Liputan6.com, Jakarta - Kroto, atau telur semut rangrang, telah lama dikenal sebagai pakan bernutrisi tinggi bagi burung kicau dan umpan mancing yang efektif. Permintaan pasar yang terus meningkat menjadikan budidaya kroto sebagai peluang usaha menjanjikan. Namun, metode tradisional yang bergantung pada pohon besar seringkali menjadi kendala bagi banyak peternak. Tak heran jika banyak yang ingin tahu cara ternak kroto tanpa pohon besar.
Kabar baiknya, kini telah hadir inovasi metode ternak kroto tanpa pohon besar yang memungkinkan siapa saja untuk memulai usaha ini. Dengan modal yang relatif kecil dan tidak membutuhkan lahan luas, budidaya kroto rumahan menjadi solusi cerdas untuk meraup keuntungan. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai cara praktis untuk ternak kroto tanpa pohon besar, mulai dari pemilihan media hingga perawatan koloni semut rangrang.
Metode budidaya ini tidak hanya efisien, tetapi juga membuka pintu bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia peternakan. Bagaimana cara ternak kroto tanpa pohon besar dan media apa saja yang bisa digunakan? Simak penjelasannya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (23/2/2026).
1. Memilih Media Budidaya yang Tepat
Untuk memulai ternak kroto tanpa pohon besar, pemilihan media budidaya adalah langkah krusial. Berbagai media buatan dapat digunakan sebagai pengganti sarang alami di pohon, memberikan fleksibilitas bagi peternak rumahan. Media-media ini meliputi toples, pipa paralon, bambu, hingga ember atau drum bekas.
Media Budidaya Menggunakan Toples
Toples merupakan salah satu media yang paling umum dan mudah digunakan untuk budidaya kroto rumahan. Toples plastik bening berukuran sedang dengan tutup besar sangat cocok dimanfaatkan sebagai tempat ternak. Untuk memastikan sirkulasi udara yang baik, toples perlu dilubangi pada bagian bawah dengan diameter sekitar 3-5 cm. Penting juga untuk menempatkan nampan berisi air di bawah toples, berfungsi sebagai penghalang agar semut tidak keluar dari sarangnya.
Media Budidaya Menggunakan Paralon (Pipa PVC)
Pipa paralon atau PVC juga terbukti menjadi media yang efektif untuk budidaya kroto tanpa pohon. Kandang kroto dengan media paralon terbilang lebih praktis dan mudah dirawat, serta memiliki daya tahan yang lama, bahkan bisa mencapai 10 tahun. Paralon yang kedua ujung sisinya terbuka sangat ideal untuk dijadikan sarang semut karena semut membutuhkan intensitas cahaya yang cukup, yaitu sekitar 0,01 – 0,06 lumen/m2. Penggunaan paralon juga mampu memudahkan proses pemanenan dan pembersihan atau perawatan rutin koloni.
Media Budidaya Menggunakan Bambu
Bambu dapat dimanfaatkan sebagai media sarang buatan untuk budidaya kroto, dengan cara pembuatan kandang yang kurang lebih sama dengan paralon. Potongan bambu dapat disusun secara vertikal di dalam wadah, menyediakan struktur sarang yang menyerupai habitat alami semut rangrang. Media bambu ini menawarkan alternatif yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan untuk ternak kroto tanpa pohon besar.
Media Budidaya Menggunakan Ember atau Drum Bekas
Ember atau drum bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah budidaya kroto yang efektif. Menggunakan bahan organik di dalam drum atau ember merupakan cara budidaya kroto semut rangrang tanpa pohon yang praktis. Ember plastik atau drum bekas perlu dilubangi untuk memastikan sirkulasi udara yang memadai bagi koloni semut. Metode ini sangat populer di kalangan petani kroto rumahan karena modalnya yang minim dan potensi keuntungan yang besar.
2. Menyiapkan Koloni dan Bibit Semut Rangrang
Langkah awal dalam budidaya kroto adalah mendapatkan koloni semut rangrang yang sehat dan produktif. Koloni semut rangrang yang cukup besar biasanya dapat ditemukan di hutan atau sekitar pepohonan. Pilihlah koloni semut yang terlihat sehat, memiliki banyak pekerja, dan berumur minimal satu tahun untuk memastikan produktivitasnya.
Sebagai alternatif, bibit semut rangrang juga bisa dibeli dari peternak dengan harga antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per liter. Saat membeli bibit, sangat penting untuk memastikan bahwa dalam satu koloni bibit terdapat jenis semut rangrang yang lengkap, yaitu ratu semut, prajurit, semut pejantan, dan semut pekerja. Kehadiran ratu semut adalah kunci utama reproduksi koloni, yang akan menghasilkan kroto lebih cepat dan berkelanjutan.
Setelah bibit diperoleh, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan tempat pembibitan yang sesuai dengan media yang dipilih, seperti toples, paralon, atau ember. Penempatan koloni harus dilakukan dengan hati-hati untuk meminimalkan stres pada semut dan mendorong mereka untuk segera membangun sarang baru serta mulai bertelur, mendukung keberhasilan ternak kroto tanpa pohon besar.
3. Pakan dan Perawatan Lingkungan Ideal
Kroto memerlukan pakan yang cukup dan bergizi untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan telur berkualitas. Pakan yang bisa diberikan adalah sisa-sisa sayuran dan buah-buahan yang sudah layu, seperti daun kangkung, sawi, cabai, dan mentimun. Selain itu, makanan tambahan seperti susu, gula merah, atau madu juga dapat diberikan untuk meningkatkan gizi koloni semut.
Semut rangrang juga sangat menyukai makanan berprotein tinggi. Oleh karena itu, berikan pakan berupa ulat hongkong, jangkrik, belalang, atau serangga mati lainnya untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang optimal. Larutan gula atau madu dapat ditempatkan di wadah datar di luar sarang untuk menghindari kontaminasi area sarang. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan setiap dua hari atau setelah pakan sebelumnya habis.
Lingkungan kandang juga harus ideal untuk mendukung produktivitas semut. Kandang harus ditempatkan di area teduh, menghindari paparan sinar matahari langsung, dengan suhu ideal berkisar antara 25-30°C dan kelembaban 60-70%. Kelembapan kandang yang ideal untuk kroto berkisar antara 70-90% dengan suhu optimal 24-28°C. Pemanenan pertama sebaiknya dilakukan setelah 6 bulan agar koloni semut dapat berkembang biak secara optimal. Setelah sarang stabil, proses panen dapat dilakukan setiap 15-20 hari sekali, menjamin pasokan kroto yang berkelanjutan dari upaya ternak kroto tanpa pohon besar ini.
Potensi Keuntungan dan Kemudahan Budidaya
Budidaya kroto menawarkan potensi keuntungan yang sangat menarik, terutama karena permintaan pasar yang tinggi dan harga jual yang menjanjikan.
Harga pasaran kroto bisa mencapai Rp250.000 per kilogram, menjanjikan keuntungan yang signifikan bagi peternak. Modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak kroto tanpa pohon besar ini juga relatif kecil, sekitar Rp25 ribu per toples bibit, membuatnya mudah dijangkau oleh banyak kalangan.
Salah satu keuntungan utama dari budidaya kroto adalah tidak membutuhkan lahan yang luas. Peternak dapat menjalankannya di pekarangan rumah atau ruang sederhana, asalkan kondisi lingkungan mendukung perkembangan koloni semut. Selain itu, modal awal yang dibutuhkan tergolong kecil, perawatannya sederhana, dan harga jual kroto di pasaran sangat menarik.
Kemudahan dalam perawatannya juga menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun budidaya kroto memerlukan perhatian khusus pada tingkat kelembapan, hewan ini tidak membutuhkan air minum dalam jumlah besar seperti ternak lainnya. Kunci keberhasilan terletak pada penciptaan habitat yang menyerupai kondisi alami, misalnya dengan menggunakan toples atau rak khusus yang dilengkapi sirkulasi udara dan pencahayaan yang memadai.
Dengan siklus panen yang sangat cepat, yaitu hanya 15-20 hari setelah telur diletakkan, perputaran modal menjadi sangat singkat, memungkinkan penjualan mingguan yang konsisten. Hal ini menjadikan ternak kroto tanpa pohon besar sebagai pilihan usaha yang sangat efisien dan menguntungkan, baik bagi pemula maupun peternak berpengalaman yang ingin diversifikasi usaha.
Tips Agar Cepat Panen
Agar ternak kroto tanpa pohon besar menghasilkan panen optimal, perhatikan tips berikut:
- Pastikan koloni memiliki ratu yang aktif bertelur.
- Jangan terlalu sering memindahkan toples.
- Berikan pakan cukup, jangan berlebihan.
- Jaga kebersihan lingkungan sekitar.
- Panen secara selektif agar koloni tetap berkembang.
Konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama keberhasilan usaha ini.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Ternak Kroto Tanpa Pohon Besar
1. Apa keuntungan utama dari ternak kroto tanpa pohon besar?
Keuntungan utamanya adalah tidak membutuhkan lahan luas, modal kecil, perawatan sederhana, dan potensi harga jual yang menarik karena permintaan pasar yang tinggi.
2. Media apa saja yang bisa digunakan untuk budidaya kroto rumahan?
Media yang umum digunakan meliputi toples plastik, pipa paralon (PVC), potongan bambu, serta ember atau drum bekas.QBagaimana cara menyiapkan koloni semut rangrang untuk budidaya?AAnda bisa mencari koloni sehat di alam atau membeli bibit dari peternak. Pastikan koloni memiliki ratu semut, prajurit, semut pejantan, dan semut pekerja untuk reproduksi optimal.
3. Pakan apa yang cocok untuk semut rangrang penghasil kroto?
Semut rangrang membutuhkan pakan seperti sisa sayuran dan buah layu, serta protein tinggi seperti ulat hongkong, jangkrik, atau serangga mati lainnya. Larutan gula atau madu juga dapat diberikan.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen kroto?
Pemanenan pertama sebaiknya dilakukan setelah 6 bulan agar koloni berkembang optimal. Setelah itu, panen dapat dilakukan setiap 15-20 hari sekali.
5. Apakah ternak kroto tanpa pohon besar bisa dilakukan di rumah?
Ya, metode ini justru dirancang untuk dilakukan di dalam ruangan dengan rak dan toples.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516831/original/081591700_1772353398-model_set_tunik_polos_dengan_celana_kulot_untuk_baju_lebaran_simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5183936/original/029719300_1744255645-IMG-20250410-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516875/original/076080400_1772358273-model_jilbab_untuk_lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408482/original/058106700_1762785885-pexels-mart-production-7491116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516781/original/012464700_1772346633-cat_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463645/original/039238500_1767666460-bawang4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769762/original/091544800_1710231454-Ilustrasi_buah-buahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515343/original/020022700_1772171345-warna_cat_teras_rumah_untuk_daerah_rawan_banjir_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516706/original/071375300_1772341907-set_lebaran3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203329/original/000792300_1745925785-medium-shot-woman-working-late-night_23-2150171073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505655/original/095597500_1771393086-proinsias-mac-an-bheatha-NbSBlGEp728-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516598/original/098094900_1772336314-cat_resar_anti_norak_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516618/original/003346700_1772336806-daur_ulang3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514959/original/000106600_1772136829-jasa_penerjemah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514034/original/031884900_1772079220-Blus_A-Line_Bahan_Kaos_Premium__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516127/original/063564400_1772257488-Teras_Tanpa_Pagar_di_Gang_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515795/original/006353300_1772190323-unnamed__23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514010/original/064808400_1772078822-Teras_dengan_Pot_Kecil_Seragam_Warna_Putih__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)