Cara Ternak Keong Mas di Drum Bekas, Solusi Hemat Pakan Ternak

56 minutes ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak keong mas di drum bekas kini banyak diminati karena lebih hemat tempat dan biaya. Metode ini cocok dijalankan di rumah dengan memanfaatkan drum bekas sebagai media budidaya sederhana. Selain praktis, perawatannya juga relatif mudah untuk pemula.

Budidaya keong mas dapat menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan. Dengan wadah sederhana, proses pemeliharaan tetap bisa berjalan optimal tanpa membutuhkan kolam luas. Karena itu, banyak orang mulai tertarik mencoba cara ternak keong mas di drum bekas sebagai alternatif usaha tambahan.

Keong mas dikenal cepat berkembang biak dan tidak membutuhkan pakan yang mahal. Pemanfaatan drum bekas juga membantu menekan modal awal sehingga lebih ekonomis. Tidak heran jika cara ternak keong mas di drum bekas semakin banyak dicari oleh masyarakat yang ingin memulai usaha budidaya sederhana.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara ternak keong mas di drum bekas, Selasa (19/5/2026).

1. Siapkan Drum Bekas untuk Media Budidaya

Langkah pertama dalam cara ternak keong mas di drum bekas adalah menyiapkan wadah budidaya yang layak digunakan. Drum bekas menjadi pilihan favorit karena lebih hemat biaya dan mudah ditemukan di sekitar rumah.

Sebelum digunakan, drum harus dicuci hingga benar-benar bersih agar tidak ada sisa minyak, sabun, atau bahan kimia lain yang dapat membahayakan keong mas.

Pilih drum dengan ukuran cukup besar supaya keong memiliki ruang gerak yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang biak. Selain membantu menekan modal awal, penggunaan drum bekas juga cocok diterapkan pada lahan sempit di area rumah.

2. Pastikan Drum Tidak Bocor

Setelah drum dibersihkan, lakukan pemeriksaan pada seluruh bagian wadah untuk memastikan tidak ada kebocoran. Drum yang bocor dapat membuat volume air cepat berkurang sehingga kondisi budidaya menjadi tidak stabil. Periksa bagian dasar dan sisi drum secara teliti karena retakan kecil sering kali sulit terlihat.

Jika ditemukan lubang kecil, segera tutup menggunakan lem khusus atau pelapis anti bocor. Drum yang kokoh dan tahan air akan membantu menjaga lingkungan budidaya tetap aman dan nyaman bagi keong mas.

3. Atur Ketinggian Air dengan Tepat

Isi drum menggunakan air bersih dengan ketinggian sekitar 25–30 cm. Kedalaman air ini dianggap ideal karena menyerupai habitat alami keong mas di area persawahan yang dangkal.

Air yang terlalu dalam dapat membuat keong sulit bergerak, sedangkan air yang terlalu sedikit membuat suhu lebih cepat berubah.

Gunakan air yang sudah didiamkan terlebih dahulu agar kandungan klorin berkurang. Menjaga kualitas dan ketinggian air sangat penting karena berpengaruh besar terhadap pertumbuhan serta proses berkembang biak keong mas.

4. Sediakan Substrat Tempat Bertelur

Keong mas membutuhkan tempat untuk menempelkan telur di atas permukaan air. Oleh karena itu, tambahkan substrat seperti ranting kayu, bambu kecil, atau tanaman air ke dalam drum. Media tersebut akan menjadi tempat favorit keong mas saat bertelur pada malam hari.

Pastikan bahan yang digunakan bersih dan tidak mengandung zat berbahaya. Dengan adanya tempat bertelur yang nyaman, proses reproduksi akan berjalan lebih baik sehingga jumlah telur yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

5. Pilih Indukan Keong Mas Berkualitas

Pemilihan indukan sangat menentukan keberhasilan budidaya. Gunakan keong mas yang sehat, aktif, dan memiliki ukuran cukup besar. Cangkang indukan jangan tidak retak atau rusak karena menandakan kondisi tubuh yang baik. Keong mas bisa diperoleh dari sawah, rawa, maupun peternak lain yang terpercaya.

Sebelum dimasukkan ke dalam drum, diamkan terlebih dahulu selama semalaman di wadah terpisah agar keong dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Indukan yang berkualitas biasanya lebih cepat berkembang biak dan menghasilkan anakan yang sehat.

6. Tebar Indukan dengan Hati-hati

Proses penebaran indukan harus dilakukan secara perlahan agar keong tidak mengalami stres. Hindari melempar atau menjatuhkan keong langsung ke dalam drum karena cangkangnya bisa pecah.

Masukkan indukan satu per satu dengan hati-hati ke dalam air. Penanganan yang lembut membantu keong lebih cepat beradaptasi dan aktif bergerak di media budidaya. Jika kondisi keong tetap sehat setelah ditebar, proses pertumbuhan dan reproduksi biasanya akan berlangsung lebih optimal.

7. Berikan Pakan Secara Rutin

Keong mas termasuk hewan herbivora yang menyukai berbagai jenis tumbuhan lunak. Pakan yang dapat diberikan antara lain daun kangkung, sawi, selada, eceng gondok, hingga limbah sayuran dari pasar yang masih segar.

Pemberian pakan sebaIKNya dilakukan secara rutin sebanyak 3–4 kali sehari agar kebutuhan nutrisi tercukupi. Jangan memberikan pakan yang busuk karena dapat merusak kualitas air.

Dengan asupan makanan yang cukup, pertumbuhan keong mas menjadi lebih cepat dan ukuran tubuhnya lebih besar saat panen.

8. Jaga Kebersihan Air dalam Drum

Kebersihan air merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya keong mas. Air yang kotor dapat memicu penyakit dan menghambat pertumbuhan keong.

Lakukan penggantian air secara berkala apabila air mulai keruh atau berbau. Tambahkan air bersih jika volume air berkurang akibat penguapan.

Hindari penggunaan garam atau bahan kimia lain karena dapat menyebabkan keong mas mati. Kondisi air yang bersih dan stabil akan membuat keong lebih sehat serta produktif dalam bertelur.

9. Lakukan Panen dengan Strategi yang Tepat

Keong mas biasanya sudah dapat dipanen sekitar satu bulan setelah penebaran, terutama jika menggunakan bibit anakan. Panen dapat dilakukan secara keseluruhan maupun sebagian sesuai kebutuhan.

Pada panen total, semua keong diambil lalu budidaya dimulai kembali dengan bibit baru. Sementara panen sebagian dilakukan dengan mengambil keong berukuran besar dan membiarkan anakan tetap tumbuh di dalam drum.

Cara ini lebih praktis karena budidaya dapat berjalan terus tanpa harus memulai dari awal. Dengan perawatan yang baik, ternak keong mas di drum bekas dapat menjadi peluang usaha rumahan yang cukup menjanjikan.

Pertanyaan Seputar Cara Ternak Keong Mas di Drum Bekas

Berapa ketinggian air ideal untuk budidaya keong mas di drum bekas?

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya keong mas adalah sekitar 25 hingga 30 cm, meniru habitat alami mereka di persawahan yang dangkal.

Bagaimana cara memilih indukan keong mas yang berkualitas?

Pilih indukan keong mas yang sehat dengan ukuran tubuh besar, cangkang utuh tidak retak, dan gerakan aktif saat disentuh. Bibit bisa didapatkan dari area persawahan atau rawa-rawa terdekat.

Apa saja pakan yang cocok untuk keong mas?

Keong mas adalah herbivora, pakan yang cocok meliputi dedaunan lunak atau sayuran limbah pasar yang tidak busuk, seperti daun sawi, daun selada, kangkung, atau eceng gondok.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen keong mas?

Budidaya keong mas dapat dipanen sekitar 1 bulan setelah menebar benih, terutama untuk keong yang saat ditabur masih anakan.

Apakah garam boleh digunakan dalam budidaya keong mas?

Tidak, hindari penggunaan garam pada wadah atau kolam keong mas karena dapat menyebabkan kematian.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |