Liputan6.com, Jakarta - Kesetaraan gaji di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Setiap bulan, jutaan perempuan pekerja menerima upah lebih rendah dibanding laki-laki meski mengerjakan pekerjaan setara. Data resmi pemerintah memperlihatkan jarak itu masih lebar dan konsisten dari tahun ke tahun. Mengapa kesenjangan ini terus bertahan?
Setiap 18 September, dunia memperingati Hari Kesetaraan Upah Internasional. Momen ini mengingatkan bahwa perempuan di banyak negara, termasuk Indonesia, masih menerima bayaran lebih kecil untuk pekerjaan yang nilainya sama dengan laki-laki. Peringatan ini bukan sekadar simbol tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa perjuangan mencapai upah yang adil bagi semua pekerja masih jauh dari selesai.
Dalam rangka Hari Kesetaraan Upah Internasional, artikel ini akan mengulas mengenai kesetaraan gaji di Indonesia, mengapa ketimpangan tersebut terjadi, dan manfaat dari kesetaraan gaji, dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (17/9/2026). Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Hari Kesetaraan Upah Internasional?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350552/original/063544200_1789621413-9649824_7396.jpg)
Perbesar
Hari Kesetaraan Upah Internasional diperingati setiap 18 September. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini merayakan upaya panjang menuju prinsip upah setara untuk pekerjaan bernilai setara, sekaligus menegaskan komitmen dunia terhadap hak asasi manusia dan penolakan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan di dunia kerja saat ini.
Di seluruh kawasan dunia, perempuan masih dibayar lebih rendah dibanding laki-laki. PBB mencatat kesenjangan upah gender secara global diperkirakan mencapai sekitar 20 persen. Angka ini bertahan lama karena ketimpangan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki, kemiskinan, serta keterbatasan akses terhadap sumber daya dan kesempatan kerja yang layak bagi perempuan.
Peringatan ini juga terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya soal kesetaraan gender dan pekerjaan layak untuk semua. PBB mendorong negara anggota, dunia usaha, serikat pekerja, dan masyarakat sipil bekerja sama mewujudkan upah setara demi pekerjaan bernilai setara, termasuk di Indonesia yang masih menghadapi tantangan serupa hingga sekarang.
Apakah Masih Ada Ketimpangan Gaji antara Pria dan Wanita di Indonesia?
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kesenjangan gaji antara pekerja pria dan wanita di Indonesia masih nyata. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2026, rata-rata upah buruh laki-laki tercatat sebesar Rp3,55 juta per bulan, sementara buruh perempuan hanya menerima rata-rata Rp2,80 juta per bulan, selisih yang cukup lebar.
Selisih upah ini terjadi di hampir semua jenjang pendidikan. BPS mencatat, semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, kesenjangan upah antara buruh laki-laki dan perempuan tetap muncul dan bahkan melebar. Pola ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi saja belum cukup menutup jarak pendapatan antara pekerja pria dan wanita di Indonesia.
Di sisi lain, BPS mencatat Indeks Ketimpangan Gender Indonesia pada 2025 berada di angka 0,402, membaik 0,019 poin dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 0,421. Perbaikan ini didorong kemajuan pada dimensi kesehatan reproduksi dan pasar tenaga kerja, meski ketimpangan upah antara pekerja pria dan wanita masih terjadi hingga saat ini.
Mengapa Ketimpangan Gaji Terjadi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350553/original/036068400_1789621415-6974931_4456.jpg)
Perbesar
Kesenjangan gaji antara pria dan wanita tidak muncul begitu saja. Sejumlah faktor struktural dan sosial saling berkaitan sehingga perempuan cenderung menerima upah lebih rendah dibanding laki-laki, meski bekerja di bidang dan jam kerja yang serupa. Berikut beberapa penyebab utama yang kerap ditemukan di lapangan kerja Indonesia.
Perempuan Lebih Banyak Bekerja di Sektor Informal
PBB menyebut perempuan, terutama pekerja migran, lebih banyak terserap di sektor informal dengan upah rendah dan kondisi kerja yang minim perlindungan sosial. Kondisi ini membuat pendapatan mereka sulit bersaing dengan pekerja di sektor formal. Di Indonesia, pola serupa terlihat pada tingginya proporsi pekerja perempuan di kegiatan informal dan paruh waktu dibanding laki-laki.
Beban Kerja Domestik yang Tidak Seimbang
Menurut PBB, perempuan mengerjakan tugas rumah tangga dan perawatan keluarga rata-rata tiga jam lebih banyak dibanding laki-laki setiap hari. Beban ganda ini mengurangi waktu dan energi perempuan untuk bekerja penuh waktu atau mengejar posisi dengan gaji lebih tinggi, sehingga ikut memperlebar kesenjangan pendapatan antara pria dan wanita di tempat kerja.
Motherhood Penalty atau Denda Menjadi Ibu
PBB mencatat perempuan yang sudah memiliki anak menghadapi kesenjangan gaji yang lebih lebar dibanding perempuan tanpa anak, sebuah fenomena yang dikenal sebagai motherhood penalty. Semakin banyak anak yang dimiliki, semakin lebar pula jarak upah yang diterima dibanding rekan kerja laki-laki dengan posisi dan pengalaman kerja yang setara.
Stereotip Gender dalam Rekrutmen dan Promosi
Stereotip gender, praktik rekrutmen yang diskriminatif, serta keputusan promosi jabatan turut memperbesar ketimpangan upah, demikian catatan PBB. Perempuan sering dianggap kurang cocok untuk posisi tertentu tanpa alasan yang berhubungan dengan kemampuan kerja. Anggapan semacam ini membatasi peluang perempuan untuk naik jabatan dan memperoleh kenaikan gaji yang setara dengan laki-laki.
Manfaat Kesetaraan Gaji
Kesetaraan gaji bukan hanya soal keadilan bagi perempuan pekerja. Dampaknya menjalar luas, mulai dari kesejahteraan keluarga hingga pertumbuhan ekonomi suatu negara. Berikut sejumlah manfaat yang bisa dirasakan apabila kesenjangan upah antara pria dan wanita berhasil dipersempit secara nyata di berbagai sektor pekerjaan.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Bank Dunia memperkirakan dunia bisa memperoleh tambahan kekayaan hingga 172,3 triliun dolar AS apabila kesenjangan pendapatan seumur hidup antara perempuan dan laki-laki berhasil ditutup. Angka ini setara dua kali produk domestik bruto global, menunjukkan betapa besar potensi ekonomi yang selama ini hilang akibat ketimpangan upah antara pekerja pria dan wanita.
Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
Upah yang setara membuat pendapatan rumah tangga bertambah, terutama pada keluarga dengan perempuan sebagai pencari nafkah utama. Tambahan penghasilan ini dapat dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan tabungan masa depan, sehingga kesejahteraan rumah tangga secara keseluruhan ikut meningkat seiring membaiknya pendapatan perempuan pekerja di berbagai sektor.
Memperkuat Daya Saing Dunia Usaha
Bank Dunia mencatat, ketimpangan pendapatan antara perempuan dan laki-laki membuat kekayaan modal manusia dunia lebih rendah sekitar 20 persen dari potensi sebenarnya. Perusahaan yang menerapkan upah setara berpeluang mempertahankan talenta terbaik lebih lama, karena pekerja merasa dihargai secara adil tanpa memandang jenis kelamin di tempat kerja.
Mengurangi Ketimpangan Sosial Jangka Panjang
Kesetaraan gaji turut membantu menutup jarak antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah. Ketika perempuan menerima upah yang adil, akses mereka terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ikut membaik. Kondisi ini pada akhirnya mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara lebih merata di tengah masyarakat Indonesia.
Tanya Jawab Seputar Kesetaraan Gaji di Indonesia
Apa itu kesetaraan gaji? Kesetaraan gaji adalah prinsip pemberian upah yang sama untuk pekerjaan bernilai setara, tanpa membedakan jenis kelamin pekerja.
Kapan Hari Kesetaraan Upah Internasional diperingati? Hari Kesetaraan Upah Internasional diperingati setiap 18 September, sesuai penetapan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Berapa kesenjangan gaji pria dan wanita di Indonesia? Berdasarkan data BPS Februari 2026, rata-rata upah buruh laki-laki Rp3,55 juta per bulan, sedangkan buruh perempuan Rp2,80 juta per bulan.
Apa penyebab utama kesenjangan gaji di Indonesia? Penyebabnya meliputi tingginya proporsi perempuan di sektor informal, beban kerja domestik, motherhood penalty, dan stereotip gender dalam rekrutmen serta promosi.
Apa manfaat kesetaraan gaji bagi ekonomi? Kesetaraan gaji dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat daya saing usaha, dan mengurangi ketimpangan sosial jangka panjang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350619/original/086546900_1789625068-Gemini_Generated_Image_4zt7ep4zt7ep4zt7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350598/original/089168800_1789623572-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__12.37.36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3060656/original/069937600_1582687623-download-2-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350377/original/014849000_1789614372-Gemini_Generated_Image_wvet0qwvet0qwvet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311092/original/034764100_1785387455-pexels-timur-weber-9186159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342434/original/039155100_1788769978-d413b7cf-e68c-4113-b0fe-3f4885d84ca2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350323/original/013262800_1789611086-478b53cf-df04-4c2e-8564-34a83d59a004__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4773529/original/064757400_1710488181-elena-mozhvilo-TtWWdYRFS2Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350310/original/036737900_1789610963-5b04aa10-4451-4572-86b7-7986a38ac1a5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4705662/original/001851700_1704333030-Ilustrasi_resign__pindah_kerja__mengundurkan_diri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303849/original/051397200_1784695890-Ide_Desain_Rumah_Rimbun_untuk_Perumahan_Panas_yang_Teduh_dan_Tetap_Rapi_Nyaman_Model_Penempatan_Taman_Gantung_di_Plafon_Depan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317829/original/019472700_1786073603-9813716355975729685.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350282/original/045323700_1789609056-eb02b683-15b1-4385-ba6a-4b27c3a6eebe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481527/original/004190300_1769136213-Beri_Pakan_Secukupnya___Teratur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350253/original/083588000_1789605676-2e036ed3-ad7f-4188-ab22-a378531bf46e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342663/original/076166200_1788785143-HL_kampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350019/original/017603400_1789552413-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8960299/original/008323400_1782975912-Pencahayaan_yang_Hangat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350076/original/044965700_1789556884-e556e9bf-8996-41b7-af32-6d2f067f7ace.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349992/original/040233700_1789551416-Gemini_Generated_Image_br1nlwbr1nlwbr1n.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336150/original/025769500_1788141275-4887a07b-cbfa-4c27-87dd-a34a2ddf4af9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336528/original/070709900_1788164536-Poison_Dart_Frog.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336176/original/026556300_1788144002-32234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3144625/original/098363800_1591334410-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337050/original/022337900_1788230032-1de3d558-1975-4c43-b4f2-118d1bd51876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337142/original/081564900_1788234228-Noda_Bekas_Keringat_di_Bantal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337293/original/019623200_1788239716-56d48274-58d6-4330-a2d5-7c8cc37e4557.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337139/original/089359100_1788234193-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336588/original/048843200_1788166989-2b16fa11-1670-4e28-b029-72a189aecfd4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336191/original/048055400_1788145496-pexels-nerea-arance-205949445-11860562.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310320/original/033268000_1754903814-Depositphotos_243089644_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502254/original/062020500_1770974864-beautiful-asian-girl-sleeps-her-bed-with-white-sheets-warm-winter-duvet-smiling-her-sleep-drea.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)