita_untuk_lebaran_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476747/original/053047400_1768797593-Model_Baju_Bridesmaid_Rok_dan_Atasan_Simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488893/original/092856000_1769769033-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.18.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495984/original/028777500_1770452855-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485348/original/055676200_1769503980-Gemini_Generated_Image_ykbuwykbuwykbuwy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485519/original/025563700_1769510053-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476535/original/064583000_1768789573-ChatGPT_Image_19_Jan_2026__09.25.34.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478095/original/041750600_1768891382-unnamed-8.jpg)