Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan hias bukan sekadar soal memberi pakan dan menunggu ikan tumbuh besar. Ada faktor krusial yang kerap diabaikan pemula, yakni kualitas air sebagai media hidup utama ikan. Tanpa pengelolaan air yang tepat, ikan mudah stres, terserang penyakit, bahkan mati mendadak meskipun jenisnya tergolong mudah dirawat seperti manfish.
Dalam wawancara bersama Hastoro (60), seorang pembudidaya ikan hias berpengalaman asal Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, terungkap bahwa kunci keberhasilan budidaya justru terletak pada konsistensi merawat air. Ia menegaskan bahwa sebagian besar masalah kesehatan ikan bukan berasal dari jenis ikannya, melainkan dari perubahan kualitas air yang ekstrem dan kurangnya pemahaman dasar tentang parameter air.
“Kalau kita bicara budidaya ikan hias itu sebenarnya yang paling penting bukan ikannya dulu, tapi airnya. Menyara ikan itu yang utama merawat air. Kita harus tahu ikan itu hidup di pH berapa, DH atau tingkat kesadahan airnya berapa, lalu suhu idealnya berapa. Tiga elemen itu saja sebenarnya sudah sangat cukup untuk dasar. Banyak kasus ikan bermasalah itu bukan karena jenisnya sulit, tapi karena airnya berubah drastis, dikuras ekstrem, atau tidak stabil. Jadi sebelum bicara pakan atau breeding, pahami dulu karakter airnya,” jelas Hastoro saat ditemui Liputan6.com pada Rabu (25/2).
1. Memahami Parameter Dasar Air: pH, DH, dan Suhu
Dalam budidaya ikan hias seperti manfish, memahami parameter dasar air menjadi fondasi utama. pH air menentukan tingkat keasaman yang memengaruhi metabolisme ikan, sedangkan DH atau kesadahan air berkaitan dengan kandungan mineral di dalamnya. Suhu juga berperan besar dalam menjaga sistem imun dan nafsu makan ikan tetap stabil sepanjang waktu.
Menurut Hastoro, banyak penghobi terlalu fokus pada tampilan akuarium, tetapi lupa mempelajari kebutuhan biologis ikan. Padahal, setiap spesies memiliki rentang toleransi yang berbeda terhadap perubahan air. Jika parameter tersebut dijaga stabil, ikan relatif mudah dirawat dan jarang mengalami gangguan kesehatan serius.
“Sebenarnya semua ikan itu relatif mudah kalau kita tahu ilmunya. Misalnya manfish, dia hidup di pH tertentu, kesadahan tertentu, suhu tertentu. Kalau tiga hal itu kita jaga, ikan itu sudah nyaman. Jadi jangan asal isi air lalu dibiarkan. Air itu harus dipahami karakteristiknya. Cari informasi dulu sebelum memelihara, jangan hanya ikut-ikutan,” terangnya.
2. Hindari Pengurasan Ekstrem yang Memicu ‘Shock Air’
Salah satu kesalahan umum dalam merawat ikan hias adalah melakukan penggantian air secara drastis setelah lama tidak dikuras. Perubahan mendadak ini dapat menyebabkan ikan mengalami stres berat atau yang sering disebut sebagai “shock air”. Kondisi tersebut bisa berujung pada kematian meskipun sebelumnya ikan tampak sehat.
Pengurasan total sebaiknya dihindari, terutama bagi pemula yang belum terbiasa membaca kondisi ikan. Lebih aman melakukan penggantian air secara bertahap agar ikan dapat beradaptasi dengan perubahan parameter secara perlahan. Stabilitas jauh lebih penting dibanding kebersihan instan.
“Kasus yang sering terjadi itu karena shock air. Sudah lama enggak dikuras, lalu dikuras habis sekalian. Itu bahaya. Ikan bisa langsung stres karena perubahan parameter mendadak. Padahal sebelumnya mungkin baik-baik saja. Jadi lebih baik bertahap, jangan ekstrem. Air itu bukan sekadar bersih atau kotor, tapi soal kestabilannya,” ungkap Hastoro.
3. Waspadai Penyakit Akibat Kualitas Air dan Pakan Alami
Kualitas air yang kurang terjaga dapat memicu berbagai penyakit pada ikan hias. Beberapa penyakit yang umum muncul antara lain fin rot, infeksi bakteri seperti Aeromonas, hingga white spot. Penyakit-penyakit ini sering kali berkaitan dengan kebersihan air dan sumber pakan yang kurang steril.
Penggunaan pakan alami seperti cacing sutra memang mempercepat pertumbuhan, tetapi berpotensi membawa bakteri dari alam. Jika tidak diantisipasi, bakteri tersebut berkembang di dalam akuarium dan menyerang ikan yang daya tahannya menurun akibat stres lingkungan.
“Aeromonas itu sering muncul kalau kita pakai pakan alami seperti cacing atau sutra dari alam. Kadang terbawa bakteri lalu berkembang di tempat pemeliharaan. White spot juga bisa muncul walau jarang. Jadi kualitas air dan sumber pakan itu saling berkaitan. Kalau airnya stabil dan bersih, risiko penyakit jauh berkurang,” paparnya.
4. Peran Ikan Sapu-Sapu dalam Menjaga Kebersihan Air
Untuk membantu menjaga kebersihan akuarium, banyak pembudidaya menambahkan ikan sapu-sapu sebagai pembersih alami. Ikan ini berfungsi memakan lumut di kaca serta sisa-sisa pakan yang mengendap di dasar akuarium. Dengan demikian, kotoran lebih terkumpul dan memudahkan proses penyiponan.
Namun, jumlah dan ukuran sapu-sapu tetap harus disesuaikan dengan kapasitas akuarium. Jika terlalu besar atau terlalu banyak, justru dapat mengganggu ikan lain. Pemilihan jenis yang ukurannya relatif kecil menjadi solusi agar tetap efektif tanpa merusak keseimbangan ekosistem dalam akuarium.
“Sapu-sapu itu sifatnya komplementer, membantu membersihkan kaca dan sisa makanan. Jadi kotoran lebih terkumpul dan mudah dibersihkan. Tapi tetap harus disesuaikan ukurannya. Kalau yang kecil di akuarium 1 meter, isi beberapa juga enggak masalah. Selama ikannya sehat, dia jarang ganggu. Biasanya ganggu itu kalau ikan lain memang sudah sakit atau lemah,” jelas Hastoro.
5. Sistem Filtrasi dan Kenyamanan Visual Ikan
Selain parameter dasar dan kebersihan, sistem filtrasi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air jangka panjang. Ada berbagai metode filtrasi, mulai dari sistem sederhana hingga teknologi modern dengan kanister dan media biologi. Namun, menurut Hastoro, yang terpenting adalah melihat kenyamanan ikan secara visual.
Ikan yang sehat biasanya berenang aktif, responsif terhadap pakan, dan tidak menunjukkan tanda stres. Sistem mahal bukan jaminan keberhasilan jika tidak disertai pemahaman dasar. Bahkan dengan metode sederhana sekalipun, kualitas air tetap bisa terjaga asalkan dilakukan secara konsisten dan disiplin.
“Kuncinya sederhana, lihat secara visual ikan itu nyaman atau tidak. Dengan sistem filtrasi yang bagus, mungkin enam bulan sekali baru dibersihkan juga bisa. Ada biologi, karbon, macam-macam. Tapi jangan terpaku gengsi pakai alat mahal. Akuarium 1 meter bisa habis lima jutaan kalau mau lengkap. Padahal yang penting airnya stabil dan ikan nyaman. Itu saja,” tutupnya.
Menjaga kualitas air dalam budidaya ikan hias bukan perkara rumit, tetapi membutuhkan ketelatenan dan pemahaman dasar. Stabilitas pH, kesadahan, suhu, serta sistem filtrasi yang tepat menjadi kunci utama agar ikan tumbuh sehat dan terhindar dari penyakit. Dengan manajemen air yang baik, budidaya ikan hias dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
5 Pertanyaan dan Jawaban
1. Berapa pH ideal untuk budidaya ikan hias seperti manfish?
pH ideal umumnya berada di kisaran netral hingga sedikit asam, tergantung jenis ikan. Untuk manfish, air yang stabil jauh lebih penting daripada angka pasti, sehingga perubahan mendadak harus dihindari.
2. Apa itu DH dalam kualitas air ikan hias?
DH adalah tingkat kesadahan air yang menunjukkan kandungan mineral di dalamnya. Kesadahan memengaruhi kesehatan ikan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan spesies yang dipelihara.
3. Mengapa ikan bisa mati setelah air akuarium dikuras total?
Pengurasan total dapat menyebabkan perubahan parameter air secara ekstrem yang memicu stres atau “shock air”. Kondisi ini membuat ikan tidak mampu beradaptasi dengan cepat.
4. Apakah ikan sapu-sapu benar-benar membantu menjaga kualitas air?
Ya, ikan sapu-sapu membantu memakan lumut dan sisa pakan sehingga kotoran lebih terkumpul. Namun jumlah dan ukurannya harus disesuaikan agar tidak mengganggu ikan lain.
5. Seberapa penting sistem filtrasi dalam budidaya ikan hias?
Sistem filtrasi sangat penting untuk menjaga kestabilan air dalam jangka panjang. Namun yang utama tetap konsistensi perawatan dan memastikan ikan terlihat nyaman secara visual.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516831/original/081591700_1772353398-model_set_tunik_polos_dengan_celana_kulot_untuk_baju_lebaran_simpel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497863/original/093400500_1770692715-Ternak_ayam_petelur__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5183936/original/029719300_1744255645-IMG-20250410-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516875/original/076080400_1772358273-model_jilbab_untuk_lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505554/original/009608500_1771390337-Kebun_Buah_dalam_Pot__Tabulampot__di_Desa__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408482/original/058106700_1762785885-pexels-mart-production-7491116__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516781/original/012464700_1772346633-cat_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463645/original/039238500_1767666460-bawang4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769762/original/091544800_1710231454-Ilustrasi_buah-buahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515343/original/020022700_1772171345-warna_cat_teras_rumah_untuk_daerah_rawan_banjir_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516706/original/071375300_1772341907-set_lebaran3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203329/original/000792300_1745925785-medium-shot-woman-working-late-night_23-2150171073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505655/original/095597500_1771393086-proinsias-mac-an-bheatha-NbSBlGEp728-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516598/original/098094900_1772336314-cat_resar_anti_norak_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516618/original/003346700_1772336806-daur_ulang3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514959/original/000106600_1772136829-jasa_penerjemah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514034/original/031884900_1772079220-Blus_A-Line_Bahan_Kaos_Premium__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516127/original/063564400_1772257488-Teras_Tanpa_Pagar_di_Gang_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515795/original/006353300_1772190323-unnamed__23_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514010/original/064808400_1772078822-Teras_dengan_Pot_Kecil_Seragam_Warna_Putih__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424174/original/010000300_1764135175-AI_Repair-Pro-image-9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417414/original/006322500_1763533451-rumah_dengan_taman_mini_indoor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429077/original/070740500_1764573200-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427755/original/029652600_1764414367-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429140/original/035614400_1764575033-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430238/original/012907900_1764656898-inspirasi_kebun_sederhana_untuk_rumah_tipe_36.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4479258/original/095680100_1687539864-Hutan_Eukaliptis_di_IKN.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434562/original/053117900_1764933186-Hero_Helcurt.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423681/original/088639200_1764072787-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428756/original/090311000_1764562291-desain_teras_rumah_kecil_ukuran_2x2_minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403010/original/035564300_1762314455-Makan_imogiri_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381158/original/058589000_1760491896-Jajanan_Pasar_dan_Kue_Basah__Kelezatan_Tradisional_Tak_Lekang_Waktu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402925/original/068934900_1762311817-model_dapur_kecil_minimalis_dengan_tungku_api_modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432250/original/057900500_1764762013-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425714/original/021517000_1764235298-Pantun_Sunda_Foto_Galeri_Indonesia_Kaya_Fimela.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421804/original/032320200_1763959679-Quality_Restoration-Ultra_HD-image-8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5430028/original/021123000_1764650339-mata_uang_asing.jpg)