Liputan6.com, Jakarta Gula darah yang meningkat bukan hanya berbahaya bagi organ dalam seperti jantung atau ginjal, namun juga dapat memengaruhi sistem muskuloskeletal tubuh manusia. Salah satu gejala yang sering diabaikan ketika gula darah melonjak adalah rasa nyeri pada persendian.
Beberapa penderita diabetes melaporkan munculnya rasa sakit, kaku, hingga peradangan pada sendi, dan gejala ini ternyata punya kaitan erat dengan kondisi kadar glukosa yang tidak stabil. Bahkan, perubahan pada saraf dan pembuluh darah kecil turut memicu masalah muskuloskeletal yang bisa memengaruhi mobilitas tubuh secara keseluruhan.
Penelitian menunjukkan bahwa jika tidak ditangani sejak dini, komplikasi ini bisa berkembang menjadi kerusakan sendi yang lebih serius seperti Charcot’s joint hingga meningkatkan risiko radang sendi. Lalu, bagaimana tepatnya diabetes bisa menyebabkan nyeri sendi? Berikut penjelasan lengkapnya, dirangkum Liputan6, Jumat (28/3).
Nyeri Sendi Bisa Jadi Tanda Diabetes
Merujuk medicalnewstoday.com, penderita diabetes kerap mengalami perubahan pada sistem muskuloskeletal, yang menyebabkan berkurangnya fleksibilitas dan timbulnya rasa nyeri pada beberapa sendi, terutama di tangan, kaki, dan lutut.
Masalah ini muncul karena kadar gula darah tinggi secara terus-menerus dapat merusak jaringan-jaringan penyangga sendi, seperti tulang rawan dan jaringan ikat, yang berfungsi sebagai bantalan alami pada pergerakan tubuh.
Seiring waktu, kerusakan tersebut menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, memicu peradangan kronis, pembengkakan, hingga nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, dan kondisi ini lebih umum ditemukan pada penderita diabetes yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.
Bagaimana Diabetes Menyebabkan Nyeri Sendi
Berikut beberapa mekanisme utama bagaimana diabetes dapat menyebabkan nyeri sendi:
- Kerusakan Sistem Muskuloskeletal Kadar gula darah yang tidak terkontrol bisa memicu kerusakan pada tulang dan jaringan ikat di sekitar sendi, menyebabkan berkurangnya fleksibilitas dan gerakan yang terbatas.
- Perubahan pada Saraf dan Pembuluh Darah Kecil Diabetes dapat menyebabkan neuropati perifer yang menurunkan kemampuan tubuh untuk merasakan tekanan atau luka di area persendian, sehingga cedera ringan dapat berkembang menjadi masalah sendi yang serius tanpa disadari.
- Gangguan Sendi Tertentu Beberapa gangguan sendi yang umum pada penderita diabetes antara lain carpal tunnel syndrome, trigger finger, dan Dupuytren’s contracture, yang semuanya mengganggu mobilitas tangan dan menyebabkan nyeri pada pergelangan atau jari.
Masalah-masalah ini biasanya berkembang seiring waktu dan sering kali berkaitan dengan lamanya seseorang mengidap diabetes serta seberapa baik mereka mengelola kadar gula darahnya.
Kondisi Sendi dan Perubahan Saraf Penderita Diabetes
Diabetes juga dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut seperti Charcot’s joint, yaitu kondisi sendi yang hancur akibat kerusakan saraf serius, yang secara medis dikenal sebagai neuropati diabetik. Penderita yang mengalami neuropati biasanya kehilangan sensasi di kaki atau pergelangan kaki, sehingga mereka tidak menyadari adanya cedera kecil yang lama-lama memperparah kondisi sendi.
Secara umum, Charcot's joint adalah kondisi yang ditandai dengan kerusakan tulang, sendi, dan jaringan lunak, yang seringkali terjadi pada kaki dan pergelangan kaki, namun juga dapat terjadi di sendi lain. Berikut gejala yang dapat menjadi indikasi Charcot’s joint:
- Kemerahan dan Pembengkakan pada Sendi Perubahan warna dan volume sendi yang tampak jelas merupakan gejala awal yang sering kali tidak disadari penderita.
- Sensasi Panas pada Area Sendi Bagian kaki atau pergelangan yang terasa panas saat disentuh menandakan adanya peradangan aktif yang perlu segera ditangani.
- Perubahan Bentuk Kaki atau Sendi Dalam kasus lanjut, deformitas kaki atau kerusakan struktur sendi bisa menyebabkan kesulitan berjalan dan meningkatkan risiko jatuh atau cedera.
- Penting bagi penderita diabetes untuk rutin memeriksa kondisi kaki dan sendi agar dapat mendeteksi masalah sejak dini dan menghindari komplikasi jangka panjang.
Tips Mengurangi Risiko Diabetes dan Komplikasi Sendi
Mencegah diabetes dan komplikasi sendi dapat dilakukan dengan beberapa langkah gaya hidup sehat berikut:
- Pertahankan Berat Badan Ideal Mengurangi berat badan hanya 1 kg bisa mengurangi tekanan pada lutut hingga 4 kg, sehingga tekanan pada sendi bisa diminimalkan secara signifikan.
- Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang Pilih makanan utuh seperti sayuran hijau, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan buah-buahan rendah gula yang dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah.
- Rutin Berolahraga Ringan Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam ringan dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kekuatan otot serta sendi.
- Periksa Kesehatan Secara Berkala Kontrol rutin kadar gula darah dan periksa kondisi sendi dengan dokter dapat membantu mendeteksi dini komplikasi seperti osteoartritis atau neuropati.
- Gunakan Alas Kaki yang Mendukung Orthotic atau sepatu khusus dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi dan mencegah kerusakan lebih lanjut, khususnya pada penderita dengan neuropati.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, penderita diabetes bisa mengurangi risiko komplikasi serius dan mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik.
Kesimpulan
Nyeri sendi bisa menjadi salah satu sinyal bahwa kadar gula darah sedang tidak terkendali, dan hal ini bukan hanya sekadar gejala ringan yang bisa diabaikan begitu saja.
Komplikasi yang timbul dari diabetes, seperti kerusakan saraf dan gangguan sendi seperti Charcot’s joint, bisa berdampak serius terhadap kemampuan bergerak dan kualitas hidup penderita jika tidak ditangani dengan tepat.
Dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengontrol berat badan, dan berkonsultasi dengan dokter secara berkala, penderita diabetes dapat mencegah munculnya nyeri sendi dan menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal dalam jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Ini (People Also Ask)
1. Apakah nyeri sendi bisa menjadi tanda awal diabetes?
Ya, nyeri sendi bisa muncul akibat perubahan muskuloskeletal atau kerusakan saraf yang berkaitan dengan diabetes.
2. Bagian tubuh mana yang paling sering terasa nyeri akibat diabetes?
Sendi pada tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut merupakan bagian yang paling sering mengalami keluhan nyeri.
3. Apakah diabetes tipe 1 dan tipe 2 sama-sama bisa menyebabkan nyeri sendi?
Keduanya bisa, namun mekanismenya berbeda—tipe 1 lebih berkaitan dengan autoimun, sedangkan tipe 2 berhubungan dengan obesitas dan osteoartritis.
4. Apa hubungan antara neuropati dan nyeri sendi pada penderita diabetes?
Neuropati menyebabkan hilangnya sensasi, sehingga cedera pada sendi tidak disadari dan menjadi parah seiring waktu.
5. Bagaimana mencegah nyeri sendi akibat diabetes?
Dengan mengelola kadar gula darah, menjaga berat badan sehat, dan aktif bergerak secara rutin.